King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Terkejut.


__ADS_3

Saat ini Athena sedang berbicara dengan Valera dan juga Remigio, Athena yang belum membersihkan diri nya hanya membuat Remigio tersenyum kecil saat melihat tingkah putrinya.


Tak lama George datang dan tersenyuk menatap Valera lalu beralih menatap Athena yang enggan menatapnya, membuat George memilih untuk duduk di depan Athena agar bisa melihat wajah gadis nya itu.


Athena diam saja dan terlihat tak peduli dengan George yang duduk dihadapannya kini, bahkan ia sendiri tau jika George sengaja melakukan hal itu.


" Athena bisa kita bicara sayang '' pinta Valera dan Athena menegak kan wajahnya lalu memicingkan matanya sesaat seolah sedang mencerna perkataan dari ibunya.


Athena memilih mengangguk tanpa mau menjawab. Valera hanya tersenyum tipis, sifat putrinya itu sama seperti dirinya dan juga sosok prince yang berada di dalam diri Remigio.


'' Apa kau marah dengan keputusan mommy saat meminta Karen dilepaskan ? '' tanya Valera sedikit terdengar tegas di telinga Athena.


" sangat " singkat Athena dan Valera tersenyum miring bahkan George hanya diam saja.


" Apa kau tau apa alasan mommy melakukan semua itu ? '' ucap Valera lagi.


" Lalu apa mommy tau apa yang telah dilakukan wanita itu beserta paman nya mom ? Berkali-kali dia ingin melenyapkan aku tapi untung saja aku bisa mengelak dan menghindar dari rencana mereka, jika tidak mungkin mommy tau apa maksud ku '' ucap Athena berbicara seakan mengeluarkan pendapat nya.


" Mommy hanya melindungi mu sayang '' ucap Valera masih tenang menanggapi putrinya yang sungguh keras kepala. Athena hanya tersenyum tipis mendengar pembelaan ibunya. '' mommy tau akan dirimu Athena ! Apakah ada hal lain yang mengganjal dihatimu selama ini, mengenai hubungan mu dengan George pun kini tak baik-baik saja. '' ucap Valera lagi.


Athena terdiam sesaat, menatap lekat wajah sang ibu. Kecewa itulah yang sedang dirinya kini rasakan sebelumnya Athena tak pernah merasakan hal demikian tapi kini hatinya sedikit hancur.


Manik hitam itu sudah nampak berkaca-kaca, lalu Athena beralih menatap Remigio dan George silih berganti. Dua Lelaki itu selalu ada untuk nya bahkan mereka selalu memanjakan dirinya tapi mengapa mereka tega membohonginya selama itu.


" Apa Mommy dan Daddy pernah merasakan apa itu kecewa ? '' ucap Athena lirih. Valera dan Remigio saling pandang melihat putrinya seakan hendak menangis. " Rasanya sungguh sakit sekali. Aku mencoba untuk melupakan nya dan menganggapnya tak pernah ada '' ucap Athena, George rasanya ingin sekali memeluk dan menghapus air mata gadisnya itu " Tapi ternyata aku tak bisa. Aku kecewa '' ucapnya lagi.


" Sayang, jangan menangis. Apa yang membuat mu seperti ini hmm ? '' tanya Remigio yang cepat-cepat beranjak dan mengusap air mata putrinya.


Athena menatap lekat manik ayahnya, rasa sesak kembali menyelimuti hatinya kini, Remigio bisa merasakan jika putrinya sedang bersedih dan begitu sangat kecewa.


" Kenapa kau tega membohongiku dad, Mommy pun sama dan kak George pun sama, bahkan kalian semua telah membohongiku '' ucap Athena lagi. " Kalian pun tau jika sedari dulu aku sangat mencintai kak George tapi apa ? kalian bahkan menyembunyikan perjodohan dia dengan wanita itu. Dan aku tak tau akan hal itu '' ucap Athena lagi dengan menyeka air matanya kasar.


Sudah Valera duga jika putrinya akan mengungkapkan hal ini, ya Valera tau jika dirinya salah telah menyembunyikan itu semua, tapi di satu sisi ia tak ingin putrinya merasakan patah hati.


" Athena '' ucap George dan Athena hanya menggeleng pelan.

__ADS_1


" Disaat itu aku merasa kecewa. Permasalahan besar seperti ini bahkan aku tidak tau, menyedihkan sekali '' ucap Athena lagi.


" Sayang itu semua sudah berlalu, George tak akan pernah menikah dengan Karen. '' tegas Remigio dan Athena hanya diam saja.


" Tapi rasanya sama saja Dad. Bukankah itu seperti memberikan sebuah harapan ? dan lihat akhirnya. Bahkan aku yang menjadi incarannya. '' ucap Athena lagi.


Remigio memeluk erat tubuh putrinya, apa yang dikatakan Athena memang benar tapi mau bagaimana lagi ini adalah satu resiko yang harus di jalani.


Valera memijat pelipisnya pelan, George menatap kearah Valera seolah meminta ijin membawa Athena hanya untuk berbicara empat mata.


Valera mengangguk kecil dan George tersenyum kecil, saat Remigio melepaskan pelukannya disaat itu juga George bangkit dan meminta ijin pada Remigio.


" Aku tak mau '' ketus Athena dengan menyeka air matanya kasar. Remigio terkekeh dan mengangguk kecil menatap putranya yang meminta ijin hanya dengan lewat tatapan mata saja.


" Ayo Athena kita perlu bicara. '' ucap George seraya menarik lembut tangan Athena dan pergi menjauh dari ruangan itu. Remigio dan Valera hanya diam saja


Remigio mengecup lembut dahi istrinya dengan penuh kasih, Valera memejamkan matanya saat sebuah ciuman hangat mendarat di dahinya.


Di lantai empat bangunan Gold Mansion.


George menghembuskan nafasnya perlahan, lalu dengan lembut dirinya menarik tubuh Athena untuk masuk kedalam pelukannya, Athena diam tapi menikmati pelukan hangat dari orang yang dirindukannya.


" Apakah kau sekarang meragukan aku Athena ? " tanya George menatap lurus langit yang cukup cerah. " Apakah kini kau juga meragukan cintaku " lanjut George lagi dan gadisnya tidak menjawab dan justru memeluk tubuhnya erat.


" Kecewa, itulah yang aku rasakan saat ini kak " seru Athena seraya melepaskan pelukan George " walaupun aku telah mencoba untuk melupakannya tapi ternyata..'' ucapan Athena terhenti kala George membelai pipinya lembut dan menatap wajah Athena dengan tatapan hangat.


Athena terkesima saat manik sebiru lautan itu sedang menatapnya penuh teduh, manik hitamnya bergerak dan menatap wajah tampan George dalam.


" Maaf.. Maafkan aku Athena. Mungkin keputusan ku untuk menyembunyikan ini semua memang salah dan membuat mu terluka. Tapi aku jauh lebih terluka saat melihat mu tersakiti Athena. Mengertilah, aku melakukan ini semua hanya ingin membuat mu bahagia saja. Pernikahan itu tidak akan pernah terjadi dalam hidupku, aku hanya ingin menikah dengan gadis yang aku cintai. Hanya kau, hanya kau yang ada dalam hatiku Athena '' ucap George bersungguh-sungguh dengan menggenggam tangan halus Athena dan ia letakkan di dadanya.


Detak jantung George tentu saja dapat Athena rasakan melalui telapak tangannya, Athena sesaat terdiam mencerna kata-kata dari lelaki yang ia cintai nya.


'' Jangan seperti ini lagi, aku tak sanggup kau abaikan sayang. '' ucap George menarik lembut tubuh Athena dan memeluknya dengan erat seraya menghirup dalam tubuh gadisnya yang selalu ia rindukan.


Athena tersenyum tipis, dan membalas pelukan George dengan mengelus punggung kekar itu, tapi kebersamaan mereka tiba-tiba terganggu karena ekumpulan serigala melolong dengan gelisah membuat Athena dan George bingung.

__ADS_1


Tak lama kemudian bunyi sesuatu terdengar nyaring, Athena dan George terkejut karena itu adalah suara peringatan jika ada penyusup atau semacamnya yang masuk kedalam kawasan Gold mansion.


" Kak.. '' ucap Athena.


" Bawa senjata mu sayang, ingat hati-hati. '' seru George dan Athena mengangguk paham. Tak lama Remigio datang dengan perasaan cemas dan terkejut.


Remigio meminta Athena dan Kenneth untuk tetap berada di dalam dan tak ikut ke luar tapi Athena tak mau menurutinya. Sedangkan Valera dengan cepat menuju ruang kendali untuk memantau dan memastikan sesuatu.


DUARRRR


suara ledakan yang terdengar cukup nyaring itu tentu saja menggetarkan tanah Gold mansion, para anak buah king yang berjaga di gerbang utama habis-habisan diserang.


Valera segera mengaktifkan sistem otomatis di dalam kediamannya, Athena dengan cepat membawa senjata nya begitupun dengan Kenneth dan George.


" Mereka cukup banyak, pantas mereka kewalahan '' geram Valera melihat tampilan visual orang-orang di layar monitor miliknya, dimana bangunan megah itu dikepung dari segala sisi.


Valera tatap tenang walaupun huniannya kini sedang tak baik-baik saja, anak buah king yang bertugas melakukan perlawanan dengan menyerang musuh balik dengan serentetan senjata yang ada.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


anak buah king yang berada di gerbang utama memilih berpencar dan tidak terfokus pada satu titik, sekumpulan orang yang berdatangan tiba-tiba itu cukup membuat terkejut para penghuni Mansion.


Kenneth dengan cepat turun ke lantai dasar, untuk memastikan sesuatu ternyata Kenneth melihat pergerakan musuh menuju bagian belakang, mau tak mau ia harus melumpuhkan orang-orang itu.


" Mati saja kalian !! '' geram Kenneth dengan mengacungkan senjatanya dengan cepat.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


Kenneth membidik seraya berjalan cepat, ia tak akan membiarkan mereka memasuki dan melewati pagar kawat yang berada jauh disana.


AGHHH

__ADS_1


teriakan orang-orang itu cukup mengejutkan Kenneth dimana tubuh mereka tersetrum dengan tubuh yang kejang-kejang laku detik kemudian ambruk seketika. Kenneth tersenyum miring ternyata ia melihat lampu berwarna merah di samping bangunan pertanda jika sistem otomatis telah di aktifkan.


__ADS_2