
Valera merintih menahan rasa sakit pada tubuhnya begitupun dengan Ellara, Zizi serta Elena. Keempat wanita itu terluka secara bersamaan. Ledakan yang baru saja terjadi beberapa menit itu cukup berdampak besar bahkan terdengar suara sirine aparat kepolisian yang berjalan mendekat.
Untung saja para anak buah king dengan cepat membawa tubuh keempat wanita itu untuk ditangani lebih lanjut lagi. Kabar yang terjadi begitu sampai di telinga jajaran king bahkan Remigio yang hendak menemui Kenov Petra terhenti karena insiden yang menimpa istrinya.
sang Lady dan lainnya ditangani oleh beberapa dokter yang bertugas. Namun ketidakhadiran Athena membuat tanda tanya besar dibenak Remigio.
" Tuan Ramius menghilang di Blue mansion. Saya mendapat kabar jika nona Athena bersama dengan yang lainnya mengejar si penculik hingga daerah perbatasan. '' ucap seseorang hingga lagi-lagi mengejutkan semua orang.
" Lalu dimana yang lainnya ? " tanya Syina dengan perasaan cemas bukan main. Bahkan Elion, lotus, keempat Anggita predator dan Anggita black woman tak terlihat bahkan tak bisa di hubungi
" Cek melalui satelit Syina! " ucap Thomas tiba-tiba dan Syina mengangguk lalu berpamitan untuk menuju ruang kendali yang berada di markas utama walaupun keadaan hunian mewah itu dikatakan tidak aman.
Remigio memijat pelipis nya pelan. Rasa pusing menyergap nya bahkan masalah tak kunjung juga usai membuat Remigio seakan tercekik dibuat nya.
******
AGHHH
PRANGGG
pecahan kaca berserakan tat kala athena mengamuk, manik hitam nya menajam dengan nafas memburu kilatan amarah tercetak jelas di sorot matanya yang setajam silet itu.
" Bawa wanita itu kesini! " ucap Athena dingin. Beberapa pengawal mulai menyeret seorang wanita dewasa yang bertugas untuk membantu merawat tuan Ramius namun apa hasilnya ? tuan Ramius menghilang saat lelaki tua itu sedang menikmati waktunya dihalaman besar blue mansion.
DORRR
AGHHH
satu tembakan mengenai tangan di wanita perawat hingga terdengar jeritan penuh kesakitan.
" Penghianat ! Aku benci itu " desis Athena garang.
__ADS_1
" tidak! " seru wanita itu lagi dengan menggeleng kepalanya tegas " aku tidak seperti itu nona percaya lah " ucap wanita itu duduk bersimpuh di lantai yang dingin sebelum tubuh nya terpental karena Maxim yang menendang nya hingga mengenai pajangan guci berbentuk kelinci berwana putih.
BRAKKKK
PRANGGG
" am..ampun tuan Maxim " ucapnya takut.
" Kemana mereka membawa kakek ku sialan! Bahkan kakak ku saja tak bisa mengejar mereka " dingin Maxim menatap tajam wanita yang kini meringkuk karena takut. Tangannya menggenggam senjata berjenis revolver.
" Sungguh aku tidak tau. " cicit nya lagi.
DORRR
" Tak ada gunanya! " geram Maxim yang sudah menahan amarahnya hingga ke ubun-ubun. Ditambah beberapa orang yang bekerja di Blue mansion memilih berkhianat. Nafas Maxim beserta Athena semakin menderu tat kala seseorang datang dengan kondisi yang tak begitu baik.
Lelaki itu semakin beringsut saat melihat Athena dan juga Maxim. Penyiksaan yang baru saja terjadi membuat dirinya ketakutan lalu apa yang akan dilakukan oleh Athena dan juga Maxim saat mereka berdua sedang dilanda api amarah.
" Apa ? " dingin Athena saat Samuel datang dengan seringai iblis diwajahnya. Athena melirik kearah lelaki yang kini sedang ketakutan. " Apa dia..
" Apa yang kau maksud Sam!! China ? aku tak mengerti " ucap Athena dingin.
" Mereka akan membawa kakek menuju China! " ucap Samuel lagi merasa frustasi. Athena dan Maxim mengerutkan dahinya sesaat sebelum akhinya Samuel menghubungi seseorang disebrang sana " ingin bergabung? " ucap Samuel lagi dan Athena serta Maxim mengangguk tegas.
Athena segera menghubungi George untuk memberikan kabar ini dan mempersiapkan peralatan lainnya yang akan dibawa begitu juga dengan Maxim dan Samuel.
Para generasi itu belum mendapatkan kabar jika para orangtuanya diserang secara bersamaan. Menghilangnya sang kakek di Blue mansion membuat mereka geram bukan main.
Samuel, Athena dan Maxim akan pergi menggunakan pesawat pribadi milik Samuel dan lainnya akan menunggu kabar serta melakukan pekerjaan lain untuk memantau keadaan yang ada. Para generasi akan membagi menjadi beberapa kelompok agar fokus mereka tak terpecah.
" Kita berangkat! " ucap Samuel dingin kepada seorang pilot pribadi yang dia sewa dengan nilai tinggi. Lelaki bertubuh semampai itu mengangguk patuh pada perintah Samuel.
__ADS_1
" China ya.. Apa kemungkinan para orang tua memiliki musuh dari sana ? " Picing Athena namun ingatan nya kembali dimana sang ibu sedang mengintrogasi seorang lelaki yang mengatakan jika seorang wanita Asia menjadi dalang dengan kerusuhan yang ada akhir-akhir ini.
" Sam. Apa sinyal milik kakek masih bisa di deteksi ? " ucap Maxim dan Samuel mengangguk tegas.
" Aku sengaja menempelkan sebuah chip di punggung kakek tanpa sepengetahuan nya saat sedang menikmati ikan koi milik Isabella ditanam belakang. Namun siapa sangka jika chip yang aku pasang itu berguna dalam keadaan mendesak seperti saat ini. " ucap Samuel lagi dan Maxim hanya mengangguk saja sedangkan athena sibuk dengan pikirannya sendiri.
Pesawat berlogo S itu mulai beroperasi dan terbang dengan gagah. Athena hanya menatap kearah bawah dimana Blue mansion terlihat megah dan indah dari bawah sana. Namun dirinya masih tak menyangka jika ada seorang penghianat yang berkerja di sana.
Perjalanan menuju China cukup memakan waktu yang lumayan. Athena, Samuel dan Maxim akhirnya melakukan sambungan Vidio dengan yang lainnya. Bahkan George dan Malvin akan ikut membantu misi ini agar semuanya cepat usai terlebih musuh membawa tuan Ramius yang sedang sakit.
Disisi lain Thomas mendapatkan kabar jika putranya Samuel pergi menuju China bersama dengan Athena dan juga Maxim. Nafasnya tercekat karena kepergian mereka tidak didampingi oleh beberapa orang senior nya.
" Apa Lady sudah mengetahuinya ? '' tanya Syina dan Thomas hanya menggeleng. " Sebaiknya kita membicarakan hal ini, kebetulan Lady sedang tak ada kunjungan " ucap Syina dan Thomas mengangguk tegas hingga kedua nya berjalan menuju sebuah ruangan dimana Valera sedang beristirahat pasca ledakan yang membuat tubuh nya terluka.
CEKLEK
Valera yang sedang berbicara dengan seseorang disebrang sana melalui tablet canggih milik nya seketika terhenti kala melihat Thomas dan Syina datang. Valera memberikan kode kepada keduanya untuk mendekat.
" Ada apa ? " tanya Valera secara langsung.
" Athena, Samuel dan Maxim pergi menuju China untuk mengejar si penculik tuan Ramius " ucap Syina dan valera terkejut bukan main. " Entah apa yang ada dipikiran mereka pergi tanpa membawa beberapa senior untuk membantu pekerjaan nya " ucap Syina menekan pelipis nya secara perlahan.
" China? Dimana Elion dan Lotus saat ini " ucap Valera dingin.
" Mereka sedang berada di Amerika. " ucap Syina lagi.
" Minta keduanya untuk menyusul mereka. " ucap Valera dan Syina segera menghubungi Elion namun pada saat sambungan terhubung seseorang masuk dan mengatakan sesuatu hingga Syina sontak menghentikan panggilan tersebut.
" Tidak perlu. Aku dan Malvin akan pergi untuk menyusul mereka " ucap George berjalan dengan gagah dan tersenyum kepada Valera lalu memeluk singkat ibunya itu.
" Benarkah ? " tanya Valera terlihat memastikan dan George mengangguk lagi. " Bawa mereka dalam keadaan baik-baik George. Aku mengandalkan mu, biarkan sisanya aku saja yang menyelesaikan nya. " ucap Valera dan George maupun Thomas dan Syina mengerutkan dahinya sesaat. " Putri Ben sialan itu memiliki dendam terhadap ku. Jadi biarkan aku yang menuntaskan nya lagipula keadaan ku cukup baik-baik saja " ucap Valera.
__ADS_1
George akhirnya mengangguk pasrah saat sang ibu ingin mengambil bagian terakhirnya. Terlebih mereka pun tak mengenali putri dari Ben itu. Entahlah George merasa ini bukan urusan nya.
Akhinya esok pagi George dan Malvin menuju ke China dimana Athena sudah memberikan alamat tempat mereka tinggal yang sangat jauh dari pemukiman penduduk yang membagi George tak mengerti dimana mereka menemukan tempat seperti itu.