King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Makin mencari


__ADS_3

Athena berdiri di hadapan pintu berwarna hitam dengan wajah datar. Pintu itu rupanya dipindai dengan sidik jari sang ibu. Athena menatap tajam pada benda berbentuk persegi panjang yang terdapat banyak tombol disana.


Athena mencoba melihat layar itu dengan teliti. Zizi yang berada di belakangnya justru memperhatikan apa yang sedang Athena lakukan.


" Apa kau tau sandi nya ? '' tanya Zizi tiba-tiba namun Athena tak menjawab memilih mengabaikan zizi dan justru menatap lekat pada layar itu,


CEKLEK.


Zizi terkejut saat Athena bisa membuka pintu ruangan milik sang Lady yang terdapat sidik jari serta beberapa sandi rumit. Athena tersenyum miring dan langsung melesak masuk dengan cepat sontak Zizi mengikutinya dari belakang.


Zizi masuk dan langsung menutup ruangan itu rapat-rapat agar tak siapapun yang dapat masuk, walaupun dirinya tampak gugup namun Zizi tetap ingin tahu apa yang dilakukan Athena didalam sana.


CEKLEK.


Athena memasuki sebuah ruangan minimalis yang terkesan gelap dan hening. Athena menyalakan lampu saklar yang terdapat di sana. Seketika beberapa poto orang-orang asing terdapat di sebuah papan besar dengan tanda silang di atasnya.


Pasti mereka musuh-musuh mommy. Hmmm banyak sekali. Namun ada beberapa tanda yang berbeda. Batin Athena.


Athena menyusuri satu persatu photo yang ada. Hingga pandangannya tertuju pada salah atau wanita yang menurutnya berpenampilan aneh.


" Uttera !! " ucap Zizi tiba-tiba seakan mengerti akan tatapan penasaran dari sorot mata Athena saat menatap photo uttera. " Salah satu musuh ibumu yang telah gugur, dia berasal dari India. " ucap Zizi menjelaskan sedikit saja. Athena tampak diam dan memperhatikan wajah uttera sekilas.


mirip dengan wanita itu. Batin Athena.


" saudara ? apa dia mempunyai saudara lainnya ? " tanya Athena dengan dahi yang mengerut tipis. Zizi mengangguk dan menunjuk sebuah photo dibagian paling bawah dekat kaki Athena. Athena tampak diam saat melihat wajah itu lagi.


" Namanya Lokanne. " ucap Zizi lagi.


" Wanita ini sangat mirip dengan wanita itu. Hanya saja.. Oh shitt. Ya dia wanita ini. sial!! " umpat Athena hingga Zizi terkejut bukan main. " Dua kali !! dua kali aku bertemu dengan dia. " ucap Athena lagi.


" Dimana ? " tanya Zizi penasaran.

__ADS_1


" Kenapa mommy tak membunuhnya ? " ucap Athena tiba-tiba tampa mau menjawab pertanyaan Zizi terlebih dahulu.


" Entahlah aku tak mengerti. Setahuku dia menjadi tawanan teman ayah mu " ucap Zizi santai.


" Daddy. ?? Hmm aku mengerti." Athena dengan cepat keluar dari ruangan itu dengan segera. Zizi terlihat linglung dan bingung namun dirinya justru menatap wajah Lokanne lekat.


Disisi lain Gabriel berada di dekat perbatasan kota.


Gabriel ditemani Maxim serta dua anak buah black road white dan yellow sedang berada di sebuah kota besar di bagian Paris. Ya dua orang anggota black road itu mendapatkan kabar dari Lotus jika wanita yang disebut-sebut adik dari Zizi berada di salah satu kota itu


Sontak Gabriel yang mendengarnya menjadi penasaran dengan sosok wanita itu. Terlebih dia pun menjadi incaran seseorang namun Gabriel masih terus mencari data seorang lelaki yang kala itu ia temui di Yunani.


" Apakah itu orang nya ? '' tanya Maxim tiba-tiba dengan meneguk segelas minuman kaleng bersoda. Entah mengapa tiba-tiba wajah Isabella terbayang di kepalanya saat ini.


" Ya tandai !! " pekik yellow cepat sontak White yang menggenggam tablet dengan cepat melakukan aksinya. Seorang wanita baru saja keluar dari sebuah hotel ternama. Gabriel fokus melihat wajah wanita itu.


Wanita berpakaian kasual dengan memakai sepatu boots itu dengan cepat masuk kesebuah mobil berwarna putih, Gabriel melihat lebih dekat dengan meretas cctv yang ada disekitar sana.


" Ikuti !! '' ucap yellow dengan menepuk pundak Maxim. putra dari Ellara itu hanya mendelik sinis. '' Hati-hati saja " ucap yellow lagi dan Maxim mengangguk saja sebagai tanda jika dirinya mengerti.


" Apa tujuannya kali ini ? " gimana Gabriel lagi.


" Aku saja yang akan turun. Kau tetap pantau aku melalui tablet ini " ucap White tiba-tiba kepada Gabriel dan pemuda itu mengangguk mantap.


anggota black road yang sudah berusia lanjut itu masih terlihat tampan dan gagah. Pakaiannya yang santai membuat dirinya terlihat seperti warga biasa pada umumnya bukan seorang mafia yang menghabisi nyawa seseorang tanpa ampun.


Gabriel terlihat fokus melihat white yang sedang berjalan santai seraya memilih beberapa pakaian lelaki yang memiliki harga standard itu. White terus menelusuri beberapa rak-rak baju. Maxim terkekeh dengan kemampuan akting dari seorang white.


" Dia memang tak bisa diremehkan " gumam Maxim lagi hingga yellow yang mendengarnya hanya mendelik dengan tajam.


" Tentu saja iya. Kami Anggota black road pasukan khusus milik mendiang tuan Marcell memang tak bisa diremehkan. Kalian anak muda akan terkena serangan jantung saat melihat apa saja yang bisa kami lakukan dimasa lalu. Seperti nyonya Valera. Dirinya tak tahu jika selama ini kami kesepuluh Anggota black road selalu memantau gerak-gerik dari cucu king mafia itu. " ucap yellow dengan tegas Maxim yang mendengar nya hanya bisa menyimak perkataan Yellow.

__ADS_1


Perkataan yellow membuat Maxim teringat akan cerita orang-orang king yang membicarakan sosok pendiri king yang gagah dan pemberani itu bahkan ayahnya Ornaf, hanya sekali bertemu dengan sosok marcell Harson.


" ohh wanita itu menempelkan sesuatu. Tapi apa ?? " ucap tiba-tiba white yang terdengar oleh Gabriel. Sontak Putra sulung dari vyan Harson itu membuka pintu mobilnya dengan kasar.


" Gabriel!! " lantang yellow karena Gabriel justru keluar dari mobil dengan langkah tergesa-gesa. Maxim melirik kearah tablet dan ia melihat jika white dihadang oleh dua orang lelaki.


" Ohh ketahuan ? " gumam Maxim lirih dengan tatapan malas. Namun Maxim terlihat memikirkan sesuatu jika sekelas white bisa diketahui berarti kali ini mereka sengaja menampakkan diri untuk memancing. " shitt!! " umat Maxim dan yellow justru memindai sekitar dengan sebuah kaca mata berwarna hitam itu.


Disisi lain White harus berhadapan dengan dua orang lelaki yang tiba-tiba menyeretnya dengan cepat kesebuah ruangan. White terkejut saat melihat dua orang asing itu.


SWINGGG


" What the hell !! " pekik White lantang saat sebuah belati justru melesat kesamping wajahnya.


DUAKKK


White menerjang lawannya dengan kaki yang menerjang kuat, White dengan lincah melakukan gerakan mengelak karena ruangan tempat mereka bertarung sangat lah sempit.


BUGHHHHHH


" sialan!! " desis White saat tubuhnya dihantam begitu saja, White yang marah kini mulai menunjukkan kemampuan aslinya, White tersenyum tipis.


Kedua lelaki asing itu tampak waspada terhadap white yang justru melakukan gerakan seperti orang senam, hingga detik kemudian kedua lelaki itu tumbang dengan hantaman di wajah bagian hidungnya.


BRAKKKK


" merepotkan " kesal White lalu merapihkan baju nya dan merapihkan rambutnya dengan elegan. " Cihh penampilan ku menjadi jelek seperni ini " gerutu White lagi.


White keluar dari ruangan itu namun tampak sepi membuat ia bingung sekaligus curiga. Hening tak ada suara ataupun pengunjung tempat usaha milik Zizi itu, namun telinganya mendengar suara orang yang sedang berkelahi.


White semakin menajamkan penglihatannya kearah sekitar. Ini aneh namun White bersikap tenang dan sewajarnya. Dirinya tak tau jika Yellow dan Maxim sedang melawan beberapa orang di luar sana hanya dengan menggunakan sebuah tablet dan sensor panas dari kacamata yang digunakan oleh yellow.

__ADS_1


BRAKKKKKK


" Gabriel!! " teriak White lantang sekaligus terkejut saat melihat tubuh Gabriel menghantam pintu hingga terbuka dengan posisi meringkuk.


__ADS_2