
BUGHHHH
BUGHHHH
BUGHHHH
Valera memukul keras tiga orang anak buahnya, bukan tanpa sebab dirinya melakukan hal demikian karena ia tak suka yang namanya penghianatan.
" Katakan sekali lagi dengan lantang!! Kenapa kalian menghianatiku !! " pekik Valera dengan manik berkilat marah. Kini dirinya berada disebuah ruang pengintrogasian bersama dengan Zizi dan juga Dave.
Ketiga lelaki itu bergetar dengan tubuh yang penuh luka lebam karena sebuah hantaman yang begitu kuat. Lidahnya kelu seakan tak bisa untuk berbicara. Valera menjadi geram karena ketiga orang itu bungkam.
DORRR
AGHHH
" Jawab aku!! " teriak Valera lantang.
" Maafkan.. maafkan kami Lady. Ka-kami terpaksa melakukannya '' ucap salah atau dari mereka.
'' bicara yang jelas. '' pinta Valera dingin.
" seseorang menahan anak dan istriku. Aku sudah menolak nya namun mereka melecehkan istriku. " ucap seorang lelaki yang sudah diberi timah panas dibagian kaki kanan nya. Valera tetap diam dan tak berekspresi apapun saat ini maniknya tajam mengunci ketiga anak buahnya.
'' Bahkan perbuatan kalian membuat ibu ku tewas ! " ucap Valera dengan seringai tipis diwajahnya. Ketiga lelaki itu mendadak ketakutan saat melihat seringai licik di wajah sang Lady yang sudah lama tak terlihat. Tak ada raut sedih di wajah itu. '' Kalian tau dengan diriku, aku tak menyukai seorang penghianat! " ucap Valera lagi yang berjalan pelan bak Dewi kematian.
Zizi dan Dave saling pandang satu sama lain, jantungnya seakan berdetak cepat saat ini. Apa mereka akan melihat sosok sang lady yang kejam seperti dulu ? bahkan Dave terlihat mengusap wajahnya perlahan berbeda dengan Zizi yang tampak gugup dengan meminum cola ditangannya.
KRAKKK
AGHHH
teriakan pertama begitu menggema di ruangan itu. Zizi dan Dave sama-sama memejamkan kedua mata mereka rapat. Valera tertawa dibuatnya namun tawa menakutkan itu kian terdengar bak sebuah melodi kematian.
" Am..ampun " lirih seorang lelaki bertubuh tinggi, keringat sudah membanjiri wajah dan tubuhnya. " beri kami kesempatan '' pinta lelaki itu namun valera terkekeh sinis dibuatnya.
" Tidak ada kesempatan untuk seorang penghianat seperti kalian ! " tegas valera yang mulai memainkan belati hitam miliknnya itu, mendadak wajah ketiga orang itu berubah sangat pucat bibir mereka bergetar begitupun dengan tubuh mereka.
__ADS_1
SRETTTT
AGHHH
" oh.. Aku sangat suka!!, katakan siapa orang nya !! " tekan Valera seraya mendekatkan wajah nya kewajah korban nya tanpa melepaskan belati tajam itu di dada nya yang terluka.
" A..aku tidak tau " jawab nya dengan nafas tersengal namun jawaban itu tak memuaskan seorang valera.
SRETTTT
BRUKKK
" ohh '' kejut Zizi tak menyangka karena Valera menyayat leher lelaki bertubuh tinggi hingga darah memuncrat membasahi wajah sang lady. Zizi mendadak mual saat melihat leher korban kebrutalan belati kesayangan sang lady yang terus mengeluarkan darah begitu deras.
" Amerika!! Lelaki itu mengatakan dia berasal dari Amerika. " pekik seseorang yang sudah ketakutan bahkan tubuhnya sedikit demi sedikit beringsut mundur.
Valera terlihat memicing seolah perkataan itu tak penting untuknya. Amerika ? entah harus percaya atau tidak Valera seakan tak perduli dengan setiap permohonan yang terlontar dari bibir anak buahnya.
DORRR
DORRR
Bukan hanya Zizi dan Dave yang mencium aroma-aroma pertempuran bahkan seluruh jajaran king merasa mereka akan menghadapi badai besar dalam waktu yang dekat.
'' bereskan mereka semua dan kirim kepada Hugo sebagai santapan para buaya '' tegas Valera dan Dave mengangguk tegas. " Jangan lupa cari keluarga mereka dan bebaskan. Lalu beri tunjangan kehidupan untuk para keluarganya. '' ucap Valera lagi setelah itu dirinya berlalu pergi.
Mansion Dave dan Gloria.
Sore itu mansion terlihat cukup sepi karena para penghuninya sedang melakukan tugas nya Masing-masing, hanya ada Gloria yang sedang bersantai di kediaman mewahnya.
Gloria asyik berbaring disebuah Hammock dengan alas seraya meminum juice orange ditangannya. Namun tiba-tiba sebuah moncong senjata tepat menempel di pelipisnya.
" Jangan berteriak atau pun melawan. Ikuti semua perintahku maka nyawamu akan aman! '' bisik seseorang tepat ditelinga Gloria hingga membuat wanita berambut pirang itu merinding seketika. Gloria membeku tak bisa bergerak apapun karena saat ini dirinya sedang terjebak. Lelaki itu terus menekan moncong senjata hingga Gloria merasa kesakitan dibuatnya.
Dimana para pengawal ? apa yang terjadi dengan mereka. Batin Gloria.
Mau tak mau Gloria mengangguk samar dan mulai mengikuti orang itu menuju halaman belakang rumahnya yang luas dimana terdapat sebuah pantai diujung sana. Gloria dipaksa berjalan cepat oleh orang itu hingga dirinya menyadari jika pengawal yang bertugas di mansion nya tak sadarkan diri seperti dibius.
__ADS_1
" siapa kau ? " tajam Gloria saat manik dirinya bersitatap dengan lelaki asing itu.
BRUKKK
" kau gila!! " pekik Gloria lantang saat tubuhnya didorong keras hingga terjerembab di hamparan pasir pantai yang luas. Lelaki itu menyeringai dingin menatap Gloria yang marah. Namun tak lama suara deru baling-baling helikopter terdengar hingga Gloria dan lelaki itu menundukkan pandangannya karena angin kencang yang disebabkan oleh burung besi itu. " Kau ingin membawa ku.? " tanya Gloria dengan mata yang melotot lebar.
DUAKKK
AGHHH
Gloria tanpa basa basi menendang benda keramat lelaki itu dengan keras hingga korbannya mengerang dengan mata terpejam. Melihat kesempatan untuk melarikan diri Gloria dengan cepat mengambil paksa senjata api milik si lelaki dengan kasar.
BUGHHHH
" ini balasan mu!! " ucap Gloria senang setelah memberikan sebuah pukulan keras di wajah si lelaki itu hingga teriakan kesakitan mulai terdengar kembali.
Lelaki itu mengumpat kasar dan menatap Gloria yang berlari cepat dari jangkauanya. Belum juga rasa sakit dibagian benda keramat nya kini ia pun harus merasakan pukulan keras diwajah nya hingga sudut bibirnya pecah berdarah.
DORRR
AGHHH
" Bawa wanita sialan itu !! " pekik nya marah kepada anak buahnya yang baru saja turun dari helikopter.
Gloria ambruk dan merintih kala sebuah peluru bersarang di paha kirinya. Gloria mengigit bibirnya keras karena merasakan rasa sakit yang luar biasa. Lari ? dirinya tak mampu untuk berlari namun keadaan yang membuat Gloria tak bisa berlari.
" lepas kan aku!! brengsek!! " teriak Gloria saat kedua tangannya ditarik paksa oleh dua orang lelaki berkepala plontos. Gloria berontak dan memaki tak karuan bahkan dirinya diseret paksa hingga Gloria memekik kesakitan.
PLAKKK
PLAKKK
" Dasar wanita sialan!! rupanya kau tak takut untuk mati heh!! " dingin lelaki itu hingga urat-urat diwajah dan lehernya tercetak jelas. " Cepat tinggalkan tempat ini! " ucap lelaki itu kepada dua anak buahnya.
Gloria lagi-lagi diseret hingga kini dirinya sudah berada di kendaraan yang akan membawanya terbang entah kemana. Rasa sakit kian menjadi karena Gloria terlalu banyak bergerak tak karuan.
Sesaat Gloria memandang kearah luar dimana ia melihat jika keadaan mansion nya terlihat baik-baik saja walaupun para pengawal nya banyak yang tak sadarkan diri, namun Gloria tak sebodoh itu dirinya memegang kearah lehernya yang terdapat sebuah kalung berlian dimana terdapat sebuah microchip yang dibuat oleh Dave untuk dirinya. Gloria dengan cepat menekan nya dengan kuat hingga lambat laun dirinya pun ikut tak sadarkan diri.
__ADS_1