
Elena tercebur karena guncangan pada pijakan kakinya, hal itu membuat Syina dan Melani panik seketika. Kedua anak buah Melani mencoba untuk mengalihkan perhatian para hiu-hiu yang berkeliaran disekitar mereka maupun Elena dengan menembaki mereka dengan brutal, hingga darah dari hewan laut itu berserakan di lautan.
" Cepat. Tembak hiu-hiu itu " pekik Syina kesal, karena kedua anak buah Melani menembaki target dengan tangan gemetar dan kewalahan.
DODODOR !!
DODODODOR !!
Bukan hanya kedua anak buah Melani yang tersisa mencoba menembak predator air itu bahkan kini Melani ikut menembak hiu-hiu itu untuk mengalihkan perhatiannya.
Sedangkan Elena yang berada di dalam air mencoba melihat keadaan sekitarnya, walaupun perih dirasakan oleh matanya tapi ia berusaha untuk melihat. Dada Elena berdegup kencang saat melihat hiu-hiu berenang tak jauh di dekatnya.
SPLASSSS
salah satu hiu berhasil melihat keberadaan Elena dan hal itu membuat naluri membunuh dari hiu itu keluar seketika. Elena berenang semakin lincah dia meliukkan tubuhnya walaupun dirinya tak yakin dengan apa yang dilakukannya itu.
DODODODOR !!
" Elena !! " pekik Syina saat melihat tubuh Elena yang berada dibawah sana berusaha untuk menjauh dari jangkauan ikan hiu berukuran sedang.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Syina terus membidik hiu-hiu yang terlihat oleh mata tajamnya begitupun dengan Melani dan kedua anak buahnya. Warna air laut berubah menjadi merah karena darah-darah dari ikan hiu yang terluka.
sial. Kenapa kaki ku keram. Batin Elena.
Manik Elena terbelalak saat melihat mulut ikan itu terbuka lebar seperti hendak menelan nya hidup-hidup. Elena dengan cepat menarik belati yang tersangkut di celana khusus miliknya.
JLEBBB
__ADS_1
CRATTTT
Elena berhasil menusuk mata hiu itu hingga tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri dan hal itu dimanfaatkan oleh Elena untuk bergerak naik keatas permukaan.
Nafas Elena tersengal. Dirinya melihat Syina yang sedang mengulurkan tangannya dan dengan secepat kilat Elena meraihnya.
" ohh syukurlah " ucap Syina dengan mengelus dadanya.
" Sial. Aku lebih baik bertarung dengan sesama manusia daripada dengan hiu-hiu sialan itu. " kesal Elena dan Syina diam saja enggan berkomentar.
namun tiba-tiba sebuah kapal berukuran besar datang. Melani segera melambaikan tangannya karena ia mengetahui jika itu adalah pihak bantuan. Elena dan Syina saling pandang kali ini siapa yang akan terlibat.
Seseorang dari atas kapal sana dengan segera melemparkan tangga darurat kepada Melani dan wanita berambut blonde itu dengan segera meraih nya.
" Ayo. Kita harus beristirahat terlebih dahulu. Jangan takut mereka orang-orang ku. Pulau itu sudah ada di depan mata namun tenaga kita terkuras begitu saja hanya karena hiu-hiu sialan itu " ucap Melani dan akhirnya Syina maupun Elena mengangguk setuju atas saran dari Melani. Jujur tubuh mereka pun ikut kelas karena pertempuran konyol di dalam air, terlebih Syina dan Elena harus mengkonfirmasikan hal ini pada Valera, sebagai bentuk pelaporan.
Rumah sakit internasional.
Athena sudah sadar, wajahnya cukup segar walaupun ia tampak meringis kecil karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Manik hitam itu perlahan terbuka dan menyapu ruangan yang tampak asing untuk nya.
Haus. itulah yang dirasakan Athena saat ini. Tenggorokannya terasa kering dan bibirnya tampak pecah-pecah. Tak ada siapapun diruangan itu, Athena mencoba untuk meraih air mineral yang berada diatas nakas, tangan kiri nya terpasang infus dan hal itu membuat Athena tampak kesulitan untuk bergerak.
PRANGGG
jatuh, Gelas itu jatuh kelantai. Athena mengumpat kesal dan tak lama pintu ruangan milik nya di buka keras dan muncullah dua orang lelaki yang memakai pakaian milik king.
" Nona. " pekik salah satu dari mereka saat melihat Athena sedang kesulitan, Lelaki itu mencoba untuk membantu Athena untuk berbaring kembali diatas ranjang.
" Haus, aku haus " ucap Athena pelan lelaki itu mengangguk mengerti dan segera menuju sebuah kotak yang mirip dengan brankas. Rupanya stok air mineral tampak tersedia disana dengan berbagai macam alat lainnya, seperti obat dan buah-buahan.
" Nona minumlah " ucap lelaki berambut cepat dengan tatanan yang rapi serta mempunyai manik berwarna coklat terang. Athena segerameminum air itu hingga tandas. Sedangkan lelaki yang satunya mencoba untuk membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
__ADS_1
" Nona Athena. " ucap tiba-tiba seseorang dan Athena menatap kearah pintu dan ternyata Alland, lelaki itu tersenyum saat melihat Athena yang sudah sadar. Athena berbaring kembali dan dua penjaga yang tadi membantu Athena memilih untuk keluar. " bagaimana keadaan mu nona. " tanya Alland lagi dengan menatap manik hitam itu dengan lembut. Jika biasanya Alland selalu menatapnya dengan penuh ketegasan kini tatapan itu mulai melemah dan melembut.
" Aku baik-baik saja. Tapi aku merasa tubuhku lemas tak bertenaga " lirih Athena dengan manik terpejam. Melihat nona nya yang seperti itu Alland meraih selimut untuk menutupi tubuh sang nona hingga sebatas dada. Athena diam saja karena ia memang benar-benar merasa lelah. " Alland siapa yang membawa ku kemari ? " tanya Athena pelan dengan manik yang masih terpejam rapat.
'' Dua anggota black road milik nyonya, nona. '' ucap Alland lagi dan Athena mengangguk samar. " Apa nona membutuhkan sesuatu ? '' tanya Alland hati-hati.
" tidak aku ingin tidur '' ucap Athena dengan nafas yang teratur. Alland mengangguk dan membiarkan sang nona beristirahat. Ia segera mengabarkan pada sang Lady jika Athena sudah sadar.
dua jam telah berlalu Alland setia menunggu nona nya yang sedang beristirahat. Bahkan Alland merasa jika wajah Athena sangat damai ketika sedang tertidur, Nona nya itu keras kepala dan sangat nakal tanpa sengaja Alland terkekeh kecil saat mengingat tingkah laku nona nya yang kelewatan.
" untuk apa kau disini ? '' ucap suar bariton seorang lelaki terdengar sangat dingin dan datar. Alland melihat siapa yang datang rupanya George, lelaki bermanik biru itu menatap kehadiran Alland dengan tajam, sadar akan tatapan itu sangat menusuk Alland hanya menunduk dengan sopan.
" Tuan George. Saya hanya menunggu dan berjaga disini saja tuan. '' ucap Alland terdengar ambigu hingga George menaikkan kedua alisnya nya. " tinggalkan kami berdua '' ucap George lagi tanpa melihat kearah Alland.
Alland mengangguk dan segera pergi dari ruangan itu dengan cepat. George duduk ditepi ranjang, ya dirinya telah mendapatkan kabar jika Athena sudah sadar. Valera tak bisa meninggalkan pekerjaannya jadi George yang akan menemani Athena sebelum Remigio datang dan langsung menyerobot waktu nya dengan gadis bermanik hitam itu.
George membelai wajah yang sedang tertidur dengan damai dan tenang, terdengar suara hembusan nafas ringan yang sangat teratur George tau jika gadis nya itu sedang terlelap dalam mimpinya.
George mengecup lembut dahi Athena hingga gadis bermanik hitam itu perlahan bergerak dan membuka matanya. George tersenyum lembut begitupun dengan Athena.
" Kau disini ? '' tanya Athena lirih.
" Ya aku disini. Bersama mu '' ucap George lagi dan Athena hanya terkekeh kecil. '' Apa ada yang masih sakit hmm? '' tanya George lembut.
" Ya seluruh tubuhku rasanya sakit '' ucap Athena dengan mengerucut pelan. George membelai wajah wanita yang dicintainya. Senyum tampannya terukir begitu saja " Aku mencintaimu sayang '' bisik George lagi.
" Akupun demikian. '' ucap Athena dengan tersenyum manis.
George mengecup bibir Athena yang pucat. Athena hanya memejamkan maniknya sesaat untuk menikmati beda kenyal yang menempel di bibirnya. perlahan-lahan Athena membuka mulutnya dan George tersenyum disela-sela kegiatannya.
Tidak ada ciuman penuh nafsu diantara keduanya. George sangat hati-hati untuk melakukan hal itu dengan Athena karena ia tak mau membuat Athena merasa tak nyaman.
__ADS_1
Malam harinya tampak ruangan Athena sangat ramai. Valera dan Remigio akhirnya senang melihat putrinya sudah sadar walaupun wajah itu masih saja pucat namun kondisi Athena berangsur membaik.
Remigio bahkan tak ingin berjauhan dengan putri tercintanya bahkan kini tubuhnya ikut berbaring di ranjang bersama dengan Athena. Tangan kekar itu mengelus lembut pipi Athena dan mengecup pucuk kepala putri kesayangannya. Athena merasa nyaman berada di dekapan sang ayah. Namun dalam hatinya ia bertekad untuk mencari orang-orang yang akan mencelakainya. Athena akan membuat gerbang kematian pada mereka yang telah berani mengusik hidupnya.