King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Curiga dan amarah terpendam sang Lady.


__ADS_3

Amerika serikat.


Hal yang sama dialami oleh Remigio. Saat dirinya menuju sebuah markas beberapa orang menghadang jalan nya hingga Remigio mau tak mau harus menghindar dan terjadilah aksi kejar-kejaran menegangkan itu.


Dirinya mengumpat bahkan menggeram kesal, setelah beberapa tahun berlalu kini dirinya merasakan kembali apa itu beraksi. Remigio tentu saja senang dan membawa para penguntit itu kesuatu jalan tak berpenghuni yang masih menjadi kawasan kekuasaannya.


DORRR


TRANGGG


CKITTTT


Remigio membelokkan setir kemudinya dengan cepat hingga memanuver bebas. Kelihaian dirinya dalam bermain kendali setir kemudi tak perlu diragukan lagi. Terbukti penguntit itu seperti tak mampu menyeimbangi laju kendaraan Remigio alhasil mereka melesatkan timah panas kearah mobil sang penguasa ORTAXS.


DODODOR


DODODODOR


PRANGGG


" Mereka ingin merusak mobil ku. Ahhh baiklah aku mengerti. " ucap Remigio lalu dirinya menekan sebuah tombol hijau dan menempelkan sebuah sidik jarinya pada layar kecil yang terdapat di fitur mobil miliknya.


System active.


Remigio segera berpindah dan membuka jok mobil di bagian belakangnya dengan cepat ia mengambil senjata yang sudah terisi penuh dengan peluru mematikan.


DODODOR !!


DODODODOR !!


" Seperti ini kan cara kalian menyerang ku. " desis Remigio kesal. Para penguntit itu tentu saja tak menyangka jika Remigio akan menyerang mengingat mereka mengetahui jika tidak ada siapapun selain dirinya didalam mobil itu, namun bagaimana Remigio menyerang dan membalasnya.


DODODOR !!


tembakkan yang diberikan Remigio membuat salah satu mobil oleng karena supir itu tertembak tepat dibagian kepala. Remigio menyeringai penuh arti.


" Mati adalah pilihan yang baik untuk kalian yang mengusikku! " desis Remigio dengan tajam tepat pada saat itu ponsel miliknya berdering nyaring hingga Remigio mengumpat kesal dan segera mengangkat panggilan itu tanpa ragu.


" Markas milik istri mu diserang! mereka menggempur nya dengan sadis " ucap seseorang disebrang sana hingga Remigio terkejut bukan main. Pergi menuju Amerika adalah hal yang salah untuk dirinya namun ia pun gak busa berbuat apa-apa dikala para jajaran nya ada yang bekerja sama dengan seseorang dimasa lalu mereka.

__ADS_1


" Pusatkan pihak bantuan disana. Maaf merepotkan mu. Namun aku...


DODODOR !!


" oh shitt. Apanya yang terjadi ? kau sedang bermain ? " tanya seseorang itu cepat.


" Hentikkan bualan mu !! " ucap kesal Remigio dan langsung memutuskan panggilan yang tersambung itu hingga orang itu menggerutu kesal.


Remigio membawa para penguntit itu kesebuah wilayah yang sangat jauh bahkan kini mereka sedang melintasi sebuah jalan terowongan dengan pemandangan pasir putih disisi Kanan dan kiri jalanan itu.


*Klanggg


Grudukkk


DODODODOR


Entah apa yang dilemparkan Remigio dijalanan sana hingga benda pipih panjang itu tiba-tiba mengeluarkan serentetan peluru hingga para ban yang berjalan mulus seketika oleng dengan sangat cepat.


" Aku tak semudah itu kalian incar! '' ucap Remigio lalu meninggalkan senjata terakhir yang sangat mematikan.


DUARRRR


DUARRRR


DUARRRR


*****


" Brandon !! '' pekik Alland saat melihat tubuh teman nya itu penuh dengan luka bakar. Alland panik dan segera membawa tubuh Brandon berserta anak buahnya untuk menuju helikopter.


Namun Brandon masih tersadar ia seperti menunjuk sesuatu yang tak Alland mengerti. Alland menatap Brandon yang berkedip bagaikan orang bingung.


" Apa ? '' tanya Alland ikut bingung.


" Aku melihat Silla pergi menaiki sebuah helikopter " ucap Brandon namun Alland diam saja seperti tak terkejut dengan ucapan Brandon. " Aku yakin dia terlibat " ucap Brandon lagi.


" Nanti kita selidiki. Sekarang aku akan mengobati luka mu terlebih dahulu.. hmm ini cukup parah '' ujar Alland terlihat sendu namun Brandon mengangguk dengan tenang.


Saat itu helikopter yang membawa Brandon segera meninggalkan tempat kejadian perkara yang masih terlihat bekas pertempuran itu. Alland mencermati keadaan sekitar bahkan dia hanya melihat dua buah kapal yang sudah rusak begitu saja.

__ADS_1


Markas utama.


Hancur benar-benar hancur. Bangunan yang dulu megah dan indah sebagai markas utama king kini hancur dengan sebagian bangunan yang runtuh. Valera menatap datar dengan tangan terkepal.


Starla berhasil kabur saat Zizi mengejarnya. Namun Valera menghentikan nya agar Zizi tak mengejar wanita itu hingga membuat semua orang mengerutkan dahinya.


" Dia terpasang alat pelacak yang bisa meledak. Aku tau itu, sinyal yang dibawa oleh Starla telah terbaca oleh satelit kita. Lacak keberadaan mereka semua aku yakin mereka berkumpul dan berkelompok. " tegas Valera dan semua orang mengangguk tanda mengerti.


'' wow misi baru.. i like it " celetuk K dengan wajah sumringah nya.


Benar apa yang dikatakan oleh Valera jika satelit king menangkap sinyal asing yang terhubung itu, titik berwarna jingga bergerak menuju suatu tempat yang cukup jauh dari wilayah kekuasaan king.


Dahi Zizi mengeryit saat titik itu berada ditempat yang ramai penduduk.


'' Apa mereka tak salah tempat ? '' ucap Zizi ragu.


" Tidak! pasti mereka memilih tempat yang ramai penduduk agar terhindar dari serangan, bukan kah aku benar mom ? '' ucap Athena mantap seraya menatap sang ibu lekat.


" Hmm masuk akal. Tandai '' ucap Valera memerintah dan Zizi mengangguk saja. Pada saat Zizi sedang beroperasi ia mendapatkan kabar jika Noe sudah ditemukan namun dalam keadaan tak sadarkan diri membuat Zizi senang sekaligus panik seketika.


Valera mengijinkan Zizi untuk pergi menuju rumah sakit dimana sang kakak vyan berserta Gabriel berada disana, Syina dan Elena bersedia menggantikan pekerjaan Zizi dimana Thomas sedang berada di Blue mansion.


Malam harinya Valera menugaskan anggota black woman untuk menuju tempat yang sudah ditandai oleh Syina dan Elena. Ya Starla menuju sebuah hotel dibawah naungan Kenov Petra dan hal itu membuat Valera merasakan sesuatu kejanggalan.


Para wanita tangguh itu dengan cepat mengerjakan tugas mutlak yang diberikan oleh sang Lady. Dan kini keempat wanita tangguh itu sudah berada di luar kota yang belum pernah mereka singgahi sebelumnya.


Hotel naungan milik Kenov Petra itu kini menjadi target tersendiri oleh Valera dan kini lelaki yang menjadi sahabat suaminya sendiri itu tak bisa dihubungi sama sekali.


" B, apa kau mendengarkan ku ? " ucap C berbicara nada rendah karena mereka saling terhubung dengan MH yang terpasang di telinga mereka masing-masing.


" Ya aku mendengar kan mu. '' ucap B menjawab pelan dengan manik yang tajam dan menatap sekitar nya dengan waspada.


keempat anggota black woman itu membagi tugas menjadi dua kelompok. B bersama K dan C bersama A mereka tak ingin membawa anak buah king karena akan menimbulkan rasa curiga bagi pihak yang lain, akan tetapi Valera memutuskan anak buah king untuk berjaga tanpa sepengetahuan keempat wanita yang sangar itu.


" Oh.. itu bukankah.. ahh sial kenapa aku lupa " celetuk K saat melihat siluet seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa menuju sebuah lift bersama dengan seorang lelaki muda disebelahnya.


" Apa yang sedang kau bicarakan K ? " ucap A dengan penasaran yang tinggi. Namun K tak menjawab dan ia justru mengikuti orang itu dengan cara halus agar tak terlihat oleh sekitarnya. " K apa kau mendengarkan ku ? " ucap A lagi.


" Diam lah. Sepertinya aku melihat wanita itu. " ucap K kesal namun A dan lainnya bingung tentang siapa wanita yang ditemui oleh K namun pada akhirnya mereka masih tetap menunggu K dan terus menelusuri tempat yang ada serata memantau tempat itu dengan teliti.

__ADS_1


__ADS_2