
Gold mansion.
Dyora gadis itu hanya asyik menatap sekumpulan para singa peliharaan kakek dan nenek nya. Empat bahkan kakek dan nenek nya memilik empat singa jantan bertubuh besar dan gempal.
Dyora seketika merinding membayangkan jika seorang manusia digigit hewan predator itu Maka korbannya akan tewas seketika. Dyora menelan ludahnya kasar.
" Nona Dyora " ucap suara seseorang mengejutkan gadis berambut coklat susu itu hingga tubuh nya berbalik. " Ah maafkan saya jika mengejutkan anda " ucap seorang lelaki dewasa.
" Tidak apa-apa paman Alland. Ada apa? " tanya Dyora lagi.
" Nyonya Valera meminta nona untuk menemui nya. " ucap lelaki itu yang tak lain adalah Alland. Dyora gadis itu mengangguk kecil dan segera berlalu dari tempat itu hingga Alland melihat kepergiannya sampai menghilang. Dyora sedikit berlari untuk masuk kedalam mewah nya Gold mansion bahkan Dyora berpapasan dengan para pelayan disana.
" Nenek!! " teriak Dyora mencari keberadaan neneknya. Gadis itu berteriak lagi seraya memanggil nenek nya.
" Nona Dyora nyonya Valera berada di gazebo. " ucap seorang pelayan dan Dyora mengangguk dan segera berlari kearah gazebo tempat kesukaan nenek nya bersantai. Langkah Dyora semakin cepat saja untuk segera tiba di gazebo.
Dan benar saja neneknya berada disana bersama dengan seseorang. Seketika Dyora menghembuskan nafasnya perlahan.
" Dyora kemari lah " ucap Valera lagi dan Dyora terlihat mengangguk dan menurut perintah neneknya. Valera mengelus lembut surau coklat susu milik cucunya itu manik Hazel nya menatap Dyora begitu lembut.
Seorang lelaki dewasa bertubuh gagah dan berpenampilan rapi tersenyum saat melihat langsung cucu perempuan dari penguasa king dan ORTAXS. Lelaki itu terlihat kagum dengan keelokan yang dimiliki oleh Dyora.
" Nenek dengar kau tertarik dengan berlatih kuda seperti Serena ? " tanya Valera dan dengan cepat Dyora mengangguk. " Nah nenek sudah memilihkan mentor terbaik untuk mu. " ucap Valera lagi dan Dyora melirik kearah lelaki yang sedang menatapnya.
" kenapa seorang lelaki ? " tanya lugu Dyora membuat Valera hanya terkekeh kecil dibuatnya. " Nenek akan tau apa jadinya dia jika Elmer mengetahuinya '' gerutu Dyora kesal.
" Tidak akan percayalah " ucap Valera lagi. Hingga Dyora akhinya mengangguk dan patuh saja pada perintah nenek nya. " Dia Ryu seorang mentor yang sangat memahami teknis berkuda. Bahkan Serena dulunya dilatih oleh Ryu '' ucap Valera lagi.
__ADS_1
" Ya baiklah. Jadi kapan? '' tanya Dyora lagi.
" Bagaimana jika besok sore saja nona Dyora ? " ucap Ryu tersenyum sopan menatap cucu sang penguasa itu. Dyora tampak memikirkan sesuatu dan pada akhirnya mengangguk setuju.
" Deal! besok sore kita akan berlatih. Nenek aku ijin masuk terlebih dahulu '' ucap Dyora lagi dan Valera mengerutkan dahinya bingung namun mengangguk kecil.
Valera dan Ryu hanya menatap gadis mungil itu yang berjalan dengan menghentakkan kakinya kesal. Ryu rasanya ingin tertawa saat melihat seorang gadis polos itu.
" Dia berbeda Ryu. Tidak seperti saudara dan saudari nya maupun kami para orang tua. Hanya Dyora cucu ku satu-satu nya yang terlihat enggan untuk terlibat dan berkecimpung di dunia hitam. Anak itu benar-benar murni. Itu sebab nya aku ingin kau menjaga Dyora dengan menemani berbagai kegiatan seperti contohnya berkuda atau mungkin memanah ? '' ucap Valera lagi dan Ryu hanya menyimak perkataan Valera dengan baik. '' berbeda dengan Ezio dan Elmer kedua kakak beradik itu sungguh lihai dalam bermain. Aku bisa merasakan aura besar yang gelap dalam diri keduanya itu sebab nya aku selalu mewanti-wanti Ezio maupun Elmer untuk tetap tenang dalam bertindak. '' ucap Valera lagi.
" Aku mengerti nyonya. Aku akan menjaga Dyora seperti yang nyonya katakan. '' ucap Ryu lagi dan Valera diam saja namun dirinya melirik sekilas kearah Ryu.
" Jangan kau nodai kepercayaan ku Ryu! '' ucap Valera lagi tegas dan terselip sebuah nada peringatan. Ryu menelan ludahnya kasar dengan maya bergerak menatap kearah Valera.
" Sebisa mungkin aku akan mengerti posisi ku " jawab Ryu lagi dan Valera mengangguk tegas. Perbincangan keduanya dikejutkan oleh suara lengkingan seorang wanita.
" Nenek! " pekik suara itu hingga Valera dan Ryu menoleh secara bersamaan. Seorang gadis berpakaian kasual datang dengan langkah tergesa. Valera mengerutkan dahinya sesaat. " Nenek. " rengek nya lagi dan Valera bingung bukan main.
" Jauhkan dia dari dariku nenek! Aku tidak suka diikuti atau dimata-matai! Dan paman Brandon dia selalu mengikuti '' keluh gadis itu lagi hingga Valera terkekeh kecil dibuatnya.
" Brandon ada apa dengan wajah mu ? " tanya Valera lagi yang ingin tau mengapa wajah Brandon menjadi babak belur dengan lebam disekitar pipi, sudut bibir bahkan pelipisnya.
" Maaf Lady. Nona Larissa baru saja menerjang wajah ku dengan sepatu keras nya '' ucap Brandon lagi dan Larissa menatap acuh namun melirik kearah sang nenek yang tampak biasa saja.
" Itu salah nya yang selalu mengikuti ku! Aku sudah memperingati nya tapi paman Brandon tak mendengar ucapan ku. Jadi jangan salahkan aku jika wajah nya babak belur di tangan ku! " ucap Larissa lagi dengan manik yang menatap kearah Brandon tampak berkedip.
" Nenek yang memintanya '' ucap Valera lagi dengan nada tenang nya. Larissa diam namun dirinya sudah mengetahui itu sebab nya Larissa memberikan sedikit pelajaran untuk Brandon.
__ADS_1
" Aku tau dan aku tidak suka '' imbuh Larissa lagi.
" Ya baiklah sekarang kau masuk dan bersihkan dirimu. Baju mu kotor dan bahkan rambut mu berantakan '' ucap Valera lagi dan Larissa hanya diam namun melirik kearah baju nya yang terdapat noda merah disana.
" Ya baiklah. " ucap Larissa lagi beranjak dan segera pergi dari sana meninggalkan ketiga orang yang menatap kepergiannya. Brandon duduk di kursi yang kosong setelah Valera memberikan kode untuknya.
" Darah siapa itu Brandon ? '' tanya Valera yang sangat penasaran.
" hanya darah seekor serigala Lady '' ucap Brandon sopan. Ryu mengerutkan dahinya pelan tak mengerti dengan ucapan Brandon yang terdengar tak masuk akal. Serigala ? apa benar.
" Kali ini apa lagi ? " ucap Valera seolah meminta penjelasan lebih.
" Seseorang menargetkan nona Larissa dengan mengirim seekor serigala liar saat nona sedang berada di arena memanah. Bahkan semua orang mengira serigala itu masih milik king karena tak menyerang yang lain. Namun yang lebih aneh serigala itu justru seperti memindai nona Larissa saja dan bisa disimpulkan jika serigala itu hanya dilatih untuk melukai nona Larissa saja.'' ucap Brandon lugas.
" alhasil dia membunuhnya ? '' tebak Valera lagi dan Brandon mengangguk membenarkan. " Kali ini dengan cara apa? '' tanya valera.
" Menebas kepala serigala itu dengan sebuah pedang " ucap Brandon lagi dan Valera terlihat terkekeh. Pedang ? bahkan benda itu hanya akan berguna satu kali saja. " Tetap awasi dia Brandon. Sebisa mungkin hindari pukulan nya atau kau akan merasakan sakit seperti ini lagi. '' ucap Valera lagi yang terlihat perduli dengan salah satu jajaran nya.
" Aku akan mengingat nya Lady " ucap Brandon berdiri dan membungkuk hormat pada wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya. Valera mengangguk kecil dan menatap Brandon dengan senyum tipisnya.
Ryu semakin tak mengerti dengan pikiran para cucu dari seorang penguasa king. Ryu tak bisa membayangkan bagaimana liar nya Larissa menebas kepala seekor serigala.
" Larissa Dutton dia cucu perempuan ku yang gemar menebas kepala musuh nya Ryu. " kekeh Valera lagi dan Ryu semakin tak percaya dengan apa yan di dengar. Larissa Dutton memiliki paras menawan seperti wanita timur tengah dengan manik hijau berkilau. Memiliki tubuh semampai dengan rambut layak nya wanita Arab. " Datanglah malam ini.Ryu. Aku mengudang mu untuk makan malam bersama kebetulan beberapa orang-orang ku akan tiba nanti malam '' ucap valera lagi dan Ryu terlihat sungkan namun mengangguk menyetujui.
" Terimakasih Nyonya aku akan datang nanti malam " ucap Ryu lagi dan Valera tersenyum tipis begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, vote dan hadiah serta fav yah guys. Karena nie novel ikut kontrak jadi owee butuh dukungan dan kerja sama nya yah.
TnQ ❤️❤️