
tubuh George limbung kelantai saat seorang dokter mengatakan jika Athena mengalami keguguran. Hening semua orang yang berada disana mendadak menjadi kelu terlebih George yang tak menyadari jika sang istri sedang mengandung.
Remigio yang baru saja tiba dibuat terkejut saat mendengar fakta buruk tentang putrinya. George lelaki bertubuh tegap itu seperti sedang kehilangan arah.
" Kami sudah semaksimal mungkin tuan Remigio. Benturan keras yang dialami nona Athena memicu pendarahan yang ada hingga maaf, janin yang berusia satu Minggu itu harus gugur " ucap seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter.
" Athena.. " lirih George dan langsung masuk kedalam dimana kini istrinya terbaring dengan lemah bahkan perban yang membalut paha kirinya masih belum kering akibat peluru yang diluncurkan oleh Silla.
George tergugu saat menatap wajah damai sang istri yang sedang terpengaruh obat bius. Sebuah fakta sungguh membuat dirinya merasa terpukul. Keguguran ? itu artinya buah cinta nya bersama dengan Athena telah tumbuh tanpa diketahui, namun sayang bayi yang seharusnya lahir ke dunia kini telah tiada.
" Sayang.. hiks..hiks.. '' runtuh ya kini pertahan terkuat George runtuh tat kala menerima kenyataan yang sungguh mengejutkan. Air matanya keluar bercampur dengan rasa emosional nya yang tinggi.
Remigio akhirnya masuk setelah berbincang serius dengan dokter yang menangani Athena. Jujur melihat athena yang mengalami hal seperti ini mengingatkan dirinya dulu saat Valera harus mengalami keguguran di kehamilan pertamanya karena bertarung dengan seseorang, dan kini putrinya pun mengalami hal yang sama.
BUGHHHH
BUGHHHH
BUGHHHH
Remigio terkejut saat George memukul keras dinding rumah sakit hingga tangannya memar dan terluka. Remigio hanya diam bertujuan agar George meluapkan rasa amarah nya itu karena jujur dirinya pun sama seperti itu saat dulu.
" ahhh... bayi ku.." pekik George dengan meremas erat rambutnya.
" Tenang lah George. " ucap Remigio seraya menepuk bahu kekar George.
" Bagaimana bisa aku tenang saat aku menerima kenyataan ini semua dad ? " ucap lirih George dengan manik terpejam. Namun detik kemudian manik biru itu berkilat dingin tak tersentuh nafasnya memburu dengan dada yang naik turun karena rasa amarahnya saat ini sedang tinggi '' kedua wanita itu. Ya kedua wanita itu harus menanggung akibat nya! " ucap George dengan penuh penekanan
George berbalik dan mengelus lembut pipi Athena lalu mengecup dahinya lembut begutupun dengan punggung tangan sang istri yang halus itu. George menatap sendu kearah nya.
" Jaga Athena untuk ku dad. Aku akan keluar dan memberi pelajaran untuk mereka berdua yang telah membuat Athena ku terbaring disini " ucap George lagi dan Remigio diam saja namun manik hitam nya ikut menatap sendu sang putri tercintanya.
__ADS_1
" Pergilah. Namun ingat jangan membunuh nya penyiksaan masih panjang dan mereka harus merasakan nya " ucapan dingin sang penguasa ORTAXS itu terasa nyata di telinga George.
" Aku mengerti " ucap George lagi mengecup sekali lagi bibir Athena dengan lembut tanpa menghiraukan Remigio yang berdiri disampingnya.
*******
PLAKKK
PLAKKK
" ahh hentikan.. sakit.. " lirih Karen saat George menyiksa nya dengan alat berantai besi lalu menampar kedua pipi nya dengan keras " George.. apa kau sudah lupa dengan ku .. '' lirih Karen sudah payah berbicara pada sosok George yang kini menatap nya dengan bengis.
" DIAM!! " teriak lantang George menunjuk kasar Karen yang sudah terbaring lemah dilantai nan dingin itu. " Karena kau... atau karena kau !! " tunjuk George pada Karen dan Silla secara bergantian " Karena kalian berdua aku kehilangan janin yang bahkan keberadaan nya belum aku ketahui " ucapan George begitu sangat menggelegar di ruangan itu bahkan K dan A yang mendengar hal demikian ikut terkejut. " Kalian harus membayar nya " ucap George seraya memegang sebuah cambuk ditangan kanan nya. Silla dan karen mendadak tegang melihat aura George yang lain nampak dimatanya bak seorang dewa iblis yang sedang menghukum budak nya.
" Tidak..jangan lakukan itu... '' cicit Silla dengan tubuh gemetaran. George tersenyum menyeringai dengan mata yang mendelik sinis.
CETARRR
CETARRR
AGHHH
CETARRR
" to..tolong hentikan " hanya itu yang bisa Silla ucapkan, cambukan yang George berikan begitu sangat sakit hingga tubuhnya terasa remuk dan ngilu.
" Nikmatilah, wanita tak tau malu seperti mu memang pantas mendapatkan nya terlebih kau hanya orang asing yang beruntung diselamatkan oleh king namun balasan mu sungguh tak tau malu! '' ucap George dengan datar menatap bengis wajah Silla yang sudah ketakutan bukan main bahkan tubuhnya beringsut mundur secara perlahan.
CETARRR
AGHHH
__ADS_1
" oh.. Dia pingsan hahahaha... sungguh menyenangkan bukan ? " ucap George menatap tengil Karen yang sudah bergetar dengan air mata yang membanjiri pipinya " Dan kau Karen. Aku melupakan orang tua mu yang pernah berhubungan baik dengan ayahku. Dan aku melupakan mu sebagai teman dan saat ini kau tak lebih seorang wanita yang menyedihkan. " ucap George berjalan secara perlahan kearah Karen dimana wanita itu hanya menggeleng sebagai tanda jangan mendekat. " why ? are you scared ? " Picing George.
" George..kau..kau tak akan pernah bisa untuk menyakitiku. Lihatlah saat dulu orang tua ku membantu ayah mu George sebagai imbalan nya mereka menjodohkan kita namun sayang gadis itu merenggut semuanya dariku. Dia merenggut mu dari hidupku. Hahahaha apa kau bilang tadi ? Keguguran ? ohh sungguh malang bukan, aku berhasil merenggut janin yang seharusnya tidak dilahirkan. " sarkas Karen menatap tajam George yang saat ini sudah memerah.
BUGHHHH
egghhh
Karen mengerang tat kala sepatu mahal George mendarat tepat diwajahnya, sepertinya kali ini George harus mengeluarkan tenaga nya untuk bermain dengan wanita tak tahu malu seperti Karen.
" Seharusnya kau tak pernah hadir dalam hidupku! Asal kau tahu Athena jauh lebih berharga dari segalanya. Bahkan aku berani menentang perjodohan kita, See kami sudah menikah, Tidak kah kau bahagia Karen " ucap George lagi dengan tawa kecil dibibir nya
" GEORGE!! " Teriak marah Karen dengan manik yang menyalang menatap George " Aku tidak sudi kalian bersenang-senang diatas penderitaan ku! Tidak akan pernah. Dan sebagai awal nya kau kehilangan calon anak mu bukan ? hahaha nikmatilah kegagalan mu! " ucap Karen semakin menjadi.
GREPPPP
BRAKKKK
uhukkkk
Habis sudah kesabaran dari seorang George. Kata kegagalan seperti menamparnya saat ini. Karen mengerang dengan darah yang keluar dari mulut nya, terjangan George sungguh terasa menyakitkan untuk nya terlebih Karen merasakan jika tulang rusuk nya retak seketika.
" Aku sudah memberimu kesempatan untuk kau hidup lebih baik Karen. Namun kau tak menggunakan kesempatan itu dengan baik, kau datang dan membuat semuanya menjadi hancur maka aku juga yang akan menghancurkan hidupmu saat ini hingga neraka sekalipun kau akan tetap mengingatnya " bengis George dengan menodongkan sebuah pistol tepat kearah kepala Karen.
" Hentikan George. Mereka tak akan kubiarkan mati dengan mudah. " ucap Valera yang datang tiba-tiba dengan wajah datar tanpa ekspresi. George diam saja namun kilatan amarahnya tak dapat ia hentikan.
" Aku mengerti. Namun biarkan aku memberikan cambuk ini pada tubuh wanita kotor itu! " ucap George tersenyum jenaka menatap wajah sang ibu yang menatap Karen dan Silla tajam.
" Maka jangan sungkan.." desis Valera dengan senyum menyeringai penuh arti.
Teriakan Karen begitu menggema di ruangan itu hingga jeritan nya sangat memilukan, baru saja dua kali George mencambuk tubuh Karen tapi wanita itu sudah berteriak dengan gila. Valera seakan menikmati pertunjukkan yang sedang berlangsung itu bahkan hingga cambuk kan terakhir selesai pun wajah sang lady masih saja tetap datar tanpa ekspresi.
__ADS_1