King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*27


__ADS_3

Kabar kecelakaan Athena dan lainnya telah didengar oleh ayah kandung George di England, Hans Maxwell bersama dengan istri dan juga putra keduanya cepat-cepat terbang dari England menuju Paris hanya untuk bertemu dengan Athena, ternyata keberangkatan mereka diketahui oleh Karen dan wanita itu tak tau malunya mengikuti kedua orang George.


Dalam perjalanan Hans menghubungi putra sulungnya jika ia sedang berada dalam perjalanan menuju paris bersama dengan keluarganya, tentu saja George terkejut bukan main tapi ia terlihat senang karena ayahnya akan datang.


Karen mendengarkan percakapan antara George dan juga Hans Maxwell sedangkan Celia istri dari Hans hanya menatap kearah luar jendela pesawat.


" Aku harap kau tak membuat onar disana " ucap tiba-tiba lelaki muda yang duduk disamping Karen. Hingga Karen menatap tajam lelaki disampingnya.


" apa maksud perkataan mu itu ? " Picing Karen dan lelaki itu hanya tersenyum sinis menanggapi.


" kau lebih tau apa yang ku maksud " ucapnya dengan acuh hingga Karen mengepalkan tangannya erat dan memalingkan wajahnya kearah lain, kesal sungguh saat ini ia kesal bukan main.


Swann Maxwell putra kedua Hans Maxwell bersama dengan istri keduanya Celia, sosok yang ceria dan ramah tapi dibalik itu semua sifatnya tak jauh berbeda dengan ayah dan kakaknya sama-sama mematikan.


******


" Athena " ucap Valera hingga mengejutkan Athena yang sedang bercengkrama dengan George. Manik hazel itu menatap intens manik hitam milik putrinya.


" Ada apa mom ? " ucap Athena bingung.


" mommy mendapatkan kabar jika kau memenangkan balapan itu " ucap Valera dan Athena diam saja menatap kuku-kuku cantiknya yang berwarna biru muda, George menatap Athena seketika. Balapan ? bukankah Athena sudah dilarang untuk balapan lagi.


" Athena " tekan George dan Athena hanya tersenyum kikuk menatap Valera dan George seraya menampilkan wajah polosnya tanpa dosa. Valera menghela nafas nya dengan pelan seraya menggelengkan kepalanya pelan.


" maaf mom. " cicit Athena.


" sayang, bukankah mommy melarang mu. Hanya saja mommy takut terjadi sesuatu hal yang buruk terhadapmu. " ucap lembut Valera dan Athena mengangguk pelan dan patuh, George diam saja sembari melirik gadisnya yang sedang menundukkan wajahnya pelan.

__ADS_1


Athena mengecup pipi Valera agar kemarahan ibunya tak berlarut-larut dan akhirnya Valera mengalah dan mengelus lembut rambut panjang Athena lalu beranjak keluar dari ruangan itu.


George terus menatap Athena dengan tatapan biasanya, Athena hanya menunduk dan tak berani menatap wajah George saat ini, Athena tau jika George pasti akan marah kala mengetahui jika dirinya ikut balapan lagi.


" Jangan di ulangi lagi " akhirnya George bersuara dan menarik pinggang Athena agar lebih dekat dengan dirinya. Athena menatap manik biru itu dalam. " apa kau mendengarkan aku ? " ucap George lagi dan Athena hanya mengangguk pelan.


ponsel Athena lagi-lagi berdering dan tertera nama Gevariel disana, George mendesah pelan dan mematikan ponsel Athena begitu saja hingga membuat Athena bingung menatap George.


" Kak " kesal Athena dan George langsung mencium bibir Athena dengan rakus hingga Athena sedikit tak nyaman saat George melakukannya sedikit kasar, George menahan tengkuk Athena dan berusaha untuk meraih benda tak bertulang itu. Athena akhirnya pasrah dan mengikuti permainan George.


mereka berdua larut dalam kegiatan itu hingga mata mereka sama-sama terpejam dan kini tangan mungil Athena berani menyentuh dada bidang George, hingga membuat George semakin merasakan gelanyar aneh dalam dirinya.


" Athena " bisik George dan Athena meremang seketika kala mendengar suara berat nan sensual milik George, kini leher jenjangnya sedang dinikmati oleh George.


" kak " cicit Athena dan George diam saja tak menjawab, George terus mengendus dan mengecup leher itu dengan lembut hingga Athena merinding seketika. " kakak. " ucap Athena lagi dan kini George memandang wajah Athena dengan membelai nya lembut.


" Dan kau pun hanya milik ku " ucap Athena lagi dan George tersenyum lembut.


Keesokan harinya di Gold mansion.


Athena sudah kembali pulang setelah beberapa hari dirawat, dan Elisya berada di rumah milik Malvin bersama dengan Diandra dan juga Asyur.


keluarga George yang berasal dari England baru saja tiba, dan Valera meminta George untuk menjemput mereka, George mengangguk patuh, Kenneth di papah oleh Remigio hingga menuju kamar pribadinya sedangkan Athena diantar oleh George terlebih dahulu.


" Aku pergi sebentar, jangan nakal " goda George dan Athena mengangguk kecil dan membaringkan tubuhnya pelan, George membantu setelah itu ia keluar dari kamar Athena untuk menjemput keluarga nya yang sudah menunggu itu.


Disisi lain Malvin sedang berhadap-hadapan dengan Asyur di ruang kerja miliknya, sedangkan Diandra menemani Elisya di dalam kamarnya. Asyur menatap putra pertama Diandra itu lekat-lekat.

__ADS_1


Malvin hanya diam saja saat Asyur ayah sambungnya menatapnya seperti itu, Asyur berdehem dan Malvin menatap biasa.


" Kau tau siapa dalang yang membuat kecelakaan itu ? " tanya Asyur dan Malvin mengangguk pelan " siapa katakan pada Daddy. Apa kau butuh bantuan ? " ucap Asyur seraya menawarkan diri.


" Tidak. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Aku rasa kalian harus membawa Elisya kembali ke turki, disini tak aman " ucap Malvin dengan nada datar nya, Asyur terdiam dan menatap putra mendiang Macky itu dengan diam. " maaf bukan nya aku mengusir. Hanya saja keadaan disini tak baik-baik saja, jika Elisya berada disini kemungkinan besar musuh-musuh di luar sana akan memanfaatkan situasi ini dan menggunakan Elisya sebagai umpan nya . " ucap Malvin menundukkan kepalanya tanpa mau menatap wajah Asyur.


Asyur merasa Malvin masih membatasi diri dengan nya, Sedari kecil Malvin memang tak begitu dekat dengan Asyur terlebih pada saat kejadian dimana Malvin tak sengaja memecahkan sebuah benda peninggalan orang tua Asyur hingga lelaki keturunan timur tengah itu murka dan pada akhirnya bertengkar dengan sang ibu dan tak sengaja Asyur menampar Diandra tepat dihadapan Malvin saat itu.


Asyur menghembuskan nafasnya perlahan, sungguh ia menyesal dan ingin memperbaiki semuanya, tapi Malvin tak semudah itu ia keras seperti ayah biologisnya yang membenci dan memendam amarahnya dalam diam.


" Malvin tidak bisakah kita.. " ucap Asyur terhenti kala Malvin menatapnya tajam. Asyur menghentikan ucapannya karena ia merasa Malvin tak ingin mendengar.


" lupakan saja kejadian masa lalu, aku sudah melupakan nya. " ucap Malvin lagi.


" tapi bisakah kau memanggilku dengan sebutan Daddy jika jika kita sedang berdua seperti ini, " pinta Asyur dan Malvin diam tak menjawab. " Bisakah ? " ucap Asyur dan Malvin menghela nafasnya pelan.


" bukankah aku memang memanggilmu dengan sebutan itu ? lalu dimana masalahnya ? " ucap Malvin lagi.


" dihadapan orang kau menyebutku seperti itu dan memanggilku dengan sebutan Daddy, tapi pada saat kita berdua kau bersikap acuh padaku. " ucap Asyur mengeluarkan pemikirannya sendiri.


" sudahlah. Sebaiknya kita beristirahat, aku tau kalian semua pasti lelah " ucap Malvin pergi meninggalkan Asyur tanpa mau mendengar perkataan suami ibunya itu, Asyur menatap nanar pada Malvin hingga tubuh itu menghilang dibalik pandangan.


Malvin pergi ke kamar pribadinya dan menyegarkan tubuhnya terlebih dahulu, Walaupun hatinya saat ini merasa tak baik tapi Malvin berusaha untuk tersenyum dan menganggap semua itu tak pernah terjadi. Tapi Malvin tetaplah Malvin, bayangan dimana ibunya ditampar hanya membela dirinya kala itu masih terekam jelas dalam memorinya.


yang pada akhirnya Malvin memilih tinggal bersama Valera dan George dengan alasan ingin belajar banyak hal bersama dengan jajaran Valera termasuk dengan Daniel dan Aldo pada kala itu,


sebelum itu Malvin menatap lekat photo wajah seorang pria yang terpajang besar dan indah di dinding kamarnya, Wajah itu mirip sekali dengan nya bagai pinang dibelah dua. Malvin menyeka air matanya yang turun begitu saja tanpa permisi, lalu beranjak pergi menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2