
Athena saat ini sedang asyik melakukan panggilan Vidio dengan George, setelah George tak henti-hentinya memarahi dirinya dengan sangat romantis, dan Athena gadis itu hanya terkikik geli saat mendengar ocehan George.
" jangan tertawa sayang, kau menyebalkan " pungkas George dengan wajah yang ditekuk karena merasa kesal.
" Maaf " cicit Athena dengan mata sayu penuh kepolosan yang mana membuat George gemas bukan main.
" baiklah, aku akan memaafkan mu dan kau akan tetap ku berikan hukuman " ucap George dan Athena hanya mengangguk kecil dengan tersenyum manis pada lelaki bermanik biru itu.
Tanpa Athena sadari jika sedari tadi Silla memperhatikannya, bahkan memperhatikan wajah George dari layar ponsel milik Athena, sesaat Silla terpesona dengan paras milik George dengan pahatan yang begitu sempurna untuk lelaki dewasa seukuran dirinya.
" baiklah, jika begitu aku tutup dulu. Ingat jangan nakal disana " ucap Athena dan George hanya tersenyum saat melihat Athena yang kian hari kian manis dimatanya.
George melakukan kiss bye jauh pada Athena dan Athena pun melakukan hal yang sama hingga panggilan tersebut terputus.
" Ada apa kau dari tadi disana Silla ? menguping " ucap Athena tanpa mau menoleh kearah belakang, sontak Silla yang mendengarnya terkejut bukan main, Athena mengetahui keberadaan dirinya padahal Silla tak melakukan apapun yang mencurigakan.
Silla masih terdiam dan termenung ditempatnya, hingga ia tak sadar jika gadis bermanik hitam itu sedang menatapnya dengan tajam seperti mata pedang yang siap menghunus kapan pun ia mau.
" Sungguh tak sopan " celetuk Athena dan Silla hanya diam menundukkan wajahnya dan kerasa kikuk bukan main.
" maaf, bukan maksud ku untuk menguping. Hanya saja.. hmmm aku ingin berbicara dengan mu " ucap Silla memberanikan diri dan Athena mengerutkan dahinya halus sembari menatap Silla dari atas hingga bawah.
Silla terbilang wanita anggun, dengan potongan wajah khas Eropa dan berambut sedikit coklat terang, hidungnya mancung dan bibirnya tebal sensual, pakaiannya pun tidak terbuka dan cukup tertutup, sopan.
tapi entah mengapa Athena merasa tak suka dengan Silla yang memanggil ayahnya dengan sebutan Daddy, sungguh menyebalkan saat Athena mendengarnya.
__ADS_1
" bicaralah " ucap Athena semakin dingin layaknya sebongkah es yang tak ingin mencair. Silla menelan ludahnya kasar saat melihat ekspresi yang Athena tunjukkan. " Apa kau ingin diam saja setelah ketahuan menguping ? " ucap Athena sedikit kesal hingga Silla sontak menatap manik hitam nan kelam itu.
" Apa kau tak menyukai ku ? " kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir Silla dan Athena hanya diam saja " kenapa diam ? kau bahkan tak menjawabnya. Sedari kehadiranku kemarin aku merasa kau tak menyukai nya " ucap Silla lagi dan wanita itu hanya terus menatap Athena yang enggan berbicara kepadanya.
" Kenapa kau memanggil ayahku dengan sebutan Daddy !! kau bukan putrinya " tajam nan tegas Athena hingga Silla menyunggingkan senyumannya tipis tak terlihat. " masih banyak lelaki lain yang bisa kau panggil Daddy, uncle Kenov ? kau bahkan bisa memanggilnya dengan sebutan itu " tegas Athena.
" kau cemburu ? '' tukas Silla menebak jika Athena sangat cemburu. '' bahkan aku sudah memanggil nya dengan sebutan itu sedari aku berusia sepuluh tahun " ucap Silla lagi dan Athena langsung melirik serta menatap tajam Silla.
nafas Athena terlihat begitu memburu saat mendengar pernyataan Silla, itu artinya hubungan mereka memang terjalin sangat lama.
Athena perlahan mendekat kepada Silla, wanita itu memundurkan langkahnya secara perlahan karena merasa takut sekaligus gugup dengan pandangan Athena yang menatapnya bagaikan sebuah mangsa buruan.
" Aku bisa merasakan hawa perebut dalam dirimu nona, tapi jangan panggil aku Athena jika tidak bisa membuat hidupmu bagaikan di neraka jika kau sampai berbuat nekat " bisik Athena dengan penuh penekanan hingga Silla memegang dengan sempurna, tangannya terkepal dan berusaha menahan amarah dalam dirinya " ingat itu baik-baik !! " lanjut Athena lagi dengan penuh penakanan dan pergi meninggalkan Silla yang masih termenung dengan sendirinya.
Silla mengepalkan tangannya kembali setelah mendengar ancaman Athena, gadis yang usianya jauh lebih muda dari dirinya itu benar-benar berani mengancamnya.
setelah itu Silla memutuskan untuk menuju ke kamarnya, tapi belum sampai disana ia bisa melihat Remigio dan juga tuan Arzetto yang sedang berbincang ringan, Silla memutuskan untuk menyapa dan ikut bergabung.
tuan Arzetto dan Remigio menatap kedatangan Silla lalu tersenyum seperti biasa, Silla menundukkan pandangan nya dengan sopan. Tuan Arzetto meliriknya dengan sekilas.
" Silla " panggil Remigio dan Silla menatap Remigio " Paman Kenov akan datang malam ini " ucap Remigio lagi dan sontak Silla terkejut karena kesepakatannya ia akan kembali jika Remigio pun sudah kembali.
" secepat itu ? " ucap Silla dengan suara pelan.
" jangan salah paham Silla, " ucap tuan Arzetto ikut menimpali dan Silla hanya menunduk dalam diam " kedatangan Kenov tentu saja aku yang mengundangnya '' lanjut tuan Arzetto lagi.
__ADS_1
" Apa aku akan kembali ke asrama ? " tanya Silla dan Remigio mengangguk, membuat Silla menghela nafasnya secara perlahan " apa ini ada kaitannya dengan Athena ? '' tanya Silla secara langsung hingga tuan Arzetto menatap datar pada wanita yang suaminya sudah matang dan dewasa.
" Athena ? ada apa dengan dirinya " gumam tuan Arzetto dan Remigio hanya diam saja '' ini tak ada kaitannya sama sekali dengan cucuku '' ucap tuan Arzetto lagi.
" Silla, baru saja Kenov menghubungiku jika kau harus kembali ke asrama karena ada sesuatu hal yang harus kau selesaikan. '' jelas Remigio dan Silla menatap dengan dahi mengeryit '' Kenov bisa menjelaskannya padamu nanti setelah ia datang '' jelas Remigio dengan tersenyum dan Silla hanya mengangguk pasrah walaupun dalam hatinya ia merasa tak rela.
Pada saat mereka berbincang ringan, tiba-tiba asisten tuan Arzetto datang dan memberi tahu jika nona muda nya Athena baru saja pergi menggunakan mobil sport berwarna putih.
sontak Remigio terkejut bukan main, bahkan kepergian putrinya ia tak tau sama sekali tuan Arzetto hanya diam karena semua mobil miliknya dilengkapi pelacak serta GPS yang ada, sesaat Remigio menghela nafas lega nya.
" biarkan saja, mungkin ia bosan di mansion ini atau ia ingin pergi ke suatu tempat " ucap tuan Arzetto dan Remigio diam seperti sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya.
" bukan seperti itu, hanya saja... " ucap Remigio tak melanjutkan perkataannya karena ia merasa cemas dan menatap sang ayah dengan gusar.
" Selim ikuti kemana cucuku pergi, jangan sampai terjadi sesuatu hal padanya. Apakah kau mengerti ! " ucap tuan Arzetto dan Selim mengangguk patuh lalu menunduk dengan sopan pada tuannya.
Silla semakin kesal karena Athena selalu saja bisa mencuri perhatian orang-orang disekitarnya, gadis bermanik hitam itu seperti magnet yang mampu membuat orang selalu menatapnya.
Silla semakin penasaran akan sosok Athena putri dari seseorang yang ia panggil Daddy, ini memang pertemuan yang pertama antara Silla dan juga Athena selama belasan tahun, Silla tak pernah tau sosok Athena begitupun dengan Athena yang tak pernah tau sama sekali tentang sosok Silla, semuanya begitu tertutup.
Remigio memutuskan untuk keluar dari mansion dan tuan Arzetto mengangguk saja, setelah itu ia melirik kearah Silla yang tampak tak rela jika Remigio pergi saat ini.
" kembalilah ke kamarmu Silla dan tunggu kedatangan Kenov kemari '' ucap tuan Arzetto lagi dan Silla hanya mengangguk patuh tanpa mau menjawab ucapan tuan Arzetto saat ini.
dengan langkah lunglainya Silla berjalan menuju kamar yang ditempati olehnya di lantai dua, para maid yang ada hanya bisa melihat Silla dalam diam, entah apa yang mereka fikirkan.
__ADS_1