
pesawat pribadi Remigio yang ditumpangi rombongan Ezio sudah mendarat dengan selamat di bandara internasional Perancis. Mereka mendarat dan memarkirkan pesawat itu disebuah hanggar pribadi milik penguasa King dan ORTAXS.
rombongan Ezio dijemput oleh anak buah king menggunakan mobil dengan jenis serupa. Tiga buah mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah markas utama milik sang Lady. Mereka memutuskan pergi ketempat itu untuk berdiskusi lebih lanjut ditemani keempat anggota predator.
rombongan Ezio yang terluka segera di obati dan dibawa keruang medis dengan Elion dan Lotus yang mengalami luka di tangan dan kakinya serta Elmer yang tertusuk jarum beracun milik lawan, untungnya saat itu Larissa memiliki penawar sehingga Elmer dapat pengobatan awal untuk mencegah racun itu menjalar lebih dalam lagi.
Disisi lain keberadaan Serena dan Ryu.
Serena gadis cantik berambut panjang itu terbangun disebuah ruangan mewah milik seseorang. Manik nya mengedarkan pandangan ke segala sisi yang tampak sangat asing.
Aroma maskulin yang sangat kental menguar begitu saja di seluruh ruangan mewah nan luas itu. Serena ingat terakhir kali dirinya sedang bersama dengan Ryu di kandang octopus si kuda jantan putih miliknya, namun tiba-tiba dirinya melihat Ryu tergelatak tak sadarkan diri ditepi pagar. Niat hati ingin menolong namun naas seseorang menotok tengkuknya hingga Serena jatuh tak sadarkan diri.
CEKLEK
Serena terperanjat karena tiba-tiba saja pintu dibuka oleh seseorang kewaspadaan Serena begitu meningkat pesat, namun dahinya mengeryit kala melihat seorang wanita paruh baya sedang tersenyum begitu lembut padanya.
" Anda sudah bangun Nona. Syukurlah " ucap wanita itu lagi dan Serena diam saja tak mau menjawab. " Bagaimana dengan mu? apa kau merasakan pusing atau yang lainnya ? kau ingin makan ? makan buah atau cemilan dan meminum teh hangat atau..
" hentikan! siapa kau? '' ucap Serena tegas menatap pergerakan wanita paruh baya itu yang sedang menyemprotkan wewangian didalam ruangan itu.
" panggil saja aku bibi Lui " ucap wanita itu lagi dengan lembut layaknya seorang ibu yang sedang berbicara dengan putrinya. Serena memicing mendengar nama itu yang sangat asing untuknya.
" Aku tak mengenal mu! Siapa tuan mu? " tanya Serena lagi berusaha berbicara sopan pada wanita bertubuh gempal yang rambutnya mulai memutih karena termakan usia.
__ADS_1
" Aku tak memiliki tuan " ucap singkat dan Serena tentu saja mengeryit dan tak mempercayai perkataan wanita itu.
" Lalu siapa yang membawa ku kesini? " tanya Serena lagi penasaran.
CEKLEK
Serena dan bibi Lui menoleh saat pintu kamar itu terbuka kembali dan menampilkan sesosok lelaki yang sedang bertelanjang dada dengan keringat yang mengalir perlahan dari tubuh lelaki itu.
" Kau sudah sadar? baguslah. Bibi Lui tolong kau persiapkan dia untuk membersihkan diri. Aku menunggunya di meja makan! '' tandas lelaki itu menatap Serena tanpa berkedip. Bibi Lui hanya mengangguk mematuhi ucapan lelaki asing itu.
" Lancang! " ucap Serena marah karena dirinya merasa sedang ditawan oleh mereka. " siapa kau huh? dan bagaimana bisa aku berada disini? " ucap Serena lagi dengan nada yang dingin dan maniknnya yang tajam menyorot lelaki itu.
" bibi Lui katakan padanya untuk berbicara yang sopan padaku! Aku tak suka gadis yang tidak mempunyai sopan santun! " ucap nya lagi membuat Serena terbelalak lebar.
" Kau! " geram Serena namun lengan nya ditarik oleh bibi Lui " jangan menyentuhku! '' ucap Serena lagi dengan manik yang melotot pertanda dirinya menolak untuk disentuh. Namun wanita yang di panggil bibi Lui itu hanya tersenyum lembut menanggapi.
pada akhinya serena menurut dan segera membersihkan diri daripada dirinya menolak dan berujung perdebatan tak berakhir. Namun sebelum Serena pergi menuju kamar mandi bibi Lui lagi-lagi berbicara hingga menghentikan langkahnya begitu saja.
" Bibi harap kau tak salah paham nona '' ucap bibi Lui lagi dan pada akhirnya dia berlalu meninggalkan Serena yang masih saja bergeming diam di tempat.
********
Lelaki bertubuh tegap dan kekar duduk dengan tenang seraya menyesap kopi hitam tanpa gula miliknya. Manik nya menatap sehamparan bunga yang tumbuh lebat dan subur dengan berbagai jenis.
__ADS_1
" Ex " panggil seseorang hingga lelaki yang dipanggil Ex itu menoleh dan melihat bibi Lui yang berjalan dengan tersenyum penuh kelembutan. " dia sudah datang Ex. Gadis itu sudah berada disini namun aku harap kau dapat merubah sikap buruk mu itu. Walaupun aku percaya dengan ramalan leluhur kita jika takdir para keturunan king akan berlabuh pada saudari dan saudara mu Ex '' ucap bibi Lui lagi dan lelaki yang dipanggil Ex itu diam saja.
" Namun aku tidak mempercayainya bibi. " ucap Ex datar.
" Namun takdir sepertinya sudah menuntun mu Ex. Ramalan itu terjadi sesuai perkiraan. '' ucap bibi Lui lagi " Kau bertemu disaat waktu yang tidak tepat Ex. Namun aku harap takdir mu dan takdir para saudara dan saudari mu tidaklah buruk walaupun diantara kalian akan ada yang menderita '' ucap bibi Lui lagi.
" Tidak akan ku biarkan bibi Lui! aku tidak akan membiarkan para saudara ku menderita '' ucap Ex lagi dan bibi Lui hanya mengangguk saja. " apakah dia sudah selesai " ucap Ex lagi.
" sepertinya begitu. Tunggu lah sebentar '' ucap bibi Lui lagi dengan langkah tergesa menuju kamar yang ditempati oleh Serena. Ex lelaki itu menatap kepergian bibi Lui dengan tatapan dalamnya.
ramalan ? rasanya Ex ingin sekali tertawa dengan ramalan itu dirinya sangat tidak mempercayai ucapan seseorang yang mengatakan demikian.
Serena? pertemuan nya dengan gadis itu benar-benar seperti mimpi. Bagaimana tidak ramalan itu benar jika dirinya akan bertemu dengan salah satu keturunan king dalam keadaan tak terduga. Dimana Serena sebelumnya berada di cengkraman musuh yang terlihat sangat tak berdaya.
" Nona! " ucap bibi Lui tiba-tiba hingga mengejutkan Ex yang sedang menatap lurus kedepan. " duduklah " ucap bibi Lui lagi dan Serena masih saja diam namun langkahnya maju kedepan. Serena duduk tanpa disuruh oleh sang pemilik rumah hingga manik Ex terus menatap Serena tanpa berkedip.
" Makan lah yang banyak setelah itu mari kita berbicara " ucap lelaki itu lagi dan Serena masih saja diam tak mau berbicara ataupun menjawab perkataan lelaki asing yang duduk dihadapannya.
Hidangan di depan matanya lebih menggoda daripada berbicara dengan lelaki yang sama sekali dirinya tidak ketahui. Serena terus menyantap makanan nya dengan anggun dan berlagak seperti pemilik rumah tanpa menghiraukan lelaki dan wanita yang ada di sana.
" pelan-pelan '' ucap Ex lagi saat melihat betapa semangat nya Serena mengambil potongan kalkun bakar yang sangat menggoda.
" Enak " ucap Serena pelan namun ekspresi yang ditunjukkan oleh Serena datar dan terkesan tak perduli. Kalkun? huh ini adalah makanan kesukaan nya saat ibunya memasak daging kalkun maka Serena akan selalu bersemangat untuk menyantap nya hingga tiba-tiba Serena menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
" Aku harap kita tak terlibat apapun dan kini aku ingin pulang. " ucap Serena datar menatap tajam Ex yang justru ikut menatapnya tajam.
Aku harap demikian. Namun entahlah, ramalan itu benar-benar membuat ku gila.