
keesokan harinya Athena dan juga Elisya sudah sadar, mereka disatukan di salah satu ruangan VVIP yang begitu luas, sesuai perintah Valera. Kenneth masih belum sadarkan diri berbeda dengan Gabriel yang satu jam lalu telah sadar walaupun terlihat masih lemah karena kepalanya terbentur begitu saja.
" Elisya apakah kau menginginkan sesuatu ? " tanya Valera lembut dan Elisya menggeleng pelan, lalu Valera menatap ke arah Athena yang seperti sedang mencari sesuatu. " Apa yang kau cari sayang ? " tanya Valera heran.
" kek George " ucap Athena polos dan Valera hanya mendesah pelan karena putrinya menanyakan George dan bukan dirinya atau lainnya, sungguh Valera yakin jika Athena sudah tergila-gila.
" Dia sedang mengurus sesuatu, sayang " ucap Valera lagi dan Athena mengangguk kecil lalu bersandar karena ia bosan harus berbaring terus menerus. Serpihan kaca itu melukai kulit mulus Athena dan juga Elisya, untung saja hanya tergores tidak mendapatkan luka besar lainnya walaupun keadaan mereka terjepit pada saat itu.
" Mommy, bagaimana dengan keadaan Kenneth dan juga Gabriel ? " tanya Athena sesaat ia sadar jika adik dan sepupunya ikut terlibat kecelakaan. Elisya yang mendengar itu seketika tersentak dan mengingat-ngingat kejadian yang menimpa mereka kemarin. Hanya karena mereka menghindari kejaran seseorang.
" Kenneth belum sadarkan diri, sedangkan Gabriel ia sudah sadar. Daddy berada di ruangan Kenneth untuk menjaganya " jelas Valera.
" syukurlah. Aku sangat takut. Mobil kami.. " ucap Athena kala mengingat hal mengerikan itu, Valera menggeleng pelan pertanda agar putrinya tak lagi mengingat hal mengerikan itu, dan Athena mengangguk patuh.
Tak lama pintu ruangan mereka terbuka dan menampilkan dua sosok yang sudah lama tak berjumpa dengan Valera. Elisya terkejut bukan main karena kedatangan ayah dan juga ibunya, Diandra menatap sendu putrinya begitupun dengan Asyur.
" Ya tuhan. Kau terluka begitu banyak " lirih Diandra dan Elisya hanya diam saja sembari melihat ibunya yang sudah berkaca-kaca. " Kenapa bisa seperti ini Elisya ? " tanya Diandra cemas.
" sudahlah mom. Aku tak apa " ucap Elisya lagi, Asyur mengelus lembut pucuk kepala putrinya dan Elisya hanya tersenyum.
" kau yakin tak apa-apa ? kami berdua cukup panik saat mendapatkan kabar jika kau kecelakaan sayang " ucap Asyur dan Elisya hanya mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polos.
" Aku tak apa dad, hanya luka-luka ini saja, " ucap Elisya lalu Diandra beralih menatap Athena dan Valera, ibu dari Malvin dan juga Elisya itu segera memeluk tubuh Valera erat dan menumpahkan isak tangisnya disana Valera mengelus punggung Diandra lembut.
" jangan menangis, tak terjadi apa-apa dengan mereka. Anak-anak kita anak yang kuat Diandra. " ucap Valera dan Diandra mengangguk saja lalu matanya menatap kearah Athena yang sedang tersenyum.
__ADS_1
" aunty " panggil Athena dan Diandra segera melepaskan pelukannya dan beralih menatap ke ranjang Athena. " Aku baik-baik saja aunty " ucap Athena lagi seakan ia mengetahui jika Diandra pun mengkhawatirkan dirinya. Diandra tersenyum kecil bagaimana bisa luka-luka itu disebut baik-baik saja.
Tak lama George dan juga Malvin tiba diruangan itu, George terkejut saat melihat kedatangan Diandra dan juga Asyur disana, Malvin segera memeluk ibunya itu dengan lembut dan Diandra memeluk balas putra nya dengan kasih sayang.
valera menatap George dan George hanya mengangguk kecil sebagai sebuah tanda, George menatap sendu gadisnya yang kini sedang tersenyum manis menatapnya. George menghela nafas nya secara perlahan.
valera dan Diandra memilih duduk di sofa panjang nan empuk yang tersedia, dan Asyur sedikit berbincang dengan Malvin perihal kecelakaan yang dialami oleh putrinya.
Athena tersenyum saat George mengelus lembut pipinya, manik Selaut biru itu menatap teduh pada maniknya lalu berubah sendu menatap luka-luka yang dialami oleh Athena.
" kenapa kau selalu saja seperti ini, " lirih George dan Athena mengeryitkan dahinya pelan.
" maksud mu kak ? " polos Athena dan George menyipitkan kedua matanya seketika.
" selalu saja terluka dan membuatku cemas dan panik bukan main Athena, jantungku terasa berhenti berdetak saat mendengar hal buruk menimpa mu " jelas George lembut.
" Dia pasti baik-baik saja, Kenneth bukan pria yang lemah " ucap George dan Athena diam saja. Lalu detik kemudian ia teringat akan lelaki yang menarik tangan Elisya pada saat mereka sedang berada di mall ? siapa orang itu apa Elisya memiliki masalah dengan orang lain atau sebagainya.
" Elisya ? " tanya Athena dan Elisya menatap Athena begitupun dengan yang lainnya. " pria kemarin ? apakah kau mengenal nya ? " tanya Athena heran.
" Tidak kak, aku tak mengenalnya sungguh. " ucap Elisya hingga semua orang menatap kearah Athena dan Elisya bersamaan.
" Athena sayang apa maksud mu ? seorang pria ? " tanya Asyur dan Athena mengangguk polos " kenapa dengan pria itu " ucap Asyur lagi.
" karena pria itu kami kecelakaan uncle, pertama dia datang dan mengacaukan tempat yang kami datangi pada saat kami hendak keluar tiba-tiba seorang pria datang menghadang dan langsung menarik tangan Elisya. Aku bingung pada kala itu dan tiba-tiba Kenneth muncul dan menghajar nya " jelas Athena hingga Malvin menajamkan matanya seketika. Seorang pria seketika Malvin ingat akan orang-orang itu apakah mereka mencoba untuk mengganggu adiknya ? ohh ini tidak bisa dibiarkan. Asyur menatap Malvin dengan tatapan tajam sedangkan Malvin hanya bersikap santai.
__ADS_1
valera dan Diandra saling pandang satu sama lain, dan George ia larut akan pemikirannya itu. Athena hanya duduk sembari menatap satu persatu wajah yang berada di ruangannya itu.
kemana para pengawal yang aku tugas kan untuk menjaga anak-anak ku. Batin Valera
" Sweatheart " panggil Remigio tiba-tiba masuk dan membuat semua orang menatap kearah sumber suara, Remigio terkejut kedatangan Asyur dan juga Diandra. " Kalian disini ? " tunjuk Remigio menatap Asyur dan Diandra.
" hmm memangnya kami berada di mana ? " ketus Asyur dan Remigio diam saja lalu manik hitamnya menatap putrinya seketika " sayang " ucap remigio dan Athena tersebut lembut pada sang ayah. Remigio mengecup kilas pucuk kepala Athena sebelum memberi kode pada Malvin dan juga George untuk berbicara, Asyur yang mengetahui kode itu seketika ikut penasaran. Akhirnya para lelaki keluar dengan serempak meninggalkan para wanita yang berada di ruangan itu.
Kantin, rumah sakit.
kini keempat lelaki berbeda usia itu sedang duduk berwajah serius, Asyur menatap kearah Malvin seketika, Remigio menghela nafas nya perlahan.
" bagaimana ? " tanya Remigio tanpa basa-basi menatap Malvin dan George secara bersamaan.
" awalnya rekaman cctv itu hilang dan kemungkinan seseorang menghapusnya, tapi tenang saja aku sudah mengembalikan rekaman yang aslinya. " ucap Malvin dan Remigio mengangguk paham. George lalu memberikan sebuah cip kecil hasil kerja nya bersama dengan Malvin kepada Remigio.
" perkataan Athena benar, seorang pria mengikuti mereka. Hmm mungkin mereka suruhan seseorang " ucap George dan Remigio menyipitkan matanya pelan.
" bisa aku simpulan dari perkataan Athena tadi jika seseorang sedang mengincar putriku. " ucap Asyur akhirnya membuka suara dan Remigio diam saja pasalnya ia tak tahu apa yang dikatakan putrinya itu. " siapa orang itu. Berani sekali " geram Asyur dengan maniknya yang tajam.
" Aku akan menanganinya " saut Malvin dan semua orang menatap kearah dirinya " kenapa ? serahkan saja padaku. Aku akan menangkap orang itu " ucap Malvin dan Remigio baik Asyur diam saja.
" aku akan membantu, karena ia Athena terluka lagi " ucap George dan Malvin mengangguk setuju.
hari itu George dan Malvin kembali pergi meninggalkan rumah sakit hanya untuk mencari lelaki yang mengejar mobil Gabriel, mereka berdua langsung pergi tanpa pamit kepada yang lainya.
__ADS_1
Remigio segera bergegas menuju ruang rawat putra bungsunya dimana ia mendapat kabar jika Kenneth sudah sadar membuat Remigio bergegas dengan cepat, sedangkan Asyur menuju ruang dimana putrinya berada.