
mike dan Mikael mengeryit saat melihat kedatangan Larissa bersama dengan Brandon. Si kembar itu bisa melihat jelas wajah tak bersahabat dari sepupu perempuannya itu.
" Kenapa? " ujar Mike polos menatap Larissa yang duduk dengan sedikit kasar. " hati-hati jika duduk. Luka mu belum cukup pulih " imbuh Mike lagi memperingati Larissa.
" hmm aku tau.. terimakasih Mike '' seloroh Larissa tersenyum manis.
" Sudah sepantasnya jika kita saling mengingatkan bukan ? '' timpal Mike lagi seraya menyesap red wine nya perlahan. Mikael yang mendengar itu hanya terkekeh kecil dengan memegang ponsel nya erat. Namun keberadaan mereka tiba-tiba merasa tegang saat seorang gadis datang dengan wajah gugupnya.
" Lucy ada apa? '' tanya Larissa lagi yang melihat lucy datang dengan wajah gugup seraya meremas ujung gaunnya. Larissa memicing sedangkan di kembar hanya diam dan acuh saja.
" Kak Rissa. Hmm aku.. aku ingin mengatakan jika... jika aku tak sengaja merusak mobil milik kak Mikael '' ucap Lucy gugup hingga Mikael menoleh dan menatap tajam gadis itu. Lucy yang ditatap seperti itu semakin menundukkan wajahnya.
" Kurang ajar! Kau apakan mobil milik ku huh! '' pekik Mikael lagi beranjak dan langsung menyeret Lucy dengan kasar. Hingga Mike dan Larissa ikut beranjak dan mengikuti langkah Mikael.
Lucy berteriak kesakitan meminta ingin dilepas namun cengkraman Mikael sungguh terasa menyakitkan dan semakin kuat.
BRUKKK
AGHHH
Lucy berteriak kesakitan saat tubuh nya dihempas kasar oleh Mikael. Brandon yang melihat itu dengan cepat membantu putri Gabriel untuk segera berdiri.
" Dasar sialan! siapa yang memberi mu ijin menggunakan mobil milikku huh! '' teriak Mikael lagi " kau... " berang Mikael.
" aku..sungguh tak sengaja dan aku tak memakai mobil milik mu! Hanya saja aku tak sengaja menyenggol mobil milik mu yang berada di mansion nenek '' ucap Lucy lagi jujur.
" Mansion nenek? itu artinya mobil kiriman mommy sudah tiba! tapi kenapa harus kerumah mereka? '' ucap Mike ikut menimpali.
" Mikael kendalikan amarah mu. Aku bisa menemani kalian untuk pergi mengambil mobil milik mu bagaimana? '' ucap Larissa lagi karena dirinya tahu jika si kembar tak mau mengunjungi mansion Zizi dan Vyan jika tidak ada yang menemaninya. Mike dan Mikael hanya mengangguk kecil tanda setuju. " Lucy pulang lah. Paman Gabriel bisa marah jika kau pergi tanpa pengawalan. '' ucap Larissa tegas dan Lucy dengan cepat mengangguk patuh. '' Brandon tolong kau antar Lucy dan pastikan jika dia pulang dengan selamat '' ucap Larissa lagi tegas.
" Tapi nona....
__ADS_1
" Aku menunggu disini! '' ucap Larissa final hingga Brandon hanya mengangguk pasrah dan dengan cepat membawa Lucy untuk pergi dari mansion si kembar sebelum kedua lelaki serupa itu mengamuk dan kembali menyakiti Lucy.
******
" Bagaimana bisa gadis itu masuk kedalam sini? '' gerutu Mikael kesal dan duduk kembali dengan tenang.
" karena dia adikmu tentu saja dia bisa masuk kesini '' ucap Larissa santai hingga tatapan Mike dan Mikael menajam '' sudahlah lupakan tentang Lucy. Mari kita bahas bisnis yang sedang berlangsung '' ucap Larissa lagi. '' Aku dengar selama aku tidak ada kalian yang menjaga dan mengelola club' di jalan X dengan baik karena Serena tak muncul setelah penyerangan itu hingga saat ini '' ucap Larissa lagi
'' paman Malvin yang meminta kami untuk menjaga nya sementara waktu. Karena dikhawatirkan musuh yang menyerang mu datang kembali dan ikut menyerang Serena. Jadi karena kau telah kembali kami serahkan kembali '' jawab Mikael lugas dan jelas.
'' Tidak Mikael. Aku sangat berterimakasih atas hal itu. Kalian tolong handle terlebih dahulu. Sepertinya aku masih mempunyai pekerjaan yang lain. Jadi tak masalah bukan? '' ucap Larissa.
" Ya baiklah. Namun kau ingat dua bulan lagi Kami akan mengunjungi mommy di Indonesia. '' ucap Mike tegas dan Larissa mengangguk tanda mengerti.
kringgg
" Ada apa Aslan? " ucap Larissa setelah menerima panggilan suara yang masuk kedalam ponsel nya. " Ada apa ? terjadi sesuatu? '' tanya Larissa lagi. Darinya berkerut dengan halus hingga Mike dan Mikael saling pandang satu sama lain. '' baiklah aku akan segera kesana '' ucap Larissa lagi menutup panggilan suara yang terhubung itu.
" Ada apa? '' tanya si kembar serempak.
sesampainya mereka di markas. Larissa, Mike, dan Mikael disambut oleh seorang pelayan paruh baya yang menggunakan gaun terbatas lutut seraya tersenyum lembut. Bisa mereka lihat jika beberapa mobil mewah terparkir dihalaman markas yang diberi nama Shadow mansion.
" Selamat datang kembali nona Larissa. Tuan muda Mike dan tuan muda Mikael '' ucap seorang wanita paruh baya itu sopan.
" terimakasih bibi. Apa yang lain sudah berada didalam ? '' tanya Larissa lagi.
" Benar nona. silahkan '' ucap wanita paruh baya itu terlihat sangat anggun dengan senyum nya yang lembut. Mike dan Mikael terlebih dahulu melangkah dan menuju kesebuah tangga yang menghubungkan ke lantai dua. Larissa segera menyusul.
lantai dua itu terlihat luas dan tidak bersekat layaknya sebuah aula jamuan yang tidak memiliki sebuah ruangan. Larissa segera menekan sesuatu dibalik lukisan air terjun dan seketika.
KLEKKK
__ADS_1
lukisan itu tertutup dan munculah sebuah lorong yang tidak terlalu panjang dengan sebuah pintu hitam di depan sana. Ketiga anak manusia itu berjalan dengan santai seraya melirik kearah jam yang melingkar di tangan nya.
CEKLEK
" oh kalian sudah tiba? '' ucap Aria menoleh dan mendapati ketiga orang yang baru saja datang dengan bersamaan.
" Mendadak? ada apa ini? '' tanya Larissa lagi yang duduk di kursinya yang bertulis nama dirinya disana.
" Entahlah. Aku juga tak tau '' imbuh Aria lagi mengedikkan bahunya acuh dengan pandangan yang menatap kearah Aslan.
" Duduklah. Aku ingin berbincang sudah lama kita tidak berbincang '' seloroh Aslan yang tersenyum tipis. Larissa memicing heran karena tak biasanya Aslan banyak berbicara karena yang mereka tau putra dari Alexandrea itu sangat irit jika berbicara.
" Kalian juga disini? " ucap Larissa menunjuk kearah Elmer dan juga Ezio yang duduk dengan tenang.
" Ya seperti yang kau lihat '' jawab Ezio lagi. '' cepatlah Aslan ada apa? '' ucap Ezio mulai tak sabar. Aslan menghembuskan nafasnya perlahan dan mulai menyalakan laptop miliknya. Semua orang hanya bisa melihat dan menunggu apa yang dikerjakan oleh pemuda itu.
'' Aku mulai menyadari sesuatu. Lihatlah. Nando sudah kutemukan dimana dia berada. India! Dia berada di India. Maaf Larissa hanya saja aku meretas beberapa cctv sebelum kau memasuki kota kematian. Xavier Wang! '' ucap Aslan lagi tenang hingga Larissa terkejut bukan main " dia yang membawa mu ke Afrika? " picing Aslan lagi dan Larissa hanya diam saja namun keterdiamannya menunjukkan jelas jika benar nama itu yang membawa Larissa hingga ke Afrika. " Lalu Flo! kau sungguh ini cukup menguras tenaga. Aku mencari orang-orang yang terlibat saat penyerangan mu dan rupanya masih orang terdekat mu Flo! rekan bisnis yang kau anggap teman rupanya menusuk mu dari belakang bukan begitu Florian? " terang Aslan dan Florian hanya mengangguk kecil. " disini yang menjadi topik menarik nya adalah wanita ini! '' ucap Aslan seraya memperlihatkan seorang gadis muda nan cantik dengan memakai pakaian layaknya seorang wanita petarung." Dia adalah Xenya Wang. '' ucap Aslan lagi hingga Florian terbelalak lebar karena Aslan mengetahui gadis yang telah menyelamatkan nya.
" Lalu apa hubungan nya? " ucap Elmer bingung.
" Biarkan aku jelaskan sedikit tentang analisis ku ini Elmer. Dan terakhir Dyora '' ucap Aslan lagi hingga Elmer dan Ezio memicing seketika. " Dyora tak sengaja menabrak seorang lelaki saat ia sedang menjemput Arnold di bandara. Ayahku selalu berkata sedia payung sebelum hujan jadi maaf jika aku sedikit lancang telah mengawasi kalian semua melalui kamera yang terhubung oleh ku itu semua aku lakukan untuk berjaga-jaga saja '' ucap Aslan lagi.
" Kau gila! " pekik Aria marah seperti tak menerima. " Jangan bilang kau juga mengawasi aku Aslan! " pekik Aria lagi dan Aslan hanya mengangguk " oh gila! jangan bilang kau juga ikut mengawasi aku hmmm seperti kegiatan mandi dan berpakaian ? '' ucap Aria lagi hingga semua orang menoleh kearah Aslan.
" Jangan gila! aku tak sepicik itu! '' kesal Aslan lagi.
" Lalu? " ucap Ezio semakin penasaran dengan pembicaraan kali ini.
" Xavier Wang dan xenya Wang adalah kakak beradik bahkan mereka memiliki tato serupa di lehernya. itu sama seperti lelaki yang ditemui oleh Dyora di bandara " imbuh Aslan lagi.
" Jadi maksud mu Dyora dalam bahaya? " tajam Elmer dan Aslan hanya menggeleng saja. " Lalu? " ucap Elmer lagi mendesak.
__ADS_1
" Entahlah itu semua serba kebetulan. Bahkan aku tak sengaja bertemu dengan gadis yang memiliki tanda serupa dengan mereka " ucap Aslan lagi hingga semua orang terdiam dan bungkam seolah sedang memikirkan apa yang baru saja Aslan katakan.
Aslan tak sengaja mendengar perkataan Alexa dengan seseorang ditelepon, bahkan Aslan tak sengaja mendengar pembicaraan yang menurutnya sangat mustahil terlebih Aslan mendengar hal tak terduga tentang Mike dan Mikael.