
" Alland !! " pekik Brandon saat melihat kawan nya ditembak dibagian kaki kirinya hingga Alland memekik kaget dan langsung terduduk dengan darah yang mengalir begitu saja karena Alland hanya memakai celana pendek berbahan jeans.
Alland mengumpat dengan menatap tajam kearah si penembak. Namun tiba-tiba tubuhnya diseret kembali oleh dua orang lelaki bertubuh tegap dan kekar begitupun dengan Brandon dan Samuel.
" Lepaskan " dingin Samuel menatap tajam pada dua orang yang memegang tangannya erat. Namun orang itu bergeming dan justru menarik lengan Samuel tanpa menghiraukan pemuda itu yang berontak dan mengeluarkan kata-kata tajamnya.
mereka dibawa ke suatu tempat menggunakan mobil bak besi yang lebih mirip dengan sebuah mobil tahanan. Alland terpaksa di borgol begitupun dengan Brandon dan Samuel bahkan mereka terlihat ditelanjangi begitu saja.
" Kurang ajar!! " sentak Samuel saat seseorang mencoba untuk melepaskan celananya nya dengan paksa. " Kau akan tau akibatnya jika sampai melakukan hal itu. Kalian tahu dengan nama ku bukan berarti kalian juga tau dengan keluarga ku. Aku akan memotong kalian hidup-hidup jika tak mau mendengarkan ku. '' ancam Samuel dengan wajah datar dan bengis.
Melihat wajah keseriusan bercampur kekesalan dari Samuel akhirnya ia dibebaskan dari perlakuan tak menyenangkan. Samuel menghela nafasnya perlahan karena telah berhasil melindungi senjata yang terselip di balik semvak nya.
Alland dan Brandon ditelanjangi dan hanya memakai dalaman yang menutupi kejantanan nya. Hal itu membuat keduanya geram karena sudah dipermalukan. Hingga mereka tiba disebuah hunian yang terletak ditengah-tengah hutan rindang.
Alland dan Brandon baru saja menginjakkan kakinya disini begitupun dengan Samuel karena Valera melarang keras siapa pun yang ingin datang kemari. Ketiga orang itu diturunkan paksa bahkan diapit lelaki bertubuh kekar disamping kanan dan kirinya.
Mereka dimasukkan kedalam ruangan yang cukup luas dengan berpintu besi layaknya sebuah sel di dalam tahanan. Samuel mengumpat kasar dengan apa yang terjadi manik nya menatap Alland dengan tajam.
" Kau !! ini semua gara-gara kau. Andai saja kau tak menerobos masuk mungkin kita tidak akan seperti ini. Jangan hanya ingin menolong kak Athena kau membuat kita termasuk diri mu terperangkap '' pekik Samuel marah dan Brandon mencoba menenangkan amarah yang timbul di dalam jiwa Samuel.
Alland diam dengan sorot mata yang dingin menatap Samuel. Sebuah senyum tipis ia sematkan disana. Samuel justru terkesan menantang nya.
" Jangan jadi pahlawan kesiangan Alland. Kak Athena maupun kami semua mempunyai seribu satu cara untuk apa yang kami lakukan. '' lanjut Samuel lagi.
" Samuel. Berhentilah, dan tenangkan dirimu terlebih dahulu '' ucap Brandon tapi Samuel seperti enggan dan memalingkan wajahnya kearah lain.
" Awas saja jika dia tak bisa membuat kita keluar dari sini maka aku tak akan sungkan untuk menghajar nya !! '' desis Samuel hingga Alland tersentak bahkan berjalan dengan terpogoh-pogoh kearah Samuel.
GREPPP
Alland mencengkram erat baju yang Samuel kenakan. Samuel terkejut namun pukulan Allan sudah tepat mengenai wajahnya hingga ia tersungkur begitu saja.
" kau terlalu banyak bicara Samuel " tekan Alland dan Samuel justru menatap tajam dan terkekeh kecil bahkan hampir mirip dengan sebuah seringai iblis nya. Brandon terlihat waspada dengan sikap Samuel yang tak biasa yang ia tahu jika pemuda ini adalah tipe penurut tapi sekarang yang ia lihat justru berbanding terbalik.
__ADS_1
DUAKKK
" hentikan !! " teriak Brandon marah karena ia terasa pusing mendengarkan Alland dan Samuel yang beradu mulut dan berakhir saling menghajar satu sama lain.
Alland terkekeh kecil dan mengusap pelan dadanya yang baru saja ditendang oleh Samuel. Bohong jika tendangan Samuel tak sakit. Justru ia merasa sesak saat itu juga tapi ia tak mau memperlihatkan kelemahannya Alland hanya tersenyum meremehkan.
" Apa yang kau senyum kan huh? kau fikir aku takut padamu ? '' tanya Samuel '' salah. Aku tak takut padamu sana sekali '' tajam Samuel lagi.
Brandon menyuruh Alland untuk diam tak menjawab agar suasana tak kembali keruh dan Alland hanya mengangguk dan mendudukkan dirinya pada lantai yang dingin. Samuel masih terus menatap Alland dengan tajam dan hal itu membuat Brandon menggeleng pelan dan ikut terduduk begitu saja.
Gold mansion.
Remigio mengamuk kala mendapatkan kabar buruk yang mengenai putrinya bahkan kini putranya ikut terluka, penguasa ORTAXS itu bahkan tak segan memukul anak buah king yang bertugas.
" Apa yang kalian lakukan hah!! Menjaga putriku saja kalian tak bisa " pekik Remigio marah dengan mata yang menatap tajam keempat orang lelaki yang bahkan ikut terluka akibat penyerangan tiba-tiba itu.
" Remi " panggil Valera dan Remigio membalikkan badannya seketika. " Aku sudah menugaskan red dan yellow untuk mencari Athena. Lebih baik kita kerumah sakit aku mendapatkan kabar jika Gevariel pun ikut terluka " ujar Valera dan Remigio mengangguk lalu dengan cepat pasangan iblis itu bergegas menuju rumah sakit.
Kenneth dan Gevariel berada di lantai sepuluh mereka disatukan secara khusus atas permintaan Kenneth sendiri. Para dokter hanya bisa mengangguk tanpa mau membatah.
" Kent " ucap tiba-tiba Valera yang membuka pintunya secara pelan. Kenneth yang sedang bersandar hanya tersenyum tipis. Sedangkan Gevariel sedang tertidur karena sudah diberi obat bius oleh dokter saat mereka akan menjahit luka sayatan pedang ditubuh Gevariel. " Kau tak apa ? " tanya Valera lagi sedangkan Remigio ikut melihat keadaan Kenneth dan Gevariel yang berada disampingnya.
" Hanya satu buah peluru saja mom. " kekeh Kenneth lagi.
" Mommy sangat khawatir " ucap Valera lagi dan Kenneth hanya tersenyum tipis.
" Dimana kak Athena ? " tanya Kenneth kepada Valera, dan sang mommy hanya menggeleng pelan " hilang lagi ? '' ujar Kenneth.
" Entahlah " ucap Valera pelan.
Sedangkan disisi lain Athena sedang bersembunyi disebuah gua yang ia temui setelah berhasil membunuh seseorang tak lama ia mendengar segerombolan orang yang berjalan mendekat. Sontak Athena pergi menjauh saat itu.
Tidak ada penerangan maupun senter apapun disana. Athena hanya memanfaatkan cahaya bulan untuk berjalan menyusuri malam nya hari. Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, mah tak mau Athena tetap tinggal di gua yang ia temui.
__ADS_1
Keesokan harinya Valera mendapatkan sebuah panggilan khusus dari seseorang. Maniknya menyipit kala melihat hal itu. Valera secara perlahan menerima panggilan yang sedari tadi terus berdering.
" Halo " ucap Valera datar. Suara seorang pria terdengar berat dan dingin diseberang sana Valera mengerutkan dahinya sesaat kala orang itu mulai merangkai kata demi kata. Valera memancarkan tatapan datar yang sulit diartikan.
Orang itu berbicara begitu serius hingga Valera harus beberapa kali menghembuskan nafasnya secara perlahan. Setelah panggilan itu terputus Valera segera menyambar kunci mobilnya dan menghubungi Dave untuk ikut bersama nya, sontak Dave yang mendengar kabar itu ikut terkejut dan dengan cepat menyusul sang Lady kesebuah tempat yang sudah lama tak ia singgahi.
Sudah satu hari Samuel, Alland dan Brandon menginap di suatu hunian yang entah siapa pemiliknya. Samuel menggerutu tak jelas karena sedari tadi perutnya mulai lapar hal itu pun juga dialami oleh Brandon dan Alland mereka ditawan bahkan tidak diberi makan dan minum.
" Sam. Duduklah. Apa kau tak pegal berdiri terus sejak tadi. " ucap Brandon menatap Samuel dengan heran. putra dari Thomas itu justru menatap tajam kearah nya. Brandon menghela nafasnya secara perlahan. Samuel masih marah dan enggan berbicara namun sorot matanya tetap tajam.
" Biarkan saja kau tak perlu repot-repot menasehatinya. '' ketus Alland lagi, tak lama pintu berpagar besi itu dibuka oleh seseorang dan Samuel melihat jika orang itu memberi perintah untuk mereka keluar.
Alland dibantu oleh Brandon untuk berdiri karena kakinya ditembak dan hal itu membuat Alland geram bukan main. Samuel hanya melirik sekilas kearah Brandon serta Alland. Mereka dibawa menuju lift untuk tiba dilantai empat.
CEKLEK.
" Tuan. Mereka telah disini " ucap orang itu dan lelaki berpakaian rapi berwarna abu hanya mengangguk samar dan menyuruh Samuel serta lainnya untuk masuk. '' masuklah. " ucap nya lagi dan Samuel melangkah terlebih dahulu hingga maniknya menangkap orang yang dikenal nya.
Valera menatap tajam ketiga orang itu sedangkan Brandon dan Alland hanya bisa menunduk merasa bersalah namun di dalam hati mereka bertanya-tanya apa lady nya menyembunyikan sesuatu ?.
PLAKKK
PLAKKK
Brandon dan Alland tertegun karena Valera menamparnya dengan kuat. Samuel terkejut bukan main begitupun dengan Dave serta orang-orang yang berada disana.
" Kalian tak mengidahkan ucapan ku !! '' tekan Valera dengan tajam " Mereka orang-orang ku. Lepaskan atau aku tak akan segan meledakkan tempat ini tanpa sisa " tajam Valera menatap lelaki berpakaian formal itu.
" Wow.. Kau melupakan perjanjian kita ? " Picing nya lagi dan Valera memejamkan maniknya sesaat dalam hati ia sungguh meruntuki Alland dan Brandon yang bertindak sembrono dengan memasuki kawasan yang jelas-jelas sudah ia larang sebelumnya. " Mereka telah memasuki tempat ini kau tau itu ? sengaja atau tidak sengaja. " ucap nya lagi dengan tegas.
" Lalu apa mau mu !! '' ucap Valera menatap tajam lelaki itu.
" berikan mereka untuk menjadi orang ku. " ucap nya lantang hingga Brandon dan Alland sontak menaikkan pandangannya begitupun dengan Samuel. Lelaki itu hanya diam tanpa ekspresi. Sungguh mereka tak menyangka dengan apa yang mereka dengar saat ini. Valera terdiam dan menatap keduanya dengan tatapan sulit diartikan.
__ADS_1