
dua orang gadis sedang bercengkrama dan tertawa membicarakan hal yang tak begitu penting, Athena dan Elisya asyik memakan kentang goreng di hadapannya, kedua gadis itu sedang berada di salah atau mall terdekat untuk menghabiskan waktu bersama.
" Kak apa Kenneth tak akan kemari ? " tanya Elisya dan Athena mengedikkan bahunya tak tau, padahal ia sudah mengirim lokasi nya saat ini tapi Kenneth sang adik belum memberikan balasan.
" aku tak tau Elisya. Mungkin ia ada urusan " ucap Athena dan Elisya mengangguk kecil. Tak lama seorang pria muda duduk diantara mereka Athena menatap acuh sedangkan Elisya tersenyum senang.
Kenneth datang bersama dengan Gabriel kedua lelaki muda itu duduk dan bergabung dengan Athena dan juga Elisya. Kenneth menatap Elisya dengan tersenyum.
" Ken, aku kira kau tak akan datang " keluh Elisya dan Kenneth hanya terkekeh lalu mencomot kentang goreng yang entah milik siapa itu, " Gabriel lama tak bertemu '' ucap Elisya ramah dan Gabriel hanya tersenyum tipis.
" wow kau tumbuh menjadi gadis cantik Elisya " goda Gabriel dan Elisya tersenyum geli melihat tingkah Gabriel kali ini,
" kapan kau tiba di Paris ? " ucap Kenneth.
" beberapa hari yang lalu " ucap Elisya dan Kenneth mengangguk saja sedangkan Athena sibuk memainkan ponsel dan berbalas pesan dengan George.
manik tajam Gabriel menatap penuh curiga pada sosok lelaki yang tak jauh berada di dekat mereka, Gabriel merasa ada yang sedang mengikuti nya tapi siapa kali ini yang akan menjadi sasaran ? Kenneth melihat Gabriel menatap kearah lain membuat dirinya pun ikut menatap kearah yang sama.
Kenneth menatap acuh pada lelaki bertopi yang sedang menundukkan kepalanya itu, Elisya asyik berceloteh tak jelas membuat Athena mau tak mau harus mendengarkan kaluhan gadis di sampingnya ini.
" huhh andai saja aku bisa tinggal di sini " ucap Elisya lagi dengan wajah yang sedih.
" kenapa ? " tanya Kenneth.
" Daddy dan mommy pasti tak mengijinkan nya " keluh Elisya lagi. " sebentar lagi aku akan masuk ke universitas, rasanya aku ingin masuk universitas yang sama dengan kak Athena " ucap Elisya lagi.
" wow, rencananya kami pun akan masuk ke universitas itu " celetuk Gabriel hingga Elisya menyipitkan matanya lalu menatap kearah Kenneth dan Kenneth hanya mengangguk kecil.
" benarkah ? wahh aku akan merengek pada mommy untuk tinggal bersama dengan kak Malvin " ucap Elisya dengan antusias dan Athena hanya menggeleng pelan.
DODODODOR !!
suara itu membuat para pengunjung disana berteriak kaget dan begitupun dengan Elisya dan Athena tapi tidak dengan Kenneth dan Gabriel, Elisya panik saat mendengar suara selongsong senjata yang terdengar sangat dekat.
DODODORDODODOR !!
__ADS_1
PRANGGG
lampu hias yang menguntungkan indah itu hancur dan berserakan di lantai, untung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, Athena segera menarik Elisya untuk keluar begitu pun dengan Kenneth dan Gabriel, semua pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
" mau kemana nona " ucap seorang lelaki tiba-tiba menghadang langkah Athena dan juga Elisya. Kenneth yang melihat seseorang dihadapan kakaknya langsung bertindak cepat.
" menyingkir dari hadapan kakak ku " dingin Kenneth dan lelaki itu hanya tertawa ringan.
GREPPP
lelaki itu mencengkram erat tangan Elisya hingga membuat Elisya mengerang kesakitan, Athena terkejut bukan main saat melihat itu semua.
BUGHHHHHH
satu pukulan mendarat di wajah lelaki itu dan sang pelaku yang tak lain adalah Kenneth langsung menarik tangan kakak nya dan juga Elisya agar segera pergi dari tempat ini, Gabriel yang melihat itu dengan cepat menuju ke mobil bersama dengan yang lainya.
Elisya panik saat beberapa lelaki mencoba untuk mengejarnya, Athena duduk dengan wajah santainya sedangkan Kenneth hanya menatap Kakak nya acuh.
BRAKKKKKK
BRAKKKKKK
" kak lakukan sesuatu " ucap Elisya sedikit panik karena mobil milik Gabriel ditabrak dari arah belakang.
" kemudikan mobilnya dengan cepat Gabriel " perintah Athena dan Gabriel hanya diam saja dan tak lama mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi membuat Elisya panik seketika. Athena melihat kearah belakang mobil itu terus mengejar dengan kecepatan tinggi.
Gabriel yang pada saat itu sedang fokus pada kemudinya tapi tiba-tiba sebuah truk melintas di hadapannya membuat lelaki muda itu membanting setir kemudinya kearah kiri dan menghantam pembatasan jalan hingga hancur dan penyok.
BRAKKKKKK.
Kenneth dan Gabriel terbentur ke depan begitu saja, sedangkan Athena dan Elisya mengalami hal yang sama, yaitu membentur kedua sisi kaca hingga pecah berserakan, darah mulai mengalir dari tubuh keempat anak muda itu.
para pengguna jalan berbondong-bondong untuk melihat kondisi mobil itu dan alangkah terkejutnya saat mereka melihat ada empat orang anak muda yang tak sadarkan diri dengan kondisi darah di sekujur tubuhnya masing-masing.
orang yang mengikuti mobil Gabriel sesaat termenung dan berhenti begitu saja, tak lama suara sirene mobil polisi terdengar riuh di jalan itu, dua mobil ambulan datang secara bersamaan dengan mobil polisi.
__ADS_1
" cepat evakuasi mereka ! " pekik salah satu polisi kepada para anggotanya, mobil Gabriel benar-benar hancur total, Kenneth dan Gabriel segara di evakuasi dari dalam mobil dan kondisi Athena dan juga Elisya mereka berdua terjepit dan membuat kesulitan orang-orang yang mengevakuasinya.
******
PRANGGG
tiba-tiba sebuah photo jatuh begitu saja di meja kerja Valera, wanita beranak dua itu seketika merasakan sesuatu hal yang terjadi pada kedua anak nya.
" Athena, Kenneth " lirih Valera sembari memegang dadanya yang berdebat kencang tak karuan. " Ada apa ini " ucap Valera lagi, Tak lama ponsel milik Valera berdering hingga membuat si mpunya terkejut bukan main.
Valera bingung saat yang menghubunginya ternyata pihak berwajib karena memakai kode negaranya. Sesaat Valera enggan untuk menjawabnya tapi ia pun penasaran dan akhirnya menjawab panggilan tersebut.
suara seorang lelaki menyapa Valera dengan ramah dan Valera balik menyapanya tak kalah ramah, jantung Valera terkejut bukan main karena ia mendapat kabar jika kedua anak nya terlibat sebuah kecelakaan dengan dua orang anak muda yang menjadi korban lainnya.
valera termenung dan terpaku ia tak mampu mencerna setiap ucapan yang diberikan oleh pihak kepolisian, tanpa berbicara apapun Valera langsung mematikan sambungan tersebut dan berlari menuju rumah sakit yang baru saja disebutkan.
Valera segera memberi tahukan masalah ini kepada Remigio tapi tidak ada jawaban sama sekali, membuat Valera menggerutu pelan dengan kecemasan yang ia rasakan saat ini.
mobil Valera melaju kencang di jalanan hingga Valera tak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, sebuah mobil polisi mengejar Valera karena telah melanggar peraturan lalu lintas.
" sial mereka mengejar " umpat Valera, tapi ia tak mau berhenti dan terus melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mobil mewah itu tiba disebuah rumah sakit besar di kota Paris.
mobil polisi itu menghadang Valera begitu saja hingga menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sana, Valera marah karena disaat keadaan yang sedang genting para polisi itu mencegahnya dengan begitu lancang.
valera keluar dari mobil mewahnya, dan menatap kedua polisi berbeda genre itu secara tajam.
" maaf nona, anda melanggar lalu lintas " ucap seorang wanita dan Valera menatap tajam kearahnya.
" minggir. Ada hal yang lebih penting yang harus aku tangani terlebih dahulu " dingin Valera hingga wanita berprofesi sebagai pihak berwajib itu terkejut akan respon Valera yang begitu sangat dingin dan terlihat tak takut.
valera melenggang begitu saja dan para polisi itu membuntuti dan berusaha untuk menghentikan Valera.
" Nona berhenti. Jika anda tak berhenti maka.. " ucapnya terpotong karena Valera membalikkan badan dan berteriak lantang.
" Maka apa hah ?? jangan mengujiku. " ancam Valera dengan menunjuk wanita itu dengan tegas hingga mereka gugup bukan main, " aku akan mengikuti kalian, setelah urusan ku selesai " tegas Valera lalu berlari masuk kedalam rumah sakit dengan diikuti oleh kedua pihak berwajib itu.
__ADS_1