
keesokan harinya sesuai dengan janji yang Athena berikan, malam itu tepat pukul tujuh Athena sudah berada di sebuah restoran yang terbilang mewah, manik hitamnya melihat kearah sekitar seraya mencari sosok dosen muda di universitas nya.
Athena tampil cantik walaupun hanya memakai gaun long dress sederhana berwarna merah, entah mengapa warna itu menjadi pilihannya kali ini, riasan tipis dengan rambut yang ditata rapi membuat Athena layaknya seorang wanita sempurna, leher jenjang nya terlihat begitu saja.
" Maaf jika aku terlambat " ucap Athena saat ia telah mendapati sosok lelaki muda berparas tampan yang memakai setelan formal tapi berkesan kasual, dosen muda itu menatap tak percaya kepada Athena Bahkan ia hampir lupa untuk mempersilakan Athena duduk di kursi yang tersedia.
" silahkan duduk Athena " ucap dosen itu menarik kursi dengan elegan dan Athena duduk dengan sungkan, terdapat beberapa menu padat di atas meja dengan minuman berkelas dan setangkai bunga mawar yang berada ditengah-tengah hidangan tersebut, Athena memicingkan matanya seketika kala melihat semua ini seperti di film-film saja.
" ini " tunjuk Athena pada bunga mawar.
" ohh ini hanya hiasan saja, pelayan tadi yang menyediakan nya " ucap dosen itu merasa gugup dan Athena hanya mengangguk saja. " makanlah, kau pasti belum makan bukan ? " ucap dosen itu lagi mengusir kecanggungan yang ada.
" Ya terimakasih " ucap Athena.
dosen itu menjadi tak fokus dihadapan salah satu siswi di universitasnya mengajar, Athena hanya diam dan bersikap acuh tampak mau menatap kearah lelaki yang berada di hadapannya.
Athena makan dengan elegan dan penuh hati-hati, gerakan tangannya memotong daging membuat dosen muda itu gugup dan menelan ludahnya kasar.
" bapak tidak makan ? " ucap Athena dan lelaki itu hanya tersenyum lalu membersihkan sisa saus yang menempel nakal disudut bibir Athena, gadis itu tersentak saat kulit tangan halus milik dosen mudanya mengenai wajahnya begitu saja.
" maaf ada saus yang menempel " ucap dosen itu dan Athena hanya mengerjap-ngerjapkan matanya saja hingga lelaki yang berada di hadapannya merasa gemas bukan main.
Athena mengambil minuman yang tersedia hingga hampir setengahnya habis, dosen itu tersenyum lucu saat melihat tingkah Athena, sungguh gadis bermanik hitam ini memang luar biasa.
" ATHENA !! " ucap suara bariton seorang pria dengan geraman tertahan, dan sontak Athena menoleh kearah belakang begitupun dengan sang dosen.
George tiba-tiba berada disana, dan dosen muda itu menatap bingung pada George yang menampilkan wajah datar dan dinginnya, sedangkan Athena hanya bersikap acuh karena ia sudah tau pasti mata-mata George yang memberi kabar ini.
" maaf anda siapa ? " sopan dosen itu dan George menatap nyalang kepada lelaki yang bertanya. " Athena " ucap lembut dosen itu dan Athena hanya tersenyum tipis tidak memberikan jawaban sama sekali.
__ADS_1
" Ayo kita pulang " ucap George kearah Athena yang asik meminum sesuatu berwarna Orange, Athena diam saja membuat George langsung menarik tangan Athena hingga dosen itu tersentak.
" heii.. lepaskan tangannya. Kau menyakitinya " pekik dosen itu dan seketika George melepaskan cengkraman nya dan menatap wajah Athena yang sedang meringis kecil. " ayo kita pulang " ucap George dengan nada lembutnya menatap Athena.
" pulang ? tuan anda merusak suasana dan waktu kami " ucap dosen itu datar hingga manik biru itu menatap dingin sang dosen. " tolong jaga sopan santun mu " ucap nya lagi dan George masih diam seraya memperhatikan lelaki yang telah berani menyentuh gadisnya ini.
" maaf, bukannya aku menganggu kalian, hanya saja gadis nakal ini menjadi tanggung jawabku. " ucap George bersikap biasa saja dan Athena hanya memasang wajah kesalnya.
" pak maaf kan aku sepertinya aku harus pulang, hmm.. lain kali aku janji akan makan bersamamu " ucap Athena dan dosen itu terlihat bingung tapi tidak dengan George justru kini hatinya terasa panas saat mendengar perkataan Athena yang seperti sebuah janji itu. " jika begitu aku permisi " ucap sopan Athena dan lelaki itu hanya mengangguk dan tersenyum manis. George langsung menarik tangan Athena dengan tergesa-gesa sedangkan sang dosen hanya menatap kearah keduanya dengan penuh tanda tanya
Athena diam saja saat dirinya sudah duduk di kursi mobil milik George, ternyata George membawa supir kali ini, George menatap lekat-lekat wajah Athena dari arah samping.
" Athena " ucap George dengan penuh penekanan.
" jangan katakan apapun " sarkas Athena tanpa menatap kearah lelaki bermanik biru itu.
" Ada apa ini ? kau marah padaku lagi ? katakan padaku Athena, apa salahku " ucap George dengan penuh penekanan, hingga sang supir hanya bisa menjadi pendengar saja didalam sana. Athena enggan untuk menjawabnya ia memalingkan wajahnya kearah jendela untuk mengindari tatapan mematikan dari lelaki bermanik biru itu. " Athena !! " ucap George lagi kali ini nadanya sudah naik satu oktaf. Athena menatap tajam pada George hingga nafas gadis bermanik hitam itu terlihat begitu menderu.
" siapa lelaki itu ? " ucap George memalingkan wajahnya kearah lain.
" dosen ku " ucap Athena singkat.
" dosen mu ? " Picing George lagi " makan malam bersama seorang dosen ? " ucap George lagi.
" apa ada yang salah ? aku rasa tidak. Aku bebas berteman dengan siapapun " ucap Athena datar, hingga George meraih dagu Athena dengan paksa dan manik keduanya bertatapan satu sama lain, ada rasa kesal dan marah dalam diri George.
" jangan lakukan hal seperti itu lagi Athena. You are mine ! " tegas George dengan padat dan datar serta tatapannya tegas menatap manik hitam kelam itu, Athena tersenyum miring mendengar perkataan itu, menggelikan ? ohh tidak ini lucu. Athena melepaskan cengkraman George begitu saja dan enggan menjawab apalagi menatap George.
akhirnya George mengalah, dan mengelus lembut rambut Athena, bahkan ia menatap intens pada gaun yang Athena gunakan malam ini, walaupun sederhana tapi terkesan seksi dan menggoda dimata para lelaki.
__ADS_1
hingga mobil mereka telah memasuki kawasan Gold mansion, Athena masih betah dengan keterbungkaman nya, dan George hanya bisa menggenggam tangan gadisnya dan mengecupnya penuh kasih di punggung tangan Athena.
Athena dan George menatap mobil asing yang terparkir dihalaman luas Gold mansion, bahkan ia bisa melihat ada beberapa lelaki yang asing pula disana.
siapa mereka ? . batin Athena.
George menatap wajah salah atau lelaki yang berdiri tegak di samping sebuah mobil sedan hitam itu, ia seperti tak asing dengan wajahnya lalu detik kemudian ia tersadar.
Sial. Mereka ada disini. Batin George.
Athena melenggang masuk tanpa menghiraukan George dan lainnya, langkahnya yang anggun dan terkesan sangat angkuh, hingga suara pekikan terdengar disana.
" Apa yang kau lakukan terhadap putriku. !! " pekik seorang wanita paruh baya memakai pakaian formal dengan rambut yang ditata rapi dan elegan, Athena menyipitkan matanya saat wanita asing itu berteriak menatap dirinya, tak lama datang Valera dan Remigio bersama dengan seorang lelaki paruh baya disana.
George langsung menarik Athena untuk sedikit menjauh karena ia tak mau terjadi sesuatu hal pada gadisnya, Valera melirik kearah George seraya memberikan sebuah kode.
" Kau !! apa yang kau lakukan terhadap putriku !! kau melakukan penganiayaan hingga putriku kritis dirumah sakit " ucapnya berteriak dan lagi-lagi Athena diam seraya memperhatikan wanita paruh baya itu.
George hendak membawa Athena untuk masuk kedalam tapi tangan wanita itu mencengkram erat lengan Athena hingga gadis bermanik hitam itu sedikit meringis lalu dengan gerakan refleks Athena menghempaskan tangan nya dan membuat wanita paruh baya itu terhenyak dengan perlakuan Athena.
" apa yang kau lakukan nyonya ? " datar Athena.
" jaga batasan mu nyonya Caroline ! " dingin Remigio saat melihat sikap tamunya pada putri sang tuan rumah, nyonya Caroline menatap tajam pada Athena dan Remigio secara bergantian, dan Athena tak kalah menatap tajam pada tamu kedua orangtuanya.
" Lalu bagaimana yang dialami putriku hahh ? bahkan keadaanya saat ini sedang kritis karena ulah gadis liar ini " ucap nya dengan lantang.
" tutup mulutmu !! gadis yang kau sebut liar itu adalah putriku " desis Remigio dengan dingin hingga tatapannya berubah menjadi gelap dan menyimpan sebuah kemarahan didalamnya. " jaga sikap mu. " ancam Remigio lagi lalu memberikan kode kepada George untuk membawa Athena masuk walaupun gadis itu merasa enggan dan tak mau, tatapan Athena menatap tajam pada kedua paruh baya asing yang berada di Mansion nya. Valera tersenyum lembut begitupun dengan Remigio saat manik mereka bertatapan dengan putrinya.
George segera membawa Athena menuju kamar pribadinya, Athena menurut tanpa mau bertanya apapun, dan George hanya bisa diam saat ini.
__ADS_1
" istirahatlah, dan ganti pakaian mu. Sungguh kau membuatku merasa sesak sayang " ucap George menatap Athena dan gadis itu hanya menyunggingkan senyumannya, lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh George, dan lelaki bermanik biru itu segera meninggalkan kamar pribadi milik Athena, untuk bergabung dengan yang lainnya di lantai bawah.