King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* kabar.


__ADS_3

BUGHHHHHH


AGHHH


Athena berlari dan menendang dada raja Arion dengan keras dan tak mempedulikan luka yang sedang dialaminya bahkan gerakan Athena tak siapapun yang dapat mengiranya, lelaki tua itu tersungkur dengan wajah yang berekspresi kesakitan.


Areez menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


GREPPP


" Beraninya kau melakukan itu hah!! Aku akan membunuhmu '' teriak Athena lantang dengan manik yang memerah bahkan wajahnya sudah menegang.


Raja Arion membelalakkan matanya saat sebuah cengkraman erat ia rasakan di lehernya. Gadis itu sungguh berbahaya, Semuanya bahkan terkejut dengan aksi nya.


" Athena lepaskan, biar aku yang mengurusnya '' bujuk Areez meminta Athena untuk melepaskan nya, Areez tak mau jika Athena melakukan hal yang diluar dugaannya dan membawa dirinya terlibat dalam masalah yang tak seharusnya.


'' ahhh le..paskan aku '' ucap raja Arion dengan tercekat bahkan wajahnya sudah menegang seperti orang yang kehabisan nafas. Helion dan Gilbert menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, mereka tak bisa membantu raja Arion untuk bertindak karena para anak buah Areez mengawasi mereka.


'' Melepaskan ? yang benar saja tuan. Bukannya kau sedang mencari ku hmm ? Aku disini dihadapan mu '' tekan Athena semakin mencengkram erat leher raja Arion dengan tatapan beringasnya.


Diluar sana datang beberapa orang yang ternyata pasukan kerajaan milik raja Arion, Furqon semakin bersiaga dan Areez terus melindungi tubuh Athena dari serangan yang tak terduga.


" Raja !! " pekik orang-orang itu. Athena melirik sekilas dengan senyum tipis.


DORRR !!


Areez melepaskan tembakan peringatan kearah para pasukan kerajaan yang baru saja datang, maniknya berkilat merah.


" beraninya kalian semua !! " bentak Areez murka. " Dan kalian !! " tunjuk kasar Areez kepada para pasukan kerajaan " mundur sekarang juga atau aku tak akan segan bertindak lebih gila lagi termasuk dengan melukai raja kalian " bengis Areez.


Para anak buah Areez dan pasukan kerajaan saling menodongkan senjatanya satu sama lain, Athena menatap dalam dengan manik hitamnya.


BRAKKKKKK


Athena melepaskan raja Areez dengan kasar hingga semua orang menatap tajam pada Athena.


'' ingat nama dan wajah ku baik-baik ini. Aku Athena telah menandai mu raja Arion yang terhormat, aku yang kau sebut putri dari seorang penjahat akan menjadi mimpi buruk mu, dan aku tak perduli jika kau seorang raja '' datar Athena berubah menjadi dingin bahkan hanya mendengar suaranya yang mendayu bak melodi kematian membuat orang-orang yang berada disana tertegun.

__ADS_1


para pasukan kerajaan dengan cepat membawa sang raja pergi dari sana begitupun dengan Helion dan Gilbert dibelakangnya. Athena segera bergegas menuju kamar yang selama ini ditempatinya.


Areez menyerahkan kekacauan ini kepada Furqon dan Furqon mengangguk paham akan titah dari tuan nya.


Athena menatap penuh kemarahan akan kepergian raja Arion beserta orang-orang nya. Athena benar-benar telah menandai mereka yang berani mengusik hidupnya.


Areez masuk dan melihat gadis pemilik manik hitam itu berdiri seraya menatap datar. Entah mengapa Areez merasakan jika Athena berubah menjadi orang lain.


'' Aku sudah mengingat semuanya '' ucap Athena lagi. dan Areez terpaku menatap penuh arti pada gadis disampingnya itu, Athena berbalik dan menghadap kearah Areez serta memandangi wajah itu lekat. " terimakasih atas semua ini. Kau memperlakukan orang asing ini sangat baik Areez bahkan kau menyelamatkan aku kala itu '' ucap Athena dengan senyum tipisnya '' dalam waktu dekat ini aku akan pulang '' ucap Athena seraya mengenggam tangah kekar milik Areez.


senyuman manis yang Athena berikan menjadi begitu lain dimata Areez, entah mengapa Areez tak bisa berkata-kata dan hanya menunduk kebawah. Kesadaran nya kembali saat melihat tetesan darah segar menetes pada permadani berbulu putih.


'' Kau terluka. '' ucap Areez datar lalu ia menarik tangan Athena untuk duduk di sisi ranjang. Athena diam saja seraya memperhatikan Areez yang segera mengambil sebuah kotak obat yang selalu tersedia di dalam masing-masing kamar di mansion Areez.


lelaki itu mulai melakukan pekerjaan nya dengan sangat hati-hati bahkan sangat teliti, Athena meringis kecil saat luka tembak nya dibedah untuk mengeluarkan peluru yang bersarang itu.


Areez seperti seseorang yang sudah terlatih dalam hal mengobati, bahkan Areez menuangkan cairan berwarna biru kedalam luka yang dialami oleh Athena.


'' ohh apa yang kau berikan " kesal Athena karena merasa perih pada lukanya dan Areez diam saja tak mau menjawab Athena yang berwajah kesal.


" Aku minta maaf atas apa yang telah lelaki itu lakukan kepadamu '' ucap Areez dengan wajah teduh menatap pandang kepada Athena.


'' beristirahatlah, jika kau memang ingin pulang biarkan aku yang mengantarkan mu '' ucap Areez kepada Athena yang masih bergeming dengan wajah kesal.


Areez tersenyum tipis dan segera melangkah keluar dari ruangan milik Athena. Areez memanggil Furqon untuk segera mengikutinya dan Furqon dengan cekatan setengah berlari mengikuti langkah sang tuan.


Di kediaman milik Malvin.


Madeline menatap tak percaya dengan sebuah benda pipih yang sedang ia genggam saat ini, maniknya berkaca-kaca saat melihat kata yes disana.


" oh God I'm pregnant " lirih Madeline seraya mengelus lembut perutnya yang masih datar. Air mata nya jatuh membasahi kedua pipinya, Madeline bahagia jika dia mengandung benih dari lelaki yang sangat dicintainya.


CEKLEK


Madeline terperanjat saat seseorang membuka pintu kamar mandi, Malvin tersenyum dan segera memeluk Madeline dengan erat.


'' good morning '' ucap Malvin tersenyum seraya mengelus pipi Madeline.

__ADS_1


Entah mengapa Madeline merasa gugup saat ini, dalam pikirannya apakah Malvin akan menerima anak yang sedang dikandungnya saat ini.


Malvin melihat ada yang aneh dari Madeline mengerutkan dahinya sesaat. Tanpa sengaja maniknya menatap pada benda yang sedang di genggam oleh Madeline.


'' Malvin '' sentak Madeline saat Malvin meraih benda tersebut dan memperhatikan nya dengan sangat jelas. Madeline menunduk dan segera pergi dari tempat itu.


'' Madeline " ucap Malvin saat mengejar Madeline ke luar dari kamar mandi. Madeline terduduk di sisi ranjang dengan perasaan yang tak menentu.


Tiba-tiba Malvin memeluk erat tubuh Madeline dan melabuhkan kecupan bertubi-tubi pada dahi serta pipi Madeline.


'' are you pregnant. " ucap Malvin dan Madeline diam saja dengan pandangan tertunduk " ohh God. Madeline aku sangat senang mendengarnya. Ini akan menjadi hal yang paling bahagia dalam hidupku. " ucap Malvin lagi dan Madeline menatap dalam kearah Malvin seolah sedang mencari sesuatu.


Madeline mengelus lembut perutnya majikannya berkaca-kaca.


" Madeline. Ada apa ? " bingung Malvin saat melihat air mata Madeline mengalir di pipinya.


" Apa kau bahagia dengan kehamilan ku ? " tanya Madeline dan Malvin mengangguk " Sungguh ? " tanya Malvin lagi.


" Madeline apa yang terjadi dengan mu. Tentu saja aku bahagia. " ucap Malvin lagi menangkup wajah Madeline dengan lembut " jangan berfikir buruk tentang ku Madeline. " lirih Malvin lagi.


Entah mengapa Malvin merasa jika Madeline belum sepenuhnya memaafkan kesalahannya terdahulu, dengan kehamilan nya saat ini Malvin merasa jika Madeline tak bahagia.


" Aku sangat senang jika aku bisa mengandung seorang bayi dari benih Lelaki yang aku cintai Malvin. Sungguh aku sangat senang. Hanya saja aku takut kau tak menerimanya karena bayi ini terlahir dari rahim wanita yang selalu kau hindari dengan benci " lirih Madeline dan Malvin tertegun saat mendengar nya.


Malvin mendekap dan membawa Madeline kedalam pelukannya, Madeline balas memeluk Malvin.


" Aku sangat mencintaimu Madeline. Apakah perlakuan ku dulu sangat membekas di hatimu ? Aku sungguh minta maaf. Bukan nya kita sudah memulai nya dari awal, aku akan segera menikahi mu '' ucap Malvin lagi


" Benarkah ? " tanya Madeline dan Malvin mengangguk pasti. Tangan kekar itu mengusap secara perlahan di perut Madeline.


" aku tak ingin anak-anak ku tak bahagia. Aku ingin mereka mempunyai orang tua yang utuh Madeline. Aku sangat mencintaimu '' ucap Malvin lagi dan Madeline tersenyum.


" Akupun begitu " ucap Madeline.


Setelah itu Malvin segera memberitahukan kabar ini kepada ibunya Diandra dan tentu saja Diandra terkejut saat mendapatkan kabar ini, Malvin berkata dia akan segera menikahi Madeline dan Diandra sangat senang mendengarnya.


Senyum Malvin terkembang di wajah tampannya. Ia merasa bahagia akan segera menjadi seorang ayah. Maniknya menatap potret sang ayah yang selalu terpasang di dalam kamar nya.

__ADS_1


Andai kau berada di sini, pasti kau pun senang bukan saat mendengar akan segera menimang seorang cucu. Dad, aku sudah menemukan wanita masa depan ku, sebentar lagi aku akan menikahinya aku harap kau merestui hubungan kami.


__ADS_2