King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Draft


__ADS_3

BUGHHHH


Seseorang tanpa sengaja menyerang lelaki bernama Xinza dari arah belakang. Dyora tersentak dengan cepat membalas si pemukul dengan kaki jenjangnya.


DUAKKKK


Eghh!


" Sialan! " teriak lelaki itu meringis kala sepatu tinggi Dyora mengenai tubuhnya.


BUGHHHH


" Kotor sekali mulut mu! " sentak Xinza marah dan langsung menyerang kembali lelaki yang memukulnya. Dyora tersenyum dan dengan cepat berlari kearah lain untuk ikut melumpuhkan yang tersisa. Rupanya Lucy berhasil di tarik oleh bee setelah melihat putri Gabriel itu terluka.


Carl dan Damien masih menangani sisanya. Mereka benar-benar berkelompok untuk menghancurkan acara pertunangan putri dari Bee yang justru menyeret mereka dan harus terlibat didalamnya.


Emil terpaksa harus membawa Claudia serta Bee dan Lucy karena lelaki itu percaya akan seseorang yang dapat menanganinya. Namun Emil tak menyadari jika di luar sana sekumpulan orang datang tiba-tiba.


BUGHHHH


" Lemah! " sinis Dyora setelah berhasil melumpuhkan beberapa orang dengan tangan kosong dan kaki jenjangnya. Senyum manis itu terbit saat melihat beberapa orang terkapar karenanya. " Berani sekali kalian ingin menyentuhku! " desis Dyora lagi kesal hingga.


DORRRR


Sebuah peluru melesat dan melukai paha kanan Dyora hingga mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Carl dan Demian tertegun saat melihat itu semua.


Dyora meringis dengan mengigit bibir bawah nya perlahan, hingga sentuhan lembut dapat dirinya rasakan. Lelaki asing yang diketahui bernama Xinza itu sedang menyentuh kakinya lembut.


" Bereskan dia! " pekik Xinza menatap Carl dan Demian seraya menunjuk seorang lelaki yang memegang senjata api dalam keadaan babak belur. Sudut matanya menangkap seseorang yang kabur begitu saja melalui jalur evakuasi darurat.


srekkk

__ADS_1


" Jangan bergerak. " ucap Xinza datar tanpa menatap wajah Dyora yang saat ini sedang kesakitan. Dyora diam saja dan membiarkan lelaki itu membebat pahanya yang terluka dengan sobekan kemeja mahal milik lelaki itu.


" Dyora!! " teriakan itu mengejutkan gadis bermanik biru. Xinza menoleh dan mendapati sosok lelaki muda yang sedang menunjukkan ekspresi cemasnya. Dyora gugup saat melihat kedatangan kakak keduanya.


" Elmer " gumam Dyora. Elmer langsung menyingkirkan tubuh Xinza yang sedang berada di dekat Dyora hingga kedua lelaki itu saling bertatap tajam. " kak...


" Jangan bicara apapun! " dingin Elmer yang menatap luka adiknya dan langsung membopong tubuh Dyora dengan begitu mudah! " bereskan kekacauan ini segera mungkin! dan kalian! " tunjuk Elmer pada Carl dan Demian " ikuti aku! " perintah Elmer terdengar mutlak ditelinga hingga Dyora semakin takut jika kakak nya itu marah.


Carl dan Demian hanya mengangguk patuh dan segera mengikuti Elmer, namun sebelum itu kedua lelaki itu mencari Lucy terlebih dahulu.


Xinza menatap kepergian Elmer yang membawa Dyora dengan tajam! Dirinya tau siapa lelaki itu bahkan seorang Xinza dapat mengetahui aura hitam yang terpancar dalam diri seorang Elmer.


Pesta pertunangan itu terlihat hancur berantakan dengan para tamunya yang entah kemana. Emil sudah membawa Claudia pergi ke suatu tempat yang aman bersama dengan Bee ibunya.


Sedangkan Elmer membawa Dyora menuju rumah sakit milik Ornaf untuk mengobati luka serempetan peluru yang mengenai paha kanan Dyora.


'' Kau memang keras kepala Dyora! berhenti berontak tentang pengawalan! tidak kah kau berpikir jika kau itu selalu dalam bahaya! " sentak Elmer menatap sengit adik perempuan nya.


" Sudahlah! aku tak apa! " ucap Dyora lagi.


" Tak apa bagaimana maksud mu! Apa kau ingin selalu membuat semua orang khawatir? kau ceroboh Dyora! itu sebab nya kau selalu terluka " sinis Elmer hingga Dyora mendengus kesal dibuatnya.


" Berhenti bersikap menyebalkan seperti ini Elmer! Aku tidak suka. Kau dan aku sangat tau persis kehidupan apa yang sedang berada disekitar kita. Bukankah itu wajar? jadi berhenti bersikap berlebihan " kesal Dyora hingga Elmer mencengkram erat lengan adik perempuannya. " Kau!! " sentak Dyora.


" Kau selalu saja membantah perkataan ku Dyora! Aku kakak mu! Dan aku berhak melindungi adik ku dari bahaya apapun! '' ucap Elmer dingin hingga bulu kuduk Dyora meremag dibuatnya.


" sa..sakit " rintih Dyora saat merasakan pergelangan tangannya di cengkram erat oleh pemuda pemilik manik yang sama dengan dirinya. Elmer tertegun dan melepaskan cengkraman itu cepat hingga jejak kemerahan tercetak jelas di sana '' kau menyakitiku! " ucap Dyora lagi.


" maaf. aku tak bermaksud seperti itu Dyora. Mengertilah! Mulai saat ini tolong jangan merengek tentang Alland dan Sean! demi keselamatan mu Dyora! '' ucap Elmer lagi lembut dan Dyora hanya mengangguk saja karena menurutnya itu lebih cepat daripada harus mendengarkan ocehan Elmer yang tak kunjung berhenti.


********

__ADS_1


Evander dan Florian kini harus duduk berhadapan dengan Valera saat kabar pertengkarannya kala itu bocor. Ini sudah hampir beberapa hari berlalu naik Florian maupun Evander sudah mulai melupakan nya namun entah bagaimana kabar itu bisa sampai ke telinga Valera.


" Flo! Evan! apakah kalian tidak ingin menjelaskan nya? '' tanya Valera santai hingga pandangan kedua pemuda itu beralih dan menatap kearah Valera bersamaan.


" tidak ada nenek! " ucap Evander " Jangan khawatir tidak ada yang perlu di cemaskan kami baik-baik saja " ucap Evander lagi.


" Ya Evan betul nenek '' ucap Florian ikut menimpali.


" Benarkah? " picing Valera hingga kedua pemuda itu mengangguk serempak " baiklah. kalian sudah bukan anak kecil lagi. Nenek sangat percaya jika kalian bisa mengatasinya '' ucap Valera tersenyum samar.


brakkkk


ketiga orang itu terkejut saat pintu besar itu dibuka secara kasar oleh seseorang. Valera memicing saat melihat seseorang yang datang dengan wajah tak ramahnya.


" Larissa ada apa? " tanya Valera bingung.


" nenek maaf. Hanya saja aku baru mendapat kabar jika terjadi kekacauan di jalan X dimana Dyora dan Lucy terlibat di dalam nya '' ucap Larissa lagi


" Lalu apa semuanya baik-baik saja? '' tanya Valera sedikit cemas.


" Ya Elmer sudah menangani nya. " ucap Larissa lagi lalu duduk di samping Valera dengan cepat.


" Ada masalah? " tanya Valera lagi dan Larissa hanya menggeleng samar.


" Aku akan pergi berkuda ke suatu tempat. Aku harap nenek bisa mengijinkan aku untuk membawa Morsi bersama ku '' ucap Larissa lagi. Baik Evander maupun Florian mengeryitkan dahinya pelan saat mendengar rencana Larissa yang ingin berkuda dan membawa Morsi bersamanya.


" Kenapa? " tanya Valera lagi.


" Tidak ada, hanya saja aku sedang ingin menguji Morsi bersamaku! " imbuh Larissa asal hingga tawa Valera pecah seketika. Morsi si kuda jantan berwarna coklat itu adalah kuda yang menurut Valera sangat spesial dimana Morsi adalah seekor kuda petarung yang lulus dalam seleksi berat kelas atas saat Edgar melatih para kuda-kudanya untuk menjadi seekor kuda tangguh dan kuat. " Apa kalian ingin ikut? " tanya Larissa menatap Florian dan Evander.


" Tidak. Aku sibuk dan akan pergi ke China bersama Aria " ucap Evander lagi. Lalu pandangan Larissa jatuh pada Florian.

__ADS_1


" Hmm sepertinya menyenangkan. Baiklah aku akan ikut '' ucap enteng Florian hingga senyum Larissa mengembang. Valera akhirnya mengijinkan Larissa dan Florian berkuda ke suatu tempat dengan membawa Morsi bersama nya. Menurut Valera ini lebih baik karena dia berencana akan pergi ke Indonesia untuk menemui Alexa dimana Valera mendapatkan kabar jika Aslan berada di sana.


__ADS_2