
Gabriel, Kenneth dan juga Samuel terpaku ditempatnya saat sebuah senjata mengarah tepat kearah mereka, beberapa orang mulai muncul dengan seringai nya, beberapa para anak buah king melakukan hal yang sama yaitu mengacungkan senjata mereka kepada para orang-orang yang mengancam keselamatan tuan mudanya.
" letakkan senjata kalian, atau kami tembak ketiga pemuda itu secara bersamaan !! " ancam salah satunya.
keadaan di club' malam itu tampak riuh bahkan beberapa wanita disana berlarian untuk menyelamatkan dirinya masing-masing begitupun dengan para pengunjung yang ada.
" Jangan main-main !! " ucap salah satu anak buah king dengan sorot mata yang tajam.
" letakkan paman " ucap Kenneth bersuara, tapi beberapa orang king tampak enggan untuk mematuhi perintah tuan mudanya, " letakkan saja '' tegas Kenneth dan pada akhirnya mereka semua melepaskan senjatanya masing-masing. Tawa senang begitu menggema disana Kenneth melirik Gabriel dan Samuel dengan sebuah kode, dan mereka mengangguk paham.
rupanya club' tersebut telah diblokir oleh seseorang sehingga mereka bebas masuk kedalam dibawah naungan milik king tersebut.
" good boy " celetuk salah satu dari mereka. " baiklah anak muda sebaiknya kau ikut dengan kami sekarang juga, agar tak ada korban yang berjatuhan disini, termasuk kedua teman mu itu " ucap nya menunjuk Kenneth dengan seringainya yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Kenneth masih diam tak menanggapi perkataan orang tersebut, matanya sibuk mengamati keadaan sekitar ternyata mereka terkepung dengan beberapa orang asing didalamnya.
sial, stefy !! aku yakin mereka semua orang-orang stefy, karena akhir-akhir ini cuma wanita itu yang berusaha mengusik ku. Batin Kenneth.
DODODODOR !!
gerakan Samuel sontak membuat Kenneth dan Gabriel terkejut bukan main, beberapa orang asing ambruk karena peluru milik Samuel dan pada saat bersamaan mereka pun diserang oleh pihak lawan.
DODODODOR !!
PRANGGG
Kenneth dan Gabriel serta beberapa pengawal king berlarian untuk mengindari peluru-peluru sialan itu, Samuel bersembunyi dibalik sofa yang tinggi dengan terduduk dan nafas yang mulai tersengal.
" sialan !! dasar para pemuda keparat !! " teriak salah satu dari mereka dengan marah " lumpuhkan mereka !! " ucapnya lagi dengan tangan yang terkepal.
DODODODOR !!
AGHHH
DODODODOR !!
anak buah king bertindak dengan cepat, ternyata tempat itu benar-benar terkepung sempurna, beberapa orang muncul setelah para kawanan nya gugur.
" sial.. " umpat Gabriel lagi maksud hati ingin bersenang-senang justru ini yang ia dapat.
BUGHHHHHH
Gabriel terkena tendangan dibagian punggung miliknya, hingga ia tersungkur begitu saja kedepan.
__ADS_1
DORR !!
AGHHH
Kenneth datang dan langsung menembak mati orang yang melukai sepupunya itu, Gabriel bangkit dengan wajah kesalnya.
" lakukan apa pun yang kau mau Gabriel. Jangan sungkan " ucap Kenneth dan Gabriel tersebut penuh arti.
DODODODOR !!
lagi-lagi peluru-peluru itu hendak melukai Kenneth dan juga Gabriel tapi karena insting mereka yang kuat, keduanya dapat menghindar dengan cepat.
" bedebah !! " pekik seseorang yang ternyata Samuel sedang beradu kekuatan dengan lelaki dewasa, Samuel beringas dalam menghajar lawannya.
para anak buah king sibuk melumpuhkan beberapa orang yang berdatangan dari arah luar, mau tak mau mereka bertugas diluar gedung.
" mari kita bermain paman !! " smirk Kenneth yang memainkan senjata tajam miliknya dengan lihai, sebuah belati bergagang merah menyala terlihat siap menyayat para korbannya.
SRAKKKK
AGHHH
" sialan.. kau " rintih seseorang karena Kenneth menyayat pinggul lelaki itu hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak. Dari luar gedung terdengar cukup riuh karena para anak buah king sibuk menghalau musuh yang ada.
mereka layaknya sekumpulan psikopat muda yang mengerikan, Samuel menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya secara perlahan. Gabriel sibuk memainkan senjata miliknya dan Kenneth terlihat menatap datar kepada para mangsanya.
" katakan kematian apa yang ingin kalian rasakan, aku akan mengabulkan nya untuk kalian semua " ucap Kenneth tengil.
" jangan berlagak anak muda, kalian hanya sekumpulan anak-anak manja yang berlindung di balik badan orang tua kalian. Jangan banyak tingkah " pekik seseorang dengan lantang hingga Gabriel menatap tajam pada lelaki itu.
" itu bagian ku " ucap Gabriel tegas dan Kenneth mempersilahkan Gabriel untuk mengambil bagiannya.
" dan kau milikku !! " tegas Kenneth menatap lelaki pertama yang sudah berani mengacungkan senjata pada dirinya.
KRAKKKK
suara itu sungguh membuat tulang-tulang persendian terasa ngilu, Samuel menjerat mangsanya dengan sebuah ikat panggang miliknya, lalu mematahkan tangannya dengan begitu mudah dan kuat, hingga lelaki itu merintih kesakitan dengan mata terbelalak lebar.
AGHHH
lagi-lagi suara rintihan terdengar begitu memilukan dimana Kenneth dan juga Gabriel melakukan tindakan kejamnya secara bersamaan, kini mereka lebih suka bermain dengan sebuah senjata tajam daripada sebuah senjata api yang tidak memacu adrenalin sama sekali, sekali tembak langsung mati.
" ahhh sialan, jangan bertindak lebih dari ini, gadung ini sudah dipasang beberapa bom " seringai lelaki yang telah ditendang Gabriel hingga ia merasakan sesak pada area dadanya. Gabriel tak perduli untuk saat ini ia hanya ingin bermain, Kenneth asik beradu kekuatan dengan seorang lelaki dewasa bertubuh tegap begitupun dengan Samuel.
__ADS_1
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
dua kali tendangan dilayangkan Kenneth menuju titik kehidupan lelaki yang menjadi lawannya. Kenneth menyeringai kala lawannya ambruk dengan darah yang keluar dari mulutnya itu.
SRETTTT
Gabriel tak ingin membuang-buang waktu, pemicu waktu pada kendali bom yang berada di tangan lelaki itu telah diaktifkan, Gabriel ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat.
" selesaikan dengan cepat, gedung ini terpasang bom " teriak Gabriel hingga membuat Kenneth maupun Samuel terbelalak dengan mata yang melebar sempurna.
'' keparat " umpat Samuel dan
SRETTTT
darah mengalir keluar dari leher lawannya karena Samuel menyayat leher lelaki itu tanpa ragu, tubuh itu menggelepar tak karuan dengan darah yang mengucur sangat deras.
" itulah akibatnya jika kalian berani mengusik " seringai Samuel dengan tengil.
DORR !!
satu buah tembakan menggores lengan kiri milik Samuel, seketika tatapannya menajam sempurna senyum devil yang terlihat menawan terbit di sudut bibir Samuel.
" selesaikan semuanya " tegas Kenneth saat melihat pemicu waktu yang mulai dihitung mundur dari angka sepuluh.
Samuel mengangguk pasti, ketiga tuan muda itu bergerak lincah untuk melumpuhkan para lawan-lawannya. Sisi kejam mereka sudah terlihat diusia yang masih sangat muda, bahkan mereka tak segan mengeksekusi lawannya dengan sangat bengis.
" Tuan muda ayo kita harus segera keluar sekarang juga, Tak ada waktu lagi " teriak salah atau pengawal hingga Kenneth dan lainnya mau tak mau harus segera mengakhiri permainan itu dengan cepat.
para pengawal yang berada di luar tampak cemas karena ketiga pemuda itu belum juga keluar, pemicu waktu yang berasal dari sebuah bom telah terhitung mundur dengan cepat dan di mulai dari angka lima.
jantung semua orang berdebar tak karuan, saat mendengar suara jeritan kesakitan didalam sana dan berakhir suara selongsong senjata yang terdengar begitu menggema. Kenneth dan lainnya segera berlari menuju pintu keluar dengan cepat nafas ketiganya terlihat tersengal dengan tangan dan kemeja yang berlumuran darah bahkan Samuel terlihat acak-acakan.
DUARRRR
DUARRRR
sontak suara itu membuat orang-orang menghindar dengan cepat dari ledakan yang berakibat fatal di gedung tersebut.
" untung tepat waktu " lirih Gabriel terduduk di aspal jalanan untuk mengatur nafasnya yang mulai tersengal tak menentu. Keringat terlihat jelas dari putra vyan tersebut.
para pengawal segera menuju kearah tuan mudanya, mereka ingin memastikan jika para tuan mudanya baik-baik saja.
__ADS_1
api membungbung tinggi keatas dengan kepulan asap yang sangat tebal, reruntuhan bangunan itu sontak membuat perhatian masyarakat sekitar, bahkan kini banyak pengguna jalan yang terhenti hanya untuk melihat kejadian tersebut.