
Satu Minggu berlalu usai kejadian.
Valera benar-benar menepati janjinya untuk mengintai sebuah pulau yang berada di negara Thailand selama hampir tujuh hari. Valera dan Remigio menugaskan banyak anak buah untuk berjaga dan berada di setiap titik kota yang memungkinan Jasmine untuk kabur alhasil saat ini Valera kembali dengan dendam yang harus tuntas.
Namun keluarga besar King harus berduka kala Ramius Harson putra sang pendiri king kini terbaring koma setelah ditemukan tak sadarkan diri dengan tubuh yang sudah banyak lebam dan pukulan keras serta ditemukan sebuah zat yang sangat berbahaya.
" Bagaimana Dave apa terlihat pergerakan disana. ? " tanya Valera yang berada di suatu tempat dengan tablet yang berada di genggamannya.
" Tidak sama sekali. Hanya terlihat beberapa orang yang berjaga di tempat itu saja. " jawab Dave lagi.
" Kau yakin? " ucap Valera terlihat memicingkan satu matanya perlahan.
" Ya tentu saja. Tidak ada pergerakan sama sekali disana persis tak berpenghuni." ucap Dave lagi.
" Baiklah kita bersiap! Gunakan senjata kedap suara agar tak memancing keributan yang ada " ucap Valera tegas dan mereka yang terhubung dan saling berkomunikasi melalui MH menyetujui dan menyanggupi permintaan sang Lady.
Valera segera bersiap untuk melakukan penyerangan bersama dengan beberapa jajarannya termasuk Athena yang merengek ingin ikut untuk turut mengambil bagian.
Athena tampak sudah siap dengan pakaian khusus serta beberapa senjata yang menjadi peralatannya saat ini begitupun dengan Valera. Kedua wanita berbeda usia itu tampak bak pinang dibelah dua.
" Athena kau akan pergi bersama dengan Syina dan Elena " ucap Valera dan Athena hanya mengangguk saja.
" let's time " lirih Athena dengan seringai yang begitu penuh misteri dengan manik yang terlihat begitu banyak dendam didalam sana.
Sebuah hunian tua yang terbuat dari kayu mahoni begitu sangat estetik di penglihatan, disekelilingnya terdapat banyak pohon yang tumbuh subur sehingga membuat kesan alam terasa nyata.
Valera sudah bergerak bersama dengan team nya yang terdiri dari Zizi dan Ellara namun para anak buah king sudah menyebar dan menduduki posisi mereka dengan baik seraya mengintai para penjaga yang berada dari jarak empat meter.
SHOTTT
JLEBBB
satu persatu para penjaga itu mulai berjatuhan dengan senjata kedap suara milik King. Valera yang melihat sudah ada pergerakan begitu terkejut karena putrinya bergerak tanpa menunggu aba-aba karena merasa sudah tak sabaran.
"Maafkan aku mom. Namun aku sudah tidak sabar menunggu, mereka terlalu polos karena tak bisa merasakan bahaya sedang mengancam." Ucap athena terdengar datar.
" Baiklah tetap fokus dan berhati-hati " ucap Valera memberikan nasihat yang tegas untuk putrinya. Valera melihat ke arah Zizi dan Ellara yang memberikan acungan jempol sebagai tanda jika mereka akan bersiap.
" Berikan mereka kejutan! Namun sebelum itu lumpuhkan tikus-tikus itu terlebih dahulu! " ucap Valera lagi.
SHOTTT
JLEBBB
__ADS_1
BRUKKK
Serangan kedua begitu bergerak sangat serempak. Senjata team Valera maupun team Athena sama-sama melumpuhkan target nya dengan cepat.
SHOTTT
JLEBBB
AGHHH
Kali ini teriakan seseorang terdengar membuat Valera dan lainnya bergerak dengan hati-hati. Teriakan itu mengundang perhatian penghuni rumah tua itu hingga beberapa dari mereka mulai keluar dengan berbondong-bondong.
" Penyusup!! " teriak langsung seseorang kala melihat siluet anak buah king yang siap menghantamkan bola-bola paman yang terdapat mata pisau kecil disekelilingnya.
SHOTTT
AGHHH
" Penyusup!! " teriak orang itu sekali lagi hingga mereka serempak menutup pintu dan jendela yang terbuka secara otomatis.
" Now!! " ucap Valera saat melihat celah jika para target nya panik dan justru menutup diri dengan bersembunyi di dalam bangunan tua itu " Beri mereka kejutan! " ucap Valera lagi
SHOTTT
DUARRRR
" Hancurkan lagi Athena! " ucap Syina dan Athena mengangguk tanda mengerti.
SHOTTT
DUARRRR
Athena meluncurkan sekali lagi bersamaan dengan Syina dan Elena yang berlari mengepung bangunan itu. Athena masih diam dengan menatap sekelilingnya ditemani anak buah king yang berdiri tak jauh dari athena.
Disisi lain Jasmine yang sedang beristirahat dikejutkan dengan suara teriakan di luar sana, wanita itu bangkit dan segera menyiapkan senjata nya dengan cepat.
" Jasmine kita diserang! " pekik seseorang yang masuk dengan wajah panik. " King menyerang " imbuh nya lagi.
" Tak ada pilihan lawan mereka. Aku bukan pengecut yang akan lari dari sini! " tekan Jasmine dengan wajah memerah menahan amarah. Wanita itu terlihat ragu namun mengangguk pada perintah tuan nya.
Diluar sana keadaan semakin rusuh tak terkendalikan, Jasmine dengan cepat berlari kearah jendela untuk melihat keadaan yang ada.
DUAKKK
__ADS_1
AGHHH
Jasmine merintih dan terkejut saat mendapatkan serangan tiba-tiba di arah balkon tua milik nya. Darah seketika mengalir dari sela hidung nya.
" Ling time no see Jasmine Tanaphon " ucap suara seseorang terdengar mengejek hingga Jasmine menatap langsung kearah sumber suara " terakhir kali kita bertemu saat kau masih menjadi gadis yang manis " ucap Valera lagi.
" Lalu ? " jawab Jasmine seakan tak peduli dengan siapa yang berdiri di hadapannya kali ini. Valera menatap Jasmine tanpa ada raut emosi sedikitpun. Langkahnya anggun dan berhenti dengan jarak yang begitu dekat dengan wanita Asia itu.
DUAKKK
AGHHH
Jasmine sekali lagi merintih hingga terhuyung karena sepatu boots milik Valera mendarat sempurna di wajahnya hingga memerah dan sedikit terluka.
" Hahaha " Valera tertawa keras seakan menikmatinya dengan sangat senang. " Bagaimana sakit ? " tanya Valera mendelik sinis wanita yang berada dibawah kakinya.
Jasmine marah dan dengan cepat dirinya menyerang balik Valera dengan gerakan memutar, rupanya serangan pertama berhasil di lakukan oleh wanita Asia itu hingga mengenai perut sang Lady.
Jasmine tersenyum dan dengan cepat dirinya bangkit lalu tanpa ragu menyerang brutal sang Lady. Valera sontak berpindah dan menepis setiap serangan itu rupanya wanita Asia yang lugu dan polos berubah menjadi sangat liar dan tangguh. Valera bisa merasakan jika wanita yang menjadi lawan nya sangatlah berpotensi bahkan bisa lebih.
" Jangan menghindar sialan! " pekik Jasmine disela-sela gerakan anggunnya. Valera masih diam dan tetap fokus pada teknik menyerang wanita Asia itu. Valera baru menyadari jika gerakannya mirip seperti kungfu dan judo. Dahinya mengeryit saat baru pertama kali berhadapan dengan lawan yang cukup mengagumkan.
BUGHHHH
Valera tersungkur karena serangan teknik dari kaki milik Jasmine gerakan nya lurus dan tepat sasaran. Valera pun menangkap sorot manik yang menatap nya dengan remeh.
" Kau tak akan pernah menyangka bukan ? jika aku kembali dan terlahir kembali untuk ditakdirkan menghabisi mu dan seluruh keturunan mu itu. Bahkan aku berniat untuk menguasai apa yang kau miliki saat ini. " ucapnya tak tau malu dan Valera diam saja menikmati rasa sakit akibat tendangan sang lawan.
" Hmm rupanya begitu, terkejut ? sungguh aku terkejut. Rupanya aku memelihara seekor ular berbisa! " desis Valera dengan senyum tersungging " Menghidupi mu serta memenuhi kebutuhan mu di luar sana Kau pikir kau bisa bersekolah, makan, minum serta memiliki tempat tinggal dan memiliki mobil kau pikir dari mana ? Uang ayahmu ? jangan berkhayal. Masalah ku dengan ayahmu bukan hanya dendam pribadi serta permasalahan masa lalu saja banyak sekali hal yang tak akan pernah kau bayangkan Jasmine Tanaphon! " dingin valera dengan sikap yang tenang.
" Kau sangat pintar membuat cerita seperti ini. Dengan kau menawan, menyiksa dan meruntuhkan karir ayahku. Lalu setelah itu kau membiayai semua fasilitas ku hanya semata-mata kau kasihan ? Hahaha namun aku beruntung jika kau dulu berbaik hati untuk menghidupi ku agar kelak nanti aku bisa membalas semua dendam yang ku punya. Bagaimana ? ular yang kau sebut ini sungguh cerdik bukan '' kekeh Jasmine dan Valera hanya tersenyum samar. " tidak perlu kau ungkit cerita masa lalu. Aku kehilangan ayahku dan kasih sayangnya saat usia ku masih sangat muda! Lalu kau dengan kejam merenggut semua nya hingga sampai saat ini aku tidak pernah melihat ayahku bahkan hidup maupun mati! '' sentak Jasmine lantang hingga urat-urat lehernya tercetak sangat jelas.
BUGHHHH
" Mommy! "
......................
Up nya satu dulu yah reader kalau ada waktu nanti sore up satu lagi yah 🤭
Jangan lupa Like, komen, vote dan hadiah serta Klik owe sebagai author fav yah. hehee
Dan novel ketiga owe FREYA sudah up yah walaupun dalam mode slow dan masih tahap revisi, buruan mampir dan tinggalkan jejak.
__ADS_1
TnQ ❤️❤️