
" Apa kalian tak tau jika aku sedang menerima tamu? " ucap Valera dingin memecah keheningan karena pandangan para cucunya dan para tamu saling berpandangan dengan lekat seolah sedang menyiratkan sesuatu. " Ada apa? Kenapa kalian menerobos masuk tanpa ijin! " ucap Valera lekat dengan sorot matanya yang tajam.
" Tidak nenek! Kami harus mengetahui nya " ucap Larissa membuka suara hingga tatapan Valera beralih pada sosok gadis menantang yang merupakan keturunan nya. Larissa berjalan diikuti oleh yang lainnya hingga Remigio diapit oleh Ezio dan Elmer.
" why? " ucap Valera seakan ingin di perjelas.
" Karena kami ditakdirkan untuk terlibat, bukan kah begitu? " ucap Florian dengan seringai nya yang jelas. Florian duduk begitu saja begitupun dengan yang lain, rupanya ruangan itu dilengkapi sebuah sofa melingkar yang luas nan lebar.
Valera memijat pelipis nya perlahan, percuma baginya ucapan Florian memang benar adanya. Para keturunan generasi ketiga ini benar-benar tak bisa di remehkan.
Bibi Lui menatap satu persatu cucu sang penguasa King, hatinya menghangat seketika saat melihat para cucunya saling bertemu dengan situasi yang baik.
" Sweatheart.." ucap Xavier tiba-tiba membuat semua orang menoleh kearah nya. Larissa yang merasa di panggil hanya bisa tertunduk dengan pipi merona.
" Siapa yang kau maksud? " tanya Remigio dingin.
" Larissa! Dia wanitaku! " ucap Xavier dengan tenang hingga valera menatap kearah Larissa yang hanya diam saja.
" Xavier " ucap Ex selaku saudara tertua nya.
" tak ku sangka jika mereka benar-benar terlibat hingga menjalani sebuah hubungan asmara " ucap Valera lagi membuat keheningan yang ada serasa mencekam.
__ADS_1
" Nyonya maafkan atas tindakan gegabah para cucu ku. Mungkin beberapa dari mereka pernah bertemu dalam situasi yang berbeda. " ucap Bibi Lui lagi dengan perasaan gugup melanda hatinya. Valera diam saja dan menatap Xavier lekat.
" Nenek..
" Larissa! Sejak kapan? " tanya Valera menatap cucu perempuan nya lekat.
" Nenek biarkan aku menjalani hubungan dengan nya " ucap Larissa tegak " Aku akan menanggung konsekuensi dimasa depan " ucap Larissa lagi namun Valera yang mendengar nya hanya diam saja seraya melirik para cucunya yang lain.
" Good girl! " ucap Valera tersenyum tipis menanggapi membuat Xavier dan Larissa saling melempar senyum satu sama lain. " Namun dengar! Kau siapa dia siapa Larissa! " ucap Valera dingin " Aku hanya ingin yang terbaik untuk cucuku " ucap Valera lagi.
" Aku bisa membuktikan nya nyonya jika aku pantas untuk bersanding dengan salah satu keturunan mu! " ucap Xavier lagi tanpa rasa canggung di hatinya.
" Baiklah, lalu bagaimana dengan mu serena sayang? " ucap Valera menatap putri Malvin yang sedari tadi terlihat sedang menatap seseorang.
" Mana lelaki yang berani membawa mu? Tunjukkan padaku? " ucap Remigio bersuara dengan nada pelan namun tersirat sebuah sindiran.
" Serena milik ku tuan Remigio, milik seorang Ex wang! " ucap tiba-tiba seorang lelaki berkata dengan nada tegas dan manik nya yang menajam. Remigio beralih pandangan dan menatap Ex lekat.
" Ex wang? Kau lelaki yang cukup berani " gumam Remigio.
" Nenek kakek hentikkan! Mari kita berbincang ke topik yang seharusnya. Maaf jika aku menyela " ucap Aslan berani dengan gaya duduk yang tenang.
__ADS_1
Semua orang terdiam dan membenarkan perkataan Aslan bahkan bibi Lui tersenyum penuh arti saat melihat sosok tuan muda king yang berperan sangat aktif itu.
Karisma tuan dan nona muda king memang tak bisa diremehkan namun manik Bibi Lui menyipit kala seseorang tak di lihat nya sedari tadi.
" Siapa yang kau cari nyonya Lui? " tanya Valera yang mengerti akan maksud dari tatapan tamunya.
" Maaf jika tak sopan hanya saja aku tak melihat cucu mu yang lain " ucap Bibi Lui membuat valera bingung.
" Siapa yang kau maksud nyonya? " ucap Elmer dengan aura nya yang pekat. Bibi Lui menatap kearah Elmer dengan pandangan yang sulit diartikan hingga senyum nya terpampang jelas.
" Kau akan menjadi lelaki penguasa suatu saat nanti tuan muda Elmer. Kau tampan sekali, tapi sayang kehidupan mu dimasa mendatang akan sangat sulit terlebih kau tak menerima takdir yang sudah digariskan untuk mu! " ucap Bibi Lui tajam hingga membuat Valera dan lainnya tercekat.
" omong kosong! " kekeh Elmer.
Tittttttt
Suara itu mengejutkan semua yang berada di sana. Aslan dengan cepat melihat tablet miliknya saat bunyi pertolongan terhubung pada jam tangan mewah milik nya.
" Aslan! " tekan Aria
" Dyora!! " ucap Aslan cepat hingga " Bunyi ini milik Dyora.. Kemana dia? " ucap Aslan lagi.
__ADS_1
" Dyora pergi dengan mommy dan daddy menuju England. Ada apa? " ucap Ezio penasaran dengan jantung berdetak tak karuan.
" Nenek! Sinyal milik bibi athena terdeteksi oleh satelit milikku! Mereka dalam bahaya! " pekik Aslan mengejutkan semua orang yang mendengar nya.