King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Introgasi.


__ADS_3

Entah apa yang terjadi dengan Ornaf hingga dia seperti orang linglung dan menatap sekitar nya dengan tatapan asing. Ledakan yang baru saja terjadi melubangi sebagian rumah mewah milik Ornaf dan Ellara.


Wanita berambut panjang itu hendak membawa suaminya untuk berlindung tapi sebuah tangan mencekal pergelangan tangan nya dengan menggeleng.


" Lepas! " sentak Ellara menatap nyalang


" Tidak nyonya kau akan terluka " ucap wanita itu menolak, membuat Ellara geram dan mendorong wanita berambut pendek itu dengan kasar.


Wanita berambut pendek itu memekik sakit karena dorongan Ellara yang sangat kuat hingga tubuh nya terhuyung dan hampir terjatuh namun untung pertahan nya kuat jadi ia mampu untuk menopang tubuh nya sendiri.


DODODOR !!


DODODOR !!


Tak ada pilihan lain selain menembak orang-orang yang hendak melukai Ellara dan Ornaf, dirinya melindungi dua orang itu dari serangan yang ada hingga Ellara berhasil membawa suaminya ketempat yang aman dengan wanita berambut pendek yang berjalan di belakang keduanya.


DUARRRR


DUARRRR


Entah ledakan dimana yang terjadi namun Ellara yakin jika mereka yang datang bergerombol hendak menghancurkan kediaman nya yang sudah berdiri gagah bertahun-tahun itu.


" Ornaf kau tak apa ? '' tanya Ellara dan lelaki berkaca mata itu menggeleng lemah dengan bibir yang mulai membiru " Sial apa yang terjadi padamu Ornaf! dan kenapa kau seperti.. " ucapan Ellara terhenti karena tiba-tiba pintu ruangan yang ditempatinya di gedor dengan sangat keras " Kau ! " tunjuk Ellara pada wanita yang sudah sangat lama tak ia jumpai " Jaga suamiku! dan segera masuk kesana. Setelah itu gunakan kendaraan disana untuk membawa suamiku ke tempat yang aman aku rasa dia terkena peluru racun " ucap Ellara tapi wanita itu merasa enggan dan Ellara Langsung menatap tajam " Ingat awas saja jika kau melakukan hal yang membuat ku marah! aku bersumpah akan mencari mu dan membunuh mu saat itu juga ! " tegas Ellara dan akhirnya wanita itu mengangguk pasrah dan segera masuk ke sebuah cermin yang ternyata sebuah pintu rahasia dibaliknya. Ellara menatap kepergian mereka dengan lekat.


" Jangan harap kalian akan keluar hidup-hidup dari sini! " bengis Ellara menatap pintu yang sebentar lagi akan terbuka karena didobrak paksa. Ellara segera menyiapkan senjata miliknya dan bersiap untuk melawan mereka yang mengusik ketenangan hidup nya.


BRAKKKK


" Bedebah! " Raung Ellara saat melihat beberapa orang masuk secara paksa pada salah satu ruangan di mansion pribadinya. Ellara mengacungkan senjata miliknya dan mengenai tubuh target namun beberapa dari mereka berhasil menghindar hingga membuat Ellara geram bukan main.


Sial! mereka menekan ku. Tak kan ku biarkan aku kalah dirumah ku sendiri. Batin Ellara.

__ADS_1


DUAKKK


AGHHH


DODODOR !!


" Hah hah mati saja ! " desis Ellara saat tubuh nya menghantam dinding namun detik kemudian dirinya berbalik dan menembak mati tubuh seseorang hingga tersisa satu orang yang masih hidup. Ellara menatap tajam pada tubuh lelaki yang sedang tersengal karena peluru miliknya menembus kaki dan perutnya. Ellara beranjak dan tersenyum kecil.


" Aghhhh " jeritan lelaki itu bak melodi merdu di pendengaran Ellara. " AGHHH...hen. tikan " ucapnya terbata karena merasakan sakit luar biasa di kakinya karena injakan kuat yang dilakukan Ellara.


" Siapa ? " dingin Ellara menatap tajam tubuh tak berdaya di bawah nya itu. Lelaki itu hanya menggeleng dengan wajah pucat, namun Ellara bukan tipe yang sabar hingga lagi-lagi dirinya harus menerjang wajah lelaki itu hingga membentur lantai dan mengeluarkan cairan berwarna merah di mulut dan hidungnya. " Masih tak ingin menjawab ? " sinis nya lagi " mungkin kau memilih mati daripada keluar dari sini setelah aku memberikan kesempatan untuk mu hidup! " tekan Ellara.


" Hanya seorang wanita hah..hah.. itu saja yang ku tau dan berwajah Asia " ucap lelaki itu susah payah. Ellara menyipitkan maniknnya seketika. Wanita ? berwajah Asia ? siapa dia, Ellara merasa tak memiliki musuh orang Asia. " Le..lepaskan aku. " ucapnya setengah merintih namun Ellara tersenyum menyeringai.


" Dalam mimpimu! " desis Ellara


BUGHHHH


*********


BYURRRR


uhukkk uhukkk


Lelaki itu terbatuk saat merasakan air dingin mengenai wajah nya. Wajah nya terasa letih dengan pandangan linglung. Namun detik kemudian dirinya terkejut saat melihat beberapa orang duduk dengan tenang sembari menatap dirinya tajam.


" Hmm sudah bangun rupanya " ucap Valera tenang seraya menyesap wine didalam gelas kristal miliknya. Tampak lelaki itu menelan ludahnya kasar dia pikir dirinya sudah mati namun kenyataan dirinya masih hidup dan dikelilingi oleh orang-orang berkuasa tunggi '' Aku ingin berbicara dengan mu bung. Bagaimana jika kita bekerja sama '' ucap Valera dengan tenang.


'' Tidak! aku tidak mau '' pekiknya dengan meringis karena merasakan nyeri pada luka dibeberapa bagian tubuhnya, namun lelaki itu tak menyadari jika luka tembak nya kini telah diperban seperti sudah diobati.


'' Jangan terburu-buru untuk menolak nya. Apakah tak ingin bebas ? '' tanya Valera lagi namun lelaki itu terdiam dan menatap Valera lekat.

__ADS_1


'' Apa yang kau inginkan ? '' tanya lelaki itu seakan pasrah dan menyetujui ajakan kerja sama yang ditawarkan oleh Valera.


'' Sebelum itu kau harus menjawab beberapa pertanyaan ku dulu, bagaimana ? '' tanya Valera dan lelaki itu mengangguk saja. '' baiklah langsung saja. Siapa tuan mu ? '' dingin valera.


'' Seorang wanita cantik berwajah Asia. '' ucapnya lagi.


'' Apakah ini sudah terencana ? '' tanya Valera lagi.


" Ya ini sudah. Bahkan bertahun-tahun lamanya " ucapnya lagi dan Valera hanya mengangguk saja.


" Lalu ? " ucap Valera meminta lebih karena tak puas dengan jawaban yang diberikan nya. Lelaki itu terlihat ragu namun berbohong pun sia - sia.


'' seluruh kehancuran king yang dia inginkan terlebih sang pemimpin. Gempuran yang terjadi akhir-akhir ini pada kalian karena rencana nya. Wanita itu mengumpulkan orang-orang yang mempunyai dendam pribadi pada king, dia ingin sebuah kehancuran. Hanya itu. '' ucap lelaki itu dengan tersengal karena rasa sakit yang menjalar. Valera terdiam begutupun dengan beberapa jajaran nya yang ikut dalam pengintrogasian ini.


" Hanya itu kau yakin ? '' dingin Valera lagi dan lelaki itu mengangguk tegas. Namun tiba-tiba dering ponsel milik sang Lady berbunyi hingga manik nya menyipit tat kala nomor ponsel tak dikenal menghubungi nya.


" Hahaha Long time no see. Aku tau salah satu orang ku tertangkap dan kini kau menginterogasinya bukan ? hahahaha Namun perlu kau tau jika hmm ayah mu ada bersama dengan ku. " ucap nya lagi hingga valera membelalakan manik nya seketika. " Carilah tau apa yang kau ingin cari namun dengan kau mengintrogasi anak buah ku akan menjadi sia-sia karena tak akan menemukan jawaban apapun. Ucapkan selamat tinggal untuk Tuan Ramius hahahaha Satu lagi tubuh lelaki itu sudah dipasangi peledak jadi good bye " ucap nya dan memutuskan panggilan yang terhubung.


" AGHHH !!!! " Valera berteriak marah dengan manik melebar dan nafas memburu. " tinggalkan tempat ini dia memiliki bom didalam tubuh nya. " pekik Valera marah dan semua orang terkejut bukan main bahkan lelaki itu terbelalak karena tak mengetahui hal ini, Valera dan lainnya segera bergegas namun tiba-tiba.


DUARRRR


Ledakan tak terelakan, ruangan itu meledak dengan begitu hebat nya bahkan Valera dan lainnya terpental begitu saja dengan tubuh penuh luka.


*****


up pagi lagi nie readers. Huhhh mau curhat sedikit.. Entah kenapa Novel baru yang owe buat belum naik padahal udah berbulan-bulan dan owe sangat menantikan nya tapi harapan tinggal harapan 😔 Apakah ada yang sama dengan owe ini ? atau mungkin karena novel owe belum tamat jadi novel baru owe belum naik huhfff bahkan novel owee yang berjudul Freya belum lulus kontrak padahal udah beberapa hari yang lalu, entah apa kendala nya.


Owee galau.


jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan fav yahh, tnQ ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2