
Disisi lain disebuah ruangan luas tampak seorang lelaki bermanik hazel sedang duduk dengan menyilangkan salah satu kakinya bak seorang penguasa. Ezio ya lelaki itu sedang berada di sebuah markas sakral milik ayahnya Harvey.
Rupanya kabar Ezio yang menyerang kediaman lozak dimana Veroza adik tiri Harvey yang saat itu sedang berada di mansion putranya membuat dirinya harus berada di markas sakral yang enggan untuk dirinya datangi.
" Sikap apa yang kau tunjukkan itu Ezio! Menyerang saudara sendiri dengan begitu tega hingga membuat kekacauan dengan Veroza! kau sungguh tidak sopan! '' ucap seorang tetua berkumis lebat yang sedikit memutih. Ezio terdiam dan menatap sekumpulan manusia yang sedang menatapnya sangat tajam. Heh apa-apaan mereka ini bersikap berani pada seorang lelaki yang memimpin kedudukan tertinggi.
" Bisa kau coba ralat perkataan mu tetua Hero! " dingin Ezio menatap balas lelaki yang sudah berumur dengan lekat. Inilah yang tidak dirinya sukai dari mereka!
" Bagian mana yang harus ku ralat Ezio! bukankah perkataan ku fakta? " ucap tetua Hero Gamblang hingga tawa putra Harvey itu terdengar renyah seketika.
" Sadarlah diri kalian semua para tetua! ingat saat penobatan ku waktu itu? kalian ku resmikan lengser dari jabatan ini tanpa terkecuali! Aku seorang pemimpin yang asli harusnya kalian patuh pada perintahku! tapi..
" Tidak sudi! " sentak seseorang hingga Ezio tersenyum samar dibuatnya '' Tidak sudi aku patuh pada perintah mu itu! " ucap nya dengan berang.
" Oh rupanya kau tetua Lang! Lama sekali tidak berjumpa dengan mu! '' imbuh Ezio tenang dibawa tatapan mencemooh para tetua yang tampak terang-terangan menolak akan dirinya. Perduli? tidak sama sekali! Ezio tidak perduli dengan mereka yang merupakan lintah parasit.
" Sampah sialan! Aku tidak perduli siapa kau! Yang terpenting aku sangat menolak akan dirimu yang memiliki status anak..
DORRRR
BRUKKK
__ADS_1
" Lang!! " teriak semua orang lantang saat melihat dengan jelas dimana Ezio dengan ringan menembakkan pelurunya tepat di dahi salah satu tetua yang sangat dihormati. " Apa yang kau lakukan huh! kau benar-benar iblis Ezio! " teriak tetua Furqon pada Ezio hingga seringai cucu penguasa Eropa itu terbit seketika.
CEKLEK
Ezio terkekeh rendah saat beberapa senjata menodong tepat kearah tubuhnya. Mereka benar-benar menentang seorang Ezio Pillipo! Seorang lelaki yang tampak tenang namun menyimpan sisi lain yang kelam dan kejam.
" Jika begitu jangan ragu untuk melakukan nya! " sinis Ezio.
DORRRR
DODODODOR
para tetua itu nekat menembak kearah Ezio hingga lelaki itu mengelak dengan cepat dan gesit. Tubuhnya yang tegap bersembunyi di balik sebuah kursi berbahan baja anti peluru. Ezio mengepalkan kedua tangannya erat.
Active.
DODODODOR
AGHHH
" Hahahaha " tawa Ezio pecah saat melihat para tetua itu ambruk dengan peluru yang bersarang di tubuh mereka masing-masing. Veroza yang saat itu berada di sana dibuat tak bisa berkutik saat melihat kegilaan Ezio yang sangat nyata bahkan melakukan nya di mana makam para leluhur berada di sana. " Aku tidak pernah main-main bukan? jika ayah ku masih bisa memberikan kalian semua keringanan setiap kali kalian semua berbuat masalah tapi tidak dengan ku! Aku akan melenyapkan nya tanpa sisa! '' suara informasi berat itu terdengar bak alunan melodi kematian. Mereka bisa merasakan jika aura seorang Ezio Pillipo tidak main-main. Pantas saja Harvey memberikan kekuasaan penuhnya pada Ezio karena memang lelaki itu bisa dikatakan mampu menekan para tetua.
__ADS_1
" Kau...kau akan menyesal telah melakukan semua..
DORRRR
" Kau gila!! Aghh!! " teriak tetua lainnya saat melihat seorang tetua yang berada di posisi kelima di tembak mati oleh Ezio.
" Gila? Aku hanya mempercepat kematian nya saja '' ucap Ezio tenang dengan tatapan polosnya dimana manik hazel itu menatap tubuh yang sudah tak bernyawa karena ulahnya.
" Aghhh!! " teriak tetua lainnya berteriak menyerukan rasa berkabungnya atas kematian kedua tetua yang dibunuh langsung oleh pemimpin yang sama sekali mereka tak inginkan. Hingga suara decitan pintu terdengar di sana dengan sangat kasar.
" Hentikan Ezio! " teriak lantang seseorang hingga tatapan Ezio beralih pada sosok yang masih saja gagah diusia nya yang tak lagi muda. Semua orang terkejut saat melihat kedatangan Harvey berserta dengan asisten pribadinya. " Ada apa ini? Kau tau jika melakukan hal seperti ini didepan makam para leluhur adalah hal yang paling tidak boleh kau lakukan! Lalu kenapa kau melakukan nya? '' suara Harvey yang terkesan dingin sangat terdengar jelas. Ezio lelaki itu hanya tersenyum simpul dan melirik para makam leluhur ayahnya di sebelah kiri dengan tatapan mencibir.
" Lalu apa yang harus aku lakukan jika mereka secara terang-terangan ingin melenyapkan ku? Diam saja begitu maksud mu? Hahaha aku tidak bodoh ayah! Sebelum mereka melakukan nya lebih baik aku yang melakukan nya terlebih dahulu! Bukan kah kau sudah menyerahkan kedudukan ini padaku? Itu artinya aku bebas melakukan apa saja pada mereka ayah! termasuk melakukan nya ditempat yang menurut kalian paling suci. '' ucap Ezio lantang dengan '' ingatlah nama ku baik-baik ini seorang Ezio Pillipo akan menulis sejarah paling mengesankan sebagai seorang penguasa dimasa mendatang dan mulai hari ini aku akan menawan mereka ayah! '' ucap Ezio dengan seringai nya yang sangat mengerikan.
" Harvey!!! " teriak lantang para tetua saat mendengar ucapan Ezio yang terdengar tak main-main. Harvey diam saja melirik sadis para tetua itu.
" Sudah aku katakan jika kalian jangan mengusik putraku! Ezio tidak dalam didikan ku! Didikan yang dia pelajari sangat keras oleh king! itu sebabnya aku sudah memperingati kalian semua dan ini lah hasilnya maaf aku tak bisa membantu. '' ucap Harvey yang berlalu pergi dengan perasaan kalutnya. Harvey tidak menyangka jika putranya akan tumbuh menjadi sosok mengerikan yang bersembunyi di wajah tampan nya. Bukan nya Harvey tak mengetahui siapa putranya tapi melihat dengan mata kepala sendiri membuat Harvey kini mengerti dengan ucapan yang kala itu ia dengar dari kepemimpinan king.
Para tetua itu terperangah dan saling berteriak sebagai bentuk pemberontak kan namun Harvey tak mendengar dan justru berlalu pergi begitu saja kini Ezio yang melihatnya hanya bisa tertawa renyah.
" Sialan kau Ezio! kau benar-benar iblis!! '' kini Veroza yang ikut bersuara. Dirinya terjebak oleh keadaan dan kini ucapan Ezio terngiang jelas di telinganya. Tak lama beberapa lelaki berpakaian serupa masuk dan langsung menunduk hormat pada Ezio.
__ADS_1
" Bawa mereka semua dan kurung di penjara bawah tanah! dan satu lagi tolong kalian awetkan kedua mayat itu untuk menjadi pajangan di ruangan museum milikku! '' tegas Ezio tersenyum tipis melihat ketakutan di wajah para tetua itu. " Good bye '' lirih Ezio dengan tenang setelah itu dirinya berlalu pergi dengan cepat dari tempat yang membuat dadanya seketika pengap.
Entahlah Ezio merasa tak suka jika harus berada di tempat suci itu berlama-lama. Ezio hanya tidak nyaman dengan suasana yang berada di ruangan itu dimana potret para leluhur ayahnya terpampang jelas di sana.