King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Semuanya dimulai?


__ADS_3

Afrika, Waktu setempat.


Terlihat ruangan besar seperti aula yang sama persis dengan ruangan keluarga itu tampak terasa sunyi dan sepi. Sebuah sofa melingkar yang terbuat dari bulu angsa semakin menambah kesan mewah dan hangat.


Beberapa arsitektur serta beberapa potret mewah tergantung indah di tembok berwarna golden. Beberapa patung guci berbetuk unik pun tampak ikut menghiasi ruangan itu.


" Apa yang sedang kau pikirkan Xavier? " Tanya seorang lelaki yang memakai piyama berwarna hitam yang dibaluti kimono bulu berbahan hangat. Xavier yang tadinya sedang duduk manis dan sibuk dengan dunianya sontak menoleh. " Kau berlagak seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. " kekeh orang itu bersidekap dengan angkuh.


" Kau tak perlu tau! " kesal Xavier seraya membenarkan duduknya. " Ada apa? " tanya Xavier lagi.


" Bagaimana dengan pekerjaan mu, apa semuanya baik-baik saja? " tanya orang itu lagi.


" Seperti yang kau lihat. Bisnis ku setiap hari meningkat " ucap Xavier bangga.


" Hmm aku pun melihatnya. Namun apakah kau bermaksud untuk bersaing dengan seseorang? " tanya orang itu lagi hingga Lelaki berparas rupawan itu mengerutkan dahinya pelan.


" Apa maksud mu? " picing Xavier lagi hingga gelak tawa kecil terdengar seketika.


" Apa kau berniat untuk bersaing dengan Larissa? " ucap Ex lagi dengan tenang. " bisnis serum racun milikmu meningkat pesat sama seperti milik Larissa. Apakah kandungan yang terbuat didalamnya sama persis? " tanya Ex lagi.

__ADS_1


" Tidak! " ucap Xavier cepat " Aku tidak berniat untuk menyaingi kekasih ku sendiri Ex " Sinis Xavier hingga beberapa orang yang berada di sana terdiam.


" Benarkah dia kekasih mu? " tanya bibi Lui lagi dan Xavier hanya mengangguk pelan " Syukurlah hubungan mu semakin baik. Bibi sangat senang, lalu bagaimana dengan mu Ex? " tanya bibi lui menatap kearah Ex yang duduk dengan tenang seraya memainkan ponsel mahal miliknya.


" Semuanya baik-baik saja. Serena Gadis itu benar-benar manis " ucap Ex memuji putri Malvin dan juga Madeline.


Bibi Lui tersenyum lembut menatap Ex dan Xavier secara bersamaan. Wanita lanjut usia itu tak menyangka jika hubungan mereka baik-baik saja setelah apa yang dilakukan oleh Ex dan Xavier secara tidak sengaja.


******


Tittttt


" Ezio Phillipo! Ka zi.. Aghh sial sedang apa dia diperbatasan! " pekik Aslan kesal seraya melempar sepotong puding di tangan kanan nya dengan asal. Larissa yang melihat itu hanya bisa menggeleng pelan saat melihat putra Alexandrea bekerja dengan sambil menggerutu.


" Apakah bantuan sangat dekat nya ? " tanya Larissa lagi.


Aslan diam tak menjawab jari-jari nya justru asyik berselancar dengan terminator milik Ezio berbunyi nyaring tiada henti.


PIP!

__ADS_1


" Hai Aslan " ucap seseorang lagi disana.


" Paman Lotus. Kau berada cukup dekat dengan perbatasan utara, Kak zi.. Agh maksud ku Ezio Phillipo berada disana terminator nya berbunyi paman " ucap Aslan kesal.


" Baiklah. Paman mengerti " ucap Lotus dan segera memutuskan panggilan itu. Aslan dan lainnya saling menatap satu sama lain hingga


BRAKKK


" Mike! Mike dalam bahaya " pekik Evander dengan nafas tersengal seraya meneguk sebotol air mineral yang tersedia di sana.


" Dimana Mikael? " tanya Elmer lagi dengan tatapan serius.


" Dia.. Aghh sial seseorang mengecoh kita Elmer! " pekik Evander lagi marah


" Evan! Bicara yang benar " pekik Larissa kesal.


" Ayo mereka dalam bahaya " ucap Evander lagi " Aslan tetap disini dan pantau satelit milik mereka! Jangan biarkan nenek tau akan hal ini! " ucap Evander lagi dan Aslan mengangguk cepat.


Elmer, Larissa, dan juga Evander segera bergegas menuju tempat dimana Mike dan Mikael berada, rupanya si kembar berada di titik berbeda dan hal itu membuat Larissa menyusun siasat dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2