
Tanpa Athena ketahui ternyata disana terdapat Kenneth, Gabriel, Aisley dan juga Isabella bahkan Noe pun berada di kediaman mansion utama keluarga Harson, seketika gadis bermanik hitam itu bingung, kebetulan ? ahh rasanya Athena bingung.
" sayang duduklah, dan makan " lembut nyonya sofhia menatap Athena dan Athena menurut lalu mulai mencomot Bolu coklat buatan nyonya sofhia yang selalu menggoda itu, tak lama langkah kaki seseorang terdengar disana Tuan Ramius yang baru saja berkunjung keperusahaan dibuat terkejut akan kedatangan cucu-cucu nya, Athena langsung memeluk dan bergelayut layaknya seorang anak berusia lima tahun semua orang hanya menatap heran pada tingkah gadis yang usianya hampir menginjak usia dewasa.
" Kau datang gadis nakal, sudah lama kau tak kemari " ucap tuan Ramius lembut dan mencubit gemas pipi Athena hingga membuat si mpunya meringis kecil. " Wahh ada angin apa kalian semua datang kemari " heran tuan Ramius menatap wajah-wajah datar para generasi muda yang sedang duduk dengan santai bersama nyonya sofhia, mereka hanya tersenyum saja tidak seperti Athena yang ceria saat kedatangan sang kakek tercintanya.
" Kakek kami hanya berkunjung saja " saut Gabriel dan tuan Ramius hanya termenung melihat wajah datar Gabriel yang mirip dengan Zizi menantunya.
" Aisley, Isabella kapan kalian datang ? " ucap tuan Ramius menatap dua gadis yang duduk di samping kirinya.
" kemarin lusa kami tiba kek. " ucap Isabella sopan dan Aisley hanya mengangguk saja.
" ibumu apa ia ikut ? " ucap tuan Ramius lagi.
" tentu saja kek " jawab Aisley dan tuan Ramius hanya mengangguk saja.
" Kakek kedatangan kami kemari hanya untuk berlatih saja, apa boleh ? " kini Kenneth yang bersuara menatap sang kakek dengan datar, tuan Ramius menatap sang istri lalu menatap pada cucu-cucu nya ini.
" ya tentu saja boleh. " ucap tuan Ramius mengijinkannya.
Ruang pelatihan.
Kenneth, Gabriel dan Noe sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih simpel dan mudah bergerak, sedangkan para sepupu wanitanya hanya mengunakan tank top dan celana legging hitam.
ruangan itu sangat lengkap dengan berbagai fasilitas yang mumpuni, bahkan berbagai alat senjata dan sebuah katana khas terpampang rapi disudut ruangan.
tanpa mereka sadari jika tuan Ramius memantau setiap kegiatan mereka disebuah ruangan bersama dengan Pram yang baru saja kembali menyelesaikan kekacauan yang ada.
Pram melaporkan hal ini pada tuan besarnya sontak tuan Ramius terkejut bukan main, ia geram bahkan para musuh sampai berani memasuki kawasan rumahnya. Pram menunduk saat melihat raut wajah tuan Ramius sudah tak bersahabat karena mendengar ada yang hendak mencelakai cucunya itu, hingga suara gebrakan di dalam layar monitor menagihkan pandangan mereka.
Dimana Kenneth dan Gabriel saling beradu kekuatan dengan tangan kosong, sedangkan Aisley dan Isabella saling berhadapan dengan tangan kosong pula, dan Athena hanya menonton bersama dengan Noe.
__ADS_1
gerakan Kenneth maupun Gabriel begitu gesit dan cepat bahkan mereka melakukan gerakan memutar yang seimbang dengan tubuhnya masing-masing, tuan Ramius sesaat menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat begitupun dengan Pram, hingga suara pekikan Isabella terdengar santer disana.
" Heii.. " pekik Isabella dengan suara lantang hingga Athena terkejut begitupun dengan yang lainnya, ternyata Noe datang secara tiba-tiba dan merusak konsentrasi kakak beradik itu dengan menerjangnya dari arah belakang, Isabella menatap nyalang pada Noe hingga mereka kini saling beradu dan menerjang satu sama lain.
Kenneth dan Gabriel yang tadinya berhenti kini melanjutkan lagi kegiatan mereka dengan penuh konsentrasi dan semangat yang tinggi, Aisley duduk disamping Athena untuk melihat kemampuan sang adik yang terkenal manja dan suka merengek tak jelas pada sang ayah maupun ibunya.
Noe terlihat lebih pasif sedangkan Isabella terlihat lebih agresif untuk menghajar Noe, serangan, tangkisan dan elakan sama-sama mereka lakukan dengan sangat seimbang, keringat mulai mengucur dari sela-sela dahi keempat orang yang sedang berlatih, hingga gerakan Noe mengunci gerakan Isabella yang hendak menyerang dada dan wajahnya.
" Kau tak akan pernah bisa untuk menyentuhku Isa " ucap Noe dengan penuh percaya diri dan Isabella hanya tersenyum sinis.
DUAKKK
" ahhh " pekik Noe saat Isabella tak sengaja menerjangnya dibawah sana, Isabella membelalakkan matanya karena terkejut dan Noe ia langsung melepaskan tangan Isabella dan terduduk di lantai begitu saja dengan wajah yang meringis karena ngilu.
" ahh Noe, maaf aku tak senagaja " panik Isabella begitupun dengan yang lain, bahkan Gabriel langsung menuntun sang adik untuk duduk di kursi yang berada di sudut ruangan.
" Isa, kenapa kau menerjang benda tak bertulang itu " gerutu Aisley sang kakak hingga Isabella hanya meringis dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah.
" maaf " cicit Isabella
Isabella duduk disebelah Noe yang sedang cemberut kesal layaknya seorang anak kecil saja, Isabella menatap wajah saudaranya itu dengan iba.
" Noe, maafkan aku " ucap Isabella.
" baiklah, tapi kau harus mentraktirku makan bagaimana ? " ucap Noe dan Isabella setuju dengan tersenyum senang, Athena hanya geleng-geleng kepalanya saat melihat tingkah para saudaranya itu.
" kak, bagaimana jika kita berduel ? " tantang Kenneth menatap Athena sang kakak,
" siapa takut " ucap Athena lagi hingga ia maju ke depan begitupun dengan Kenneth sedangkan yang lainnya memilih untuk duduk melihat pertunjukan langka dari kakak beradik itu.
tuan Ramius dan Pram menatap penuh intens pada sekumpulan anak muda yang tak lain para cucu-cucu nya, Athena mengikat rambutnya menjadi satu untuk mempermudah setiap gerakannya dan Kenneth terlebih dahulu meminum air mineral yang tersedia.
__ADS_1
keduanya saling berhadap-hadapan dengan sorot mata yang tajam bagaikan menatap musuhnya satu sama lain, sorot mata keduanya benar-benar mengintimidasi sang lawan hingga sudut bibir keduanya melengkung membentuk sebuah senyuman seringai menakutkan.
Athena menyerang terlebih dahulu hingga Kenneth yang tak siap akhirnya menghindar dengan gerakan asal, Athena beringas menyerang sang adik dan Kenneth hanya tersenyum tipis melihat sang kakak yang sedang bersemangat itu.
kaki, tangan keduanya beradu dan bermain lincah, gerakan tubuh ramping Athena berirama dengan seimbang begitupun dengan Kenneth yang tetap fokus pada setiap sasaran yang Athena berikan.
BUGHHHHHH
keduanya sama-sama terhenyak beberapa langkah kebelakang saat melakukan serangan yang sama, Kenneth dan Athena sama-sama tersenyum tipis dengan nafas yang tersengal.
" Kau makin hebat Kenneth " puji Athena dan Kenneth hanya tersenyum samar mendengar ucapan dari sang Kakak.
'' itu artinya tak sia-sia selama ini kita berlatih kak " ucap Kenneth menimpali dan Athena mengangguk setuju.
" ingat dua tahun lagi kita harus membuktikan jika kita mampu, aku rasa latihan kita selama ini kurang memuaskan kak " saut Aisley menatap para saudara-saudara dan mereka hanya terdiam di tempat, tuan Ramius yang mendengar semua itu hanya bisa diam menatap heran pada cucu-cucunya itu.
Bohong jika nyonya sofhia dan tuan Ramius tak mencemaskan para generasi selanjutnya, mereka masih sangat muda tapi mereka sudah menghadapi berbagai musuh yang mengintainya, dunia hitam selalu menghantui fikiran kedua pasangan paruh baya itu.
Tapi apa boleh buat mereka sudah beranjak dewasa dan bisa memilih jalan nya masing-masing tanpa mereka sadari jika bahaya selalu siap mengintai nya.
" mereka anak-anak yang tangguh tuan " ucap Pram menilai dengan penuh kekaguman, tuan Ramius diam tak menjawab hanya kepalanya saja yang mengangguk-anggukan kecil. " gen tak bisa membohongi tuan " lanjut Pram lagi.
'' ya kau benar Pram, hanya saja aku tetap mencemaskan mereka semua " ucap tuan Ramius menatap sekumpulan anak muda yang sudah keluar dari rumah pelatihan pribadi.
Pram mengangguk dan mengerti perasaan tuan besarnya, apalagi kini usia tuan besarnya sudah tak muda lagi tapi tubuhnya tak perlu dihiraukan tuan Ramius masih tetap gagah seperti dulu, hanya dan usianya yang bertambah.
Pram menatap tuan Ramius dengan tatapan yang sulit diartikan, dirinya sangat lama mengabdi dengan keluarga besar Harson jauh sebelum tuan Ramius menikah dengan nyonya sofhia sampai kini tuan Ramius mempunyai generasi selanjutnya.
****
Hehehe.. ceritanya adem-adem dulu yang reader karena di novel satunya akan ada pertarungan yang bikin Dag Dig Dug serrr 😁😁
__ADS_1
Nikmati saja alur ceritanya yahh, dan maaf jadwal up tak menentu karena ada sesuatu hal yang belum stabil, tapi owe berusaha untuk up walaupun hanya satu 😑.
Beri owe semangat dengan like dan komen yahh, dan terimakasih untuk para reader yang sudah mendukung, memberikan jempolnya, hingga komentar baik yang bikin owe seneng, owe gak bisa balas satu persatu pokoknya tengkiww ❤️❤️