
semua orang yang mendengar keadaan Silla benar-benar dibuat terkejut, Athena setelah ia puas membuat Silla babak belur dirinya tetap berada di dalam kamarnya, Valera hanya memijat pelipisnya pelan ia sungguh tak menyangka jika putrinya akan bertindak demikian.
Saat ini Silla sudah ditangani oleh salah satu dokter yang berada dibawah naungan Remigio. Silla mengalami memar-memar yang cukup parah dan untung saja tidak ada tulang yang patah akibat pukulan itu, Remigio menatap wajah Silla yang tampak menyedihkan.
" Da..Daddy " lirih Silla dan Remigio duduk ditepi ranjang seraya menatap wajah Silla lekat-lekat " sa...sakit sekali dad. '' rintih Silla mengadu rasa sakit yang ia rasakan pada tubuhnya saat kini. " Athena... Dia..sungguh tak berperasaan. '' ucap Silla lagi.
" sebenarnya apa yang terjadi Silla ? '' ucap Remigio bertanya pada Silla mengenai kejadian sesungguhnya.
Silla tertegun kala mendapatkan pertanyaan dari Remigio. Dirinya mengingat bagaimana Silla datang dan memancing percikan api amarah dalam diri Athena.
Silla menjadi gugup seketika dan Remigio tau akan hal itu, inilah yang ditakutkan dirinya jika tidak diberi tindakan maka keduanya akan semakin menggila.
'' Silla inilah yang Daddy takutkan jika kau bertemu dengan Athena. Putriku itu tidak akan melakukan hal gila tanpa alasan. Jangan bohongi aku Silla sebenarnya apa mau mu ? Kau datang kemari tanpa sepengetahuan Kenov '' ucap Remigio sedikit tegas dan Silla seketika terkejut bukan main. '' Kau wanita yang sudah dewasa Silla. Daddy harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik '' terang Remigio lagi dengan berwajah serius menatap Silla dengan lekat.
" Apa maksud mu dad. ? '' ucap Silla tak mengerti dan hal itu membuat dirinya bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Remigio.
" Kau sudah kami anggap sebagai keluarga harusnya kau paham apa yang aku katakan Silla. '' tegas Remigio lagi hingga Silla terdiam seketika. Remigio segera pergi meninggalkan Silla yang termenung dengan sendirinya.
Green Hotel.
Gabriel bersama dengan empat anak buahnya sudah menunggu kedatangan seseorang, bahkan dirinya memesan ruang VVIP agar pembicaraannya tak ada yang mendengar.
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan seorang lelaki dengan dua anak buahnya yang usianya setara dengan George dan Malvin. Gabriel menyipitkan matanya seketika.
Kini lelaki itu duduk berhadap-hadapan dengan Gabriel. Michael !! Ya lelaki itu adalah Michael orang yang sudah membuat keributan di lahan yang kini menjadi perbincangan.
'' Langsung saja aku tak suka basa-basi '' ucap Gabriel dengan datar dan Michael hanya terkekeh melihat sikap Gabriel yang dingin itu '' Aku tidak perlu menjelaskan mengapa aku ingin bertemu dengan mu tuan Michael. Apa maksud mu dengan membuat keributan di tanah yang sudah aku beli '' Gabriel berucap dingin menatap mata elang Michael dengan tajam.
Michael terkekeh dan tersenyum tipis menanggapi, satu kakinya ia tumpukan memperlihatkan aura jika ia juga seorang penguasa. Sudut bibir Gabriel berkedut saat melihat nya.
" Aku menginginkan nya untuk ku jadikan lahan bisnis milik ku, lagipula aku akan membayarnya dua kali lipat dari yang kau keluarkan tuan Gabriel Harson '' ucap Michael dengan penuh penakanan.
Gabriel tertawa renyah saat mendengar pengakuan langsung dari bibir Michael dirinya suka sebuah kejujuran itu lebih baik, Gabriel menatap Michael dengan mata yang memicing memikirkan sesuatu.
'' sungguh menarik tuan Michael. Kau sungguh tak tau malu merebutnya dari ku '' smirk Gabriel dengan nada tajam.
__ADS_1
'' itulah gunanya kekuasaan tuan muda Gabriel. '' tandas Michael hingga Gabriel marah bukan main. " bukankah kau belum selesai membangun gedung yang kau inginkan bukan ? ada baiknya kau hentikan saat ini juga sebelum kau rugi lebih besar lagi '' sinis Michael dan Gabriel hanya diam saja tapi api kemarahan mulai menguasai hati serta dirinya.
'' hmm baiklah jika itu maunya tuan Michael jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu terhadap mu '' ucap Gabriel lagi.
BRAKKKKKK
Michael merasa dirinya mulai diberi ancaman karena perkataan Gabriel seperti sebuah peringatan, keempat anak buah Gabriel dengan sigap mulai melindungi tuan mudanya jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.
'' Anak kecil seperti dirimu berani sekali mengancam ku!! '' pekik Michael marah dengan mata melotot menatap Gabriel yang hanya duduk dengan tenang seperti tak terjadi apa-apa. " Jangan sombong kau!! '' sentak Michael lagi.
" Seperti nya kau harus ralat kata-kata mu itu tuan Michael, disinilah kau yang sombong bukankah itulah gunanya kekuasaan ! seperti yang kau ucapkan itu '' tandas Gabriel dengan tenang
" Kau tak akan pernah mendapatkan lahan itu Gabriel !! Aku tak akan membiarkan kau mendapatkannya '' ucap Michael marah dan Gabriel tersenyum sinis sebelum ia mengeluarkan rasa amarahnya. '' Bahkan kau anak dari Vyan aku tak akan pernah takut '' ucapnya lagi.
DORR !!
" tuan !! '' pekik anak buah Michael terkejut saat melihat tuan nya ditembak begitu saja tepat didepan matanya. Gabriel menyeringai dalam diam ia sangat suka melihat darah dari lawan nya.
'' lancang kau !! '' ucap salah satu anak buah Michael dengan marah, Gabriel hanya tersenyum dan duduk dengan tenang.
kedua anak buah Michael menodongkan senjatanya kearah tubuh Gabriel dan hal itu memicu para anak buah Gabriel untuk melakukan hal yang sama.
'' Turunkan senjata kalian '' peringatan dari salah satu anak buah Gabriel dengan tegas.
Michael merintih kesakitan saat kaki nya ditembak tanpa belas kasih oleh Gabriel yang usianya jauh lebih muda. Gabriel melihat tatapan permusuhan dari sang lawan.
'' Aku akan mengingatnya Gabriel!! '' ucap Michael dengan tegas.
'' dan aku akan senang hati untuk membuat dirimu mengingat akan diriku tuan Michael '' datar Gabriel lagi.
DORR !!
AGHHH
Michael menembak cepat peluru miliknya kearah Gabriel dan tepat mengenai dadanya, Gabriel mengerang kesakitan dan Michael tersenyum senang.
__ADS_1
'' tuan muda '' panik salah satu dari mereka dan Gabriel hanya merintih seraya memegang dadanya yang terasa kebas.
Michael dipapah oleh anak buahnya untuk keluar dari ruangan itu dan hal itu membuat Gabriel marah sekaligus geram. Keempat anak buah miliknya menghela nafas lega karena Gabriel memasang jas anti peluru sehingga peluru itu tak bersarang di dadanya.
" Sialan!! Awas saja kau Michael !! Aku akan datang lain waktu dan menjadi mimpi buruk mu '' gumam Gabriel lagi ia tak akan membalas Michael di tempat seperti ini ada banyak warga sipil disekitarnya dan Gabriel membiarkan Michael untuk melarikan diri.
" Tuan muda anda tak apa-apa '' tanya salah satu dari mereka dan Gabriel hanya menggeleng saja kemudian mereka segera pergi dari tempat itu tak lupa Gabriel menyuruh anak buah nya untuk mencari identitas lebih dari seorang Michael Lien.
*****
Athena memeluk tubuh George dengan erat dan lelaki bermanik biru itu membelai lembut pucuk kepala serta punggung gadisnya. George sudah mengetahui perihal apa yang terjadi antara Athena dan juga Silla.
'' Kau tak apa ? '' tanya George seraya meneliti tubuh Athena dari atas hingga bawah dan Athena hanya menggeleng tegas. '' syukurlah '' ucap George lagi.
" Aku menginginkannya pergi dari sini kak '' ucap Athena dan George tersenyum lalu mengecup dahi Athena dengan lembut serta membawanya masuk kedalam dekapan. '' hmm aku jadi penasaran bagaimana kondisinya setelah ia babak belur '' seringai Athena muncul seketika lalu dengan cepat pergi dari kamarnya dan menuju kamar yang ditempati oleh Silla. George memutuskan untuk mengikuti Athena.
Kebetulan Kenov berada disana, Athena langsung membuka pintu kamar Silla hingga penghuninya terkejut akan kedatangan Athena. Silla tentu saja ketakutan bukan main.
Apa dia takut ? hmm gangguan mental atau trauma setelah apa yang aku lakukan. Batin Athena.
" pergi !! " sentak Silla saat melihat kedatangan Athena saat itu, Athena tak mengidahkan dan justru berjalan semakin mendekat sedangkan Kenov bersiap-siap untuk melerai kemungkinan yang terjadi. " pergi !! sialan " teriak Silla lagi hingga melemparkan bantal nya ke arah Athena dan dengan mudah Athena menepisnya.
" wow.. rupanya kau masih kuat untuk menyerang ku ? " ucap Athena tengil " ini belum seberapa dan hanya permulaan saja Silla. Aku akan bertindak lebih dari ini jika kau berani bermain-main dengan ku. Bukan hanya pukulan saja tapi akan ku pastikan kau ku kirim kedalam neraka " ucap Athena hingga Silla tertegun dengan tubuh yang menegang sempurna.
George dan Kenov diam saja melihat hal itu, sedangkan Silla matanya memancarkan kebencian tapi tubuhnya gemetar dan hal itu membuat Kenov mengetahuinya dengan mudah.
" Aku akan membalas mu " ucap Silla dengan gugup.
" Dan bisa aku pastikan kau akan mati terlebih dahulu " seringai Athena dengan wajah datar tanpa ekspresi. Wajah itu benar-benar mirip dengan sang ayah saat berbicara dengan musuhnya
Aku akan memancing amarah mu Silla agar kau bisa berbuat nekat terhadapku dan setelah itu aku tak akan ragu untuk membunuhmu. Batin Athena.
" Paman Kenov " ucap Athena dan Kenov tersenyum manis menatap gadis cantik yang memanggilnya itu " Aku ingin dia pergi dari Gold mansion. " ucap Athena dan Kenov hanya diam tapi Silla menggeleng tegas " Kenapa ? kau keberatan bukan. Ingat kau bukan siapa-siapa Silla " tekan Athena lagi lalu tersenyum manis dan setelah mengatakan hal itu Athena berlalu pergi dari ruangan yang Silla tempati bersama dengan George dan juga Kenov yang beranjak dan ikut keluar dari sana.
Silla benar-benar benci pada sosok Athena, tapi tubuh nya benar-benar gemetaran, maniknya memerah dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
Aku akan membalas mu Athena. Batin Silla