
Isabella tersentak saat sebuah lengan memeluk dirinya erat, aroma yang sangat ia kenal, parfum ini Isabella sangat hapal dan tau.
" Max !! " sentak Isabella melepaskan pelukan itu dengan kasar dan menatap Maxim tajam, sedangkan Maxim tersenyum dengan tampang polos membuat Isabella mendengus kesal. " Apa yang kau lakukan ? kenapa kau tiba-tiba memeluk ku " ucap Isabella lagi dengan wajah kesal bercampur marah.
'' Ckckck hanya memeluk saja dan aku tidak mencium mu Isa '' saut Maxim dan Isabella hanya menggerutu tak jelas lalu beralih pergi dari sana tapi sayang Maxim menarik lengannya hingga kini keduanya saling bertatapan mata.
Isabella sesaat terpaku saat menatap manik milik Maxim, wajahnya yang tegas dengan ditumbuhi bulu-bulu tipis disekitar wajahnya, alis yang melengkung indah itu sejajar sempurna untuk ukuran seorang lelaki bahkan bibir Maxim yang tebal sensual sangat mirip dengan Ornaf.
Maxim tersenyum menyeringai saat Isabella hanya terfokus pada wajahnya perlahan-lahan Maxim memeluk pinggang Isabella hingga jarak mereka tak ada jejak sama sekali, baik aroma Maxim maupun aroma Isabella sama-sama terhirup satu sama lain.
Isabella merasakan jika pipinya disentuh lembut oleh Maxim bahkan manik lelaki itu hanya terfokus pada bibir Isabella yang merona dan merekah indah.
" hmpppt " erang Isabella saat tiba-tiba Maxim mencium bibirnya begitu saja bahkan Maxim menekan tengkuk Isabella agar tak bergerak kesana-kemari.
Isabella menahan dada Maxim dengan dorongan cukup kuat tapi Maxim tak mau melepaskan ciuman mereka begitu saja.
'' Aku tau kau menikmati nya Isa. Balas lah ciuman ku ini '' ucap Maxim dengan suara serak membuat Isabella tiba-tiba merinding di buatnya.
" Kau.. !! " sentak Isabella tapi ucapannya terhenti karena Maxim mengecup punggung tangannya lembut. Isabella tertegun dan menatap dalam kearah mata Maxim seolah sedang mencari apa yang ia ketahui.
'' Kita sudah cukup dewasa Isa. Aku sudah menaruh ketertarikan pada mu saat kita berusia sepuluh tahun tepat pada kita semua melakukan pelatihan diri. '' ucap Maxim berwajah serius dan Isabella mendengarnya dengan seksama bahkan tak berkedip menatap wajah tampan milik Maxim.
Maxim menyelipkan rambut Isabella di belakang telinga nya, Maxim menatap dalam wajah Isabella dengan lekat bahkan sorot mata nya yang tajam seperti hendak menerkam dirinya. Isabella tertegun dengan jantung berdegup kencang.
" Kau hanya milikku Isa. Hanya milikku '' tekan Maxim dengan penuh kekuasaan dalam setiap intonasinya. Isabella tak bisa berkata-kata maupun menjawab dirinya terlalu gugup dan sedikit merasa ketakutan saat melihat sorot manik itu. " Isa " panggil Maxim dengan lembut saat menyadari ada sorot ketakutan dibalik manik milik Isabella.
" Ada apa " ketus Isabella seraya melepaskan dekapan sesak dari Maxim yang mengungkung tubuhnya itu.
__ADS_1
Maxim terkekeh melihat tingkah Isabella yang begitu kentara dan sungguh menggelikan bukan. Isabella memicingkan matanya sesaat dan menatap heran ke arah lawan bicaranya.
Maxim menggeleng kan kepalanya pelan tapi matanya tak lepas dari sosok Isabella bahkan Maxim menatap Isabella dari atas hingga bawah membuat Isabella mengikuti arah pandang Maxim.
PLUK
" Isa !! " pekik Maxim saat dirinya dilempari oleh sandal yang dikenakan oleh Isabella. Sang pelaku hanya meringis dengan wajah polos tak berdosa lalu setelah itu ia berlari meninggalkan Maxim yang terus menatapnya.
Isabella berlari keluar dengan cepat menuju dimana mobilnya terparkir Maxim yang melihat itu dengan cepat segera menyusul tapi belum juga dapat, isabella telah pergi bersama mobil berwarna hijau kesayangannya.
*******
Kini Malvin dan Madeline berada di Gold Mansion karena ingin menemui Valera untuk membicarakan sesuatu hal yang sangat penting, untung saja valera masih berada di kediamannya sebelum ia pergi menuju markas utama.
Madeline terperangah dengan megah dan luasnya Gold mansion bahkan Madeline benar-benar terkejut dengan penjagaan bersenjata yang mengelilingi mansion itu.
Malvin dan Madeline disambut oleh Asnee dan Malvin hanya tersenyum tipis. Lalu ia menunggu kehadiran sang pemilik rumah di ruang keluarga seperti biasa.
'' Maaf jika lama menunggu '' ucap tiba-tiba suara seorang wanita yang terdengar sangat merdu ditelinga. Malvin dan Madeline menoleh secara bersamaan.
Valera melihat Malvin yang datang dengan seorang wanita hanya tersenyum tipis dibuatnya. Madeline menjadi gugup bukan main saat melihat wanita anggun dihadapan nya kini duduk dengan elegan dan berwibawa.
" Ahh.. aunty '' ucap Malvin dan Valera diam saja seraya menunggu penjelasan dari Malvin. '' Aku ingin memperkenalkan calon istriku '' ucap Malvin lagi dan Valera melirik kearah Madeline yang hanya menunduk tak berani menatap.
" Madeline '' ucap Valera sontak Madeline terkejut dan menaikkan pandangannya karena wanita dihadapannya itu mengetahui siapa namanya. Madeline tersenyum kikuk dan Valera hanya terkekeh kecil. " Jadi kapan kalian akan menikah ? '' tanya Valera lagi.
" Aku ingin menikahi Madeline secepatnya aunty. Karena aku tak ingin menunda nya terlalu lama karena Madeline saat ini sedang mengandung '' jelas Malvin dan Valera seketika terdiam setelah mendengar penjelasan Malvin.
__ADS_1
" Hamil ? '' ulang Valera dan Malvin mengangguk tapi detik kemudian ia tersadar dan langsung menatap kearah Valera yang seketika menampilkan wajah datar nya. '' Hmmm baiklah lebih cepat lebih baik '' ucap Valera lagi dan Malvin hanya mengangguk saja, '' apa butuh yang lain ? '' tanya Valera melihat kedua insan yang saling pandang satu sama lain.
" Aunty jika boleh bisakah aku memakai perancang busana milik mu ? aku ingin Madeline terlihat tampil luar biasa di acara pernikahan kami nanti '' ucap Malvin lagi.
" Ya nanti aku akan menghubungi jenny untuk menyiapkan kebutuhan kalian berdua '' ucap Valera lagi dan Malvin mengangguk dengan senang bahkan terlihat memeluk tubuh Valera dan Valera hanya tersenyum seraya mengelus lembut wajah putra dari mendiang Macky.
Setelah berbincang ringan akhirnya Malvin dan Madeline pamit untuk pulang, Karena ia harus menuju perusahaan untuk mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya dari Jepang, Malvin memutuskan untuk membawa Madeline ikut serta agar Madeline tak merasa jenuh dan bosan.
GM Crop's.
Sepasang anak manusia sedang asyik memadu kasih, bibir mereka saling bertautan satu sama lain sang lelaki dan sang wanita sama-sama agresif dalam memberikan sentuhan dan rangsangan.
" Kak " ucap Athena saat tangan kekar George mengelus punggung polosnya dengan gerakan sensual, membuat si mpunya merinding seketika.
George tersenyum melihat rona merah di wajah gadis nya itu, bahkan kini tatapan Athena menjadi sayu dengan nafas yang memburu. George terus mengelus lembut punggung Athena dengan gerakan naik turun dan terkadang George memijat lembut punggung bagian bawah nya.
'' sayang kapan kau mau menikah dengan ku. '' ucap George disela-sela kegiatan mereka. '' aku ingin memiliki mu seutuh nya Athena. Aku tak ingin kau dilirik lelaki lain '' ucap George penuh penakanan.
'' Apa kau begitu ingin secepatnya '' tanya balik Athena dan George mengangguk tanpa ragu. '' jika begitu bicaralah pada mommy dan Daddy. '' ucap Athena dan George tersenyum bukan main, ia seperti mendapatkan lampu hijau dari gadisnya.
George dengan gerakan lembut mencium kembali bibir Athena kali ini lebih dalam dan lebih menuntut, terkadang Athena melenguh dan mengerang tertahan, membuat darah George mendidih seketika.
George mendorong pelan tubuh gadisnya diatas Sofa sesaat lelaki bermanik biru itu menikmati wajah sensual Athena yang tengah dilanda kabut gairah seperti dirinya kini.
'' Kau memang menggairahkan sayang '' ucap George seraya mencium leher putih Athena hingga membuat si mpunya merasakan sensasi lain.
Athena memejamkan matanya untuk menikmati ini semua, jujur ia tak ingin semuanya cepat berlalu begitu saja.
__ADS_1
CEKLEK.
" oh shitt !! " umpat orang itu saat mata nya ternoda dengan kemesraan George dan Athena.