King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* little problem


__ADS_3

Valera kini sedang berhadapan dengan seorang lelaki paruh baya bertubuh tegap dan terlihat sangat berwibawa, pakaian nya terlihat jika dia adalah seorang pasukan khusus negara.


Raut wajah lelaki itu datar dan menatap Valera serta Dave dan Zizi tanpa berkedip seolah sedang menelisik ketiga orang yang berdiri tegap dihadapannya.


" Komandan Rico " ucap nya membuka suara seraya menunjukkan identitas bersampul hitam yang dibubuhi cap negara. " Seorang pasukan khusus yang bekerja selama dua puluh lima tahun " imbuhnya lagi tetap tenang begitupun dengan Valera yang mengangguk tenang. " Tunjukkan identitas kalian " ucapnya lagi.


Valera mengumpat dalam hati karena pergerakan nya seperti terbaca oleh para pihak berwajib namun bukan kah tempat ini milik seseorang, apakah buruan nya sedang bermain ? entahlah.


Tanpa banyak kata Valera menunjukkan identitas nya namun tidak dengan Dave dan Zizi Valera melarang dengan sebuah kode. Lima orang lelaki dan wanita yang berada dibelakang komandan Riko terlihat melakukan gerakan waspada.


" Aku harap kau tak mempersulitku! '' dingin Valera walaupun wajahnya tenang tapi menyimpan sebuah amarah yang terpendam.


Komandan Riko menatap identitas Valera dan melirik wanita beranak dua itu dengan penuh tanda tanya. Ya komandan Riko tau jika sebuah identitas berlapis emas bukan orang sembarangan, mereka yang mempunyai identitas itu adalah orang yang sangat berpengaruh.


" Valera Harson putri seorang konglomerat kelas kakap tuan Ramius Harson serta seorang istri triliurner Remigio Adomson benar begitu " tenang lelaki itu dan Valera diam saja seraya melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.


Dave dan Zizi masih diam ditempat namun beberapa pasang mata menatap kedua nya dengan tajam mengintimidasi. Valera melirik sekitar nya bahkan dirinya menyadari jika banyak CCTV serta orang-orang dari pasukan khusus yang bersembunyi.


" Aku tegaskan jangan mempersulitku. Aku sedang dalam perjalanab bisnis. Jadi jangan membuang waktu ku yang berharga '' ucap valera dengan penuh penekanan. Lelaki yang dipanggil komandan Rico itu terkekeh kecil seraya memberikan kartu identitas Valera kembali.


" Keberadaan ku dan juga para anggotaku adalah masalah hukum. Kami bekerja untung perdamaian dunia namun.. " ucap komandan Rico lagi seraya menghela nafasnya perlahan " Kejahatan tetap kejahatan dan semuanya harus melalui proses maka dari itu aku tak membiarkan mu lolos " ucapnya lagi dan Valera tertawa sarkas.


" Jadi kau ingin menangkap ku ? begitu hmm " ucap Valera dan komandan Rico mengangguk mantap seraya memberikan kode kepada anak buahnya untuk membawa Valera, Dave dan juga Zizi.


" Lancang!! " geram Zizi dengan manik yang memerah.


CEKLEK


" Jangan melewati batasan nyonya. Kau kami tangkap karena sebuah kejahatan. pembunuhan, peledakan bahkan membuat sebuah kapal pribadi hancur berkeping-keping dilautan kami. Apakah kalian masih bisa lolos begitu saja " ucap komandan Rico dengan tenang dan Valera mengangguk saja membenarkan namun dirinya tak mau ambil pusing.


CEKLEK


Bukan hanya anak buah komandan Rico yang menodongkan senjatanya namun valera juga menodongkan revolver miliknya tepat kearah lelaki yang kini sedang berdiri tegap tanpa rasa takut.

__ADS_1


" Pergilah semasih aku bersikap baik.. Asal kau tau kalian semua bekerja dibawah kendaliku. Jika kekuasaan ku tak ada maka kalian semua tak akan bisa bekerja " ucap Valera dengan dingin begitu menusuk.


Namun perkataan Valera justru membuat lelaki yang dipanggil komandan Rico itu tertawa renyah. Kekuasaan ? bahkan komandan Rico terasa tergelitik saat mendengar kata kekuasaan yang sangat sakral untuknya. Baginya bekerja dengan jujur adalah prinsip nya.


" Jangan bermain-main '' ucapnya terkekeh kecil namun Valera menyunggingkan senyuman nya " Aku tak menerima penawaran ataupun perintah apapun dari seorang penjahat '' ucapnya tegas tanpa keraguan sama sekali.


DORRR


AGHHH


Seseorang ambruk begitu saja saat kepala nya dihadiahi timah panas, sontak komandan Rico dan lainnya terkejut namun tidak dengan Valera manik Hazel nya menangkap sosok yang dikenalinya berjalan dengan begitu santai.


" Peringatan " ucap tiba-tiba Edgar berjalan dengan langkah tegas lalu menunduk penuh hormat pada Valera sehingga menimbulkan tanda tanya begitu besar pada benak komandan Rico serta lainnya. " Maaf terlambat lady " ucap Edgar dan Valera mengangguk saja. Namun detik kemudian


DODODOR !!


DODODOR !!


shittt!!


DODODOR


AGHHH


Komandan Rico terkejut saat beberapa anak buah nya satu persatu tumbang dengan dahi yang berlubang. Sedangkan Valera masih menatap datar komandan Rico yang berdiri mematung.


" sekali penjahat tetap lah penjahat ! " Lantang komandan Rico kepada Valera hingga ikut mengeluarkan senjatanya untuk melumpuhkan Valera namun sayang benda itu terlepas dari genggaman nya karena seseorang sudah melukai tangannya.


CRATTT


AGHHH


" Isa hentikan ! " peringatan Valera begitu tegas terdengar hingga mau tak mau Isabella mengangguk patuh. " Peringatan terakhir untuk mu, tarik pasukan mu dan jangan mempersulit waktuku. Kau tau aku tidak suka dan bukan orang yang penuh kesabaran '' tekan Valera memperingati komandan Rico saat ini.

__ADS_1


Namun rupanya komandan Rico diam-diam seperti meminta sinyal bantuan hingga suara sirine mobil polisi terdengar dari arah yang lumayan cukup.


" Kau tak bisa ku ajak kerjasama secara baik-baik. '' pekik Valera marah


DORRR


AGHHH


'' kita pergi! " seru Valera hingga mereka dengan cepat meninggalkan tempat itu dengan kendaraan yang Edgar gunakan namun sebelum mereka pergi justru Valera membisikkan sesuatu hingga komandan Rico yang sedang terluka menegang.


Kendaraan yang membawa kubu king itu bergerak dengan pesat meninggalkan keributan serta banyaknya mayat yang bergelimpangan di sana. Valera melirik sinis namun kemudian


DUARRRR


" ohh jantungku " ucap Dave terkejut dengan mengusap pelan dadanya dengan ekspresi konyol.


" ckck.. seharusnya biarkan saja mereka mengejar kita aunty '' celetuk Isabella kesal dan Valera mengeryitkan dahinya pelan.


" Dave sungguh putri mu ini membuatku gila. Dia benar-benar cerewet dan cukup sulit untuk dikendalikan '' gerutu Edgar hingga Isabella mencubit pinggang Edgar dengan keras dan teriakan Edgar terdengar begitu saja.


Keadaan didalam mobil tampak biasa-biasa saja dimana Isabella yang berceloteh jika kedua anggota predator itu bergerak secara amatiran saat buruan sang lady lepas. Edgar yang mendengarnya sontak membelalakan matanya lebar karena perkataan Isabella itu.


Namun suasana itu hanya sesaat, sebelum Isabella menerima panggilan dari Aisley jika mereka sudah berada di bandara dan sedang menunggu kedatangan yang lainnya. Isabella mengangguk dan mengatakan jika mereka akan segera tiba.


" Isa. Bagaimana bisa kalian berada disini ? " ucap Dave yang akhirnya membuka suara


" Kami tak sengaja mendengar perkataan paman Alland dan Brandon, dan pada saat itu kami sedang tidak melakukan misi apapun jadi ya kami berada disini... Tidak kak Daddy ingin mengucapkan rasa terimakasih " ucap Isabella dengan tersenyum miring hingg Zizi tertawa seketika karena melihat Dave yang digoda oleh putri nya sendiri.


" Baiklah Isa. Terimakasih atas bantuan mu yang sangat berharga ini '' Isabella mengangguk saja saat sang ayah mengatakan hal demikian agar bertujuan Isabella untuk menutup mulutnya karena sedari tadi dirinya begitu pusing mendengar celotehan isabella yang mirip dengan anak berusia lima tahun.


Mobil yang dikendarai oleh Edgar melaju pesat dan melewati jalan yang berliku seperti memang sudah direncanakan. Ya Isabella dan Aisley memilih jalan ini ketimbang jalan utama karena mereka sudah bisa memahami situasi buruk yang akan terjadi.


Valera hanya tersenyum tipis saat melihat kedua putri Dave itu sangat cerdas untuk ukuran gadis seusianya. Terselip rasa bangga pada dirinya sendiri karena kini para generasi bergerak pesat tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


Akhinya mobil hitam itu tiba disebuah bendara yang entah milik siapa. Sesaat Valera dan lainnya mengerutkan dahi namun Isabella mengatakan jika mereka akan aman untuk beberapa jam kedepan.


Aisley tersenyum saat melihat rombongan sang adik yang tiba tepat waktu. Akhinya mereka pihak king segera pergi meninggalkan negara itu menuju ke Paris sebelum keributan yang lain muncul kembali.


__ADS_2