
DODODODOR !!
DUARRRR
AGHHH
Malvin yang usil melemparkan sebuah bom mini ke kumpulan orang-orang yang hendak menyerangnya, alhasil orang-orang itu tewas dengan tubuh yang mengerikan. George tertawa saat melihat beberapa potongan mayat dibawah tanah itu.
" Dasar anak sialan !! " pekik lelaki itu dengan marah dan langsung menyerang Malvin dengan tangan kosong, Malvin menggeleng pelan apakah lelaki itu bodoh ?
Malvin menghindar kala sebuah belati ingin melukai tubuhnya, George masih berusaha melawan para kecoa liar dengan kemampuannya bertarung, tak bisa diremeh kan baik Malvin dan George benar-benar gesit.
" jangan mengujiku " ancam Malvin saat ia berhasil mencengkram sebuah tangan yang menggenggam belati dan ingin melukai dadanya, Malvin dengan bengis memutar tangan itu hingga terdengar suara retakan tulang.
" AGHHH... sialan kau. Tangan ku .. " jerit lelaki itu dan Malvin langsung menendang nya dengan sangat kuat.
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
Malvin merasa ngilu seketika melihat kondisi lelaki itu yang terlihat sangat menyedihkan, Malvin lalu melihat George yang membantai musuh-musuh nya hanya dengan satu kali gerakan saja, hingga salah satu tulang leher mereka berbunyi memilukan.
" owhhh menyedihkan " ucap Malvin saat melihat aksi George.
BUGHHHHHH
Seorang lelaki menendang Malvin dari arah samping hingga membuat pijakan Malvin sedikit bergeser karena ulahnya, Malvin menatap polos pada lelaki yang dulu pernah berurusan dengan nya.
" Fokus mu terpecah anak muda. " ucap lelaki itu dan Malvin terkekeh.
" sepertinya paman ingin sekali berurusan dengan ku, ada apa paman ? aku tau aku ini sangat tampan bukan ? " ucap Malvin yang mampu bercanda saat keadaan tak baik ini.
" ckckck. terlalu percaya diri. Jika tuan ku tak menginginkan kau, Maka aku tak sudi berurusan dengan anak muda seperti mu " ucap lelaki itu dengan sinis hingga Malvin tertawa lucu mendengarnya.
DUARRRR
ledakan dahsyat membuat semua nya kaget bukan main, sebuah mobil meledak hebat dan mengeluarkan asap yang tebal dan pekat, George memandang siapa yang melakukan hal itu begitupun dengan yang lainnya.
sial, jika begini pasti akan mengundang pihak lain. Batin George.
BUGHHHHHH
__ADS_1
satu pukulan mendarat di pipi lelaki itu dan sang pelaku hanya tersenyum geli, saat melihat fokus lawannya juga terpecah.
" Kau pun terkecoh paman " seru Malvin.
" kurang ajar !! " teriak lelaki itu marah karena pipinya dipukul oleh bogem mentah Malvin, sungguh rasanya sangat sakit dan ngilu bukan main.
George telah menyelesaikan para kecoa liar bagiannya, semua lelaki yang berdatangan langsung terkapar dengan sangat mengerikan, George duduk di kap mobil mewahnya sembari menunggu Malvin menyudahi permainan nya dengan lelaki tua itu.
Malvin tak meremehkan kemampuan lelaki ini, ia cukup gesit dan mampu menangkis setiap pukulan dan serangan Malvin. Lelaki itu tersenyum sinis saat Malvin berusaha untuk melumpuhkan nya.
" jangan meremehkan kemampuan lelaki tua ini anak muda " kekeh lelaki itu dan Malvin mengangguk polos.
" aku tidak meremehkan mu paman " ucap Malvin lagi.
" Malvin selesaikan, kekacauan ini akan mengundang pihak lain " teriak George dan Malvin langsung mengacungkan jempolnya tanda mengerti.
" Oke sudah saatnya aku menyudahi perkelahian ini paman dan kali ini aku biarkan kau bebas kembali, tapi tidak lain waktu. " sinis Malvin dan ia bergerak cepat dan mengeluarkan kemampuan yang lainnya, hingga serangan dari gerakan memutar itu membuat mata lelaki asing itu membulat sempurna.
dari mana Malvin mempelajari gerakan ini, sungguh diluar dugaannya. Malvin tersenyum saat lelaki itu mulai tak bisa mengimbangi permainannya hingga kaki Malvin melambung tinggi keatas dan mengenai rahang lelaki itu hingga tersungkur dan ambruk jatuh ketanah.
BUGHHHHHH
" owhhh maafkan aku paman " kekeh Malvin
AGHHH
" ini hadiah dariku hanya satu buah peluru saja, kau tak akan mati dengan mudah kan ? aku berharap tidak. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu " ucap Malvin terkekeh geli saat melihat raut wajah kesakitan lelaki itu yang masih tersungkur.
Malvin segera menghampiri George yang tersenyum kecil saat melihat aksinya, lalu mereka berdua segera pergi dan meninggalkan tempat itu dengan cepat.
Tanpa disadari seseorang melihat semua kejadian itu, orang itu cukup kagum akan kehebatan dari Malvin dan George yang mampu membasmi para musuhnya hanya dengan cepat dan tangkas. Senyum menyungging terbit di sudut bibirnya.
Kau mempunyai putra yang tangguh Macky. batin lelaki itu.
******
Athena sedang duduk santai menonton sebuah acara televisi dengan secangkir coklat panas yang menemaninya. Athena sesekali melirik ke arah Karen yang duduk tak jauh darinya.
ckckck. apa-apaan dia. Apa wanita itupun menunggu kedatangan kak George. batin Athena.
waktu menunjukkan hampir pukul enam sore itu artinya George akan tiba sebentar lagi. Karen duduk dengan malas dan hanya menatap layar ponsel nya saja sedangkan Athena hanya menatap lekat-lekat Karen dengan tatapan intimidasinya.
__ADS_1
" hii princess " ucap suara bariton seorang pria dan Athena langsung menoleh dan ternyata Malvin yang datang.
" kak Malvin " ucap Athena dengan tersenyum dan Malvin langsung duduk disamping Athena dan ia menatap sekilas kearah Karen. " dimana kak George ? " tanya Athena lagi.
" tunggulah sebentar, dia akan datang membawa sesuatu untuk mu " ucap Malvin dan Athena yang mendengarnya menjadi sangat penasaran, lalu Karen dengan cepat beranjak saat melihat sosok lelaki yang dikenalnya.
" George " ucap Karen dan langsung berlari memeluk George dihadapan Athena dan juga Malvin.
" Karen jangan seperti ini " ucap George berusaha untuk melepaskan pelukan Karen.
" kenapa ? " ucap Karen lagi. Dan George langsung mendekat kearah Athena dan tersenyum manis. Karen yang melihatnya langsung marah dan menatap geram pada Athena.
" ini aku bawa sesuatu untuk mu " ucap George dan Athena langsung menerima nya dengan wajah yang cemberut membuat Malvin mengulum senyumnya dan mengalihkan pandangan kearah Karen.
sebuah bunga mawar merah lengkap dengan coklat favoritnya Athena menjadi pilihan George untuk menyenangkan hati gadisnya ini, Athena berterimakasih dan mengecup bunga mawar itu dengan anggun.
" terimakasih kak " ucap Athena dan George mengangguk lalu mengecup pucuk kepala Athena lembut.
" George !! " pekik Karen karena ia merasa tak tahan saat melihat kemesraan George dan juga Athena. Karen mendekat dan langsung berdiri di hadapan Athena dan juga George.
Karen menatap tajam pada Athena yang sedang tersenyum mengejek membuat emosi Karen kian meledak tak karuan.
PLAKKK
" KAREN !! " pekik George saat melihat Karen menampar Athena hingga pipi putih itu memerah.
" Kau dasar ****** kecil. Beraninya kau menggoda dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku " teriak Karen dengan berderai air mata dan Athena hanya diam saja saat melihat Karen berteriak padanya.
baiklah saatnya drama dimulai. Batin Athena.
" Beraninya kau menampar kakak ku !! " ucap Kenneth tiba-tiba dan berjalan dengan wajah datar bersama dengan Gabriel. Karen tersentak dan langsung menatap Kenneth dengan tajam.
Athena hanya tersenyum dan matanya mulai memerah karena cairan bening itu akan segera turun seumur hidupnya ia baru saja merasakan sebuah tamparan di pipinya, jika Remigio tau entah apa yang terjadi pada Karen saat ini.
" Athena kau tak apa ? ya tuhan pipimu memerah " ucap George dan Athena hanya menangis menyeka airmatanya yang turun, Malvin hanya menjadi penonton saja.
" sebaiknya kau jangan ikut campur anak kecil. " ucap Karen menatap Kenneth dan Kenneth hanya tersenyum tipis.
" seharusnya kau malu karena saat ini kau sedang berada di mana ! Kau orang asing dalam keluarga kami. Sebaiknya kau pergi saat ini juga sebelum anak kecil ini membuat perhitungan dengan mu " datar Kenneth dan Karen menatap tajam pada putra kedua Remigio dan juga Valera.
Malvin mengulum senyum nya saat mendengar ucapan telak Kenneth, sungguh ia tak menyangka jika Kenneth akan berbicara sangat tajam seperti itu kepada seorang wanita. Athena tersenyum mengejek melihat Karen yang merasa terpojok saat ini.
__ADS_1
" Karen jangan membuat keributan yang lain lagi. Kau sudah lancang menampar Athena. Sikap mu sungguh keterlaluan, bukankah sudah ku katakan sebaiknya kau pulang ke England tapi kau tak mendengar ucapan ku Karen " ujar George menatap Karen dengan tatapan tajam nya hingga membuat Karen sedikit tertunduk takut.
Kenneth memanggil salah atau maid untuk membereskan barang-barang milik Karen dan tentu saja sikap Kenneth membuat semua orang tercengang, terlebih Karen, ia diusir oleh seorang anak kecil. Maid itu pun mengangguk patuh akan perintah tuan mudanya, dan Athena hanya menatap Karen dengan datar, satu buah tamparan akan diingat oleh gadis bermanik hitam itu.