
sosok wanita muda yang hampir diperkirakan umurnya sama seperti Athena duduk dengan anggun sembari menatap George dan Malvin secara bersamaan, wanita muda itu hanya mendengarkan setiap perkataan Malvin dan George berikan, sang ayah yang ikut andil dalam bisnis tersebut memperhatikan gerak gerik putrinya, ia berfikir jika putrinya tertarik dengan salah satu pengusaha muda yang patuh diperhitungkan itu.
waktu terus berlalu satu jam sudah Malvin dan George melakukan penjelasan detail mengenai rencana launching produk baru dari perusahaan GM Crop's tersebut, tentu saja mereka yang ikut berpartisipasi sangat antusias dengan hal ini.
'' Baiklah jika begitu, kita akhiri sampai disini saja, aku rasa sudah cukup, dan aku harap kalian semua mengerti dengan apa yang kami ucapkan tadi " ucap Malvin dengan ramah dan semua orang mengangguk mantap, George melihat wajah-wajah orang yang hadir dalam rapat tersebut, manik birunya menangkap sosok gadis muda yang sedang tersenyum ramah kepadanya, George menatap sekilas lalu mengalihkan pandangan nya kearah lain.
si gadis itu sungguh malu karena George menatapnya secara tidak sengaja, sang ayah hanya menyenggol lengan putrinya itu.
" Baiklah, rapat bubar " tegas George berdiri dengan gagah dan tersenyum tipis. Lalu Malika segera masuk dan membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja. Semua orang bubar dari ruangan itu begitupun dengan Malvin.
George segera masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Malvin dibelakangnya, Tak di sangka sosok gadis muda tersebut mengikuti Malvin secara diam-diam.
mereka sungguh tampan.Batin di gadis
******
Gabriel sedang bersama Kenneth di markas utama king, mereka sedang berlatih dengan keras agar tak ada yang bisa menyentuh mereka lagi, Gabriel begitu semangat belajar ilmu bela diri tingkat kedua yang diajarkan oleh pelatih khusus disana.
kedua anak muda itu sama-sama mempunyai postur tubuh yang tinggi dan tegap bahkan otot-otot perut dan lengannya sudah membentuk sempurna walaupun dengan ukuran yang pas.
" Tuan muda " sapa salah satu Mafioso disana, baik Kenneth maupun Gabriel sama-sama melirik langsung dengan tatapan dingin dan datarnya. " sudah waktunya beristirahat tuan muda " ucap nya lagi dan Kenneth diam saja akan tetapi Gabriel hanya mengangguk tipis seraya mengerti, lelaki itu segera keluar dari ruangan pelatihan meninggalkan dua anak muda yang berwajah datar itu.
" Aku dengar putri-putri paman Dave akan datang kemari " ucap Gabriel dan Kenneth hanya menautkan alisnya secara bersamaan.
" pantas saja aku tak melihat paman Dave beberapa hari terakhir ini, rupanya ia sedang berada di Inggris. " ucap Kenneth dan Gabriel hanya diam saja. " ahhh gadis-gadis itu pasti akan mengacaukan hari-hari kita Gabriel " keluh Kenneth.
" Ya sepertinya begitu " celetuk Gabriel seraya memakai sebuah kaos berwana putih dan brand ternama, Kenneth dan Gabriel segera turun ke lantai bawah dan bergabung dengan para jajaran king, biasanya mereka sedang berkumpul memakan cemilan atau meminum sesuatu.
sedangkan disisi lain, Athena dibuat pusing dengan dosen muda di universitasnya, bagaimana tidak dosen muda itu selalu memperhatikan Athena dengan intens, memang tak bisa dipungkiri paras dari dosen itu sangat tampan, maniknya yang berwarna coklat serta bibir tebalnya yang sensual membuat paras nya patut diperhitungkan.
__ADS_1
" Athena " panggil seseorang yang sangat dikenalnya, suara itu adalah suara dosennya. Athena menoleh dan memandang lekat sosok pria gagah yang sedang berjalan kecil.
" ada apa pak ? " tanya Athena ramah.
" bisakah kita makan bersama nanti ? '' ucap dosen itu dan Athena mengeryitkan dahinya seketika, lelaki itu masih terus menunggu jawaban dari gadis yang disukainya. " jangan menolak niat baikku. Hanya makan siang atau makan malam tak masalah " ucap nya lagi dan Athena masih diam termenung. '' bagaimana ? '' ucapnya kini dengan suara lembut membuat Athena tersenyum manis.
" baiklah, Aku menerima niat baik bapak. " ucap Athena sopan dan lelaki itu tersenyum manis.
" jadi kapan kau senggang ? " ucap dosen itu lagi.
" hmm bagaimana besok malam ? " ucap Athena dan dosen itu mengangguk setuju, pada saat keduanya sedang sama-sama tersenyum tiba-tiba Gevariel mendatangi mereka membuat dosen muda itu menatap pada Gevariel,
Gevariel menyapa salah satu dosen yang berada di universitas tersebut dengan sopan dan dosen itu membalasnya dengan tersenyum ramah.
" baiklah jika begitu saya permisi dulu pak, " ucap Athena dan dosen itu mengangguk mempersilahkan Athena untuk pergi, Gevariel merasa jika dosen itu tertarik dengan sosok Athena tapi ia diam saja.
'' kau masih ada kelas ? " tanya Athena kepada Gevariel.
" Ayo temani aku berbelanja, " seru Athena dan Gevariel mengangguk antusias. Athena menaiki mobil mewah berwarna merah milik Gevariel karena ia tadi di antar oleh sang supir, sepanjang perjalanan Athena hanya menatap kearah kaca jendela yang menjadi pusat perhatiannya, Gevariel menoleh kearah gadis tersebut, hingga beberapa saat mereka telah sampai disebuah pusat perbelanjaan ternama di kota Paris.
Athena dan Gevariel segera masuk, Gevariel menggandeng tangan Athena layaknya mereka sepasang kekasih, Athena tak memperdulikannya dan berjalan dengan nyaman.
" Kau ingin membeli apa ? " tanya Gevariel.
" gaun " ucap Athena dan Gevariel langsung membawa nya kesebuah toko besar disana, ya Gevariel sedikit mengetahui tentang fashion wanita, dan Athena mengikuti langkah Gevariel
matanya berbinar kala melihat sebuah gaun berwarna silver dengan taburan berlian diarea dadanya, bahkan gaun tersebut terlihat pas di tubuh Athena, Gevariel ikut memandang kearah yang Athena lihat, senyumnya tersungging saat melihat gaun cantik yang terbilang seksi itu.
gadis ini ternyata menyukai gaun seperti itu juga. Batin Gevariel
__ADS_1
Akhirnya Athena membeli beberapa gaun yang ia sukai, Gevariel hanya menunggu di sofa yang tersedia disana, Gevariel sibuk memperhatikan tingkah sahabat masa kecilnya itu, hingga satu jam berlalu akhirnya Athena memutuskan untuk kembali.
" sudah ? " tanya Gevariel dan Athena mengangguk seraya melebarkan senyumnya hingga membuat Gevariel tak sadar mengacak-ngacak rambut milik Athena dengan gemas.
mobil mewah milik putra pertamanya Diego itu melaju dengan kecepatan sedang menuju Gold mansion, waktu begitu cepat berlalu George terus menghubungi ponsel Athena terus menerus dan gadis bermanik hitam itu tak mengetahuinya sama sekali, hingga mereka telah tiba di gerbang utama.
" terimakasih Geva " ucap Athena dan Gevariel hanya mengangguk tersenyum tipis. " kau tak ingin mampir ? " ucap Athena lagi.
" tidak Athena. Aku akan segera pulang, pasti ibuku gelisah jika aku belum pulang " kekeh Gevariel dan Athena tertawa seketika, sungguh lucu ini sangat lucu.
" baiklah jika begitu aku masuk dulu, " ucap Athena dan Gevariel mengangguk langsung sembari membalas lambaian Athena.
Athena segera berjalan dan memasuki Mansion megah itu dengan raut wajah bahagia, hingga ia tak sadar jika sang ibu telah menunggunya di ruang terbuka.
" Athena " ucap suara Valera terdengar dingin dan datar, Athena berhenti dan langsung menoleh kearah sang ibu.
" mommy " seru Athena dengan gugup karena wajah sang ibu sungguh datar dan dingin. " ada apa mom ? '' ucap Athena hati-hati.
" apa yang kau lakukan Athena ? bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya ? " Picing Valera dan Athena diam saja tanpa menjawab pertanyaan sang ibu, ia paham apa yang sedang dibicarakan oleh ibunya ini, Karen dan Ryunnal.
" mereka yang pertama mencari masalah dengan ku mom. Bahkan mereka mengirim orang-orang itu untuk mencelakai ku. " ucap Athena tak kalah tegas menatap ibunya tajam.
valera terdiam dan sesaat memeluk putrinya erat-erat, Athena balas memeluknya juga, Valera menghela nafasnya secara perlahan dan mengusap pipi putrinya lembut.
" Lain kali kontrol emosi mu sayang, mommy tak mau hal buruk terjadi padamu. " ucap Valera dan Athena mengerti dan mengangguk patuh.
" sayang " ucap suara bariton seorang pria gagah bermanik hitam yang sama persis seperti manik milik Athena.
" Daddy " ucap Athena berlari dan memeluk daddy nya erat-erat, bahkan Athena bergelayut layaknya bayi koala kepada Remigio, Valera hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu.
__ADS_1
" Kau baru pulang hmm ? " tanya Remigio dan Athena mengangguk " sebaiknya bersihkan dirimu setelah itu kau makan " ucap Remigio dan Athena mengangguk patuh lalu turun dari gendongan sang ayah, matanya bersitatapan dengan manik biru seorang lelaki di sana, Athena menunduk dan memalingkan pandanganya seketika.
George mengetahui jika gadisnya ini pergi bersama dengan teman masa kecilnya, dan Athena bukan gadis yang tak peka ia tau jika George mendapatkan informasi tentang dirinya dengan sangat mudah.