
Tindak kan Larissa yang menembak salah satu aparat berwajib membuat dirinya terbelenggu dengan sebuah hukum. Malam itu Larissa dijemput paksa oleh pihak berwajib tanpa perlawanan karena dirinya tau jika melawan mereka akan semakin mencari kesalahan.
Kini Larissa duduk disebuah ruangan introgasi dengan seorang inspektur wanita yang terus menatap lekat putri tunggal seorang Kenneth Adomson.
" Jadi bisakah kau jelaskan tentang tragedi penyerangan yang terjadi di club' itu nona Larissa? " ucap seorang inspektur wanita berambut pendek sebahu.
" Sudah ku bilang sekelompok orang tak dikenal menyerang tempat ku terlebih dahulu! " ucap Larissa kesal dengan bersidekap dada hingga aura angkuh terasa dari diri Larissa. " Dan ingat seharusnya kalian tak perlu mengintrogasi diriku! karena apa? karena itu adalah kawasan penuh milik kami! dan kau ? tak ada gunanya melakukan hal ini! " imbuh Larissa lagi dingin hingga inspektur wanita itu merasa geram bukan main.
" Namun kau juga bersalah nona Larissa walaupun kau cucu orang berpengaruh namun sikap dan tindakan mu yang menembak salah satu anggota kami tidak dibenarkan! dan itu melanggar kode etik yang sudah terjalin. " tegas inspektur wanita itu dengan sorot mata yang tak kalah tajam.
" Lalu aku harus bagaimana? membiarkan kalian berbuat semaunya? ingin memenjarakan aku? atau kalian menginginkan uang suap dan lainnya? katakan saja aku bisa mencium aroma konspirasi disini inspektur." tajam Larissa.
BRAKKKK
" Penjahat tetap saja penjahat! aku tak habis pikir kenapa para senior begitu tunduk dengan yang namanya mafia! Jika aku, maka tak Sudi melakukannya! hukum tetap hukum dan kau harus menjalaninya! " tegas inspektur wanita itu lagi berdiri dengan mata yang melotot lebar menatap Larissa yang duduk dengan tenang.
Larissa tersenyum kecil saat mendengar perkataan itu tentu saja yang berkuasa akan tetap menjadi yang berkuasa. Bagi dirinya mereka tak lebih dari seorang budak yang pantas untuk disuap agar diam tak peluru ikut campur.
" Seharusnya kalian semua itu musnah agar tak meresahkan dan membahayakan masyarakat dan para warga sipil! " tajam inspektur wanita itu lagi hingga Larissa geram dibuatnya.
BUGHHHH
AGHHH
Larissa memukul wajah inspektur itu dengan kepalan yang lurus hingga lawannya tersungkur dan mengeluarkan cairan merah dari lubang hidungnya.
Tentu saja hal itu membuat yang aparat lainnya yang berada di luar terkejut seketika. Larissa menatap kearah CCTV dengan menyeringai penuh arti. Larissa berlari dan segera mengunci pintu ruangan introgasi dengan cepat.
KLEKKK
" Apa yang kau lakukan! " pekik inspektur itu saat melihat Larissa yang mengunci mereka berdua di sebuah ruangan yang sama. Larissa tersenyum lebar hingga melirik kearah dinding kaca dimana para aparat lainnya seolah berusaha untuk membuka pintu itu.
" Aku tak suka perkataan mu! ralat itu! " dingin Larissa berlari dan melayangkan tendangan lurusnya kearah wanita itu hingga lagi-lagi wajah nya menjadi sasaran.
inspektur itu mengerang namun dengan cepat bangkit dan ikut menyerang Larissa dengan kemampuan bela diri yang dimilikinya. Kedua wanita itu saling menyerang dan menghindar satu sama lain.
" Kau memang harus lenyap nona Larissa! " ucapnya lagi dan Larissa hanya tersenyum menanggapi.
inspektur wanita itu berlari dan melayangkan pukulannya kearah Larissa namun gadis itu dengan cepat menangkap kepalan tangan si lawan namun.
__ADS_1
DUAKKK
Larissa mengerang saat kaki si lawan mengenai area pinggang nya hingga rasa nyeri Larissa rasakan. Namun Larissa terkekeh dibuatnya.
" Dasar gila! " pekik inspektur wanita itu lagi yang menyerang Larissa namun kini Larissa melompat dengan gerakan anggun dan
GREPPPP
DUAKKK
DUAKKK
Larissa menjambak rambut lawannya dan membenturkan dahi inspektur wanita itu kearah dinding hingga cairan merah mulai terlihat disana.
" AGHHH sialan kau! " teriak si inspektur yang langsung mencekal tangah Larissa hingga kini posisi mereka terbalik. Larissa berada di kungkungan lawannya dengan nafas menderu inspektur itu mencekik Larissa dan menyudutkannya kearah dingin dengan kuat.
Larissa berontak dan mencoba menggapai wajah lawannya. Namun rupanya pergerakan Larissa dapat terbaca oleh lawannya. Larissa mulai kehabisan nafas karena cekikan kuat itu bantuan tiba-tiba.
DUAKKK
BUGHHHH
DUAKKK
DUAKKK
teriakan inspektur wanita itu memenuhi ruangan yang berukuran kecil hingga pandangannya mulai menggabur karena Larissa terus membenturkan kepala nya dengan kuat.
" Berani kau menyentuhku! " teriak Larissa lagi yang terus memukul wajah lawannya hingga babak belur. Rupanya apa yang dilakukan Larissa itu disiarkan langsung oleh para aparat berwajib.
DUAKKK
inspektur itu masih mempunyai kekuatan untuk menendang Larissa namun putri kenneth itu menyeringai penuh arti. Senyuman nya bak wajah seorang iblis kini inspektur itu dapat merasakan aura pembunuh dari seorang Larissa Dutton.
" mengagumkan " desis Larissa lagi.
KLEKKK
pintu itu terbuka dan dengan cepat Larissa mengambil kursi yang tadi ia duduki tadi lalu melemparkan nya ke sekumpulan orang yang berusaha memasuki ruangan introgasi.
__ADS_1
DODODOR!!
Larissa berlari dengan lincah saat salah satu dari mereka melepaskan rentetan peluru nya kearah Larissa.
" Lancang! " desis Larissa lirih dengan manik yang mengunci pergerakan para targetnya.
SWINGGG
CRATTT
AGHHH
seorang lelaki yang memegang revolver menjerit Kaka sebuah belati menancap tepat di dadanya. Mereka tak akan pernah berpikir jika Larissa membawa senjata tajam yang terselip nyaman dibalik pakaiannya.
" Jangan menantang ku! " ucap Larissa lagi dengan sinis
" lumpuhkan dia!! " teriak inspektur wanita yang keadaan nya sudah babak belur di hajar oleh Larissa.
SWINGGG
DUAKKK
" berisik! " ucap Larissa lagi setelah berhasil menendang meja tepat mengenai tubuhnya hingga inspektur wanita itu lagi-lagi mengerang tertahan. " jangan menantang ku! " peringatan Larissa terdengar begitu nyata ditelinga. Namun mereka tak mengidahkan nya dan justru bersemangat untuk melumpuhkan Larissa yang Sudan membuat kekacauan di lingkungan wajib.
DODODOR!
" Jika kau terus melawan maka kami akan berbuat kasar! " ucap salah satu dari mereka namun Larissa tertawa dan.
DODODOR!
BRUKKK
Dua orang lelaki tewas karena ulah Larissa mereka tak menyangka jika senjata milik inspektur sudah berada di tangan Larissa entah sejak kapan gadis itu mengambil nya.
" Jangan kira aku bodoh jika kalian menyiarkan langsung kekacauan ini? aku tak sebodoh itu namun aku membiarkan mereka melihatnya agar kalian semua tau bagaimana kejam nya aku. " ucap Larissa menatap cctv sebuah senyum mengejek.
DODODOR!
" Done! " ujar Larissa saat menembak habis mereka yang membuat dirinya marah termasuk inspektur wanita yang sudah tak sadarkan diri.
__ADS_1
Larissa berjalan dengan begitu santai namun sebelum itu dirinya melambaikan tangan kepada cctv dengan senyum nya yang menggoda setelah itu Larissa benar-benar pergi dari tempat itu dengan cepat.