
Keluarga Harson menatap sendu peti berwarna putih dengan dihiasi ukiran corak berwarna Gold. Bulir bening jatuh di pelupuk sang penguasa itu. Seorang wanita yang usianya sudah rentan kini menatap sendu pada peti mati milik sang kakak.
Valera tampak mengusap air mata nya yang jatuh lagi dan lagi. Kacamata hitam itu seakan tak bisa menutupi kesedihan dalam manik Hazel sang penguasa.
Pemakaman keluarga itu mendadak padat dengan orang yang berbelasungkawa dari macam kalangan pembisnis kelas atas, serta para pesohor lainnya yang mengetahui sosok mendiang Ramius Harson.
Peti mati itu mulai diangkat untuk menuju liang lahat yang siap digunakan. Tampak Valera dan Vyan selaku anak kandung mendiang Ramius Harson memberikan penghormatan terakhir dengan memberikan taburan bunga diatas peti berwarna putih bercorak itu.
" Salam penghormatan terakhir untuk beliau '' seseorang mengucapkan nya dengan sangat lantang dimana kini semua para pelayat memberikan penghormatan terakhir dengan cara menundukkan kepalanya seraya memejamkan mata.
Valera dan Vyan memundurkan langkah nya saat peti mati sang ayah hendak dikebumikan disamping makan istrinya Sofia Harson. Valera melirik kearah makam sang ibu yang tampak begitu indah dengan rumput hijau di atasnya dengan taburan bunga segar yang ikut menghiasi makam itu.
" Mulai lah " ucap Valera seolah mengerti jika para pekerja makam itu seakan meminta ijin kepada Valera untuk memulai melakukan pekerjaan nya dengan memasukkan peti mati itu kedalam lubang yang tersedia. Mereka mengangguk tanda mengerti kala mendapatkan persetujuan dari Valera.
Remigio tampak berada disamping Valera sepanjang acara berlangsung begutupun dengan Vyan dan Zizi yang ikut menemaninya sebagai menantu perempuan Keluarga Harson.
Athena tampak menatap kosong dengan air mata yang mulai mengalir tanpa henti. Dirinya mengingat masa kecil yang sangat bahagia dimana nenek dan kakek nya yang akan menjaga Athena sepanjang hari dikala ibu dan ayahnya pergi karena pekerjaan.
Lagi-lagi ingatan Athena melanglang buana dimasa lalu dimana sosok nenek serta kakek nya yang selalu bersikap lembut dan manis terhadap dirinya daripada dengan Kenneth sang adik dimana kakek nya akan bersikap tegas. Namun semua itu kakek maupun nenek nya sangat menyayangi mereka dengan sepenuh hati.
Kau begitu cepat meninggalkan ku meninggalkan kami semua kakek. Bahkan kau belum sempat melihat para cicit mu tumbuh dewasa. Selamat jalan kakek maafkan aku yang belum bisa menjadi cucu kebanggan mu. Sampaikan salam sayang ku pada nenek di alam sana. Batin Athena sedih.
perlahan-lahan peti milik tuan Ramius tertutup sempurna. Valera dan Vyan mengiringinya dengan tangis kesedihan. Ibunya telah tiada dan kini pun ayahnya telah tiada. Hanya tersisa sang bibi dan juga kakak nya sekarang. Perlahan-lahan Valera mengedarkan matanya pada seluruh jajarannya yang hadir dimana wajah mereka sudah mulai beranjak tua.
__ADS_1
tangis Valera akhinya pecah setelah dirinya tahan dengan kebungkaman. Lututnya lemas dan Valera terduduk di tanah samping makam ayahnya. Remigio dengan sigap menahan tubuh sang istri agar tidak lepas kendali dimana kini banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
" Silahkan taburkan bunga " ucap orang itu lagi dan kini Vyan selalu putra tertua yang aman mengawalinya terlebih dahulu. Taburan bunga beraroma segar memenuhi gundukan tanah yang baru saja usai. Valera meremas bajunya sendiri dengan nafas yang tersengal.
Selamat jalan papa. Terimakasih papa sedari kecil kau selalu mengutamakan aku terlebih dahulu dibandingkan dengan kakak ku. Kau cinta pertama ku yang tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Selamat jalan, selamat jalan papa. Batin Valera teriris.
Para pelayat dari kalangan pembisnis satu persatu memberikan ucapan belasungkawa kepada Valera maupun Vyan serta ibu dari Gloria. Mereka satu persatu pergi meninggalkan acara pemakaman yang sudah usai. Hanya tersisa para jajaran king serta para keluarga yang masih berada disana.
" Lady kami menemukan ini " ucap seseorang membawa sebuah bunga indah yang melambangkan belasungkawa beserta sebuah kartu hitam yang tersemat didalam na. Valera melirik dan menatap bunga itu dengan tatapan menyelidik nya.
" Kau tak tau ini dari siapa,? " ucap Valera dengan suara yang serak. Namun anak buahnya itu menggeleng tidak tau. Valera meletakkan bunga itu di atas makam ayahnya dan mengambil kartu ucapan yang ada disana.
'' Aku turut berbela sungkawa atas kepergian Ramius Harson. Aku memberikan sebuah buket bunga itu karena aku turut bersedih dengan kepergian beliau.
Sekali lagi aku minta maaf. Aku belum bisa menemui kalian khusus nya Athena untuk meminta maaf. Namun aku percaya jika kalian semua saat ini pasti sedang memburu ku bukan.
Kita akan bertemu saat Athena melahirkan anakku!
( R* )
nafas Valera sekali lagi tercekat saat membaca isi surat dari si pengirim misterius itu. Begitu pun dengan Remigio sontak manik keduanya membelalak lebar dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah.
" Remi! " lirih Valera. " Dia ada sini? " ucap Valera lagi hingga tiba-tiba teriakan Athena terdengar mengejutkan.
__ADS_1
" Dia disini! Lelaki itu disini. " Teriak athena mengejutkan semua orang " kak dia disini! " teriak Athena lagi dan George segera memeluk tubuh Athena dengan erat saat melihat sebuah kode yang diberikan oleh Remigio.
George terpaksa membawa Athena pergi dari sana karena tak ingin terjadi sesuatu hal dengan istri dan juga janin yang sedang dikandung oleh Athena.
Tapi Athena terlihat enggan untuk pergi dan masih mengedarkan pandangannya ke segala arah seperti sedang mencari seseorang ditengah keramaian yang ada.
Valera yang melihat George berhasil membawa Athena menghembuskan nafasnya kasar dengan mengepalkan tangannya erat. Rasa marah kini menyelimuti hati nya.
Valera memasukkan kartu ucapan itu kedalam tas miliknya. Akhinya mereka memberikan penghormatan terakhir sekali lagi karena merasa situasi mulai tak aman dimana Athena tiba-tiba ingin berlari mengejar sesuatu.
Satu persatu rombongan king akhirnya pergi dari pemakaman pribadi keluarga Harson. Iring-iringan mobil mewah memadati ibukota dengan kecepatan sedang menuju Gold mansion karena mereka diminta untuk berkumpul dikediaman sang Lady.
Sedangkan disisi lain manik tajam seseorang tangan melihat kepergian mereka hingga hilang dari pandangan. Lelaki itu menghembuskan nafasnya perlahan dengan memejamkan kedua matanya perlahan.
'' Tuan,sudah waktunya kita pergi '' ucap seseorang terlihat berbicara dengan sangat hati-hati.
" Jalan! " perintah lelaki itu begitu tegas hingga mobil yang mereka gunakan sudah meninggalkan area itu untuk pergi kesuatu tempat. Namun sebelum lelaki itu pergi dirinya memerintahkan seseorang untuk tidak menampilkan sosok dirinya di cctv terdekat hingga tak menimbulkan kesalahan dimasa mendatang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf owee telat yah. hehee gk papa cuma satu bab kan ini juga nulisnya ngantuk parah guys jadi maklum yah. Jangan lupa kasih owee semangat yah
TnQ ❤️❤️
__ADS_1