
Florian terbangun dalam keadaan sudah berada di sebuah tempat yang asing. Bajunya terbuka hingga tubuh bagian atasnya tak berpakaian dan menampilkan otot-otot perut nya yang seksi.
Florian pemuda itu melenguh saat kepalanya kian berdenyut bahkan Florian baru menyadari jika dahinya terbalut perban disana.
'' Ckck kenapa kau lemah sekali Flo! damn! '' umpat Florian kesal dengan manik terpejam hingga.
CEKLEK.
" Oh kau sudah sadar? '' ucap suara wanita yang terdengar asing di telinganya. Florian menoleh dan melihat seorang gadis asing bermanik hijau dengan tersenyum manis padanya. Florian mengeryit saat gadis itu membawa sebuah minuman dalam gelas yang berbentuk ceper. " Minumlah aku meracik nya sendiri '' ucap gadis itu terdengar ramah.
" Siapa kau? '' dingin Florian menatap tajam gadis di hadapannya kini.
" Minumlah dulu. Aku meracik nya sendiri '' ucap gadis itu lagi yang duduk di samping Florian dengan tersenyum tipis namun tiba-tiba.
PRANGGG
Gadis itu terkejut saat Florian justru menghempaskan gelas yang dibawanya hingga pecah berhamburan. Florian marah karena gadis itu bersikap seolah-olah mengenal dirinya.
'' Kau! Dasar tidak tau berterimakasih! Apa seperti ini cara mu bersikap pada orang yang telah menolong mu? '' bentak gadis itu marah dengan mata yang melotot lebar.
'' Kau siapa? " ucap Florian lagi dingin.
Lelaki ini benar-benar arogan! Aku tak menyangka jika ucapan bibi Rui benar adanya para tuan muda king ini benar-benar arogan dan angkuh!. batin gadis itu.
" Siapa kau? jangan bertindak dan bersikap seolah-olah kau menjadi pahlawan yang sudah menolong ku! " ucapan rendah dan menusuk itu terdengar bak alunan melodi kematian, dimana sorot mata Florian menatap nya dengan tatapan pembunuh dengan nafas yang naik turun.
" Xenya! Nama ku xenya! Dan aku sudah menolong mu dan juga seseorang yang sedang bersama mu saat itu! Harus nya kau berterimakasih padaku! dan bukan bersikap kurang ajar di tempat ku! " berang gadis itu lagi tak terima dengan sikap Florian yang kasar.
Florian terkekeh dan beranjak dari ranjang berukuran kecil nya lalu melihat kearah jendela yang terbuat dari kayu mahoni asli. Dahi Florian mengeryit saat melihat pemandangan di luar seperti berada di lingkungan hutan lindung dimana sekitarnya di tumbuhi pepohonan lebat dan tinggi.
" Ini dimana? " tanya Florian lagi dan gadis yang bernama xenya itu mengedikkan bahunya acuh " Jangan main-main dengan ku! Aku bertanya dan kau harus menjawab nya. " ucap Florian lagi.
" kau berada di tempat milikku! Namun maaf aku tak bisa menyebutkan namanya. Jika kau ingin pulang aku bisa mengantar mu " ucap xenya tegas dan Florian diam saja melihat gadis itu lekat dari ujung kaki hingga ujung rambut. " Sebaiknya kau istirahat lah terlebih dahulu! luka mu masih belum pulih dan aku berbaik hati padamu untuk mengijinkan mu untuk tetap berada disini " ucap xenya lagi berlalu pergi namun ucapkan Florian menghentikan langkahnya
" ponsel! aku butuh ponsel " ucap Florian lagi namun xenya menunjuk kearah meja kecil di samping ranjang hingga pandangan Florian ikut menatap kearah sana.
__ADS_1
" ponsel itu milikmu! Namun ingat jangan menghidupkan nya disini jika kau tak ingin terjadi sesuatu pada kita! Besok aku akan mengantar mu untuk pulang dan besok kau bisa menggunakan ponsel milik mu itu. Ingin percaya atau tidak silahkan saja coba " ucap xenya lagi ketus hingga Florian berpikir lain tentang gadis itu.
Florian segera berjalan kearah dimana ponsel nya berada namun dalam keadaan mati. Putra Samuel itu segera menghidupkan ponsel nya tak mengidahkan ucapan xenya karena bagi dirinya ucapan xenya tak ada artinya dan bisa saja sebagai umpan atau jebakan.
Ting!
" What? " pekik Florian saat ia melihat lokasi nya saat ini berada sangat jauh dari tempat kejadian. " Kenapa gadis itu membawa ku ke tempat sejauh ini? " gumam Florian merasa curiga dengan gadis yang bernama Xenya. Florian dengan cepat mengirim tanda keberadaanya saat ini agar bisa di lacak oleh Aslan. Namun tiba-tiba.
BRAKKKK
" Lancang! Sudah ku bilang untuk tidak menghidupkan ponsel sialan mu itu! Lihat karena ulah mu keberadaan ku jadi diketahui." marah xenya yang tiba-tiba masuk dan membuka pintu dengan kasar.
" Apa maksud mu? " picing Florian lagi.
" Keras kepala! kau... " ucapan xenya terhenti karena seseorang masuk dengan langkah tergesa dan panik.
" Nona kita harus segera pergi. Mereka mengetahuinya " panik seorang lelaki yang memakai kain untuk menutupi kepalanya. Xenya marah dan dengan cepat berjalan kearah Florian.
BUGHHHH
uhhh
" Gara-gara kau sialan! Aku menyesal telah menolong mu saat itu yang sedang sekarat." ucap xenya lagi marah dengan mata melotot lebar kearah Florian.
" Nona. Tidak waktu untuk meladeni pemuda itu, keselamatan nona sangat penting untuk Kami! " ucap orang itu lagi hingga xenya mendengus kasar.
" good luck! " ucap xenya lagi dan berlalu pergi dari tempat itu dengan cepat. Florian masih termenung dan menikmati rasa sakit di wajah dan hidung nya yang berdarah akibat pukulan keras gadis asing itu.
" Sial! Berani nya dia menyentuhku! " pekik Florian hingga sayup-sayup dirinya mendengar suara keriuhan dengan cepat Florian melihat kearah jendela rupanya rombongan xenya pergi menggunakan sebuah mobil tua. " Hei!! beraninya kau pergi! " sentak Florian yang meloncat dari jendela dan berlari kearah dimana xenya berada namun.
BOOMMM
xenya dan rombongan nya melesat pergi tanpa memperdulikan Florian yang terus mengejarnya. Xenya memijat pelipisnya pelan hingga.
DODODOR!
__ADS_1
DODODOR!
PRANGGG
" Mereka disini! " ucap salah satu dari mereka hingga xenya menoleh kearah belakang dan melihat Florian yang masih terus mengejarnya.
" sniper! dimana mereka! " pekik xenya panik karena tak bisa melihat dimana penembak itu berada.
DODODOR !
DODODOR !
Florian bergulung kesamping saat merasa dirinya ikut terancam dan benar saja tembakan beruntun melesat cepat kearah dimana mobil tua itu melaju.
Florian melihat seseorang yang berada tak jauh dari rumah kayu yang ditinggali nya saat itu, Namun Florian memilih untuk bersembunyi karena tak memiliki senjata.
" siapa mereka? " gumam Florian lagi namun tiba-tiba
BHOMMMM
Empat buah mobil muncul tiba-tiba dari arah kanan Florian hingga membuat pemuda itu merunduk seketika. Iring-iringan mobil itu seperti mengejar mobil tua yang Xenya gunakan.
Terlihat beberapa lelaki bersenjata seperti bersiap untuk melakukan aksi nya. Florian diam saja dengan manik yang menatap tajam saat keempat mobil itu mulai menjauh.
Ting!
Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel yang masih di genggam oleh Florian, dirinya melihat sebuah pesan dari Aslan yang isinya mengumpat dan marah.
Damn..Kau gila! kenapa jauh sekali Flo. Kau benar-benar menyusahkan. Namun tempat saat kini kau berada tak muncul di dalam peta milikku! Apa kau berada di tempat zona merah hingga aku tak bisa melacak keberadaan mu! Kau harus keluar dari tempat itu setidaknya sampai aku menemukan mu!. pesan Aslan terdengar seperti ultimatum keras untuk Florian.
" menyusahkan! ini semua gara-gara gadis itu yang membawaku ke tempat sialan ini! " gerutu Florian yang bangkit dan berjalan cepat kearah rumah kayu itu untuk sementara waktu karena dirinya yakin jika mereka tak akan kembali ke tempat ini lagi.
Namun saat Florian memasuki rumah kayu itu lagi dirinya terkejut saat melihat supir miliknya tergelatak di atas sofa. Florian panik dengan segera membangunkan lelaki baya itu. Namun untunglah lelaki baya itu membuka matanya dengan cepat.
" tuan muda " ucapnya lirih.
__ADS_1
" kau tak apa? Apa terjadi sesuatu " tanya Florian lagi namun lelaki itu menggeleng pelan. Florian bernafas lega karena rupanya orang-orang yang mengejar Xenya tak sempat memasuki rumah kayu itu hingga supir milik ya itu selamat. Jamuan tetap saja Florian harus waspada dan keluar dengan cepat dari tempat ini.
Xenya!! Aku akan ingat wajah dan namamu!. Batin Florian