
Mike dan Mikael terus memperhatikan Alexa yang sedari tadi berkemas memasukkan beberapa barang bawaan nya pada koper yang mereka bawa sebelumnya. Ya hari ini Alexa memutuskan untuk kembali ke Indonesia tanpa Mike dan Mikael.
" Mom.. apa kau yakin ingin pergi sendiri? '' tanya Mike sekali lagi mencoba untuk memastikan sesuatu.
" Ada apa Mike? '' tanya Alexa lagi mengerutkan dahinya pelan.
" Kau akan pergi tanpa kami? '' tanya Mikael ikut menanggapi. Alexa menghembuskan nafasnya perlahan dan tersenyum menatap kedua putra kembarnya itu. Alexa berjalan dan mengelus lembut pipi Mike dan Mikael.
" jangan khawatirkan mommy! Kau tau nenek Tari disana sendiri. Ini sudah hampir satu Minggu kita berada di sini! dan mommy memutuskan agar kalian berdua tetap tinggal disini untuk belajar dan lainnya. '' ucap Alexa lagi.
" Aku juga merindukan Nenek tari mom! Aku merasa asing jika harus berlama-lama disini '' cicit Mikael lagi menundukkan wajahnya seakan tidak rela jika sang ibu pergi tanpa membawa dirinya dan juga kembarannya.
" Asing? bukankah kalian berdua cukup akrab dengan para sepupu kalian? '' Picing Alexa lagi " Mommy akan menempatkan Xia dan Xei untuk menjaga dan mengawasi kalian. Lagipula kalian akan tinggal di mansion yang telah mommy siapkan! '' ucap Alexa lagi Mike dan Mikael saling pandang saat duo X disebut oleh ibunya. Xia dan Xei merupakan seorang algojo yang bekerja dengan ibunya saat Mike dan Mikael lahir ke dunia.
Tok Tok Tok
Alexa memicing kala pintu ruangan pribadinya diketuk begitu saja. Alexa berjalan dan segera membukakan pintu itu dengan cepat.
CEKLEK
Alexa tertegun saat melihat Zizi dan seorang gadis manis yang sedang berdiri tepat di depan pintu kamarnya. Alexa bingung dan hanya menatap ibu dari Gabriel dengan pandangan yang sulit diartikan.
" Siapa mom? '' saut Mike lagi hingga Zizi mengalihkan pandangannya kearah dalam dimana dirinya yakin jika kedua cucu lelaki nya berada didalam sana.
" bisakah kami masuk? '' tanya Zizi dan sontak membuat Alexa mengangguk begitu saja. Gadis manis itu terus menempel dan tak melepaskan genggamannya di tangan sang nenek membuat Alexa menatapnya dengan datar hingga nyali si gadis manis itu menciut seketika.
Mike dan Mikael sama-sama terkejut saat melihat kedua wanita berbeda usia itu yang berada di dalam ruangan pribadi milik ibunya. Zizi terus menatap si kembar dengan pandangan yang sulit diartikan.
" Ada apa? " datar Mikael beranjak dan membantu sang ibu menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda. Zizi yang melihat itu mengeryitkan kedua alisnya saat melihat sebuah koper berukuran besar disana.
" Kalian akan kemana? '' tanya Zizi bertanya lagi dan mengabaikan Mike yang tadi menanyakan nya.
" bibi hari ini aku akan pergi dan kembali ke Indonesia '' saut Alexa lagi.
__ADS_1
" Secepat itu? " tanya Zizi dan Alexa hanya mengangguk dengan pelan.
Mike dan Mikael terlihat tak senang dengan kedatangan Zizi dan seorang gadis cantik yang berada disampingnya itu. Zizi dapat merasakan jika kedua cucu lelaki nya seperti tak terima dengan kehadiran mereka.
" Mom biarkan kami yang mengantarkan mu! '' ucap Mike lagi.
" Ya tentu saja! '' ucap Alexa tersenyum lembut. Pemandangan itu dapat disaksikan oleh Zizi dan seorang gadis manis yang sedari tadi terus menatapnya dengan lekat. Baik Alexa maupun si kembar mereka menyadari jika anak perempuan Gabriel terus memperhatikan nya dengan intens.
" Nenek jika tidak ada kepentingan yang lain lagi maka silahkan keluar! '' saut Mikael dengan nada tak sopan nya dan terkesan sangat dingin.
" Mikael! '' ucap Alexa tegas dengan sorot mata yang tajam seolah sedang memperingati Mikael untuk tetap berbicara dengan sopan kepada ibu dari Gabriel. Mikael memalingkan tatapannya kearah lain hingga Alexa menghembuskan nafasnya kasar. " Bibi ada apa? " tanya Alexa lagi akhinya berbicara kepada Zizi.
'' Kapan kau akan berangkat? '' tanya Zizi
" Sore nanti! " ucap singkat Alexa.
" Apa ini mendadak? '' tanya Zizi lagi.
" tidak ini sudah dalam perkiraan ku bibi! '' ucap Alexa lagi. " Ada apa? katakan saja '' ucap Alexa dingin hingga Zizi tersenyum tipis dan menatap Lucy yang sedari tadi terus menggenggam tangan nya erat. Zizi tau jika Lucy tak berani menatap kearah Zizi maupun si kembar.
Alexa memijat pelipis nya pelan tak mengerti mengapa Zizi berkata seperti itu. Apa keuntungan nya? tidak ada sama sekali.
PRANGGG!
Lucy dan lainnya terkejut saat Mikael justru membanting sebuah vas berbentuk timbangan yang terpajang indah di meja dekat samping ranjang. Nafas Mikael menderu tat kala mendengar perkataan Zizi.
" Untuk apa kau mengatakan itu semua huh! untuk apa!! ' teriak lantang Mikael hingga teriakannya mampu mengusik semua orang yang berada di mansion itu termasuk Gabriel yang baru saja tiba di Blue mansion. " Aku tak pernah ingin dikenal sebagai anak dari lelaki bajingan itu! Tidak akan pernah. Dan kau datang untuk mengatakan semua itu dihadapan gadis sialan ini! '' teriak Mikael lagi hingga Alexa dan Zizi terkejut mendengar perkataan Mikael. Lucy sudah bergetar ketakutan dan menangis saat mendengar suara Mikael itu.
'' Mikael tenang kan dirimu! '' tegas Alexa namun putra bungsunya itu semakin marah dengan terus membanting apa saja yang ada di dekatnya. Mike yang melihat itu hanya diam dan menatap Zizi serta Lucy tajam. Hingga suara seseorang mengalihkan pandangan mereka.
" ada apa ini? '' ucap tiba-tiba Gabriel yang masuk dan melihat kekacauan di kamar pribadi milik Alexa.
Alexa wanita itu terbelalak lebar saat melihat sosok yang mati-matian dia hindari selama berada di Blue Mansion. Kemarahan serta kebenciannya semakin menjadi saat melihat wajah Gabriel.
__ADS_1
BUGHHHH!
" Mike!! " pekik Alexa saat melihat Mike justru melayangkan bogem mentah nya kepada Gabriel. Zizi terkejut bukan main namun dia tak bisa berbuat apa-apa.
" Ini semua gara-gara kau sialan! sumber masalah ini berawal dari kau! '' teriak Mike dengan nafas memburu dan wajah memerahnya hingga darah segar mengalir di lubang hidungnya. Mike terus menyerang Gabriel yang terus menghindar.
" Xia!! Xei!! '' teriak lantang Alexa karena tak bisa menenangkan kedua putranya yang kini menyerang Gabriel dengan begitu beringas. Lucy semakin ketakutan hingga Zizi membawanya keluar dari ruangan itu. " Xia!! Xei!! " teriak Alexa lagi hingga duo X itu datang dan langsung melerai serta menangkap tubuh Mike dan Mikael dengan erat. " Mike!! Mikael! hentikan!!! '' teriak Alexa lagi lantang kini tatapan nya tak melembut dan berubah menjadi dingin serta tajam " Bawa mereka berdua dari sini! dan kau " tunjuk Alexa kepada Gabriel " pergi kau sialan! '' pekik Alexa lagi.
Xia dan Xei segera menyeret Mike dan Mikael untuk keluar dari ruangan itu termasuk menyeret Gabriel namun lelaki itu enggan dan justru ingin berada diruangan yang sama dengan Alexa.
" Kita harus bicara Alexa! '' tegas Gabriel mengabaikan rasa sakit akibat pukulan keras kedua putranya di wajah dan tubuh nya. Alexa berbalik dan semakin menatap nyalang lelaki yang sangat dibencinya. '' Aku tidak mu tau! " ucap Gabriel lagi hingga lelaki itu menelan ludahnya kasar saat menatap tatapan asing yang terpancar dari manik wanita yang masih di cintai nya.
" Sialan kau Gabriel! '' teriak Alexa lantang hingga melayangkan kepalan tangannya tepat ke wajah Gabriel namun lelaki itu mampu menangkap tangan Alexa tak kalah erat.
" Kau sukses membuat kedua putra kita membenciku Alexa! '' dingin Gabriel hingga wajah mereka saling berdekatan satu sama lain bahkan Alexa mampu merasakan hembusan hangat serta aroma lelaki itu.
Tawa Alexa pecah saat Gabriel menyebutkan kata keramat itu. Rasanya seperti di hantam ribuan jarum tepat di jantungnya.
" Maaf '' lirih Gabriel melemah saat melihat tawa gila yang Alexa berikan untuknya.
PLAKKK
" tamparan ini tak cukup untuk kata maaf mu tuan Gabriel yang terhormat! '' sentak Alexa bengis " Bahkan tamparan yang aku berikan tak mengembalikan semua nya '' ingat kejadian masa lalu Gabriel? Dimana kau menghinaku sebagai seorang ******! Dimana saat itu aku sedang mengandung benih sialan mu itu!! Kau dengan lantang dan percaya diri jika itu bukan anak mu! Jelas-jelas malam itu benih mu yang hanya mengisi rahimku Gabriel! '' pekik Alexa mengeluarkan semua rasa amarah nya yang terpendam selama bertahun-tahun ini. '' diasingkan? bahkan aku menerima hukuman dari ayahku kala itu Gabriel! Dua puluh lima cambukan aku terima kala itu!! '' teriak Alexa lagi dengan nafas yang semakin memburu. Dan kini kau mengatakan jika mereka putra kita? '' sinis Alexa dengan manik yang menganak sungai siap untuk tumpah ruang membasahi pipi mulus wanita itu.
" Hukumlah aku dengan tangan mu Alexa '' ucap Gabriel lagi dengan pasrah namun Alexa tertawa sekali lagi.
" Bagaimana aku menghukum mu? Bagaimana Gabriel? Disaat aku terpuruk dengan keadaan kau dengan angkuhnya menginjak harga diriku! kau dengan angkuhnya tak mendengar teriakan ku kala itu Gabriel! kau dengan pongkah nya justru meninggalkan aku dengan wanita siapak itu hingga kini benih kalian tumbuh dewasa.. Lucy?? bukankah dia anak dari wanita picik itu? Jelas-jelas aku tidak mengkhianatimu Gabriel. Sama sekali tidak! '' ucap Alexa lagi hingga Gabriel yang mendengarnya sesak dan langsung memeluk tubuh Alexa erat. Gabriel merindukan tubuh wanita ini sangat hingga mereka tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama.
" Berikan aku kesempatan Alexa.. berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya memperbaiki hubungan kita yang sudah sangat renggang selama ini. Ijinkan aku mengobati rasa sakit mu ini! ijinkan aku membuktikan jika aku menyesal Alexa. '' pinta Gabriel berlutut dikedua kaki Alexa yang hanya menatapnya dingin. '' ku mohon..'' lirih Gabriel lagi.
" terlambat! '' desis Alexa namun Gabriel menggeleng dengan cepat dan mengejar langkah Alexa yang pergi dari ruangan itu. Alexa tak menghiraukan tatapan semua orang termasuk ayah nya yang berada disana.
" Alexa!! " teriak Gabriel lagi.
__ADS_1
DORRR !!