King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*68


__ADS_3

Athena yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk keluar dari Gold Mansion dengan setelan kasual dipadukan jaket kulit berwarna hitam, rambut panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja.


" nona anda akan pergi kemana ? " ucap salah satu pengawal yang melihat keberadaan Athena sudah rapi berpakaian.


" Aku akan keluar sebentar saja " ucap Athena lagi.


" Tapi bagaimana jika tuan George mengetahui jika nona keluar " ucap pengawal itu dengan ragu.


" aku bisa mengatasinya " ucap Athena berlalu pergi.


Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang, Athena menimang-nimang akan kemana tujuannya hari ini, Athena jadi teringat akan Gevariel.


Akhirnya Athena memutuskan untuk pergi menuju rumah Gevariel sembari bertemu dengan orangtuanya, satu jam berlalu mobil mewah itu telah sampai di salah satu kawasan komplek elit bagi orang-orang pengusaha dan kalangan atas.


Athena membunyikan klakson mobilnya dan tak lama muncul seorang lelaki menatap Athena dengan kerutan kecil di dahinya.


" maaf anda ingin bertemu dengan siapa ? '' ucap lelaki itu menghampiri mobil Athena yang kacanya terbuka sempurna.


'' aunty Lavanya, katakan Athena datang '' ucap Athena dengan ramah dan lelaki itu mengangguk lalu mengkonfirmasikan hal ini pada pengawal bagian dalam rumah, tak butuh waktu lama Athena dipersilahkan untuk masuk.


tampak beberapa mobil mewah terjejer rapi disana, Athena mengerutkan dahinya sesaat apa rumah ini kedatangan banyak para tamu ? entahlah.


" Athena '' panggil seseorang wanita dan Athena langsung menoleh segera, terdapat wanita anggun yang masih cantik diusia nya itu, Athena tersenyum dan segera memeluk Lavanya dengan erat.


'' aunty " ucap Athena lagi


" wahh kau semakin cantik saja sayang, ayo masuk '' ucap Lavanya dan Athena mengangguk patuh.

__ADS_1


ternyata di rumah itu terdapat beberapa tamu, Gevariel tersenyum dan menyambut kedatangan Athena dengan memeluknya sekilas, Athena balas memeluknya.


'' kenapa kau tak menghubungiku terlebih dahulu ? '' ucap Gevariel menatap Athena.


'' kenapa harus menghubungi mu ? '' bingung Athena dan Gevariel seketika memberengut kesal, Lavanya datang dan langsung membawa beberapa cemilan dan minuman untuk Athena.


Athena terlihat sungkan akan ibu dari Gevariel tersebut, beberapa teman Gevariel ternyata terus memperhatikan Athena, mereka bertanya-tanya apa hubungan diantara keduanya.


Athena dan Lavanya sangat akrab mereka berbincang ringan seputaran tentang wanita bahkan Lavanya bertanya kabar mengenai kedua orang tua Athena.


sedangkan disisi lain George mendapatkan kabar dari pengawal yang bertugas di gold mansion jika Athena baru saja keluar, George kesal karena Athena keluar tanpa memberi kabar terhadapnya terlebih dahulu. .


George segera melacak ponsel milik gadisnya itu hingga dahinya berkerut saat mengetahui Athena berada di kediaman tuan Diego ayah dari Gevariel.


George kesal karena Athena berada di sana rasanya ia ingin sekali menghampiri dan menyeret Athena pulang, tapi ia tak bisa meninggalkan pekerjaannya terlebih akan ada rapat dalam sepuluh menit kedepan.


" apa yang membuat wajah mu seperti itu ? '' tanya Malvin duduk berhadapan dengan George.


'' tidak ada " singkat George dengan tak bersemangat " apa semuanya sudah siap, jika ya lebih baik kita segera bergegas '' ucap George beranjak merapihkan kembali kemeja seta dasinya yang tadi sempat ia longgarkan. Malvin terkekeh dan ikut beranjak menuju ruang rapat dimana para dewan sudah berada disana.


George dan Malvin lagi-lagi melihat gadis itu, mereka saling pandang satu sama lain, rasanya George ingin menegur kenapa gadis itu selalu ikut dalam setiap rapat yang diselenggarakan.


manik birunya menatap tajam di gadis, orang-orang yang berada di sana merasakan aura dingin yang George keluarkan tatapannya tak bersahabat Malvin hanya bisa diam dan menghela nafasnya perlahan.


" apa rapat kita selalu dihadiri gadis itu ? '' ucap Malvin menunjuk seorang gadis yang memakai dress berwarna navy selutut, sontak semua orang menatap kearah tunjuk Malvin.


" ahh maafkan aku tuan Malvin dia putriku. Aku sengaja membawanya agar ia lebih paham dengan apa yang kita bahas karena aku berencana untuk melibatkan putriku dengan bisnis yang terjalin " ucap seorang pria paruh baya yang memakai pakaian formal berwarna hitam.

__ADS_1


" apa kau fikir proyek kita kali ini untuk main-main ? sehingga kau melibatkan putrimu yang jelas-jelas tak mengerti apa-apa dalam dunia bisnis. " datar George menatap pria paruh baya itu tanpa berkedip, sontak semua orang terdiam ditempatnya perkataan George ada benarnya juga. " apa kau tak membaca peraturan nya tuan ? semua orang yang hadir disini tentu saja sudah berpengalaman, '' lanjut George semakin dingin dan datar.


" Tuan George tapi apa salah nya jika aku terlibat di dalamnya, aku hanya ingin meningkatkan kemampuanku saja bukan berarti aku tak mampu dan tak berpengalaman " ucap gadis itu berkata dengan tegas dan George tersenyum tipis.


" begitukah ? jika kau ingin meningkatkan kemampuan bukan disini tempatnya nona. Kau salah alamat " kini Malvin yang bersuara dan semua orang hanya bisa diam tak berani membantah dia pengusaha muda yang *********** tak perlu diragukan lagi.


gadis itu terlihat marah dan mengepalkan tangannya sorot matanya menatap Malvin dan George tajam.


" Sebaiknya anda tunggu diluar saja nona, biarkan ayahmu yang terlibat dalam hal ini ! '' ucap Malvin lagi dan pada akhirnya gadis itu beranjak pergi meninggalkan ruangan rapat dengan tatapan semua orang yang menuju padanya,


gadis itu tampak kesal bukan main bahkan mengumpat dengan berkata-kata yang kasar, Malika hanya bisa tersenyum sinis saat melihat gadis yang sangat angkuh itu.


******


Chaiden tampak duduk dengan tenang disebuah kursi yang menghadap ke sebuah photo wanita cantik disana, Senyum manis nya terbit disudut bibirnya saat ini.


" Tak terasa Diandra, sebentar lagi kau akan berulang tahun, kau tahu setiap tahunnya aku selalu mengharapkan agar kau berada di sisiku lagi seperti dahulu, dan kini saatnya semua itu aku lakukan. Kau hanya milik ku bukan milik yang lain dan seharusnya kau mengandung benih dari ku bukan dari yang lainnya. " ucap Chaiden dengan penuh penakanan. " Kedua anak mu harus mati Diandra. Kau hanya boleh mengandung serta melahirkan anak ku saja Diandra " tegas Chaiden membelai bingkai itu dengan hati-hati seakan itu adalah benda nyata.


seorang lelaki muda menunduk hormat pada Chaiden dia adalah Sky orang kepercayaan Chaiden selama beberapa tahun terakhir.


" tuan maaf menganggu waktu anda, hanya saja keberangkatan anda sudah siap secara keseluruhannya '' ucap Sky dengan sopan.


" Ya terimakasih, ayo kita berangkat. Pastikan semuanya aman sky '' ucap Chaiden tegas dan Sky mengangguk mantap.


siang itu Chaiden dan juga sky akan bertolak menuju turki Chaiden mempersiapkan semuanya dengan rapi tanpa celah, bahkan ia telah menyiapkan identitas lainnya selama berada di Turki.


tentu saja Sky yang mengatur segalanya karena cara kerja lelaki itu sungguh tapi dan teliti, Chaiden selaku memuji cara kerja sky yang tak pernah mengecewakan nya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2