
Sedangkan disisi lain Samuel sedang memacu tubuhnya dengan cepat diatas tubuh seorang gadis berparas cantik. Keringat mengalir cukup deras di dahi dan juga rambut nya hingga wanita yang menjadi partner nya kewalahan dan sedikit lelah.
" kau tak akan ku lepaskan " erang Samuel saat kembali menghentakkan tubuhnya kedepan. Samuel masih ingat karena wanita ini rencana yang telah ia susun bersama dengan Maxim hampir gagal dan diketahui pihak musuh namun Samuel tak mau melepaskan buruannya begitu saja.
" hentikan aku lelah " pinta gadis itu dengan wajah memelas namun Samuel seakan tuli dan mempercepat gerakan nya semakin liar hingga putra dari salah satu petinggi king itu mengerang dengan manik terpejam.
" ini baru permulaan. Aku tak akan memberi ampun pada orang yang telah mengacaukan pekerjaan ku. '' ucap Samuel bengis lalu meninggalkan wanita malang itu dengan kemarahan di hatinya.
siang berlalu kini Samuel harus mengatur ulang apa yang telah ia rencanakan, Maxim datang dengan raut wajah yang paling datar lalu duduk disebelah Samuel dengan perasaan tak menentu.
" Apa Elisya baik-baik saja ? '' tanya Maxim.
" Dia baik-baik saja, kent membawanya kesuatu tempat yang aman. Kali ini musuh uncle Asyur salah satu putra Chaiton kemungkinan dia dendam karena ayah dan saudaranya Jacob menjadi tawanan kak Athena '' jelas Samuel dan Maxim diam saja memikirkan para musuh yang seperti rantai makanan yang tak berkesudahan.
" dimana letak isabella kini. '' tanya Maxim lagi.
" Masih berada di teluk Persia namun aku mendapatkan kabar jika mereka akan pergi menuju Mesir '' jawab Samuel lagi.
" Gila !! Mereka sungguh gila. '' pekik Maxim terkejut mendengar hal ini. " Apa mereka tak tahu jika kelompok Colorum yang lain nya berada disana. Mereka mengantar nyawa '' kesal Maxim lagi dengan mengetuk jari-jarinya diatas meja.
" Bagaimana lagi ? mereka gadis-gadis yang keras kepala Max. Mereka bukan Elisya yang manis dan penurut '' kekeh Samuel dan Maxim justru mendelik sinis. " bukankah perkataan ku benar Max ? sepupuku itu bahkan tidak bisa bertarung seperti yang lainnya itu sebab nya uncle Asyur menempatkan banyak mata-mata disekitarnya namun justru aku merasa lega karena Kenneth akan menjaga dirinya '' ucap Samuel seraya menatap lurus kedepan.
" Lalu bagaimana dengan kau Samuel ? Kau bermain dengan banyak wanita, menjijikan '' desis Maxim namun Samuel menatap tajam kearah Maxim. " apa hmm ? Aku benar '' santai Maxim namun Samuel tertawa seketika seakan perkataan Maxim menggelitik hatinya yang lain.
" Sudahlah aku malah berbicara tentang ini, lebih baik kau pikirkan saja caranya agar paman Dave merestui hubungan mu dengan isabella, sama hal nya dengan Daniel yang akan berjuang untuk Aisley '' seloroh Samuel dan Maxim diam saja namun bibirnya berkedut miring membayangkan apa yang akan terjadi jika dia membawa kabur Isabella andai kata Dave tak memberikan nya restu.
Pada saat Samuel kembali fokus pada layar komputernya tiba-tiba dering ponsel mengejutkan kedua pemuda itu hingga Maxim hampir saja membanting ponsel milik Samuel namun Samuel dengan cepat mengambil benda kesayangannya itu.
" petinggi king sudah mengetahui Blue mansion dan maaf mereka pun sudah mengetahui misi kita samuel " terang seorang lelaki yang tak lain Alexandrea. Samuel menghela nafasnya perlahan seolah hal ini sudah siap ia dengar.
__ADS_1
" Biarkan saja. Tetap pada rencana awal, biarkan mereka tahu namun aku yakin mereka akan diam saat kita baik-baik saja dan akan bergerak saat kita dalam kesulitan " santai Samuel dan Alexandrea mengiyakan hal itu dan tak lama sambungan itu terputus karena Alexandrea yang melakukan nya. Maxim tak mau bertanya karena dirinya sudah mengetahui hal ini sebelumnya karena ia mendapatkan pesan ancaman dari sang ibu yang tak lain adalah Ellara.
Ditempat Athena berada.
" Nona apa kau yakin akan hal ini ? " tanya Alland merasa cemas untuk keselamatan sang nona nya.
" Ada apa alland ? kau gugup hmm ? pulang lah jika kau demikian " dingin Athena menatap tajam Alland. Lelaki berkulit putih itu seketika merinding dengan tatapan kelam, image manis dan imut dalam diri Athena seketika lenyap dengan cepat jika dulu gadis bermanik hitam itu sangat menggemaskan namun tidak untuk sekarang justru Athena berubah layaknya seorang psikopat dan liar.
" Tidak ! Aku akan tetap disini " ucap Alland tak kalah dingin dan Athena mengangguk saja.
" Mesir ? oh aku sudah tak sabar " imbuh Aisley tampak bersemangat senyumnya tampak misterius bagi Alland.
" persenjataan ? amunisi ? kendaraan ? dan benda lainnya sudah siap. Jadi mari kita bersenang-senang " ucap Isabella seraya meneguk minuman hangat dimalam hari.
" Kau tampak bersemangat Isa ! " kekeh Athena dan Isabella hanya tersenyum membalas nya. Vergo dan duduk tak mau bertanya atau berbicara lebih ia hanya mampu mendengar percakapan gadis-gadis yang tak takut dengan kematian bahkan mereka terlihat sangat bersemangat satu sama lain namun Vergo pun mencemaskan konsekuensinya jika Quenn nya membuat masalah di negara tersebut.
Malam hari nya pesawat pribadi milik Jane sudah siap untuk mengudara menuju negara yang mereka datangi. Vegas yang tak lain Robi diketahui menuju Mesir setelah berhasil meloloskan diri. Namun Athena tak menyadari sosok yang mengintai pertempuran terakhir nya dengan Vegas.
Sedangkan Aisley ia masih memikirkan tentang jalan rahasia yang berada dibawah perairan pulau pribadi milik Vegas. Apa Vegas mengetahuinya atau jangan-jangan ia pun tak tahu akan hal ini entah mengapa Aisley begitu tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut.
*****
" Bagaimana ? " tanya Isabella kepada dua orang anak buah Gabriel yang sedari tadi terus melacak keberadaan Vegas tanpa target mengetahuinya.
" Jarak nya cukup jauh nona, " ucap salah satu dari mereka.
" Dia pasti bersembunyi '' geram Athena. Kedua anak buah Gabriel hanya bisa diam tak menjawab Namum perkataan Athena ada benarnya juga. Vegas pasti bersembunyi dari kejaran Athena yang sangat berambisi karena telah mencampuri urusan nya perihal Lokanne.
DODODODOR !!
__ADS_1
suara letusan senjata api mengejutkan semua orang bahkan teriakan para warga sipil yang berjalan santai tampak panik dan ketakutan. Suara selongsong peluru kembali terdengar dan kali ini dua orang warga sipil terluka bahkan tergeletak begitu saja dan kian menambah kakacauan.
" Kita pergi dari sini. Aku merasa kita telah dimata-matai '' ucap Vergo dengan manik nya yang melihat tajam sekelilingnya.
DODODOR !!
" Shitt !! Run " pekik Isabella saat ia merasa jika peluru itu memang mengarah kearah dirinya dan juga lainnya. sontak Athena dan lainnya bergulung menghindar lalu pergi menjauh namun hal itu tak semakin tenang.
Kedua anak buah Gabriel terluka karena mendapatkan luka tembak di tubuh nya masing-masing. Athena kesal bukan main dirinya tak mungkin meninggalkan kedua anak buah Gabriel yang sudah membantunya.
" Nona kalian pergilah,aku yang akan membawa mereka " ucap Vergo tegas namun Athena menggeleng kuat.
" Mereka harus diberi pelajaran '' sorot manik hitam itu begitu tajam bukan main, nafasnya naik turun saat melihat kedua anak buah Gabriel berlari dengan susah payah hanya untuk menghindari serangan yang lain.
DODODOR !!
" Isa apa yang kau lakukan ?? Ini akan mengundang pihak lain '' pekik Aisley kesal karena sang adik berlaku sesuka hati nya tanpa kompromi terlebih dahulu.
" Kau lama !! Mereka akan membunuh kita jika kita tak melawan '' dingin Isabella lagi dan Aisley terdiam begitu saja " ahhh dasar para ngengat !! '' kesal Aisley lagi karena dirinya dan juga lainnya tak mempunyai pilihan lain selain melawan.
DODODODOR !!
DODODODOR !!
" run !! " kali ini Alland yang berteriak karena perasaannya merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk namun Athena tak mendengar dan justru maju melawan para tamu tak diundang di wilayah warga sipil yang ada.
DODODOR !!
" Buru mereka !! " tegas Athena lagi menatap Vergo dengan tajam dan lelaki bertubuh kekar itu mengangguk patuh pada perintah Quenn nya. Pada saat seperti ini para anak buah Aisley dan isabella datang tepat waktu untuk mereka segera membawa kedua orang yang terluka dan sebagiannya berusaha untuk membantu.
__ADS_1
lagi-lagi pengganggu lainnya datang, suara sirine mobil polisi terdengar dari kejauhan dan hal itu membuat Athena semakin geram, ini jebakan mereka menjebak pihak Athena agar para polisi ikut campur. Aisley telah melepaskan peluru-peluru milik nya pada target yang terlihat oleh mata begitupun dengan Isabella yang bergerak lincah untuk melumpuhkan para lawan nya, hingga tiba-tiba.
DUARRRR