
Ryunnal membeku ditempatnya, saat melihat gadis bermanik hitam yang sempat melukainya dengan sebuah senjata api itu, Athena tersenyum manis tapi entah mengapa membuat Ryunnal mendadak gugup bukan main, tak lama Karen muncul diantara mereka dan langsung menatap tajam pada Athena.
" untuk apa kau kemari gadis sialan !! " bentak Karen pada Athena, dan Athena hanya terkekeh dan tertawa kecil layaknya melihat sebuah pertunjukkan yang sangat lucu " tutup mulutmu !! " ucap Karen mendekati Athena dan hendak menyerangnya tapi lagi-lagi Athena menangkis tangan Karen dan memelintirnya kebelakang hingga wanita itu berteriak dan menjerit kesakitan Ryunnal marah dan hendak menolong Karen tapi belum sampai Athena sudah mendorong tubuh Karen hingga menabrak tubuh paman nya sendiri.
keributan itu memicu perhatian para maid yang bertugas mereka terkejut karena melihat tuannya jatuh tersungkur dan wanita muda yang sebagai tamunya hanya bisa tertawa dengan puas, seketika mereka bingung bukan main.
" Apa yang kau lakukan !! " pekik seorang wanita paruh baya saat melihat suami serta keponakannya tersungkur begitu saja di lantai yang dingin, Athena hanya tersenyum sinis melihat wanita paruh baya itu. " Kau !! " geram sang istri Ryunnal hendak menampar Athena tapi Athena justru menamparnya terlebih dahulu.
PLAKKK
" nyonya " pekik para maid terkejut dan Athena langsung menjambak rambut wanita paruh baya itu dengan erat dan keras, hingga suara erangan terdengar di mulutnya.
Ryunnal geram dan marah lalu ia bangkit walaupun rasa sakit pada kakinya masih terasa dan Karen langsung menghampiri Athena dan handak menolong bibinya dari jeratan Athena.
" lepas.. Kau gila Athena !! " ucap Karen menyentuh tangan Athena dengan kasar tapi Athena tak perduli dan justru ia menatap Karen dengan tatapan tajam " aku bilang lepas !! '' bentak Karen lagi dan Athena segera melepaskan cengkraman nya dari istri Ryunnal.
para penjaga seketika memasuki rumah dan hendak membawa Athena pergi tapi Athena langsung menodongkan senjata silver nya kepada mereka sehingga semua orang terpekik kaget tak menyangka jika seorang gadis muda membawa senjata api
" majulah satu langkah maka peluru milikku ini menembus tubuh kalian. " datar Athena menatap tajam sekelilingnya dan ia merasa terkepung dengan orang-orang bodoh itu. Ryunnal seketika sesak nafas saat melihat Athena membawa senjata api yang sempat melukai kakinya itu. " kau !! " tunjuk Athena kepada Karen dan Ryunnal " menyuruh beberapa orang untuk mencelakai ku ? " smirk Athena dan Karen serta Ryunnal menggeleng gugup " Mengelak ? tapi sayang aku sudah mengetahuinya dan mereka tewas dengan mudah dan sekarang aku ingin bermain dengan kalian termasuk kau Karen '' tegas Athena hingga tubuh Karen menegang sempurna.
" jangan macam-macam Athena. Aku akan melaporkan sikap mu ini pada George. '' ancam Karen dan Athena terkekeh kecil seakan tak takut dengan ancaman Karen.
" silahkan !! " ucap Athena santai dan Karen segera menghubungi George tapi beberapa kali sambungan itu tak terhubung sama sekali membuat Athena tertawa terbahak-bahak dan Karen geram bukan main, akhirnya ia melempar sebuah guci kecil kepada Athena.
PRANGGG.
" Nona " ucap Asnee tiba-tiba dari arah belakang dan ia terkejut karena dahi nona mudanya mengeluarkan darah akibat lemparan dan sebuah guci yang Karen lakukan, Ryunnal dan sang istri tertawa saat melihat gadis bermanik hitam itu terluka.
" Ahhhhhh " teriak Athena lantang dengan geraman menakutkan hingga sorot matanya mengkilat marah, Asnee meruntuki kebodohan Karen karena sudah membangunkan iblis dari tubuh nonanya
PLAKKK
PLAKKK
__ADS_1
Athena menampar Karen dua kali hingga pipi wanita itu memerah dan mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, tak sampai disitu Athena menjambak rambut Karen dan.
DUAKKK
" aghhh.. sakit.. lepas " saat dahinya sengaja Athena benturkan ke dinding berlantai marmer itu, Ryunnal dan sang istri syok begitu pun dengan para maid dan penjaga disana.
" sepertinya aku terlalu lunak untuk menghadapi mu sialan " marah Athena hingga ia membenturkan lagi kepala Karen hingga wanita itu lemah tak berdaya.
" Nona tolong hentikan. Dia sudah tak berdaya " ucap Asnee menghentikkan apa yang Athena lakukan tapi Athena tak memperdulikannya dan menepis kuat tangan Asnee.
" Jangan ikut campur !! " pekik Athena marah dengan mata yang melotot lebar " kau... rasakan ini " ucap Athena
BUGHHHHHH
" ahhhh " jerit Karen saat punggungnya di injak kuat oleh Athena, hingga mata Karen mulai terpejam.
setelah itu Athena menatap tajam Ryunnal bagaikan hidangan yang menggiurkan, tubuh Ryunnal menegang sempurna saat melihat langkah Athena menghampiri dirinya.
" tentu saja bermain dengan mu paman tua " sinis Athena dan langsung mengeluarkan belati kesayangannya itu, sontak apa yang ada di tangan Athena membuat semua orang ketakutan, Asnee panik saat melihat nona mudanya seperti kehilangan kendali dan pada akhirnya ia menghubungi George dengan cepat.
" menjauh dari suamiku " teriak istri Ryunnal dengan lantang hingga Athena menendang dada wanita tua itu tanpa belas kasih,
DUAKKK
uhukkk.
para maid segera menghampiri nyonya rumahnya yang jatuh membentur dinding hingga mengeluarkan darah dari mulutnya, Athena menatap tajam bagaikan tatapan iblis nya.
" jangan ikut campur !! aku tak suka hal itu " lantang Athena.
SRETTTT
suara jeritan memenuhi ruangan itu Ryunnal kesakitan bukan main, saat belati itu menggores dadanya cepat. Athena benar-benar menggila saat ini.
__ADS_1
" Kau !! rasakan ini ! " pekik Athena lagi
SRETTTT
" aghhh.. am....ampun...hentikan aku mohon " punya Ryunnal dengan wajah pucat nya itu.
" mengirimkan banyak orang untuk menyingkirkan ku begitu maksud mu ? ohh aku Athena akan membuat hidupmu menderita bagaikan di neraka " bisik Athena lagi hingga suara George tiba-tiba berada di sana. Athena menggeram marah saat kesenangannya di usik begitu saja.
George langsung memeluk tubuh Athena seraya menenangkan gadisnya yang sudah hilang kontrol itu. Athena memberontak tak karuan dan sempat melepaskan kasar dekapan George hingga George sedikit tersentak.
" jangan mengusikku " pekik Athena lantang menatap George nyalang.
" Athena " sendu George saat melihat gadis pujaannya berubah layaknya seorang gadis psikopat, nafas Athena menderu tak karuan ia menatap George dengan tatapan tak menentu. Karen di bantu berdiri oleh para maid disana sedangkan Ryunnal ia tergelatak tak berdaya dengan darah yang membanjiri tubuhnya itu.
" apa yang kalian lihat. Bawa mereka kerumah sakit cepat " pekik George marah menatap para penjaga Ryunnal dan mereka seketika tersadar dan mengangguk patuh,
bau amis darah begitu pekat di lantai itu, Athena menatap kepergian Ryunnal dan lainnya dengan tatapan tajam tak terkira, George masih menggenggam tangan Athena dan menatap lekat-lekat wajah gadis nya itu.
" Athena sadarlah, ini aku " ucap lembut George dan Athena tersenyum sinis.
" pada akhirnya kau masih perduli dengan wanita itu. Ohh aku lupa jika dia calon istrimu tuan George. Jadi wajar jika kau menyuruh mereka membawanya kerumah sakit " ucap Athena dan George mengerutkan dahinya seketika.
sungguh gadis yang berada di hadapannya ini bukan Athena yang ia kenal, sosok lain lebih mendominasi nya kali ini, George mengusap lembut pipi Athena agar membuat gadisnya lebih tenang tapi Athena menepisnya dengan kasar dan melepaskan genggaman tangan George di tangannya begitu saja, dan berlalu pergi.
" Athena !! " bentak George tanpa sadar hingga langkah Athena terhenti dan menoleh kearah lelaki bermanik biru itu, senyumnya saat ini manis sekali hingga tatapan itu berubah menjadi sosok Athena yang dikenalnya. Asnee melihatnya menjadi bingung bukan main.
George tersadar akan apa yang baru saja terjadi, senyum itu yang selalu George rindukan dan ingin George lihat setiap hati, Athena masih menatap lelaki bermanik biru itu dengan tatapan sendunya dan berlalu pergi begitu saja.
George mengejarnya tapi Athena berlari dan segera memasuki mobil mewahnya dengan cepat, George tak tinggal diam ia segera menyusul Athena yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan kencang.
Athena mengepalkan tangannya begitu saja kesenangannya belum juga puas tapi George tiba-tiba datang dan menghentikkan semuanya dengan lancang. Saat ini tujuan Athena adalah markas utama ia akan melampiaskan amarahnya di ruang berlatih nanti.
George masih terus mengikutinya, George benar-benar khawatir dengan kondisi Athena apalagi tadi ia sempat membentaknya hanya untuk membuat gadisnya tersadar kembali.
__ADS_1