King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Menyusul.


__ADS_3

" Apa bagaimana bisa ? '' pekik George saat mendapatkan kabar dari seorang mata-mata nya yang betugas untuk mengawasi gadisnya dimana pun ia berada. " awasi gadis ku dengan teliti lagi. Aku akan segera kesana " ucap George lagi dan langsung menutup panggilan tersebut sebab sepihak.


George memijat pelipisnya pelan, lalu menghubungi sang sekretaris nya yaitu Malika, tak lama sosok wanita cantik berpakaian sopan sudah berada di ruangan sang Presdir.


" Malika, aku akan berangkat menuju Amerika hari ini juga, tolong kau urus semuanya bersama dengan Malvin " ucap George terhadap dan Malika mengangguk patuh tanpa membantah. " ohh ya satu lagi jika ada yang menanyakan keberadaan ku kau jawab saja jika aku sedang tak ingin diganggu.


" baik tuan " ucap Malika patuh.


Hati itu Malvin mendapatkan kabar mendadak jika George akan bertolak menuju Amerika, Malvin rasanya penasaran akan hal itu tapi ia urungkan untuk bertanya karena dirinya pun harus menyelesaikan masalah yang ada.


George menggunakan pesawat pribadi miliknya untuk menuju Amerika, Valera dan Remigio bahkan tak tau jika putranya akan menyusul seperti ini, Malvin membawa salah atau asisten kepercayaannya yaitu Niel, seorang lelaki yang direkrut oleh ayah nya Hans Maxwell.


siang itu pesawat pribadi miliknya sudah siap mengudara dengan gagah, George yang hanya memakai setelan formal tanpa membawa apapun tampak panik saat mendengar jika Athena lagi-lagi terluka, itu semua membuat jalan fikiran George buntu seketika.


Kediaman Tuan Arzetto.


sepasang paruh baya itu tampak syok saat melihat jika putra dan cucunya terluka, terlebih nyonya Rosalina yang cemas menatap cucu perempuannya itu.


Athena tampak biasa-biasa saja seperti tak terjadi sesuatu dengan nya.


" Nenek aku baik-baik saja. Lihatlah cucumu yang cantik ini masih bisa berjalan dan tersenyum dengan manis " canda Athena dan nyonya Rosalina mencubit gemas pipi cucunya itu " awhhh " ringis Athena lagi.


" nenek sangat mengkhatirkan mu sayang, dan kau nampak tenang-tenang saja, sungguh kejadian kemarin membuat nenek syok sekaligus takut. " keluh baginya Rosalina.


" ohh Remi, lalu siapa mereka ? " kini tuan Arzetto yang bertanya menatap putra sulungnya dengan tatapan meminta penjelasan.


" Entahlah, musuhku terlalu banyak jadi tak mungkin aku mengingatnya bukan " ucap Remi dan tuan Arzetto hanya mengerutkan dahinya sesaat.


saat mereka sedang berbincang ringan tiba-tiba kehadiran seseorang membuat mereka terkejut bukan main, Romanio datang dengan tampilan acak-acakan wajah lebam bahkan terdapat darah yang sudah mengering disana, semuanya tampak syok dan terkejut terlebih sang ibu.


" Ohh tuhan aku sangat lelah " ucap tiba-tiba Romanio duduk dengan kasar disamping sang ibu. Ya setelah kejadian itu Remigio memerintahkan para anak buah nya untuk mencari keberadaan sang adik untung saja Romanio dapat mengatasi masalah kecil yang ada.

__ADS_1


" uncle. Kemana wajah tampan mu ? " tanya Athena dengan polos dan Romanio seketika mengelus pipinya yang terasa nyeri.


" kau tau sayang, uncle mu ini baru saja menghadapi beberapa sampah tak berguna, dan ini adalah hasilnya karena uncle mu ini kurang waspada " ucap Romanio santai dan Athena hanya mengangguk saja.


" Kau berhadapan dengan siapa ? " tanya Remigio menatap sang adik.


" entahlah kak, setelah kejadian kemarin tiba-tiba aku diseret oleh seseorang, dan kalian tak mengetahui hal itu bukan. Untung saja aku bisa melawan hingga ya seperti ini lah akhirnya " ucap Romanio dengan santai dan Remigio terlihat menyipitkan matanya sesaat. " sudahlah jangan banyak bertanya aku lelah, dan aku ingin beristirahat " ucap nya lagi lalu beranjak menaiki sebuah lift yang menuju kelantai dua itu.


" Daddy aku tak menyangka jika kau sangat hebat kemarin " ucap Silla kepada Remigio " kau memang benar-benar seperti super Hiro " girang Silla tanpa memperdulikan tatapan Athena yang sangat tajam.


Remigio hanya tersenyum menanggapi lalu menatap sang putri yang kini menatapnya dengan tajam, Kenov tiba-tiba berdehem membuat Remigio dan Athena saling pandang satu sama lain.


" lelaki itu ? apa dia putra Gracelina ? " ucap Kenov menyuarakan pemikirannya itu.


" dia hanya memiliki satu putra " ucap Remigio lagi.


" tidak ! bukan hanya satu tapi ada beberapa. Kau tak tau dengan masa lalunya Remi. " ucap Kenov berwajah serius hingga Valera tertarik dengan pembicaraan para lelaki itu. " selidiki lebih lanjut lagi, terlebih kematian Gracelina diketahui oleh beberapa orang anggota kita, aku takut ini semua akan menjadi senjata mereka untuk balas dendam " ucap Kenov lagi.


semuanya larut dalam fikirannya masing-masing bahkan Silla tampak memperhatikan wajah-wajah serius disekitarnya, banyak yang ingin Silla tanyakan tapi mengingat keadaaan tak memungkinkan Silla memilih diam saja.


Athena tampak asik dengan ponsel miliknya, akan tetapi telinganya sangat mendengar jelas apa yang sedang orang-orang dewasa itu katakan.


******


George baru saja tiba di Amerika pada jam empat dini hari waktu setempat, rasa lelah sungguh ia rasakan tapi secepatnya George ingin segera sampai di mansion tuan Arzetto, George sudah mengkonfirmasikan kedatanganya pada Valera, dan mereka sedang menunggu kedatangan George.


Mobil yang disiapkan oleh anak buah George telah menunggu kedatangan sang tuannya, George tanpa basa-basi langsung masuk kedalam mobil dan terlihat jelas raut wajah lelah serta mengantuk nya.


setelah beberapa jam melakukan perjalan dengan kendaraan roda empat, akhirnya George telah tiba dikediaman tuan Arzetto, mansion berwarna putih hitam itu menjulang tinggi dengan kokoh beberapa lelaki bertubuh tegap terlihat bersiaga ditempat nya masing-masing.


" sayang " ucap tiba-tiba Valera di ambang pintu dengan memakai pakaian tidur serba panjang berwarna merah, tampak Remigio berada di belakang sang istri, George mengapa ayah sambungnya itu.

__ADS_1


" papih " sapa George dan Remigio menepuk bahu putra sulungnya itu secara jantan. " maaf karena kedatangan ku mendadak dan terkesan secara tiba-tiba ini, " ucap George tak enak hati menatap sang ayah sambungnya itu.


" Tak apa-apa, Kau tenang saja. Lebih baik kau segera beristirahat pasti kau sangat lelah bukan, ayo papih antar kan ke kamar tamu '' ucap Remigio dan George mengangguk patuh.


" Athena " ucap George menggantung menatap Remigio " apa dia baik-baik saja ? " ucap George lagi.


" Ya dia baik-baik saja, " ucap Remigio lagi yang mengerti arti tatapan George yang terlihat cemas dan mengkhawatirkan. George menghela nafasnya lega dengan senyum tipis.


setelah mengantar George menuju kamar tamu, Remigio segera kembali menemui sang istri, Valera yang saat itu sedang bercermin dengan tatapan penuh pesonanya seketika memicingkan matanya saat melihat keberadaan sang suami yang sedang menatap bingung diambang pintu.


valera berbalik dan berjalan menuju Remigio lalu memeluk tubuh kekar beraroma segar dari tubuh tuannya, Remigio balas memeluk sang istri lalu mengecup dahinya sekilas.


" sayang, apa kau tau sesuatu ? hmm George tiba-tiba saja datang " Picing Remigio dan Valera tersenyum sekilas.


" jangan remehkan anak itu Remi, ia memiliki banyak mata-mata hanya untuk menjaga putri kita " ucap Valera dan Remigio terdiam setelah mendengarkan penjelasan kecil sang istri, " aku yakin kejadian kemarin ia sudah mendengar nya, jadi tak heran lagi bukan ? " ucap Valera berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana, tak lama Remigio ikut menyusul sang istri dan membaringkan tubuhnya dengan memeluk Valera erat.


******


Keesokan paginya suasana di kediaman tuan Arzetto sangat hangat, Silla dan Kenov membatalkan kepergiannya menuju new Zealand dan akan digantikan malam ini, mengingat kejadian kemarin membuat Kenov mengurungkan niatnya terlebih dahulu.


tuan Arzetto dan nyonya Rosalina sudah mengetahui kedatangan George, mereka menyambut hangat pria bermanik biru itu, Athena tampak nya belum juga bangun.


" selamat pagi nyonya Rosalina, dan selamat pagi tuan Arzetto " ucap George ikut bergabung untuk sarapan bersama dengan keluarganya.


" ahh selamat pagi, wahh lama tak berjumpa dengan mu George. Kini kau tumbuh menjadi pria tampan " ucap nyonya Rosalina dan George terkekeh akan hal itu begitupun dengan tuan Arzetto. Silla yang baru pertama bertemu George sesaat terpana akan sosok lelaki asing dihadapannya itu sedangkan Kenov hanya menampilkan wajah datarnya karena ia sudah pernah bertemu dengan George sebelumnya.


" terimakasih nyonya, kau pun semakin cantik saja diusia mu yang tak lagi muda ini '' saut George hingga nyonya Rosalina tersebut kecil dibuatnya.


" Apa Athena belum juga bangun ? " ucap tiba-tiba Kenov bertanya perihal Athena, George langsung menatap kearah Kenov dengan memicingkan matanya, Valera dan Remigio hanya menggeleng saja pertanda jika putri kesayangannya memang belum bangun. " tak biasanya dia belum bangun, apa Athena baik-baik saja " tanya Kenov lagi dan George semakin menatap lain pada Kenov.


Remigio yang tau maksud perkataan temannya itu hanya menggeleng pelan dengan sorot mata yang tajam, Remigio tau jika Kenov mengagumi sosok putrinya terlihat dari sorot mata Kenov yang menatap Athena penuh dengan binar.

__ADS_1


valera beranjak bermaksud untuk membangunkan putrinya, ia pun penasaran kenapa Athena belum juga bangun padahal ini sudah waktunya untuk sarapan.


__ADS_2