King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Penyiksaan dan dendam


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang begitu pengap dan usang tampak ketiga anak manusia sedang terikat dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Dimana tangan mereka terikat dengan cara terbentang bahkan kedua kakinya di pasangi belenggu rantai yang menjerat pergelangan kakinya.


Tampak seorang wanita bertubuh semampai dan berambut hitam sedang duduk dengan angkuh dan sorot matanya yang tajam menatap para tawanan nya dengan senyuman sinis.


" Siram wajah mereka dengan air dingin! " suara seorang wanita terdengar begitu memerintah hingga lelaki bertubuh kecil dan jangkung segera membawa air kedalam sebuah baskom besar lalu menyiram mereka secara kasar.


ketiga para tawanan itu terkejut dengan nafas yang tersengal karena air yang disiram sampai masuk ke dalam lubang hidung. Sorot mata mereka tajam saat melihat sosok wanita yang kini sedang tersenyum mengejek.


" Oh malang nya " ucap wanita itu lagi dengan gaya tengil nya hingga terkekeh kecil. " Setrum mereka agar tak terlihat lemas seperti itu " ucap nya lagi dengan wash datar.


AGHHH


teriakan yang saling bersahut-sahutan terdengar sangat melengking dan merdu di telinga si wanita berkuasa itu. Jeritan itu semakin lantang saat setruman demi setruman mereka rasakan hingga rasanya seluruh tulang-tulang mereka hampir saja remuk.


" Aghh!! sialan! " raung Athena dengan kencang hingga urat-urat wajahnya tercetak jelas dengan sangat menantang.


" oh kau mengumpat? sangat lucu " desis nya lagi dengan tawa ringan yang renyah " tak ada gunanya kau mengumpat, sekarang mari nikmati penderitaan kalian sebelum aku mengumpulkan yang lainnya. Bagaimana aku sangat baik bukan ? '' ucap wanita itu lagi dengan wajah polos tak berdosa.


Athena mengepalkan kedua tangannya erat hingga memupuk dendam yang begitu membara pada wanita dihadapannya itu. Dirinya tak tau siapa wanita ini namun dia dengan lancang menawan dan menyiksa nya.


Athena melirik kearah Samuel dan Maxim yang hanya menatap datar wanita itu. Bahkan Samuel terlihat lemah karena terus dihajar habis-habisan oleh para anak buah wanita itu setelah Samuel berontak dan memukul brutal mereka yang menyentuhnya.


Athena memejamkan maniknya secara perlahan merasakan dendam yang semakin berkobar dan memupuk didalam hatinya. Wanita asing itu telah berani lancang menyentuh dirinya dan juga para saudaranya yang lain.


" Aku sangat penasaran apakah kau begitu merasa tak mampu untuk melawan kami hingga kau merantai kami dengan penjagaan ketat ? '' sinis Maxim yang akhinya bersuara setelah lama dirinya bungkam " Aku bisa melihat jika kau sebenarnya wanita lemah. Darah mu tak mengalir darah seorang mafia seperti kami. " ejek Maxim dengan seringai nya yang muncul secara perlahan. Athena melirik kearah Maxim karena dirinya merasa jika altar Ego yang berada di diri Maxim sudah keluar.


Wanita itu menajam dan marah setelah mendengar kata-kata dari Maxim yang terkesan mengejek secara terang-terangan. Wanita itu bangkit dan berjalan cepat kearah Maxim.

__ADS_1


BUGHHHH


" Sialan kau!! " raung wanita itu memukul wajah Maxim keras hingga mengeluarkan darah dari lubang hidung. Samuel dan Athena meringis dan dapat memastikan jika tulang hidung Maxim mengalami keretakan.


" Hahahaha " Maxim tertawa penuh seolah melihat hal yang lucu lainnya. Matanya tak menunjukkan jika dia sedang kesakitan.


BUGHHHH


BUGHHHH


BUGHHHH


" Mati kau!! " teriak wanita itu lantang dengan menghajar keras Maxim dengan membabi buta tak berkesudahan hingga semburan darah Maxim yang keluar dari mulutnya mengenai wajah si wanita itu.


" Berhenti sialan!! Aku bersumpah akan membunuh mu!! " raung Athena dengan manik yang memerah karena tak kuasa melihat Maxim yang sudah sangat babak belur. Darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun tangan dan kaki nya meronta berusaha untuk melepaskan diri namun nihil bukannya terlepas tubuh Athena tersengat aliran listrik hingga membuat tubuh nya bergetar hebat dan berteriak kencang.


" oh hahahaha aku suka. Sangat suka! Berteriak lah maka itu akan menjadi kesenangan untuk diriku! " tawa wanita itu semakin menjadi dengan tubuh yang memutar riang seraya bersenandung ringan.


AGHHH


teriakan Samuel mengejutkan Athena dan Maxim. Manik mereka terkejut saat Samuel ikut tersengat listrik hingga otot-otot nya menegang sempurna. Wajah nya sudah pucat namun Samuel masih menjaga kesadarannya dengan baik.


" teruslah seperti itu " kekeh wanita itu senang.


" Bedebah! Aku bersumpah dengan nyawaku. Kau akan mati dengan cara yang lebih dari ini. Aku bersumpah " ucap Athena dalam dengan sorot mata yang dingin tak tersentuh. Dendam nya semakin besar namun untuk melepaskan diri rasanya percuma.


" Masukkan mereka kedalam! " perintah wanita itu lagi hingga tiba-tiba.

__ADS_1


KLEKKKK


BYURRRRR


Pijakan itu terbuka dengan cepat dan memasukkan ketiga sang tawanan kedalam air hingga tubuh mereka bertiga tenggelam sempurna. Wanita itu semakin tersenyum penuh kemenangan saat melihat ketiga tubuh tak berdaya yang mencoba untuk tetap bertahan hidup.


" Naikkan! " perintah wanita itu lagi hingga ketiga tubuh tak berdaya itu muncul kepermukaan dengan cepat hingga nafas mereka semakin tersengal dan terbatuk-batuk hingga lemas. " Cukup untuk hari ini. Sampai bertemu esok hari " ucap wanita itu tersenyum manis dan melenggang keluar dengan langkah anggunnya. Athena, Maxim dan Samuel terus menatap wanita itu hingga menghilang dari pandangan.


*******


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhinya Valera dan Remigio serta para anggota black road tiba di China. Beberapa mobil sudah menunggu kedatangannya sedari tadi. Terlihat seorang lelaki berpakaian formal berdiri seraya menghisap cerutunya perlahan.


" sungguh tak sopan karena telah membuat ku menunggu " ucapnya dengan kesal namun Valera seakan tak perduli dan menatap lelaki berwajah Asia itu dengan intens.


" Aku ingin segera kesana! '' ucap Valera tak terbantahkan hingga lelaki itu memicingkan matanya perlahan.


" Wow kau sungguh tak sabar '' ucapnya lagi namun manik nya menatap sekilas kearah Remigio yang menatap nya tajam. " Selamat datang tuan Adomson " ucapnya formal namun Remigio tak menjawab sama sekali.


" Cepatlah Hong! " pekik Valera kesal dan lelaki yang di panggil Hong mendengus kesal dan akhinya mengangguk lalu mereka mulai meninggalkan tempat itu dengan cepat. " Aku menginginkan data mereka! Aku yakin Jasmine sialan itu mengubah identitasnya " ucap Valera geram.


" Entahlah aku tak tau. Bahkan aku tak tau siapa orang yang kau cari. Namun aku bisa membantu dengan memberikan visual sesuai data yang kau kirimkan " ucap Hong dengan santai.


" Waktuku tak banyak Hong! Aku harap kau bisa ku ajak bekerja sama " datar Valera dan Hong mengangguk samar dengan senyum penuh arti. Remigio memilih diam dan tak mau berbicara sedikit pun dirinya sibuk mengamati perjalan yang mereka lalui hingga mereka memasuki sebuah kawasan yang menurutnya sangat privasi.


Remigio memicingkan maniknya saat melihat beberapa orang yang berjaga menggunakan pakaian seperti militer dan bersenjata lengkap. Valera yang melihat Remigio seperti bingung hanya diam saja.


" Aku akan menjelaskan siapa Hong padamu nanti '' lirih Valera dan Remigio melirik lalu mengangguk kecil. Akhinya mereka tiba disebuah gedung bertingkat dengan penjagaan ketat. Hong lelaki itu segera membawa para tamunya kesebuah ruangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


Mereka diperiksa terlebih dahulu dan hal itu membuat Valera geram dengan manik yang menatap tajam kearah Hong. Namun lelaki itu hanya mengedikkan bahunya acuh dengan tingkah yang sangat polos.


Setelah selesai mereka segera memasuki sebuah ruangan yang banyak sekali puluhan perangkat canggih hingga CCTV menyeluruh di seluruh penjuru China. Para anggota black road tertegun saat melihatnya dan mereka mulai menerka-nerka siapa Hong ini.


__ADS_2