
Disebuah ruangan bawah tanah milik king.
Tubuh seorang tergelatak dilantai yang dingin dalam keadaan lemah tak berdaya. Luka dan lebam menghiasi sekujur tubuh wanita malang itu. Tatapan nya penuh dengan kebencian dan dendam bahkan sumpah serapah sering kali hatinya ucapkan.
kaki wanita itu terborgol belenggu beraliran listrik, Kakinya yang mulus kini banyak sekali luka dan cakaran yang telah mengering.
CEKLEK
manik sayu itu perlahan terbuka dan menatap kearah pintu berpagar besi yang mirip seperti sebuah penjara. Sepatu pantopel berwarna coklat muda tampak mendekat kearah nya.
" Aku cukup prihatin dengan keadaan mu saat ini. " ucap lelaki itu lagi. " Jasmine ? namamu bagus " ucap lelaki itu dengan seringai kecil di bibirnya. " Apa kau mengenal ku? " tanya lelaki itu lagi dengan wajah datar.
" Kau putra wanita iblis itu! Jadi mana mungkin aku tidak mengenal keturunan nya " ucap Jasmine lirih dengan manik yang tajam penuh dengan dendam.
" Kau pengamat yang baik. " kekeh kenneth dengan senyum menawan nya " Aku datang kesini hanya ingin menawari sesuatu untuk mu " ucap Kenneth lagi " Reno! Katakan dimana lelaki itu sebagai gantinya kau ku bebaskan dari tempat ini tanpa persetujuan ibuku! " ucap Kenneth berwajah serius hingga Jasmine mengerutkan dahinya tipis.
Tubuh wanita itu perlahan mulai menegak dan menatap angkuh pada Kenneth. Tak lama kemudian tawanya pecah dengan mata yang berkaca-kaca.
" Aku tak menerima kesepakatan apapun dengan kalian! Tentang Reno carilah kalian sendiri. Bukankah kalian cermat dalam mencari seseorang bukan ? Hanya seorang Reno aku rasa itu tidak sulit " kekeh Jasmine dan Kenneth mengangguk kecil.
" Jadi bisa aku tebak kau sebenarnya tidak tau bukan ? " ucap Kenneth lagi " Kau berlagak mengetahui dimana lelaki itu bukan? " Picing Kenneth dan Jasmine semakin tersenyum.
" bisa aku jamin. Jika suatu saat nanti kalian menemukan Reno! Percayalah kalian tidak akan pernah bisa menyentuhnya. " ucap Jasmine lagi.
" Why ? " ucap Kenneth semakin penasaran.
" Hahaha cari taulah sendiri tuan muda Kenneth. " sinis Jasmine lagi dan Kenneth diam.
" Baiklah sepertinya tawaran baik yang kuberikan padamu kau sia-siakan begitu saja. Padahal jika kau memberitahukan nya maka sekarang juga kau ku bebaskan dari sini " cibir Kenneth dan berlalu pergi dari tempat yang membuatnya mual serasa ingin muntah. Tak ada gunanya untuk mendesak Jasmine dimana keberadaan Reno karena Kenneth yakin jika Jasmine sendiri pun tak mengetahui dimana keberadaan lelaki itu.
********
DODODODOR !!
DODODOR !!
" ****!! " umpat Maxim saat melihat mobil yang ditumpangi Isabella beserta Alexa mendapati serangan tak terduga saat kedua gadis itu hendak menuju Blue mansion.
DODODOR !!
" Isa! Teruslah melaju biar aku yang mengurusnya! " pekik Maxim setelah menekan sebuah aplikasi dalam tablet yang terhubung pada seluruh mobil para generasi king.
__ADS_1
" Ya terserah kau saja '' ucap Isabella terkesan biasa saja.
" Ya baiklah! " ucap Maxim lagi. Namun
BRAKKKK
Maxim membelalakan matanya saat melihat mobil mewah dihadapannya di tabrak dari arah samping hingga terseret begitu jauh. Maxim terpekik rupanya mereka yang menyerang bergerombol dan berkamuflase layaknya warga sipil.
Alexa dan Isabella sungguh terkejut kedua gadis itu terpekik dengan tubuh yang saling berbentur. Alexa marah karena ponsel miliknya jatuh dan Susan dipastikan retak tak tersisa.
" sial! " maki Alexa lalu segera melemparkan sebuah kotak berukuran kecil tepat kearah mobil yang menabraknya.
DUARRRR
" Isa! GO!! " teriak Alexa lantang saat melihat kobaran api saling merambat cepat. Isabella tersadar dan langsung menekan pedal gasnya dalam-dalam. " oh itu Maxim " ucap Alexa saat melihat Maxim seperti sedang menghadang seseorang.
Isabella melirik sejenak dan langsung menghubungi anak buahnya untuk segera menyusul dan membantu maxim dengan menggunakan helikopter agar menghemat waktu.
Namun pada saat Alexa dan Isabella hendak menuju sebuah jalan pribadi yang menghubungkan jalan dengan Blue mansion. Sebuah mobil sport berwarna hitam sudah ada didepan dan menghalangi jalan.
" Siapa lagi ini! " gerutu Isabella bersiap membidik amunisi kedalam pistol miliknya.
" Zero? Kau mengenalnya " Picing Isabella dan Alexa mengangguk. " lalu untuk apa dia berada disana " ucap Isabella lagi. Lelaki itu berjalan santai kearah Alexa dan Isabella lalu mengetuk pintu kaca.
" Ada apa lagi zero! " ucap Alexa dengan nada dingin dan Isabella mengerutkan dahinya sesaat.
" Turun dan masuk kedalam mobil ku! '' ucap zero lagi dengan tegas.
" Tidak! " sengit Alexa. Zero lelaki itu menatap tajam kearah Alexa begitupun dengan Alexa yang balas menatap tajam. " Pergi! " ucap Alexa dengan penuh penekanan.
" Alexa kau tidak lupa bukan ? " Picing Zero dan Alexa mendelik sinis. " Turun atau kau yang aku seret dari sana! " tekan Zero lagi.
" pergi saat ini juga zero! " pekik Alexa lagi dengan menutup pintu kaca namun tiba-tiba
PRANGGG
Isabella dan Alexa terkejut saat kaca mobil itu dihantam begitu kuat hanya dengan tangan kosong. Serpihan kaca itu bahkan melukai Alexa dan Isabella.
KLEKKK
" Ahhh lepas sialan! '' pekik Alexa saat tubuh nya berhasil di bawa oleh zero. Namun
__ADS_1
DORRRR
AGHHHH
Lelaki itu terpekik saat salah satu kakinya di hantam peluru milik isabella hingga cengkraman di tangan Alexa terlepas begitu saja.
BUGHHHH
" Berani nya kau!! " teriak Alexa marah seraya memukul wajah lelaki itu dengan sangat kuat. Lelaki itu terhuyung dan jatuh kebawah. Alexa menatapnya dengan tajam. " Sudah aku bilang jangan pernah kau temui aku lagi! " ucap Alexa geram.
'' Tak semudah itu Alexa kau lupa jika...
PLAKKK
'' itu semua karena kau yang menjebak ku! '' pekik Alexa marah namun lelaki itu hanya tersenyum penuh arti.'' ini terakhir kalinya aku melihat wajah mu sialan! '' ucap Alexa lagi geram dan berlalu pergi namun lagi-lagi tangan kekar lelaki itu mencekal lengannya dengan sangat erat.
BUGHHHH
AGHHH
" Enyah! '' dingin Alexa dengan bengis pergi secepatnya dari sana begutupun dengan Isabella. Lelaki bernama Zero itu menatap kepergian Alexa dengan tatapan penuh arti.
" Tuan " ucap seseorang membantu zero untuk berdiri. Zero di papah dan mobil mewah miliknya dan pergi dari tempat itu dengan cepat, namun mereka tak menyadari jika sepasang mata tajam memperhatikan nya dengan begitu lekat.
Isabella melirik sekilas Alexa yang tampak termenung menatap kearah jendela yang sudah tak berkaca, bisa Isabella rasakan jika nafas Alexa turun naik menahan sesuatu yang bergejolak.
" Jadi namanya zero? '' ucap Isabella lagi dan Alexa melirik dengan kesal. " Siapa dia? aku lihat lelaki itu cukup tampan '' ucap isabella dengan nada menggoda.
" berhenti membicarakan lelaki itu Isa! Aku muak. " ucap Alexa dingin. " Dan tolong jangan katakan pada Gabriel tentang kejadian ini '' ucap Alexa dan Isabella hanya mengangguk walaupun dalam hati dirinya sangat penasaran dengan sosok lelaki bernama Zero itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf yah telah up karena owe sedang demam guys. Udah dua hari kepala nyut2tan ditambah dua bocil yang ikutan sakit karena habis imunisasi, ya jadi tau lah bagaimana repot nya di rumah owe..
oh ya yang pada komen karena kecewa dengan alur cerita yang menimpa Athena harap sabar dan nikmati yahh. Emang udah begitu ceritanya guys jadi owe kudu gimana dong?
Ya udah nikmati aja yah guys karena ini akan masuk tahap2 akhir cerita dan sampai ketemu lagi di season 3 nya yahh.
Jangan lupa like, komen dan vote serta hadiah dan fav.
TnQ ❤️❤️❤️
__ADS_1