King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Ada apa dengan Florian ?


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan. Kini sudah dua bulan berlalu Larissa hilang dan belum ditemukan membuat semua orang merasa cemas akan dirinya.


Elisya terus menangisi putrinya yang belum ditemukan hingga Kenneth menitipkan istrinya pada sang ibu di Gold mansion bersama dengan Diandra yang turut menemani.


Tak hanya Kenneth bahkan Asyur pun sudah mengerahkan anak buahnya untuk menyusuri beberapa tempat yang diyakini keberadaan Larissa menurut perkiraan Serena yang mengenal Nando.


Nando lelaki itu pun kini hilang ditelan bumi setelah Kenneth melakukan penyerangan di kota kematian yang ternyata tak membuahkan hasil apapun.


" Apa yang kau pikirkan Aslan? " ucap Dyora yang melirik sepupunya itu tampak termenung di layar tablet berwarna hitam.


" Aku sedang berpikir sesuatu. Jika Larissa hilang karena pihak lain maka dia akan melakukan sesuatu seperti membuat tanda dengan sebuah sandi? atau sebuah pertanda lainnya. Namun sejauh ini nihil! Aku tidak menemukan apa-apa selama pencarian ku itu '' imbuh Aslan dengan sikap yang tenang menanggapi perkataan Dyora.


" Jadi apa maksud mu Larissa melakukan nya dengan sengaja ? " ucap Dyora lagi penasaran dan Aslan mengangguk dengan tegas " Tapi bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? aku cemas jika musuh kali ini sangat cerdik Aslan! " ucap Dyora lagi tak terima dengan pemikiran putra Aslan.


" Aku hanya berpendapat saja dan analisis ku mengatakan demikian '' ucap Aslan kesal dan Dyora hanya menggerutu kecil hingga kedatangan Ezio tak mereka sadari.


" Apa yang sedang kalian bahas ? '' ucap tiba-tiba Ezio yang datang dan ikut duduk di samping adik perempuannya. Dyora yang melihat kedatangan kakak pertamanya tersenyum lebar dan segera memeluk tubuh Ezio erat. " merindukan ku? " tebak Ezio dan Dyora mengangguk dengan manik terpejam.


" Kenapa lama sekali? " ucap Dyora lagi terlihat kesal dengan dahi yang mengeryit halus. Ezio terkekeh dan mengelus lembut surai panjang milik adik nya.


" Pekerjaan ku banyak dan tangan ku pun hanya dua jadi wajar aku begitu lama kembali. Ada apa? apa Elmer tak menjaga mu dengan baik? " ucap Ezio lagi memicing.


" Kak Zi. Tolong kau bicara pada Elmer untuk menyingkirkan Sean dari sisiku! sudah cukup Alland saja yang menjaga ku tapi tidak dengan Sean! '' keluh Dyora lagi merengek manja dengan menarik ujung pakaian milik sang kakak.

__ADS_1


Ezio diam saja tak memberikan jawaban cepat. Kembalinya Sean disini bukan hal yang sepele, apalagi kejadian terakhir dimana Alland dan Dyora diserang oleh orang tak dikenal membuat mereka termasuk Ezio turut mengawasi pergerakan adik perempuannya itu.


Dyora walaupun memiliki Altar ego yang kejam sama seperti Remigio yang memiliki prince sebagai jiwa lain nya, tetap saja gadis itu tak bisa apa-apa jika tidak di picu.


Hal itu tentu saja membuat semua orang merasa khawatir apalagi Dyora tak seperti dirinya dan para saudara nya yang lain, dimana mereka didik dan dilatih keras baik fisik maupun otak. Tapi tidak dengan Dyora!


" apakah kau juga akan mengatakan tidak bisa? " tebak Dyora lagi.


" Dyora jangan seperti ini, kau tau mommy dan Daddy sangat mencemaskan mu? apalagi mereka tak berada di sini di sisi kita. Kau tau jika kakek Hans sakit? jadi mommy dan Daddy sepakat untuk tinggal sementara waktu di England! itu sebab nya mereka mempercayakan mu pada ku dan juga Elmer untuk menjaga adik perempuan kami agar tak disentuh oleh orang lain? " ucap Ezio lembut dan Dyora diam saja hingga manik nya bergerak tak karuan begitupun dengan Aslan yang diam hanya menyimak pembicaraan kakak beradik yang memiliki ayah berbeda itu. " lihatlah Larissa sampai detik ini belum juga ditemukan? jadi jangan mengeluh tentang kehadiran Sean maupun Alland. Mereka berdua hanya menjalankan tugasnya dengan baik Dyora. Apa kau paham? " ucap Ezio lagi dan Dyora hanya mengangguk kecil dengan wajah masam.


" Baiklah. Aku tidak akan mengeluh lagi maaf " cucit Dyora dan Ezio hanya tersenyum kecil. Entah mengapa Dyora dan Elmer selalu bersitegang padahal menurut Ezio Dyora adalah gadis penurut jika diberi pengertian dengan cara yang lembut. Gadis itu akan luluh jika hatinya disentuh. Namun dengan Elmer ? Dyora akan berubah menjadi seekor singa betina yang akan mengaum garang.


Titttt Titttt


" ohh Flo diserang! " pekik Aslan terkejut hingga Ezio dan Dyora turut terkejut dengan mata yang melebar.


" Kirim bantuan Aslan! cari cepat dimana dia berada! kirimkan anak buah king yang berada di jarak terdekat untuk membantu Flo! Now! " ucap Ezio cepat hingga Aslan mengangguk dan segera melakukan pekerjaan nya dengan baik. " Dimana nenek? apa ada di dalam? " ucap Ezio menatap Dyora.


" Ya nenek didalam! " ucap Dyora lagi.


" Dyora masuklah! dan jangan keluar kemana pun! Kau hanya ku perbolehkan untuk di rumah saja! Ingat pesan ku ini Dyora " ucap Ezio tegas hingga Dyora mengangguk patuh dengan wajah cemas nya. " Masuklah " ucap Ezio lagi dengan mengecup lembut dahi Dyora hingga gadis itu lagi-lagi hanya mengangguk dan segera masuk kedalam mansion dimana mereka kini sedang berada di gazebo halaman depan.


Flo aku harap kau baik-baik saja. Batin Dyora.

__ADS_1


Aslan segera memberikan perintah kepada anak buah king yang berada di jarak terdekat keberadaan Florian yang sedang berada di kota lain. Kini Ezio akan membantu sepupunya itu bersama dengan Aslan yang siap terjun.


" Tunggu! " teriak seseorang lantang hingga langkah keduanya terhenti. " Aku ikut! " ucap Brandon yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


" Paman kau disini? " picing Aslan lagi dan Brandon hanya mengangguk. " Jika begitu ayo! Gunakan saja helikopter agar lebih cepat. Aku tak mau menggunakan mobil! Benda itu lelet dan aku tak suka! " imbuh Aslan lagi hingga Ezio dan Brandon saling pandang dan mengangguk tanda setuju.


Ketiga orang itu akhirnya pergi menuju landasan pribadi milik Valera yang berada di lantai tertinggi Gold mansion. Terlihat beberapa helikopter terparkir dengan sejajar dan rapi.


Tentunya suara baling-baling helikopter di siang hari mengejutkan semua orang begitupun dengan Valera yang saat itu sedang duduk bersama dengan Diandra dan juga Elisya.


" Dyora ada apa? " tanya Valera menatap cucu perempuannya yang datang dengan wajah cemas.


" Nenek Flo, dia diserang. Kak Zi dan Aslan sedang menuju dimana Florian berada " ucap Dyora lagi hingga ketiga orang dewasa itu terkejut bukan main. Belum juga Larissa yang ditemukan kini Florian ikut diserang.


" Maaf lady. Hanya saja tuan muda Ezio bersama dengan tuan muda Aslan dan juga Brandon memakai helikopter jenis turbo G42 milik tuan Remigio " ucap seseorang yang datang dengan langkah tergesa.


" Lacak mereka! " tegas Valera lagi hingga lelaki yang mengabarkan berita itu terlihat mengangguk dan berlalu pergi.


" Nenek " cicit Dyora hingga Valera tersenyum dan menyuruh cucu perempuannya untuk mendekat dan duduk disampingnya. " Nenek entah mengapa aku takut " ucap Dyora lagi.


" Semuanya akan baik-baik saja Dyora. Tenanglah " ucap Diandra tersenyum melihat raut wajah kecemasan di paras Dyora.


" Aku harap begitu " cicit Dyora dengan manik terpejam. Entah mengapa setiap kali mendengar para saudara nya sedang kesulitan dada Dyora berdebar tak karuan seperti saat ini.

__ADS_1


Apa lagi ini? pertama Larissa dan kini Florian. Aku harap mereka baik-baik saja. Batin Valera menerawang jauh.


__ADS_2