King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Tidak tau judul.


__ADS_3

Valera tampak menyambut kedatangan George dan juga Malvin. Wanita yang bergelar lady itu memeluk erat tubuh putranya dan George pun turut membalas pelukan erat itu hingga Remigio terus menatap nya tajam.


" Mom.. maaf aku tak bisa menjaga Athena dengan baik '' keluh George dengan sendu Valera tampak diam dan tak banyak bicara. Hong yang baru melihat George hanya bisa melihat dan mendengar apa yang mereka katakan.


" Jangan seperti itu. Mommy sedang berusaha untuk menemukan keberadaan Athena dan lainnya. Lalu bagaimana dengan kalian ? '' tanya Valera menatap Elion dan lotus bersamaan.


" Kami baik-baik saja '' ucap mereka serempak dan Valera tampak mengangguk saja.


" Hong aku ingin meminjam satu ruangan untuk ku melakukan rapat tertutup! Ingat tidak ada cctv maupun hal lainnya jika saja aku menemukan benda-benda sialan itu akan ku pastikan tempat mu meledak begitu saja '' dingin Valera dan lagi-lagi lelaki itu mengangguk saja. " Ingat bawa mereka hidup-hidup dan aku akan menunggu sampai malam nanti '' ucap Valera lagi.


Disebuah ruangan private, distrik Hong.


Valera melakukan panggilan Vidio menyeluruh kepada jajaran king melakui dua buah laptop milik malvin dan milik Elion. Tampak Valera menunggu wajah-wajah para jajarannya muncul di layar berukuran 20inc.


Tak menunggu waktu lama para visual jajaran king satu persatu muncul dan memberi hormat pada sang Lady yang sedang duduk dengan anggun. Valera hanya mengangguk kecil dan mulai menatap satu persatu wajah mereka yang kian serius.


" Ada masalah? " tanya Valera datar.


" Aisley putriku menghilang bersama dengan Daniel saat mereka melakukan pertemuan. " ucap Dave dengan wajah gusar nya.


" Hilang? bagaimana bisa ? " tekan Valera menatap tajam.

__ADS_1


" Maaf. Para generasi begitu aktif hingga mereka tak bisa mendengarkan kami para senior nya bahkan Kini mereka sedang merencanakan sesuatu setelah Aisley menghilang bisa dikatakan mereka sedang menyusun sebuah rencana. " Saut Matt menanggapi. Valera yang mendengarkan nya hanya bisa diam menyimak.


" Lalu dimana mereka? " ucap Valera kesal.


" Blue mansion " saut Dave dan Valera meminta disambungkan pada satelit milik para generasi dan Thomas segera menghubungkan panggilan Vidio dan tak lama muncul visual Gabriel.


" Dimana para saudara mu yang lain? " tanya Valera langsung dan Gabriel seketika menghubungi yang lainnya untuk ikut bergabung. " ada rencana ? " tanya Valera menatap lekat para generasi muda yang berwajah angkuh dan mendominasi.


" Aku dan Alexandrea akan fokus pada pencarian Aisley yang masih berada di Perancis. aku sudah meminta semua jalur darat, udara maupun laut di tutup. Dan alhasil sinyal milik Aisley terus berkedip " jelas Gabriel terperinci.


" Maafkan kami bibi. Kami tak ikut membantu mencari keberadaan kak Athena dengan yang lainnya karena kami yakin nyawa kami pun diburu. Aku merasa musuh kali ini ingin membalas dendam hingga ke akar nya dengan cara bermain. Oleh sebab itu biarkan kami menyusun rencana sendiri tanpa kalian terlibat. Jika suatu saat diantara kami ada yang menghilang lagi maka sinyal yang kami berikan akan langsung terhubung pada satelit king. " Jelas Isabella panjang lebar. " Kami menanam sebuah chip di dalam tubuh kami. Setelah melihat kasus yang terjadi pada kak Athena, Samuel dan Maxim. Kami memutuskan untuk menanam chip itu disertai alat peledak. " jelas Isabella lagi hingga nafas semua orang tercekat bukan main bahkan Dave merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar*.


Tak lama Hong mengetuk pintu dan Valera memberikan ijin untuk Hong memasuki karena rapat yang terjalin sudah selesai dan tak memakan waktu yang begitu banyak.


" Mereka sudah ada di sebuah ruangan ? kau ingin melihat nya namun aku pikir suamimu cukup tertarik '' ucap Hong terkekeh dan Valera mengeryit lalu beranjak dari kursi diikuti oleh lainnya.


Sedangkan disebuah ruangan tertutup lainnya tampak beberapa orang duduk disebuah kursi belenggu dengan rantai tebal nan kuat. Remigio mulai menyalakan dan menghisap rokok mahal miliknya hingga kepulan asap perlahan-lahan keluar dari bibirnya.


" prince " suara seorang wanita yang terdengar lembut menyapa telinganya. Remigio yang menjelma sebagai prince menoleh dan tersenyum penuh arti pada sang istri yang berjalan kearah nya.


" Mereka sudah kau dapatkan. Sebaiknya kita percepat kepergian kita. Aku tak suka berada disini terlalu lama '' ucapan itu terlontar begitu saja dan Valera hanya mengangguk kecil tanda memahami keinginan sang suami.

__ADS_1


" Katakan padaku untuk siapa kalian bekerja? '' tanya Valera menatap datar para lelaki yang berpakaian seragam dan serupa.


'' Tuan hong! Tentu saja kami bekerja untuk dia. Sekarang lepaskan alat ini dari tubuh kami! '' ucap seorang lelaki dengan tatapan tajam nya.


" Begitu hmm.. Namun kali ini kau tak bisa berbohong lebih banyak. Sungguh ironis kalian hanya sebagai alat untuk memperlancar kehendak seseorang. '' cibir Valera dengan wajah angkuh. " Pertama kesalahan kalian adalah bekerja sama dengan seorang wanita yang mengusikku! " ucap Valera lalu mulai menunjukkan sebuah visual seorang wanita dewasa. Mata mereka tetap saja datar tanpa ekspresi hingga Valera begitu memuji ekspresi alami dari mereka. '' Kedua kalian juga adalah para pelaku dan pesuruh dibalik kecelakaan salah satu jajaran ku hingga kalian muncul kembali sebagai seorang yang melakukan tugasnya. Lucu sekali bukan ? Ketiga kalian juga yang membantu wanita itu untuk pergi dari wilayah ini menggunakan jalur perairan. Wow hebat sekali '' ucap Valera tenang.


'' Kami tidak ada hubungannya dengan wanita itu. Kau salah besar '' sangkal seorang lelaki dengan wajah yang sudah memerah.


DORRR


DORRR


DORRR


DORRR


teriakan kesakitan terdengar nyaring begitu saja dengan darah yang mulai mengalir di kali mereka dan membasahi lantai berwarna putih susu. Valera tersenyum manis dibuatnya.


'' Aku tak butuh omong kosong kalian. Sekarang good luck semoga kalian bisa menahan siksaan yang akan kalian terima mulai detik ini '' ucap Valera beranjak dan berjalan kearah suaminya dengan senyum menawan.


Remigio dan Valera melenggang pergi keluar tanpa menghiraukan teriakan dan makian yang terlontar dari bibir para tawanan. Hong yang melihatnya tak bisa berbuat apa-apa dirinya pun tak menyangka jika para bawahannya terlibat dengan wanita berbahaya itu.

__ADS_1


__ADS_2