
Kota Piana.
Rombongan Kenneth sudah tiba di kota tempat para predator berkuasa. Helikopter Kenneth mendarat sempurna di landasan pribadi milik Valera di kota tersebut.
Kenneth dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju markas anggota predator yang hanya memakan waktu kurang lebih satu jam dari landasan pribadi itu.
Sepanjang perjalanan Kenneth mencermati sebuah peta dari kota Piana dengan teliti. Perkataan Serena tentang Nando yang mempunyai hunian di Piana cukup menganggu pikirannya.
Tak berselang lama mobil mereka tiba disebuah pelataran indah dengan sebuah gerbang besi berbentuk segitiga. Tentu nya kedatangan Kenneth membuat para penghuni markas terkejut bukan main.
" wow ada angin apa kau datang kemari? " ucap tiba-tiba Edgar yang berjalan dengan bertelanjang dada seraya tangannya memegang erat tali rantai dari Siberian Husky.
" Paman aku ingin berbicara serius. Aku tak ingin membuang waktu karena waktu ku berharga! " ucap Kenneth lagi dingin hingga Edgar mengerutkan dahinya bingung dan menatap anak buah Kenneth dengan tatapan tanda tanya nya.
" Ya baiklah. Namun ingat kau tamu disini! dan datang tanpa kabar jadi menunggu beberapa saat tidak masalah bukan? " ucap Edgar dengan seringai kecil nya hingga Kenneth tak menjawab dan malah melenggang masuk kedalam meninggalkan Edgar yang terpaku ditempatnya.
Edgar memilih memberikan anjing salju itu pada para pengawal yang berjaga. Lelaki bertubuh tegap yang usianya tak lagi muda memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menemui Kenneth yang tampak ingin berbicara serius dengan nya.
Sedangkan Kenneth dirinya sibuk membuka tablet dan melakukan panggilan Vidio dengan Serena karena hanya gadis itu yang mengetahui sesuatu yang bersangkutan dengan Larissa.
" Jadi paman Sudah tiba? " ucap Serena disebrang sana.
" Ya. Maka dari itu mohon kerjasama nya Serena " ucap Kenneth dingin dan Serena hanya mengangguk pasrah dengan wajah mengerucut sebal. Para anak buah Kenneth yang melihat tingkah menggemaskan dari putri Malvin itu hanya bisa mengulum senyum nya.
Tak berselang lama Edgar muncul dengan penampilan cukup segarnya. Maniknnya yang tajam menatap Kenneth yang sedang berbicara dengan seseorang.
" Paman aku ingin kau mencari identitas dan tempat seseorang disini! " ucap Kenneth langsung.
" Siapa? " jawab Edgar seolah mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
" Nando Rox " ucap Serena yang tiba-tiba bersuara di benda mahal milik Kenneth. Edgar memicing karena terkejut mendengar suara Serena. " Nando Rox paman! dia memiliki hunian di jalan X kota Piana. Tolong kau cari paman " ucap Serena lagi.
__ADS_1
" Nando Rox " gumam Edgar namun secepat kilat lelaki itu berlari kearah ruang kendali untuk mencari data tersebut diikuti oleh Kenneth yang membawa tablet karena sedang melakukan panggilan vidio.
Edgar memasukkan sebuah sandi pribadi miliknya untuk mencari data seseorang. Kenneth menatap lekat layar monitor itu yang menampilkan garis lurus bergelombang.
Analisa Error'
Edgar dan Kenneth terkejut karena layar monitor menampilkan kata-kata tersebut. Edgar mencoba untuk melakukan sekali lagi namun nihil hasilnya tetap sama.
" Serena kenapa bisa begini! " ucap Kenneth kesal.
" Aku tak tau paman sungguh! " ucap Serena lagi.
" Datanya palsu dan tidak terdaftar di identitas mana pun. Kau yakin Serena? " ucap Edgar lagi. " Atau kau punya hmm Poto nya? " ucap Edgar lagi namun Serena terlihat menggeleng.
" Tapi aku mengetahui wajah nya. " ucap Serena lagi.
" Siapa dia ini? " ucap Edgar penasaran.
" oh paman aku ingat. Aku akan mengubungi anak buah ku untuk mengirim ulang rekaman cctv saat Nando Rox mengunjungi club' kami! " ucap Serena tiba-tiba. " Jangan bertanya apa-apa paman. Rekaman itu akan segera sampai di tangan mu " ucap Serena lagi yang langsung memutuskan sambungan Vidio dengan cepat.
Disisi lain, keberadaan Larissa.
Gadis itu sudah terbangun dari tidurnya. Hanya saja Larissa merasakan tubuhnya lemah tak bertenaga. Gadis itu meruntuki kebodohan nya sendiri yang tak waspada dengan lingkungan baru.
" siapa yang telah berani menyerang ku! " gumam Larissa lirih hingga dirinya tidak menyadari jika sepasang mata tajam sedang memperhatikan nya dengan lekat.
'' sudah bangun hmm? " suara bariton seorang lelaki mengejutkan Larissa hingga ia menoleh kearah sumber suara. Manik Larissa terbelalak saat melihat siapa gerangan. " Tidur mu lama sekali. Ini sudah hampir siang " ucap lelaki itu yang tak lain Xavier. Siang? Larissa menoleh kearah samping kirinya dimana langit begitu cerah dengan terik matahari yang cukup menyengat.
" brengsek! Apa mau mu? '' ucap Larissa lagi tajam.
" Jangan mengumpati ku. Lebih baik kau beristirahat kembali dan pulihkan tenaga mu untuk melawan ku. '' ucap Xavier dengan kekehan mengejek.
__ADS_1
" Licik! Tapi aku suka '' ucap Larissa lagi hingga langkah kaki lelaki itu terhenti dan menatap Larissa dengan senyum menyeringai nya. Larissa menyunggingkan senyuman nya keatas.
" begitupun dengan diriku. " ucap Xavier lagi berlalu dan meninggalkan Larissa sendiri tanpa siapa pun.
Larissa memijat pangkal pelipisnya pelan. Perlahan dirinya beranjak walaupun tubuhnya terasa sangat lelah. Larissa mengeryit saat melihat suasana asing diluar sana
" ini dimana.. " gumam Larissa bingung karena suasana diluar sana seperti gersang dengan terik matahari yang cukup menyengat. " Apa ini musim semi? aku rasa tidak " gumam Larissa lagi " sial! siapa sebenarnya lelaki itu. Nando!! kau licik dan tunggu saja apa yang akan ku lakukan padamu! " ucap Larissa geram.
CEKLEK
Larissa terkejut dan berbalik dengan cepat. Manik gadis itu menyipit saat melihat seorang wanita berkulit hitam memasuki ruangan yang ditempati nya.
" Siapa? " dingin Larissa terus menatap wanita itu tanpa berkedip. Namun wanita itu bergeming dan menatap Larissa dari ujung rambut hingga ujung kepala.merasa diperhatikan dengan intens membuat Larissa marah '' keluar! '' sentak Larissa lagi hingga wanita itu terkejut dibuatnya.
'' aku Lana '' ucap wanita itu lagi.
'' dan aku tidak bertanya namamu! '' dingin Larissa lagi.
" disini aku ditugaskan untuk mengurus mu! '' ucap wanita itu lagi hingga Larissa menatap tajam dibuat nya.
" Jangan lancang! Aku tak butuh dan silahkan keluar! '' ucap Larissa dengan tegas dan angkuh. Wanita yang bernama Lana itu hanya menggeleng kepalanya pelan melihat sifat Larissa yang keras kepala. Namun perintah Xavier Wang tidak bisa dirinya bantah.
" Kau cantik tapi sayang kau terlihat gadis yang angkuh! " ucap Lana lagi " bagaimana tuan Xavier membawa mu ke tempat ini '' ucap Lana lagi yang berdiri menatap Larissa tanpa berkedip " seharusnya kau beruntung karena tuan Xavier membawa mu ke tempat ini! itu artinya kau wanita istimewa untuk tuan kami! '' ucap Lana lagi berlalu pergi meninggalkan Larissa yang sedang tertawa menggelikan.
Wanita istimewa? apa itu, rasanya Larissa ingin sekali tertawa, dirinya sedang menjadi tahanan seorang yang tak dikenalnya namun wanita itu berpikir jika Larissa menjadi wanita istimewa untuk Xavier.
" Dasar gila! " ucap Larissa lagi pelan dengan manik yang menatap dan menandai wilayah sekitarnya. Dalam pikirannya saat ini adalah merencanakan pelarian dengan cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf guys up nya telat dan mungkin kurang nanti di lanjut lagi satu episode.
__ADS_1