King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Bertemu


__ADS_3

BUGHHHHHH


Diandra menendang aset berharga milik lelaki itu hingga mengerang dengan wajah memerah menahan rasa sakit yang teramat. Diandra berlari menuju gerbang berpagar setelah melakukan tendangan khas nya.


Tapi sayang dua orang anak buah Chaiden yang lain melihat keberadaan nya hingga mereka mengejar Diandra.


'' Nyonya berhenti !! '' teriak lantang salah satu dari mereka. Diandra menggeleng tegas dan terus berlari bahkan ia mengambil sebuah tongkat bisbol yang tersimpan tak jauh dari dekatnya.


" ahh... kenapa terkunci !! '' pekik Diandra bingung saat melihat gebang bercat putih itu tergembok sempurna, sedangkan para anak buah Chaiden sudah mulai mendekat. '' tak ada pilihan lagi. '' ucap dua Diandra lirih. Dirinya nekat memanjat pagar yang menjulang tinggi dengan cepat hingga para anak buah Chaiden menatap tak percaya pada wanita tuannya.


BRUKKK


Diandra terjatuh setelah melompat, ia masih sempat melihat kearah belakang untuk memastikan sesuatu.


" Diandra !! " teriak suara seseorang yang sangat ia kenali. Diandra terbelalak dan dengan cepat ia berlari menjauh, ternyata Chaiden mengetahui pelariannya. '' Diandra! kembali kau '' pekik Chaiden seraya berlari mengejar Diandra dengan membuka gerbang terlebih dahulu.


nafasnya mulai terengah-engah, keringat mulai membasahi wajah dan pelipis Diandra. Suara teriakan Chaiden masih terdengar tapi Diandra tak ingin menyerah dan berhenti begitu saja.


sebenarnya aku ini dimana. batin Diandra.


Diandra terus berlari menyusuri jalan melalui kata hatinya, teriakan Chaiden tak ia pedulikan sama sekali. Diandra tak ingin kembali dan menoleh kearah belakang. Hingga


DUARRRR


suara ledakan terdengar begitu sangat berdengung di telinga Diandra hingga langkahnya hampir saja terhenti, tapi kata hatinya tak ingin demikian.


Diandra terus berlari menuju jalan setapak yang menanjak, Diandra tak ingin menoleh kearah belakang karena ia tak ingin tertangkap dan rencana untuk melarikan diri berakhir sia-sia.


suara ledakan yang kedua terdengar lagi dan lagi, hingga Diandra memilih untuk melihat kearah belakang bermaksud mengetahui apa yang terjadi.


seketika maniknya terbelalak saat melihat rumah yang selama ini ia tempati dengan setengah hancur, bahkan Diandra mendengar teriakan dari arah sana.


sedangkan disisi lain, Chaiden yang mendapati serangan tiba-tiba itu tentu saja panik dan bersiaga dengan berbagai senjata yang ada. Empat orang pengawal mencoba untuk melindungi tubuh tuannya dari serangan yang bertubi-tubi.


" sial. Asyur rupanya mengetahui tempat ini. '' geram Chaiden saat melihat lelaki bertubuh tegap dari tempat persembunyiannya. Chaiden melihat dua buah senjata yang berada dalam genggaman nya.

__ADS_1


" Tuan bagaimana ini ? apa kita harus menyerang dan melawan atau kita harus bagaimana. '' ucap seorang lelaki bertanya pada Chaiden.


Chaiden tampak berfikir keras dan matang, jika dia melawan dan menyerang balik itu sama saja dia mengantarkan nyawanya secara cuma-cuma.


'' kita harus pergi dari tempat ini segera. Biarkan kali ini aku menjadi seorang pengecut daripada harus melawan tanpa persiapan '' tegas Chaiden dan empat orang lelaki itu mengangguk tegas.


Chaiden dengan para pengawalnya bersiap untuk pergi menjauh dari tempat itu, tapi teriakan Asyur yang terdengar dekat membuat Chaiden mengurungkan niat nya kembali.


" dengar aku. Berhati-hati lah '' ucap Chaiden tegas dan lantang.


DODODODOR !!


DODODODOR !!


anak buah Chaiden membuat kekacauan untuk menarik perhatian Asyur dan para anak buahnya, terbukti kini mereka mengejar pria yang ditugaskan oleh Chaiden.


" GO !! " ucap Chaiden seraya memberikan aba-aba pada tiga anak buahnya itu.


DODODORDODODOR !!


AGHHH


" shitt " umpat Asyur marah dengan manik yang sudah menggelap karena emosi. " Chaiden brengsek kau !! kembalikan istriku !! '' teriak Asyur lantang menggema dengan urat-urat lehernya yang menonjol ke luar.


DODODODOR !!


Asyur menembak isi pelurunya saat melihat tubuh Chaiden keluar dan berlari kearah samping kanan bangunan dimana hutan terawat berada.


Chaiden yang merasa dirinya terdesak dengan cepat berlari tanpa mau membalas nya karena ini bukan waktunya untuk balas membalas karena Chaiden tak memiliki persiapan apapun. Bahkan anak buah nya yang ditugaskan untuk memantau pergerakan Malvin dan Asyur tak memberikan kabar sedikit pun.


" brengsek !! Diandra hanya milikku '' ucap Chaiden bersembunyi di salah satu pohon yang memiliki pintu rahasia dan ditutupi oleh lumut yang tumbuh lebat disana, secepat kilat Chaiden diikuti oleh dua orang anak buahnya masuk kedalam.


sedangkan dua orang lainnya kabur melarikan diri entah kemana, membuat Asyur dan para orang-orang nya geram bukan main, Asyur yakin jika hutan yang terlihat sangat terawat ini memiliki jalan atau pintu rahasia lainnya.


" menyebar !! Cari bajingan itu. Aku menginginkannya hidup-hidup. '' teriak lantang Asyur dengan mata yang melotot lebar, kancing kemejanya sudah terlepas dan menampilkan dada bidangnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus,serta dadanya naik turun menahan segala amarah dalam dirinya.

__ADS_1


Asyur meruntuki diri nya kali ini, gagal ? tentu saja ia gagal untuk menyelamatkan istrinya. Asyur memilih untuk kembali ke hunian sederhana itu untuk mencari sesuatu yang mungkin jejak Diandra atau sebagainnya.


sedangkan disisi lain, Diandra terus berjalan hingga keringatnya keluar dan membasahi pakaian yang ia kenakan, lelah rasanya sungguh lelah. Diandra mendengar suara kebisingan serta laju kendaraan di depan sana.


Matanya menoleh kebelakang, tiba-tiba bulu kuduknya merinding saat dirinya sadar jika ia telah melewati jalan yang hening serta tak berpenghuni.


Diandra menarik nafasnya secara perlahan dan menyeka keringatnya perlahan, langkahnya terus berjalan dengan perasaan campur aduk.


Pasti aku bisa. Batin Diandra.


Diandra baru sadar jika dirinya berada di bawah sebuah tebing, dadanya berdebar tak karuan tapi suara kehidupan di depan sana seakan membuat Diandra tak patah semangat.


Tapi lagi-lagi suara ledakan terdengar kembali tapi kali ini lebih besar dan dahsyat hingga pijakan yang diandalkan lewati ikut bergetar, tak ada lagi suara Chaiden yang memanggil dirinya ataupun mengejarnya.


Tapi baru saja Diandra akan menaiki sebuah anak tangga yang bentuknya mulai terkikis tiba-tiba kakinya di pegang seseorang membuat Diandra terkejut bukan main.


" ahhh.. lepaskan aku !! " teriak Diandra berontak saat sebuah tangan kekar mencengkram erat pergelangan kakinya. Seorang lelaki berada tepat di bawah Diandra dengan tangan kiri yang memegang sebuah batu untuk menopang tubuhnya.


" Nyonya jangan pernah bermimpi untuk kabur atau melarikan diri, " ucap lelaki itu dengan mata melotot hingga membuat Diandra gugup.


DUAKKK


AGHHH


Diandra menginjak tangan lelaki itu hingga merintih kesakitan kesempatan ini tak ingin disia-siakan nya lagi, Diandra berlari dengan cepat tak memperdulikan keadaan lelaki yang sedang kesakitan di belakangnya itu.


Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya Diandra tiba di bahu jalan, tapi lagi-lagi jalanan itu kembali sepi dan hari sudah mulai gelap.


" kenapa sepi sekali, padahal tadi aku mendengarnya cukup ramai " gumam Diandra bingung dengan berjalan secara perlahan, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri.


Ternyata di samping kanan dirinya adalah sebuah pantai dengan ombak yang menerjang tinggi pada pembatas, angin mulai kencang dan bergerak seirama.


Rasa dingin mulai Diandra rasakan, wajahnya sudah lelah dan haus mulai melanda dirinya tapi tiba-tiba sebuah mobil datang dari arah belakang membuat Diandra makin waspada.


seorang wanita cantik mengerutkan dahinya saat melihat seseorang berjalan tepat di depannya, seorang wanita dengan wajah penuh kewaspadaan membuat dirinya bingung.

__ADS_1


akhirnya wanita itu memutuskan untuk keluar dan menemui Diandra. Diandra yang melaju jika seorang wanita keluar merasa senang dan waspada tapi lagi-lagi matanya terbelalak saat melihat wanita yang dikenalinya itu.


" Madeline ! " gumam Diandra dengan mata terbelalak lebar.


__ADS_2