King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* pergerakan Kenneth


__ADS_3

DODODODOR !!!


DODODODOR !!!


Prok, prok, prok


Athena menoleh kala sahabat dari ayahnya sedang berdiri dengan tegak dibelakang nya, Athena diam saja dan melanjutkan aktifitasnya kembali.


DODODORDODODOR !!


kali ini Athena membidik sebuah Terget yang sama persis dengan manusia secara brutal, Kenov menatap serius apa yang dilakukan oleh putri sahabatnya itu.


" Kau sangat berbakat sayang, paman kagum akan kemampuan mu dalam memainkan senjata api " puji Kenov dan Athena tersenyum miring. " kau terlihat lihai " ucapnya lagi.


" aku memang lihai " kekeh Athena dan Kenov hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan. " paman tak perlu memuji ku seperti itu " ucap Athena lagi seraya meletakkan kembali senjata api berjenis revolver itu kedalaman kotak yang tersedia.


Kenov memperhatikan Athena yang kini sedang mengelus perlahan keringatnya di area leher, entah mengapa itu semua membuat Kenov merasa salah tingkah, ditambah Athena hanya memakai bra sport yang memperlihatkan perut rampingnya yang putih dan mulus.


sempurna ? itulah satu kata yang terlintas dibenak seorang Kenov Petra. Sosok lelaki yang terlihat lemah lembut dengan seorang wanita kini terpesona dengan putri sahabatnya sendiri.


" kapan paman akan kembali ? " tanya Athena lagi.


" besok pagi " ucap Kenov dan Athena hanya mengangguk samar, manik Athena terhenti kala kedatangan Silla di tempat pelatihan milik kakeknya itu yang tiba-tiba. Kenov tersenyum saat kedatangan Silla.


" wah, tak ku sangka jika kau berbakat dalam hal seperti ini Athena " ucap Silla lembut dan Athena diam saja. " paman, kenapa kau tak pernah mengajariku hal seperti ini ? " Picing Silla dan Kenov berdehem kemudian.


" paman tak ada pembelajaran seperti itu Silla, " ucap Kenov dan Silla mendengus kesal mendengar perkataan Kenov. " apa kau sudah bersiap untuk kepulangan kita ? " ucap Kenov lagi dan Silla hanya mengangguk saja.


Athena duduk dan meminum sebotol air mineral hingga tandas, maniknya tak berhenti melihat gerak-gerik Silla, hatinya berkata apa benar Silla tak diajarkan memainkan senjata api ? lalu selama ini apa yang ia pelajari. Athena penasaran dibuatnya.


******

__ADS_1


" bagaimana apa kau sudah menemukan dimana anak itu berada ? " ucap Chaiden kepada anak buahnya.


" sepertinya ia sedang berpergian tuan, rumahnya sepi sekali " ucap lelaki berkepala plontos memakai baju tanpa lengan hingga tatto kepala serigala itu terpampang nyata disana.


" Hmm begitukah ? " ucap Chaiden. " Lalu bagaimana dengan anak buah mu yang kuperintahkan untuk mengawasi Diandra " ucap Chaiden lagi.


" seperti yang kita takutkan tuan, nyonya Diandra dikawal begitu ketat oleh para penjaga disekitarnya, kami harus berhati-hati untuk membawa nya kemarin tuan " ucap lelaki itu.


" terserah kau saja, tapi ingat jangan gagal. Aku menginginkan nya secepat mungkin " ucap Chaiden dan lelaki itu mengangguk lalu pamit undur diri, untuk melakukan tugasnya kembali


Chaiden mengambil sebatang rokok lalu menghidupkannya dan menghisapnya secara perlahan dengan gerakan elegan, setiap kepulan asapnya membuat Chaiden terbayang akan wajah wanita yang mengisi hatinya dulu, tapi kini semuanya sudah tak sama.


" Diandra. Maafkan aku yang dulu selalu menyakitimu, membuatmu jadi bahan pelampiasan kemarahanku. Aku berjanji jika kau menjadi milikku kembali, aku tak akan melakukan hal yang sama seperti dulu " ucap Chaiden terdengar lirih hingga matanya ikut terpejam seperti sedang merenungkan sesuatu.


Chaiden tak tau menahu soal Asyur yang saat ini bersandang menjadi suami Diandra. Sosok Asyur tak banyak diketahui karena dia memang tak pernah turun tangan langsung dalam dunia bawahnya, orang-orang kepercayaannya saja yang melakukan tugas akhir, Asyur akan tetap memantau pergerakannya.


sedangkan di sisi lain, Malvin diam-diam melihat keadaan Madeline dari kamera pengawas yang telah terpasang secara tersembunyi oleh anak buahnya.


Malvin bisa melihat jika Madeline tampak menjadi lebih diam dengan pandangan kosong yang menatap ludus kedepan, Malvin seketika terdiam saat melihat jika Madeline mengeluarkan air mata lalu detik kemudian ia menyekanya dengan kasar.


Malvin terdiam mencerna setiap kata-kata yang keluar dari bibir Madeline. Hatinya tiba-tiba berdenyut nyeri kala Madeline berkata jika dia menyerah, ada rasa tak terima dalam hati kecilnya.


CEKLEK


Malvin melihat siapa yang masuk dan teryata Kenneth datang bersama dengan Gabriel yang membawa sebuah parcel buah-buahan untuk buah tangan.


" bagaimana keadaan mu kak ? apakah lebih baik ? " tanya Kenneth walaupun terkesan datar tapi terselip rasa kepedulian dalam dirinya.


" Ya jauh lebih baik " ucap Malvin lagi.


" syukurlah jika begitu, kapan kau akan keluar ? " ucap Kenneth lagi.

__ADS_1


" kemungkinan besok, entahlah " ucap Malvin seraya meletakkan kembali tablet miliknya pada meja kecil yang berada di samping kiri, Gabriel menoleh sekilas pada layar tablet yang masih menyala, maniknya menyipit kala ia melihat sesuatu disana. " Kalian, apa kalian berdua bolos ? " Picing Malvin menatap dua pemuda dihadapannya ini.


" bolos? ohh yang benar saja kak. " ucap Gabriel ikut menimpali, " itu bukan gaya kami '' lanjut nya lagi.


" hmm awas saja jika kalian berdua melakukan hal seperti itu " tegas Malvin dan kedua pemuda itu hanya menatap acuh saja " Hmmm Kent apa kau sedang berurusan dengan seseorang ? " tanya Malvin penasaran.


" entahlah kak, tiba-tiba saja seseorang ingin mengusikku. Bahkan aku sendiri tak tau dengannya " ucap Kenneth lagi


" Apa kau perlu bantuan ku ? " tanya Malvin dan Kenneth menggeleng tegas. " baiklah, jika terjadi sesuatu hal atau kau perlu bantuan jangan sungkan untuk bertanya dan memberi tahu padaku " ucap Malvin seraya membuka parcel buah yang di bawa oleh Gabriel tadi.


Gabriel sibuk menatap layar ponsel miliknya, ia terkekeh dan senyum-senyum sendiri saat melihat beberapa gadis cantik di ponsel miliknya. Kenneth yang melihat sepupunya seperti itu mencuri-curi pandang pada arah ponsel milik Gabriel.


tak lama ponsel milik Kenneth berdering dan ternyata Pram yang menghubunginya, ia mengatakan jika menemukan lokasi tempat persembunyian stefy tapi dirinya tak begitu yakin akan hal itu, Kenneth sedikit menjauh dari Malvin dan Gabriel.


" tak apa-apa paman. Aku akan kesana bersama orang-orang ku. '' ucap Kenneth.


" tapi tuan muda, apakah tidak terlalu beresiko ? terlebih tuan muda datang ke kandang musuh. saya takut terjadi sesuatu hal dengan anda tuan muda " ucap Pram merasa khawatir di sebrang sana.


" Tak perlu khawatir paman, aku akan berhati-hati untuk itu. Jika begitu kita akhiri pembicaraan kita sampai disini " ucap Kenneth dan langsung mematikan ponselnya dengan cepat.


*****


Malam harinya.


Kenneth sudah bersiap dengan pakaian nya yang serba hitam dimana beberapa alat persenjataan terselip rapi di sana, Pram memutuskan untuk ikut begitupun dengan Asnee.


sebuah helikopter telah mendarat disebuah helipad pribadi milik keluarganya, rupanya kedatangan burung besi tersebut menarik perhatian Sean yang sedang berada di sebuah pondok di halaman depan Gold mansion.


siapa yang akan menggunakan nya. batin Sean.


beberapa anak buah king sudah berada di titik lokasi sedari siang tadi, mereka bertugas untuk memantau sebuah mansion yang berada disalah satu pulau disana.

__ADS_1


benar saja mansion itu dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata lengkap terdapat banyak pengawal yang menjaganya, hal itu mereka laporkan kepada tuan mudanya.


Kenneth yang mendapatkan kabar tersebut tersenyum miring dibuatnya, rasanya ia tak sabar ingin membuat kekacauan yang ada hingga Kenneth berharap bisa bertemu dengan sosok stefy nantinya.


__ADS_2