King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*305


__ADS_3

sang tuan rumah yang berwajah serius menatap dingin pada tamunya kali ini, dan George yang berada di sofa single masih diam dan ikut bungkam dengan keadaan yang ada.


Ya setelah Karen dirawat beberapa hari sampai saat ini dirinya masih belum sadar untung sang paman Ryunnal telah sadar dan memberi tahukan hal ini pada kakak dan kakak iparnya sontak mereka terkejut dan langsung terbang dari England ke Paris dan menuju alamat Gold mansion yang diberikan Ryunnal kala itu.


" putrimu telah melakukan hal yang diluar batas tuan, diusianya yang masih sangat mudah tapi jiwanya seperti iblis yang bersemayam " pedas nyonya Caroline hingga Remigio menatap tajam kearah wanita asing yang berada dihadapannya itu. " Putriku kritis itu karena ulahnya, lalu kalian sebagai orangtuanya hanya membiarkan nya begitu saja ? " ucap nyonya Caroline.


" Lalu ? " Picing Valera menimpali perkataan tamunya itu.


" Hukuman ! beri ia hukuman yang sama dengan putriku " tegas nyonya Caroline hingga Valera tertawa renyah seolah lucu dengan perkataan yang baru saja terlontar.


" Apa kau tau apa penyebab putriku melakukan hal seperti ini hmm ? apa kau tau nyonya. " tajam Valera hingga nyonya Caroline dibuat bungkam " kau bahkan tak tau, sekarang angkat kaki dari kediaman ku " ucap Valera dengan tegas dan sorot mata yang sangat tajam.


" Tuan Remigio, sangat disayangkan dengan sikap istrimu itu. " ucap lelaki asing yang sedari tadi bungkam dan kini bersuara.


" Aku pun ingin berkata demikian, sikap istrimu sungguh lancang terhadap putri dari tuan rumah yang sedang kalian kunjungi ini, datang dan langsung berteriak padanya. Aku pun sangat menyayangkan tindakan atas istrimu tuan Denie " ucap Remigio tak kalah tegas dan tuan Denie hanya bisa diam seraya mengepalkan kedua tangannya erat-erat.


" Itu wajar karena putri kami sedang tidak baik-baik saja dan itu semua karena ulah putrimu tuan Remigio " ucap tuan Denie sengit dan Remigio hanya menyunggingkan senyumannya nya.


" Lebih baik sekarang kau tanya saja pada adik ipar mu, apa yang dilakukan putrimu hingga putri kami berlaku demikian. " ucap Remigio datar " dan sekarang silahkan angkat kaki dari sini " kini nada Remigio tak lagi bersahabat. Nyonya Caroline dan tuan Denie saling pandang dan menatap tajam pada pasangan angkuh yang berada didepannya itu, bahkan nyonya Caroline terdengar mengumpat dengan kasar sebelum mereka meninggalkan Gold mansion secara tidak hormat.


George hanya menatap kepergian kedua orang tua Karen begitu saja, memang George tak begitu akrab dengan keduanya tapi entah mengapa sang ayah Hans Maxwell ingin sekali menjodohkan dirinya dengan wanita yang tak dicintainya, tapi untung saja sang ayah kini menyerahkan semuanya pada dirinya seutuhnya.


Remigio segera menghampiri kamar putrinya dan Valera hanya menunggu di tempat lain bersama dengan George. Remigio mencari keberadaan putrinya dikamar tapi tidak ada, hingga pintu kaca balkon yang terdapat tirai-tirai transparan terbuka lebar disana hingga angin malam masuk begitu saja.

__ADS_1


Remigio melihat putrinya yang sedang duduk menatap lurus kedepan hingga rambut panjang nya terurai begitu saja. Terdengar suara helaan nafas keluar dari mulut putrinya.


" sayang " seru Remigio hingga Athena terkejut saat mendengar suara sang ayah dikamarnya.


" Daddy " ucap Athena dan Remigio hanya tersenyum lalu ikut duduk disamping putrinya kini, Athena melirik kearah sang ayah yang ikut menatap lurus kedepan. " ada apa dad ? " ucap Athena lagi.


" kau baik-baik saja hmm ? " ucap Remigio dan Athena mengangguk saja " sayang mengapa kau tumbuh begitu cepat, rasanya baru kemarin Daddy dan mommy mempunyai bayi mungil nan cantik tapi kini bayi itu sudah beranjak dewasa " ucap Remigio menatap sang putri lekat-lekat sembari menggenggam tangan Athena dengan lembut.


" dad " cicit Athena tapi Remigio hanya tersenyum lembut.


" Daddy tidak akan membiarkan siapapun yang akan menyakitimu termasuk George sekalipun " ucap Remigio dengan sorot mata yang tajam walaupun nada suaranya lembut tapi tersirat ketegasan didalamnya dan Athena hanya bisa diam dengan pandangan yang menunduk.


wajah Athena benar-benar perpaduan yang sempurna, rona pipinya yang kemerah-merahan membuat gadis bermanik hitam itu semakin menggemaskan, manik kelam nya yang teduh menyimpan sejuta rahasia yang mematikan didalamnya.


" mereka hanya orang yang tidak penting sayang, jangan fikirkan mereka " ucap Remigio lagi dengan mengelus lembut pucuk kepala Athena. Tapi Athena masih penasaran akan hal itu.


" Jangan katakan mereka orangtuanya Karen '' tajam Athena dan Remigio terkekeh seketika, putrinya memang tak pernah salah menebak seperti sang ibu yang pemikirannya selalu tepat, hanya sana Athena lebih agresif ketimbang ibunya dulu, putrinya ini tak bisa mengontrol emosinya dan itu sebabnya Remigio maupun Valera selalu mengkhawatirkan putri sulungnya ketimbang putra bungsunya Kenneth yang lebih kalem. " benarkan dad ? " tanya Athena lagi dan Remigio hanya mengangguk saja membenarkan " ckckck ternyata para sekumpulan sampah yang tak berguna " desis Athena dengan berwajah kesal dan masam.


" sudahlah tak perlu dikhawatirkan lagi sayang " ucap Remigio.


" Dad apakah aku boleh balapan lagi ? kemarin mommy dan kak George memarahiku. " seru Athena dengan wajah kesalnya dan Remigio hanya diam saja, jujur dirinya pun tak memperbolehkan sang putri untuk melakukan balapan lagi walaupun Athena mahir dalam mengemudikan mobilnya. " dad " rengek Athena lagi.


" Ya Daddy akan mengijinkan nya sayang, dan Daddy berencana untuk membawa Sean agar bisa melindungi mu " ucap Remigio tegas menatap putrinya itu.

__ADS_1


" Sean ? " ulang Athena hingga mengingat nama itu " uncle Sean ? " tanya Athena dan Remigio mengangguk tegas dan pada akhirnya Athena mengangguk pasrah saja, karena jika Remigio sudah berkata demikian Athena pun tak berani membantah.


******


keesokan harinya markas utama sangat ramai karena suara pertengkaran dua orang gadis disana hingga para penghuni markas utama dibuat kelabakan dengan suara lengkingan dua gadis itu.


" Aisley !!! " pekik seorang gadis hingga Dave yang sedang meminum kopinya tersedak begitu saja dan maniknya seketika terpejam, seorang gadis yang mirip dengan Dave menghampiri Dave dengan wajah kesalnya.


" Isabella, apakah suaramu tak bisa dikecilkan sedikit saja sayang " ucap Dave menatap putri keduanya.


" dad Aisley mengambil tablet game milik ku " adu Isabella kepada Dave, gadis remaja itu merengek dengan wajah yang masam kepada Dave.


" lalu dimana kakakmu ? " ucap Dave dan tiba-tiba gadis berambut pirang dengan manik abu nya datang menghampiri ayah dan juga adiknya. Dave melihat putri sulungnya itu " aisley '' Tegur halus Dave dan pada akhirnya aisley memberikan tablet nya kepada sang adik dengan wajah kesal dan cemberut, Dave mengelus dadanya perlahan entah mengapa kedua putrinya ini selalu saja mempermasalahkan hal yang sepele.


" Dad, aku ingin bertemu dengan kak Athena " ucap aisley tiba-tiba, putri sulung Dave dan Gloria itu memang terbilang dekat dengan putri ladynya ketimbang sang adik yang selalu merengek ini itu.


" Hmm nanti Kakak mu akan kesini bersama Kenneth dan juga Gabriel " ucap sang ayah dan Aisley hanya mengangguk saja.


Aisley langsung beranjak meninggalkan ayah dan adiknya, Dave hanya menatap putri sulungnya dengan tatapan geleng-geleng kepala nya.


kedua putri-putri nya akan beranjak dewasa Dave semakin was-was akan keselamatan kedua anak nya terlebih iapun mempunyai musuh di luaran sana.


Isabella gadis manis yang mirip dengan sang ayah tapi tingkahnya lebih mirip kepada sang ibu yang terlihat bar-bar sedangkan Aisley sikap dan sifatnya hampir mirip dengan sang ayah walaupun parasnya perpaduan wajah Dave dan juga Gloria.

__ADS_1


__ADS_2