
Markas utama king.
Sebuah meja berbetuk bundar tampak menjadi saksi bisu dari ribuan perjanjian dan pembicaraan yang sangat sakral. Valera duduk di kursi kebesarannya di samping kanannya terdapat Dave dan juga Thomas sedangkan disamping kirinya terdapat Zizi, Elion dan juga Lotus.
Elena tampak duduk berdampingan dengan suaminya Ed dan diseberang Elena tampak Syina yang baru saja tiba setelah kepergian nya dari Amerika untuk menjaga bisnis lainnya milik sang lady.
Keempat predator turut ikut dalam rapat yang diadakan secara dadakan oleh sang Lady. Brandon dan Alland pun ikut mengisi rapat tersebut begitupun dengan Ellara dan Ornaf yang baru saja tiba tadi pagi.
" Aku harap tak terjadi sesuatu yang buruk dimasa mendatang " ucap Valera membuka suara nya dengan pandangan lurus kedepan " Lokanne telah kembali membawa dendam masa lalu nya." gumam Valera lagi dan semuanya diam saja menyimak.
" Apa yang harus kita lakukan lady ? apa kita harus menangkap nya ? " tanya Edgar dengan cepat
" sepertinya begitu. Tapi aku masih ragu untuk menangkap nya Edgar. Garvish ? Aku harus bertemu dengan dirinya sesegera mungkin karena ada yang ingin aku bicarakan " ucap Valera lagi berwajah serius.
" Garvish ? " ulang Edgar dan Valera hanya melirik sekilas lalu melihat kearah layar tablet yang memantau beberapa tempat miliknya termasuk Gold mansion dan mansion utama keluarga Harson.
" Chaiton dia pun kembali membuat onar setelah melakukan perjanjian dengan Ryunnal Dexa " sambung Syina yang entah darimana ia mendapatkan kabar mengejutkan ini.
Valera diam dan memandang sendu kearah potret sang kakek yang terpasang serta terpajang indah di dinding yang sejajar dengan dirinya.
" Hmm sepertinya kita akan mendapatkan masalah besar " ucap Dave lagi dengan memijat pelipisnya pelan begitupun semua orang yang hadir.
" Dave apa kau tau dimana mertua mu berada ? " ucap tiba-tiba Valera dan Dave mengeryitkan dahinya pelan, tua Gil ? ayah kandung dari istrinya Gloria ? bahkan dia tak mendapatkan informasi tentang dirinya bertahun-tahun. Dave menggeleng dengan manik tak tentu arah " Entah mengapa aku merasa Athena mengetahui nya " ucap Valera kembali mengejutkan semua orang yang berada disana.
__ADS_1
Alland merasa jika putri Lady nya itu sungguh misterius ketimbang dari ibunya hanya saja pergerakan Athena cukup mudah dikenali sedangkan Valera melakukannya dengan senyap.
" Putrimu itu sungguh luar biasa Lady " ucap Alland tiba-tiba dan semua orang melirik kearah nya secara serempak " Maaf jika aku berkata dekian hanya saja putrimu juga diintai banyak musuh " ucap Alland dan Valera tersenyum tipis seperti sudah mengetahuinya. " Bukan hanya putrimu tapi putra mu pun bahkan anak-anak kalian ikut terkena imbasnya " ucap Alland mengutarakan pendapatnya.
" ckckck.. jika mengingat anak-anak itu sungguh aku merasa merinding saat ini " celetuk Edgar saat mengingat anak-anak muda layaknya sekumpulan para psikopat berjalan. '' mereka lebih sadis dan juga sedikit ceroboh lady. '' ucap Edgar lagi dan Valera hanya mengangguk pasti. Mereka masih muda tentu saja memiliki emosi dan rasa egois yang tinggi itu sebabnya menjadi seperti itu.
" Thomas awasi putramu. Karena dari banyak nya para generasi hanya putramu yang selalu bermain dengan seorang wanita. Aku takut kebiasaan nya itu membuat para pemain wanitanya sakit hati dan melakukan hal lain.'' tegas Valera dan Thomas mengangguk paham " Uhh anak itu membuat kepalaku menjadi berdenyut '' keluh Valera lagi tapi mendapatkan senyuman tipis dari orang-orang.
Zizi dan lainnya hanya mengulas senyum tipis dengan melirik kearah Thomas yang sedang bermuka serius. Kemungkinan Thomas sedang memikirkan putranya yang selalu mempermainkan seorang wanita padahal dirinya dulu tak berlaku demikian.
" awasi saja pergerakan mereka tanpa harus menunjukkan diri. Mereka sudah dewasa dan pasti nya akan memilih jalannya sendiri tanpa harus kita atur. Terbukti mereka selalu membantu satu sama lain ketika salah satu dari mereka terlihat masalah '' ucap Valera dan semua orang menganggu paham.
" Dan kau awasi juga putramu itu yang telah berani mencium putri bungsu ku!! '' tajam Dave menatap kearah Ornaf yang hanya memasang wajah datar dengan seulas senyum tipis dibibirnya. Ellara yang melihat Dave kesal terhadap putranya hanya diam saja tak berani berbicara karena memang putranya yang salah tapi Ellara salut akan putranya yang sedang mengejar cinta dari seorang gadis.
" Max ? '' ulang keempat predator secara bersamaan " Maxim ? mengejar putri bar-bar mu '' tekan Hugo bertampang polos dan Dave hanya menatap tajam teman seperjuangan nya itu.
Pada saat semuanya sedang hening tiba-tiba ponsel Dave berdering begitu nyaring hingga semua orang yang berada disana begitu terkejut bukan main.
Dave segera mengangkat ponsel nya yang berdering setelah mendapatkan tatapan tajam dari semua orang termasuk sang Lady yang sedang melanglang buana memikirkan sesuatu.
" Ada apa ? '' jawab Dave sedikit ketus saat anak buah nya menghubunginya dalam keadaan tidak tepat. Manik Dave melebar tak karuan saat mendengar kabar dari seseorang disebrang sana. " Kenapa kalian begitu lalai '' sentak Dave tanpa sadar berteriak karena marah. " Cepat cari putriku!! '' teriak Dave lagi dan langsung mematikan sambungan telepon nya yang masih terhubung dengan sepihak.
" Ada kabar buruk ? '' tanya Valera yang bisa menebak jika Dave mendapatkan kabar yang kurang menyenangkan.
__ADS_1
" Aisley menghilang diperbatasan lady '' ucap Dave gusar dan Valera tampak memijat pelipisnya pelan. Kali ini apa lagi ? kenapa putri sulung Dave bisa berada di perbatasan.
Valera tanpa bertanya lagi langsung menghidupkan layar monitor yang hanya menggunakan sandi rahasia milik nya. Semua orang tampak serius memandang layar lebar di hadapan mereka.
Jari-jari lentik sang Lady begitu lincah menari disebuah papan ketik yang hanya menggunakan scane jari. Tampak sebuah layar dengan titik merah bergerak pelan menuju suatu tempat.
Bahkan Valera memutar rekaman cctv yang beberapa waktu lalu yang terekam oleh satelit milik king. Di sana terlihat jelas jika Aisley sedang bersama dengan seorang gadis seumuran dengannya dan tak beberapa lama kemudian mobil yang digunakan Aisley mendapatkan serangan entah dari mana.
Dave tampak serius memperhatikan layar yang ditayangkan oleh sang Lady terhadap pergerakan putri sulungnya. Maniknya berkilat merah saat mobil yang digunakan putrinya hampir beberapa kali terjungkal dan terperosok kepinggir untung saja Aisley dan gadis itu melawan.
" Ohh " kejut semua orang saat melihat mobil berwarna hitam itu terjun bebas setelah mendapatkan hantaman keras dari samping kanan nya.
" NO!! '' teriak tiba-tiba Dave saat melihat tragedi mengerikan yang menimpa mobil putrinya. Jantung Dave terasa diremas dan hampir tak berdetak. Thomas segera mengambil segelas air putih untuk menenangkan temannya itu. " Putriku!! " gumam Dave lagi.
" Ohh Alexandrea !! '' kejut semua orang saat melihat kedatangan Alexandrea yang tiba-tiba dan begitu misterius bahkan Elena dan Ed saling pandang satu sama lain. Bagaimana putranya berada disana tanpa diketahui ? Bahkan tak lama Alexa pun berada disana menggunakan sebuah motor trail yang sedang dikendalikan nya.
Velera merasa sedang menonton sebuah film Action yang begitu menegangkan. Alexandrea dan Alexa membantai habis orang-orang yang menghalangi jalan mereka. Terlihat sangat kejam dan tak berperasaan dengan apa yang dilakukan oleh anak kembar Elena dan juga Ed.
Saat semua orang nampak serius tiba-tiba layar monitor mati total membuat Valera dan lainnya terkejut bukan main pasalnya tak ada yang bisa menembus sistem pribadi milik sang Lady.
" Thomas!! Cepat kau retas cctv yang berada disana. Seseorang sedang bermain-main '' pekik Valera marah karena ada yang mengecoh sistem miliknya tanpa ia ketahui.
Dave bingung sekaligus cemas, ada apa ini bahkan sistem milik sang Lady berhasil ditembus seseorang. Aisley ? bagaimana dengan nasib putri sulungnya. Ed dan Elena lambung bergegas keluar dari ruang tertutup untuk memastikan sesuatu.
__ADS_1
Thomas mengerjakan apa yang sedang diperintahkan oleh sang Lady, ia tak pernah se gugup ini sebelumnya. Valera menatap Thomas yang sedang fokus begitupun dengan yang lainnya.
Valera bahkan memantau pergerakan para anak-anak nya yang lain untuk memastikan jika keadaan mereka baik-baik saja dan tetap kondusif walaupun mereka kini sedang berada ditempat yang berbeda-beda.