
Elion dan Lotus dilarikan kerumah sakit terdekat setelah kejadian. Kedatangan mereka menarik perhatian warga lain karena datang dengan kondisi yang mencurigakan dan berbagai banyak pertanyaan dibenak mereka. Malvin yang menyadari sesuatu segera bertindak dengan sangat cepat.
Malvin dan George terpaksa memasuki kawasan rumah sakit melalui jalur evakuasi karena ditakutkan akan terjadinya sesuatu.
CEKLEK.
George terpaksa menodongkan senjatanya ke salah satu dokter yang dilihatnya. Dokter lelaki itu sungguh terkejut dan terlihat sangat ketakutan dengan tubuh yang gemetar, lalu menatap George dengan gugup.
" Masuk kesana dan cepat periksa orang yang ada didalam nya! " ucap George dengan penuh penekanan lelaki itu hanya bisa mengangguk tanpa mau membantah karena tekanan senjata yang ditodongkan oleh George semakin kuat dan terasa nyeri.
George berbalik dan berjalan dibelakang lelaki yang berprofesi sebagai seorang dokter itu. Malvin melihat kedatangan George bersama dengan seorang lelaki disana mengerutkan dahinya perlahan.
" periksa mereka! dan jangan berkata apapun lalu siapkan ruang rawat untuk keduanya! " ucap George lagi dan lelaki itu hanya diam dan mengangguk saja ketakutan semakin menguasai dirinya saat ini.
" Luka mereka harus dijahit " gugup lelaki itu lagi.
" Cepat lakukan. Namun sebelum itu kau harus tutup mulut dan kerjakan sesuai anjuran mu! Jika kau menolak maka peluru milik ku yang akan bersarang di kepala mu! " tekan George dan lelaki itu semakin gugup dan mengangguk cepat.
George menatap kepergian dokter lelaki itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Malvin masih saja diam dengan mengusap kasar wajah serta rambut nya.
Lotus masih tetap sadar walaupun dia terdiam tak banyak bicara sedangkan Elion dalam keadaan tak sadar sedikit pun. Hingga ruangan itu kembali terbuka dan menunjukkan seorang dokter dengan dua orang perawat lainnya.
" Aku harus membawa mereka untuk membantu pekerjaan ku " gugup lelaki itu lagi dan George hanya mengangguk. Hingga Malvin menggeser tubuhnya dan segera memberi ruang untuk mereka mengobati Elion dan Lotus.
Ditempat Valera berada, waktu setempat.
BRAKKKK
" Kenapa kalian menyembunyikan nya! " teriak Valera lantang dengan nafas memburu nya dan manik yang menatap nyalang pada Zizi, Thomas dan Dave. " Katakan! " tekan Valera semakin menggeram.
" Maafkan kami lady. Hanya saja kami tak ingin membuat kondisi mu semakin buruk pasca kejadian kemarin. " ucap Thomas bersuara dengan kepala yang menunduk tak berani menatap.
__ADS_1
PLAKKK
PLAKKK
PLAKKK
Valera yang marah menampar pipi Thomas, Zizi dan Dave. Ketiga orang itu terhenyak dan meringis ngilu kala tamparan sang lady terasa sangat menyakitkan hingga tercetak jejak kemerahan disana.
" Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menampar istriku! " ucap Vyan yang tiba-tiba datang dan masuk kedalam ruangan yang memiliki kaca transparan hingga dirinya bisa melihat dari luar sana.
" Keluar dari ruangan ku! " dingin Valera menatap sang kakak dari tempatnya berdiri.
" Tidak bisa! "
" Aku bilang keluar! '' teriakan lantang nan menggema diruangan itu terasa menusuk hingga gendang telinga terdalam. Nafas Valera menderu tak karuan saat melihat sang kakak yang masih terus diam mematung ditempatnya.
Zizi yang melihat itu segera memberikan sebuah kode untuk suaminya agar keluar namun Vyan merasa enggan dan dirinya nekat berjalan kearah Valera.
" Katakan padaku sekarang juga apa hasil nya saat kalian menutupi masalah ini dariku ? " ucap tajam Valera kepada ketiga jajarannya. Thomas, Zizi dan Dave hanya diam tak berani menjawab pasalnya Elion maupun lotus belum memberikan kabar terkahir mereka. " Jawab!! " teriak Valera lagi hingga mengejutkan ketiga orang itu. " Heh tidak tau bukan? Apa kalian tau jika Elion dan lotus mengalami masalah yang tidak di duga hingga mereka harus dirawat di rumah sakit " ucap Valera lagi dengan menggelegar dan nafasnya naik turun tak karuan.
" Cukup! " teriak Vyan marah karena melihat sang adik yang terlihat sangat arogan. Valera membalas tatapan itu dengan nyalang.
PLAKKK
" Keluar! kau tak dibutuhkan disini! " ucap Valera bengis hingga Vyan menatap sang adik dengan tatapan memburunya.
PLAKKK
" Ternyata kau tak bisa diajak bicara baik-baik " emosi Vyan tak terkontrol setelah mendapatkan tamparan sang adik hingga dirinya membalas tamparan itu tak kalah kuat. Thomas, Zizi dan Dave terkesiap melihat perlakuan Vyan yang tak biasa.
" Sialan!! " Raung Valera berlari untuk menghajar Vyan namun dengan sigap Vyan menghadang serangan yang ada hingga Valera selalu gagal dalam memukul sang kakak.
__ADS_1
Zizi panik dan mencoba untuk menghentikan nya namun bukan nya berhenti justru mereka semakin beringas untuk menyerang satu sama lainnya. Thomas dan Dave ingin melerai namun mereka takut akan kemarahan sang Lady yang semakin menjadi.
BRAKKKK
hingga suara itu mengejutkan mereka dimana Vyan terpental karena dorongan kuat Valera hingga Valera mencengkram erat leher sang kakak dengan tatapan membunuhnya.
" Jangan pernah ikut campur urusan ku jika kau tak tau apa masalah nya. Urusan ku menampar istrimu karena memang itu kesalahan nya dan kau tak berhak untuk melarang ku dan catat istrimu masih orang ku! " dingin valera lalu setelah itu dirinya menghempaskan tubuh sang kakak dengan kasar hingga Zizi sontak berlari kearah Vyan untuk membantunya berdiri.
Valera yang melihat itu hanya diam dengan sorot mata yang dingin tak tersentuh. Setelah itu dirinya mencoba untuk menenangkan dirinya kembali dengan hembusan nafas perlahan. Setelah itu Valera menatap Dave dan Thomas dengan tajam hingga sontak membuat kedua lelaki itu menunduk dengan perasaan bersalah.
Tempat keberadaan Elion dan lotus.
" Apa ada yang mengkhawatirkan ? " tanya George dingin pada mereka yang bertugas untuk mengobati Elion dan lotus.
" tulang lengan pria ini retak akibat benturan yang terjadi namun selebihnya hanya luka-luka saja " ucap dokter lelaki itu yang sudah selesai mengobati Elion sedangkan lotus sedari tadi sudah ditangani dengan baik.
George mengangguk saja dan menatap dokter lelaki itu dengan tajam. Ketiga lelaki itu mendadak gugup dengan tubuh gemetar.
" Jangan ada yang mengetahui keberadaan kami disini, jika ada yang mengetahuinya maka kalian semua yang akan menjadi sasarannya. Apa paham! " tekan George dan sontak mereka mengangguk dengan cepat lalu George memerintahkan mereka untuk segera keluar.
Untung saja Elion dan lotus sudah mempersiapkan identitas lain untuk mereka Jika terjadi keadaan mendesak yang tak disangka-sangka. Tapi kejadian yang di alami oleh Elion dan lotus kini mengundang perhatian pihak berwajib.
Mereka menemukan visual wajah Elion, lotus Malvin serta dirinya dari cctv yang berada disepanjang jalan yang mereka lewati dan hal itu membuat mereka merasa seperti seorang buronan yang kabur dan menghindar dari kejaran aparat berwajib.
......................
Up bonus untuk para readers setia novel owee ❤️❤️
Jangan lupa beri Like setelah membaca dan berbagai komentar yah hingga vote, hadiah dan fav
TnQ ❤️❤️
__ADS_1