King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Tanda


__ADS_3

Remigio dan Valera tak henti-hentinya mencari Athena. Bahkan Kenneth pun ikut mencari keberadaan sang kakak. Sudah hampir satu bulan Athena menghilang tanpa jejak bahkan mencarinya saja sangat sulit.


Remigio yakin jika telah terjadi sesuatu terhadap putri kesayangannya itu, bahkan dirinya pun yakin jika Athena berada di suatu tempat bersama dengan seseorang.


'' Para anak buah ku tak menemukan tanda-tanda keberadaan Athena. Bahkan George dan Valera pun sama '' gumam Remigio seraya berpangku tangan pada dagu nya sendiri. '' siapa yang telah menyelamatkan putriku itu. Apakah putriku berada di tangan musuh atau diselamatkan oleh seseorang '' gumam Remigio merasa frustasi karena putrinya belum juga ditemukan.


'' Remi '' ucap tiba-tiba Valera memanggil sang suami. Wajah cantik nya sedikit pucat, Remigio segera menyambut pelukan yang Valera berikan.


'' Apa kau sakit ? '' tanya Remigio sedikit panik dan Valera menggeleng pelan. '' sweatheart jika kau sakit sebaiknya beristirahatlah. Biarkan aku yang mencari putri kita '' ucap Remigio mengelus lembut punggung Valera.


'' Aku tidak apa-apa Remi percayalah. Bahkan orang-orang ku tak hentinya mencarinya Athena. Black road turut ku ikut sertakan dalam hal ini '' ucap Valera lagi dan Remigio diam saja tapi tangan kekarnya masih terus mengelus lembut rambut sang istri.


'' Kenapa sulit sekali. Aku merasa telah terjadi sesuatu dengan Athena '' ucap Remigio dan Valera segera menaikkan pandangannya menatap manik kelam sang suami dengan tatapan bingung penuh tanda tanya. '' ini hanya dugaan ku saja sweatheart. Jika kemungkinan besar dugaan ku benar maka kita akan semakin sulit untuk menemukannya. '' lirih Remigio lagi dan Valera tampak seperti menimbang-nimbang perkataan dari Remigio.


Valera semakin berfikir luas. Apa benar telah terjadi sesuatu pada putrinya sehingga sampai saat kini dirinya masih belum juga bisa menemukan Athena.


Aku harap Athena baik-baik saja Remi. Aku yakin putri kita pasti akan baik-baik saja. Batin Valera.


GM Crop's.


George duduk termenung di kursi kebesarannya. Wajah tampannya tampak kusut dan datar dengan lingkaran hitam di matanya. Sudah hampir sebulan ini ia terus mencari Athena tanpa henti.


Hidup George benar-benar menurun drastis semenjak hari itu. Wanita yang dicintainya hilang tak berjejak bahkan ia merasa kemapuan dirinya seakan menghilang seiringnya waktu berjalan.


CEKLEK


Malvin masuk dan melihat sahabatnya sedang menandatangani beberapa berkas yang diberikan oleh asistennya, tampaknya George tak menyadari kehadiran Malvin di ruangannya.


" George " panggil Malvin dan barulah George menaikkan pandangannya menatap Malvin setelah itu ia melanjutkan lagi pekerjaannya kembali bagaikan tubuh tanpa jiwa.


Malvin menghela nafasnya sesaat. Dirinya pun bingung harus berbuat apa bahkan orang-orang nya pun tak membuahkan hasil begitupun dengan para anak buah ayah sambungnya. Athena benar-benar menghilang tanpa jejak.


" George berhentilah dulu sejenak. Kau belum makan siang " ucap Malvin mengingatkan sahabatnya itu untuk menjaga kesehatannya sendiri.

__ADS_1


" Aku tak lapar. Jangan menggangguku ! " ucap George dingin. Malvin diam saja saat melihat sahabatnya itu seperti bukan dirinya.


George yang ia kenal tidak seperti ini, Malvin kesal dan marah dengan sikap George akhir-akhir ini yang selalu bersikap seolah tak ada siapa-siapa didekatnya.


SRAKKKK


" APA YANG KAU LAKUKAN !! " bentak George lantang menatap nyalang Malvin bagaikan seorang musuh dihadapannya. Malvin justru menatap tajam pada George.


" seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu George !! Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan akhir-akhir ini hah ? " pekik Malvin seraya membuang kasar kertas yang berhasil diambilnya dari tangan George.


nafas George memburu dengan dada yang naik turun tak karuan, emosinya akhir-akhir ini tak terkontrol semenjak pertemuan terakhirnya dengan Remigio kini George semakin tak terkendali.


'' Sebaiknya kau pergi dari sini ! '' ucap George memalingkan wajahnya dengan kasar bahkan enggan menatap Malvin sama sekali. Putra mendiang Macky itu semakin geram bukan main nasihatnya tak sama sekali di dengar oleh George.


BUGHHHHHH


George tersungkur saat sebuah pukulan telak mengenai wajahnya hingga George meringis kecil dibuatnya. Ternyata pukulan Malvin membuat sudut bibirnya sedikit berdarah dan robek.


George tertegun akan perkataan Malvin tadi. Benar dirinya memang merasa bersalah atas kejadian yang membuat Athena menghilang hingga saat ini.


Tapi itu semua bukan keinginannya dan musibah itu bisa terjadi kapan saja. George memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Dirinya sudah abai terhadap kesehatan tubuhnya hampir sebulan ini.


" Ahhh sial.. Pukulannya terasa sangat sakit '' rintih George akhirnya bangkit dan segera menghubungi asistennya untuk membawakan makan siang ke ruangan miliknya. '' Oke ucapan mu benar Malvin. Baiklah aku akan lebih fokus lagi '' gumam George seraya mendudukkan tubuhnya di sofa berwarna hitam yang berharga cukup mahal.


Tempat Athena berada.


Athena merasa kepalanya terasa berputar dan kali ini terasa sakit sekaligus berdenyut. Athena mencoba meraih segelas air putih yang selalu tersedia di kamarnya.


Athena merasa kan sakit kepala setelah sepulangnya ia dari pesta dansa bersama dengan Areez. Bahkan dirinya bertemu dengan seorang pria yang menatapnya penuh kecurigaan.


" ohh kepalaku. Apa ini efek dari aku yang hilang ingatan ! jika begitu aku akan merasakan sakit kepala pada hari-hari berikutnya " ucap Athena seraya memijat lembut pelipisnya.


Athena memilih membaringkan tubuhnya di ranjang Quenn untuk beristirahat sejenak. Tapi ia mengurungkan niatnya karena mendengar suara keributan dibawah sana membuat Athena ingin sekali mengetahuinya.

__ADS_1


Rupanya seorang lelaki paruh baya dan seorang lelaki dewasa datang ke kediaman milik Areez. Athena yang melihatnya dari lantai atas mengerutkan dahinya saat Areez berteriak penuh kemarahan.


Sebenarnya ada apa ? Batin Athena.


" Jadi dia wanita mu ? " ucap lelaki dewasa menatap Areez dengan tajam dan Areez balas menatap tajam pada lelaki berpakaian formal berwarna navy. Disampingnya seorang lelaki paruh baya yang rambutnya mulai memutih memilih diam.


" Lalu kenapa jika dia wanita ku ? Aku harap kau tak akan tergoda dengan kecantikan yang ia miliki saudara " ucap Areez dengan tenang, menatap sekilas pada lelaki yang berstatus sebagai saudara lelaki nya.


Lelaki itu adalah Helion saudara lelaki dari Areez serta putra kedua dari raja Arion, Helion menatap dingin pada Areez yang terdengar seperti sebuah ejekan tapi Helion bersikap biasa-biasa saja.


'' Areez " panggil seorang wanita dengan lembut. Semua orang menatap kearah sumber suara. Athena berjalan dengan anggun menghampiri Areez yang menyambut kedatangannya.


'' Apa kau memerlukan sesuatu ? '' tanya Areez dengan lembut menggenggam tangan Athena yang sangat halus. Athena menggeleng pelan seraya tersenyum lembut. Lalu Athena beralih menatap kedua tamu Areez.


Athena menyapa dengan sopan dan sedikit membungkuk layaknya seorang putri bangsawan. Areez tertegun saat Athena melakukan hal demikian.


Helion dan seorang lelaki paruh baya itu terus menatap Athena dengan lekat seolah sedang mencari sesuatu disana. Athena hanya tersenyum saja.


'' Apa dia benar kekasih mu Areez ? '' Picing Helion dan Areez menaikkan kedua alisnya hingga saling bertautan. '' jika benar begitu maka kau sudah tau bukan peraturannya. ? '' ucap Helion lagi dan Areez diam tanpa mau berbicara.


'' baiklah. Sekarang sudah waktunya kalian pergi dari sini. '' ucap Areez tegas '' Karena aku masih memiliki urusan dengan calon permaisuri ku '' ucap Areez seraya mengecup mesra punggung tangan Athena.


Helion menatap tahan Areez dan Athena, Tapi ia tak boleh gegabah dalam bertindak, lelaki paruh baya yang berada disampingnya Helion tampak menghembuskan nafasnya kasar.


'' jika begitu jangan lupa dengan undangan makan malam kerajaan '' ucap lelaki paruh baya itu dengan dingin.


'' Hmmm '' singkat Areez dengan sekilas.


akhirnya kedua orang itu pergi tanpa berpamitan pada sang tuan rumah. Athena mengerutkan dahinya pelan dengan sikap kedua orang itu lalu beralih menatap Areez.


Areez hanya tersenyum saat Athena menatapnya. Manik kelam itu bersitatapan dengan manik milik Areez. Sesaat Athena terpaku begitupun Areez.


Areez mengucapkan terimakasihnya pada Athena hingga membuat gadis bermanik hitam itu tak mengerti bukan main tapi Athena diam saja tak ingin bertanya.

__ADS_1


__ADS_2