King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Graciano Elmer.


__ADS_3

Makan malam kali ini terasa sangat hening dan sedikit mencekam. Gadis berambut coklat susu itu sedari tadi hanya diam dan menunduk tanpa mau menatap kearah lelaki yang berada di hadapannya.


Hidangan makan malam kali ini sangat menggiurkan terdapat beberapa olahan daging dan ikan yang dimasak sesuai selera dirinya, namun entah mengapa Dyora merasa seperti memakan bola api dibawah tatapan tajam seseorang.


Elmer yang melihat nya sedari tadi hanya diam dan memakan miliknya dengan tenang tanpa mau menganggu Dyora yang asik mengaduk makanan nya sendiri.


'' Apakah makanan itu tidak enak? '' tanya tiba-tiba Elmer tanpa menatap sontak Dyora menatap kearah Elmer dengan ragu.


" Tidak! ini sangat enak '' ucap gadis itu dengan cepat dan segera memakan makanan nya dengan baik dan patuh.


Oh sungguh berada satu ruangan dengan Elmer terasa seperti sedang tercekik. Dyora meruntukki sikap Elmer di dalam hati yang membuatnya sedikit takut bahkan sedikit menciut.


Andai saja ada ayah dan ibunya atau mungkin kakak tertuanya sudah dipastikan Elmer tidak akan bersikap seperti itu. Namun sejenak Dyora menyadari sesuatu, tidak ada ayah dan ibunya disini bahkan Ezio pun tidak ada.


" Dimana mommy dan Daddy ? " ucap Dyora akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. Elmer menghentikan gerakannya dan menatap lekat mata biru gadis itu yang sama persis dengan nya.


Dyora tertegun dengan cepat menundukkan pandangannya kali ini. Rasanya dadanya bergemuruh dan berdetak cepat. Dyora tak ingin membuat Elmer marah atau sebagainya.


" Aku hanya bertanya saja '' cicit Dyora lagi.


" Mommy dan Daddy sedang mengurus pekerjaan nya terlebih dahulu. Mereka akan pulang jika mau. Kau tak perlu mengeluh seperti itu! " ucap Elmer lagi. Mengeluh? Dyora sedikit tak terima dengan kata-kata itu. Pada akhirnya gadis itu akan kalah jika harus berbicara panjang lebar dengan Elmer. '' Habiskan saja makanan mu, setelah itu kau harus menjelaskan tentang kepergian mu '' ucap Elmer lagi dan Dyora terlihat menghela nafasnya panjang.


Dyora hanya bisa patuh tak membantah gadis itu dengan cepat menghabiskan makanan nya beserta segelas susu hingga tandas. Elmer melirik dan memakan makanannya lagi dengan tenang. Tak lama seorang lelaki berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu pada Elmer.


Tring!


Dyora terkejut saat Elmer menghempaskan sendok dan pisau daging nya hingga bersentuhan dengan piring yang menimbulkan dentingan nyaring. Manik Elmer yang terukir tegas itu semakin menatap tajam dan sedikit memerah. Dyora merasa jika Elmer sedang tidak baik-baik saja.


" Sudah habis bukan ? Tunggu aku disini dan jadilah gadis penurut! '' ucap Elmer lagi dengan tegas dan Dyora sontak mengangguk cepat bukan main. Langkah Elmer yang tergesa membuat Dyora semakin penasaran. Lelaki yang membisikan sesuatu tadi kepada Elmer adalah salah satu orang-orang milik ibunya.


Akhirnya Dyora segera beranjak dan melangkah menuju sebuah ruangan yang selalu menjadi saksi jika dirinya sedang di adili. Seorang pelayan yang sudah lama bekerja disana hanya bisa menghela nafas saat melihat putri majikan nya seperti seorang tawanan.


Dyora diam dan duduk dengan baik namun manik nya bergerak tak karuan. Sebuah tirai yang belum tertutup membuat Dyora beranjak dan ingin melihat langit malam serta merasakan hembusan angin yang menurutnya menyejukkan.


Cukup lama Dyora menikmati nya hingga suara Elmer terdengar lagi ditelinganya. Dyora melirik dan segera duduk dengan patuh begitu pun Elmer yang duduk di hadapan Dyora.


" Sekarang jelaskan mengapa kau melakukan itu Dyora? " tanya Elmer tenang. Dyora gugup dan memainkan jari tangannya pelan. " Apa kau tak merasa bersalah setelah melakukan itu semua? '' tanya Elmer lagi.

__ADS_1


" Aku hanya pergi berlibur dan itu hanya sebentar " cicit Dyora tanpa mau menatap kearah Elmer. Sebentar? Elmer rasanya ingin sekali memukul kepala gadis yang berada di hadapan nya sekarang. Lima bulan! dan gadis itu mengatakan hanya sebentar.


" Begitukah maksud mu? Jadi sebentar yah..Lima bulan kau anggap sebentar Dyora Blossom! " ucap Elmer dengan nada yang semakin tidak bersahabat nya. " Kau selalu bertindak apa yang kau mau Dyora! Tidak kah kau berpikir jika di luaran sana bahaya selalu mengintai mu? '' tajam Elmer lagi.


" Aku tidak mau tinggal di mansion sepanjang hari! aku tidak mau seperti tawanan disini! Kau yang selalu bertindak sesuka mu tanpa kau bertanya apa aku suka atau tidak! '' ucap Dyora berani menatap mata Elmer sedangkan Elmer tersenyum tipis menyeringai. " Aku ingin bebas! '' ucap Dyora lagi memalingkan wajahnya karena kesal.


" Bebas? Kau bisa bebas Dyora! Namun kau seorang gadis ceroboh. Tidak kah kau berhenti membuat masalah! Jika saja paman Gabriel tak memberitahuku maka mommy dan Daddy pun akan bungkam! " tajam Elmer semakin menatap tajam kearah Dyora.


Dyora mengigit bibir bawah nya dengan mata terpejam. Bahkan Dyora meminta agar air mata sialan itu turun dan jatuh begitu saja. Bahkan Dyora mencubit paha nya sendiri agar merasakan sakit dan setelah itu menangis.


" Air matamu tidak akan merubah pendirian ku Dyora! " ucap Elmer lagi hingga suara seseorang mengalihkan keduanya. Dyora menatap sosok lelaki tinggi itu dengan manik berbinar tapi tidak dengan Elmer kehadiran lelaki itu selalu membuat dirinya kesal.


" Ka Zi! " pekik senang Dyora dan beranjak segera memeluk tubuh lelaki tinggi bermanik Hazel itu. " Kau kemana saja? kenapa datang terlambat! Tidak kah kau lihat jika aku di aniyaya oleh Elmer. " adu Dyora lagi mendelik sinis Elmer yang hanya menatap tak perduli.


" Kenapa kau berkata begitu hmm? Elmer? tidak ada panggilan manis untuk nya ? '' tanya lelaki yang disebut Zi itu. Dyora mengerucutkan bibirnya kesal dan melirik Elmer yang berwajah masam. " Sebaik nya kau panggil dia kakak Dyora. " ujar lelaki itu lagi.


" Ya maksud ku kak Elmer " ralat Dyora dengan sedikit menundukkan wajahnya kebawah. Lelaki bermanik Hazel itu terkekeh melihat tingkah manis Dyora yang sangat menggemaskan.


Akhinya lelaki bermanik Hazel itu menuntun Dyora untuk duduk kembali karena merasa tatapan Elmer semakin tak bersahabat. Elmer semakin mengusap wajahnya kasar bukan main.


" Namun kau bertindak salah Dyora! Sikap mu tak bisa dibenarkan pergi dari mansion selama lima bulan. Bukan kah itu terlalu salah! " ucap lelaki bermanik Hazel dengan lembut namun terselip nada penekanan yang tidak ingin dibantah. Saat Dyora ingin berbicara kembali. Tiba-tiba suara alarm peringatan terdengar hampir di seluruh ruangan ketiga anak manusia itu sungguh terkejut bukan main.


" Tuan muda " ucap seorang lelaki datang dengan wajah cemas nya.


" Bawa Dyora pergi dari sini! " perintah Elmer pada lelaki paruh baya berambut cepak berkulit putih. Sontak lelaki itu mengangguk cepat dan segera membawa Dyora pergi dari tempat ini menuju sebuah ruangan yang sangat aman. Setelah melihat Dyora aman bersama orang yang akan melindungi nya Elmer dengan cekatan mengisi amunisi kedalam senjata miliknya bersiap untuk bertempur.


" Butuh bantuan ? " Picing Zi dengan senyuman penuh arti. Elmer mendelik dan berlalu begitu saja dengan wajah kesalnya.


Sekelompok orang datang begitu saja pada waktu makan malam selesai. Para pengawal yang berada disana dengan cepat menghalau segala serangan yang ada. Tampak beberapa lelaki bertubuh tegap sudah berdiri dengan senjata api di tangan masing-masing.


DODODOR !!


DODODODOR !!


BRAKKKK


pagar kokoh itu ditabrak begitu saja oleh Elmer yang mengendarai kendaraan roda empat anti peluru seorang diri. Para pengawal yang melihat kelakuan tuan mudanya hanya bisa mengelus dada pelan.

__ADS_1


" Kalian hanya sekelompok orang bodoh! " desis Elmer lagi, Mobil yang dikendarai oleh Elmer memiliki fungsi tersendiri dimana mobil modifikasi Gabriel itu bisa menyesuaikan dengan keadaan.


DODODOR !!


DODODOR !!


" Tuan muda! Mereka hampir mengepungnya! " pekik salah satu pengawal yang tersambung dengan MH ditelinga Elmer.


" Dimana kakak ku! Jangan katakan jika dia hanya menonton nya saja diatas balkon " kesal Elmer yang fokus pada bidikannya. Terlihat sekelompok orang berpakaian serupa melakukan perlawanan dengan memanah pada pengawal yang berjaga di sekitar mansion.


" Gunakan senjata lain Elmer! Revolver tidak menyelesaikan semuanya. " Ucap suara seseorang yang terdengar sangat sangat ditelinganya. Elmer mendengus namun dirinya memahami situasi.


DUARRRR


Ledakan pertama dilakukan oleh Elmer menggunakan bola api inovasi para mafia king. Elmer menatap takjub saat lemparan nya tak melesat sedikit pun. Kobaran api serta ledakan itu membuat tubuh para korban nya tercerai berai.


" Listrik!! " pekik Elmer saat mengeluarkan kepalanya dari ka mobil yang sedang berjalan dengan otomatis. Sontak mereka mengangguk mengerti dan,


system active.


" Now!! "


CRATTT


AGHHHH


pekikan, teriakan dan rintihan terdengar mengalun merdu di telinga. Elmer melihat bagaimana tubuh para korbannya tersengat kawat jaring tak kasat mata lalu memotong nya dengan begitu kejam.


cipratan darah memuncrat kasar dari tubuh para korbannya. Elmer turun dan melihat jika para penyerang itu tumbang dengan serempak, para pengawal yang ikut serta melawan seketika menunduk saat kehadiran Elmer diantara mereka.


" Bereskan mayat mereka dan kirim ke piana! " tegas Elmer menatap dingin seorang lelaki yang masih bergerak dengan tubuhnya mengejang namun kaki dan tangan nya sudah terputus dengan bebas.


DORRR


Elmer melakukan kematian lelaki itu sangat cepat dengan cara menembaki dahi lelaki itu hanya dalam satu kali bidikan, hingga luka berlubang terlihat menganga disana. Setelah itu Elmer berlalu pergi dengan wajah datar tampak ekspresi.


Tidak ada kata tenang dalam kehidupan kita Dyora! inilah mengapa aku selalu cemas jika kau tak berada dalam pengawasan ku. Batin Elmer

__ADS_1


__ADS_2